Articles

Found 1 Documents
Search

Extended Spectrum Beta-Lactamase ( ESBL ) Biutifasari, Verna
Oceana Biomedicina Journal Vol 1, No 1 (2018): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.759 KB) | DOI: 10.30649/obj.v1i1.3

Abstract

Antibiotika telah banyak digunakan sekarang ini. Pemakaian antibiotika yang berlebihan dan tidak sesuai dengan klinis dapat menyebabkan terjadinya resistensi terhadap antibiotika tersebutSalah satu antibiotika yang dipakai adalah antibiotika golongan beta-lactam yang bekerja menghambat dinding sel. Pemakaian antibiotika beta-lactam yang tidak sesuai dapat menyebabkan terjadi resistensi terhadap antibiotika tersebut. Resistensi terhadap beta-lactam dapar terjadi di berbagai tingkatan. Salah satu resistensi dapat terjadi adalah  resistensi terhadap extendedspectrum broad lactamase (ESBL)Extended spectrum beta-lactamase adalah enzim yang mempunyai kemampuan dalam menghidrolisis antibiotika golongan penicillin, cephalosporin generasi satu, dua, dan tiga serta golongan monobactam dan menyebabkan resistensi ke seluruh antibiotika tersebut.ESBL banyak dihasilkan oleh Enterobactericeae (terutama Escherichia coli) dan Klebsiella pneumoniae. Enterobacteriaceae mempunyai 3 pola resistensi yang disebabkan broad spectrum beta-lactamase,inhibitor resistant beta-lactamase (derivat TEM) , Cephalosporinase yang berlebihan. ESBL dapat sulit terdeteksi karena ESBL mempunyai perbedaan tingkatan aktifitas terhadap bermacam-macam cephalosporinESBL dapat dideteksi secara clinical microbiology (phenotypic) dan molecular detection (genotypic). Keywords: Antiobiotika, resistensi, ESBL