Prasetyo, Agus Budi
Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS XRD DAN SEM TERHADAP HASIL KALSINASI PADA BIJIH NIKEL LATERIT JENIS SAPROLIT Prasetyo, Agus Budi; Setiawan, Iwan; Meyta, Meyta
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi karakteristik terhadap hasil kalsinasi pada bijih nikel laterit jenis saprolit. Pada tahap preparasi, dilakukan proses pengeringan, penggerusan, dan pengayakan. Bijih yang berbentuk bongkahan dilakukan proses pengeringan (drying). Sampel dimasukkan kedalam oven dengan suhu 100°C selama 7 jam. Bijih saprolit selanjutnya digerus dengan menggunakan diskmill untuk mendapatkan ukuran 100 mesh. Tahap berikutnya yaitu pemanasan atau kalsinasi, sampel saprolit dikalsinasi di dalam muffle furnace selama 1 jam, variasi temperatur 600 ºC, 800 ºC, dan 1000 ºC. Sampel awal (saprolit raw) dan sampel akhir (saprolit kalsinasi 600,800,dan1000 ºC) dikarakterisasi kristalinitas dan fasa yang terbentuk dengan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk morfologi dan komposisi mineral serta mengetahui letak persebarannya. Dengan analisis XRD pada temperatur 600°C, senyawa yang terlihat pada difraktogram adalah SiO2, fosterit (Mg2SiO4), dan Mg3[Si2-xO5](OH)4-4x, temperatur 800°C menunjukkan adanya senyawa SiO2 dan fosterit (Mg2SiO4), temperatur 1000°C menunjukkan adanya SiO2, fosterit (Mg2SiO4), dan Fe2O3. Untuk analisis SEM dapat dilihat bahwa sampel hasil kalsinasi terlihat semakin tinggi temperature maka penampakan permukaan morfologi hasil SEM akan terbentuk rongga-rongga yang semakin besar.Kata Kunci :Nikel laterit, saprolit, kalsinasi, XRD, SEM
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN EMAS PROSES HEAP LEACHING Sulistiyono, Eko; Prasetyo, Agus Budi; Suharyanto, Ariyo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sukabumi memiliki potensi mineral emas yang tersebar dalam jumlah yang kecil sehingga tidak dapat ditambang dalam skala penambangan yang besar. Oleh karena itu banyak usaha pertambangan skala kecil yang dijalankan secara legal melalui koperasi. Salah satu lokasi pertambangan emas rakyat adalah daerah Jampang Kulon yang berada di Kecamatan Simpenan – Kabupaten Sukabumi yang menjadi obyek penelitian ini. Pada awalnya pertambangan emas skala kecil menggunakan proses amalgamisasi yaitu menggunakan air raksa untuk mengekstrak bijih emas dalam peralatan gelundung. Seiring dengan semakin tingginya harga air raksa dan sulitnya mendapatkan barang tersebut maka para petambang berganti mengolah bijih emas dengan metode heap leaching. Proses heap leaching adalah proses mengolah bijih emas dengan media larutan natrium sianida dan karbon aktif untuk menangkap bijih emas. Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan bijih emas ini sampai saat ini tidak dimanfaatkan sama sekali dan dibuang di sekitar lokasi proses heap leaching. Hasil karakterisasi dengan metoda SEM-EDX terlihat bahwa limbah hasil pengolahan emas mengandung bahan logam tanah jarang yang sangat berharga. Potensi logam tanah jarang yang terdapat dalam limbah pengolahan bijih emas antara lain Gadolinium, Samarium, Tulium dan Terbium. Hasil analisa SEM-EDX pada salah satu sampel heap leaching menunjukkan indikasi awal adanya unsur Samarium 5,632 % , Gadolinium 6,053 % , Tulium 7,175 % dan Terbium 15,67 %.Kata Kunci : Heap Leaching, Limbah, Logam Berharga, Emas
Kinetika dan Mekanisme Pelindian Limonit : Pengaruh Waktu dan Temperatur Febriana, Eni; Tristiyan, Agung; Mayangsari, Wahyu; Prasetyo, Agus Budi
Metalurgi Vol 33, No 2 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 2 Agustus 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.765 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v33i2.420

