bptp, Muji
Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

VARIASI WAKTU VERNALISASI DALAM PENINGKATAN PRODUKSI DAN VIABILITAS BIJI BAWANG MERAH bptp, Muji
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 12 No 01 (2019): Jurnal Crop Agro Januari 2019
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.722 KB) | DOI: 10.29303/caj.v12i01.252

Abstract

ABSTRAK Perbenihan  benih biji  bawang merah (true seed of shallot=TSS) merupakan inovasi baru sebagai solusi dalam mengatasi  permasalahan perbenihan bawang merah di Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan produksi TSS di Indonesia antara lain iklim, ketersediaan serangga  polinator, kualitas umbi bawang merah yang digunakan serta berbagai komponen teknologi lainnya dalam memacu terbentuknya bunga dan kebernasan biji yang dihasilkan.  Vernalisasi merupakan salah satu komponen penting dalam keberhasilan produksi TSS.  Penelitian ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama bertujuan mendapatkan keragaan tanaman dan  TSS  yang dihasilkan    dengan menguji  4 perlakuan, yang disusun secara acak kelompok dengan 3 ualangan.  Keempat perlakuan  adalah    tanpa vernalisasi, vernalisasi 2 minggu, vernalisasi 4 minggu dan vernalisasi 6 minggu dilakukan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur  pada bulan Mei – November 2016.  Dilanjutkan penelitian tahap dua yang dilakukan di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur pada bulan Desember 2016 - January 2017 dengan  menguji kualitas TSS yang dihasilkan dalam persemaian TSS dengan indikator penilaian viabilitas (daya tumbuh TSS) hingga kualitas  bibit siap tanam (seedling).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa vernalisasi selama 4 minggu adalah yang terbaik yang ditunjukkan dengan waktu tercepat keluarnya bunga, jumlah bunga terbanyak, besarnya diameter bunga dan banyaknya biji (TSS) yang dihasilkan.  Sedangkan viabilitas benih biji (TSS) hasil  perlakuan umbi non vernalisasi menghasilkan biji yang kurang bernas,    vernalisasi 4 minggu menghasilkan prosentase daya tumbuh tertinggi.  Parameter pertumbuhan bibit setelah berkecambah pada semua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.