Abstract

Pelindian dengan pelarut asam sulfat untuk ekstraksi nikel dari bijih limonit Halmahera telah diteliti. Karakterisasi bijih menggunakan XRD, XRF, dan SEM. Pelindian dilakukan pada tekanan atmosfir. Kinetika pelarutan dipelajari dengan mengikuti model Shrinking Core. Pengaruh temperatur dan waktu yang dipelajari yaitu pada temperatur 30oC, 50oC, dan 90oC dengan waktu pelindian hingga 480 menit. Nilai % ekstraksi Ni maksimum sebesar 95,9% diperoleh pada pelindian selama 480 menit pada temperatur 90oC. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju pelarutan Ni secara umum dikendalikan oleh difusi. Energi aktivasi untuk pelindian sebesar 83,8 kJ/mol. Mekanisme pelarutan bijih limonit diidentifikasikan dari grafik XRD residu hasil pelindian. Semakin tinggi temperatur dan semakin lama waktu pelindian memperbesar % ekstraksi Ni diikuti dengan meningkatnya intensitas puncak kuarsa.
STUDI KINETIKA PELINDIAN BIJIH MANGAN KADAR RENDAH DAERAH WAY KANAN LAMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN MOLASES DALAM SUASANA ASAM Sumardi, Slamet; Mufakhir, Fika Rofiek; Prasetyo, Agus Budi
Metalurgi Vol 29, No 2 (2014): Metalurgi Vol.29 No.2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.099 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v29i2.282

Abstract

STUDI KINETIKA PELINDIAN BIJIH MANGAN KADAR RENDAH DAERAH WAY KANANLAMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN MOLASES DALAM SUASANA ASAM. Telah dilakukanpercobaan pelindian bijih mangan kadar rendah daerah Way Kanan Lampung dengan menggunakan molaseshasil limbah pabrik tebu dalam suasana asam sulfat. Percobaan ini dilakukan untuk mempelajari pengendali lajuproses dalam pelindian bijih mangan, nilai-nilai konstanta laju reaksi dan/atau konstanta difusi serta energiaktivasinya. Pelindian dilakukan dengan kondisi percobaan yang tetap untuk persen solid padatan 10%,kecepatan pengadukan 300 rpm, dosis pemberian molases sebanyak 80 g/L sedangkan suhu dan konsentrasiyang divariasikan. Studi kinetika diasumsikan dengan pendekatan Shrinking Core Model (SCM). Pelindian bijihmangan kadar rendah daerah Way Kanan Lampung dapat dilakukan dengan menggunakan molases sebagaipereduksi dan dalam medium asam sulfat. Hasil penelitian terhadap kinetika pelindian mangan denganmenggunakan molases sebagai agen pereduksi menunjukkan bahwa tahap pengendali laju pelindian adalah difusiproduk reaksi melalui inti yang tidak bereaksi dengan energi aktivasi sebesar 3,73 kkal/mol.
PEMBUATAN α-Fe2O3 DARI HASIL PENGOLAHAN BIJIH BESI PRIMER JENIS HEMATIT UNTUK BAHAN BAKU BATERAI LITHIUM [Production Of Α Fe2o3 From Hematite Of Primary Iron Ore For Raw Materials Battery Lithium] Prasetyo, Agus Budi; Prasetiyo, puguh; Matahari, Indira
Metalurgi Vol 29, No 3 (2014): Metalurgi Vol.29 NO.3 Desember 2014
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.887 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v29i3.290

Abstract

PEMBUATAN α-Fe2O3 DARI HASIL PENGOLAHAN BIJIH BESI PRIMER JENIS HEMATITUNTUK BAHAN BAKU BATERAI LITHIUM. Telah dilakukan percobaan peningkatan kadar Fe2O3 daripengolahan bijih besi primer jenis hematit (Fe2O3) dari Bajuin, Kalimantan Selatan. Tujuan dari percobaan iniuntuk menbuat α-Fe2O3agar memenuhi standar untuk bahan baku katoda baterai lithium, yaitu LiFePO4. Untukmendapatkan α-Fe2O3, dilakukan percobaan untuk meningkatan kadar Fe2O3 sampai diperoleh kadar Fe2O3 >90%.Percobaan dilakukan dengan beberapa tahapan untuk mendapatkan bahan baku α-Fe2O3yang memenuhistandar.Tahap pertama dilakukan preparasi bijih besi primer dengan cara peremukan, dan penggerusan sampelsampai ukuran 100# (mesh). Tahap kedua dilakukan pelindian (leaching) dengan menggunakan HCl untukmelarutkan besi, dan memisahkan pengotor-pengotor yang tidak larut dalam HCl. Langkah selanjutnyadilakukan hidrolisis atau pengendapan terhadap filtrat (larutan) hasil pelindian, yaitu dengan menambahkanamoniak. Variabel yang diamati pada percoban ini antara lain konsentrasi HCl, waktu dan temperaturpemanggangan. Hasil percobaanmenunjukkan bahwa untukvariasi konsentrasi HCl, diperoleh hasil optimumpada konsentrasi HCl 1:1. Pada kondisi ini diperoleh hasil percobaan dengan massa padatan yang cukup besar,yaitu α-Fe2O3dengan kadar Fe2O3 > 90%. Sedangkan untuk variabel waktu diperoleh hasil terbaik padapercobaan selama 4 jam, namun kurang optimum karena akan membutuhkan energi berlebih. Pada percobaanperbedaan temperatur pemanggangan, semakin tinggi temperatur belum tentu ada peningkatankadarFe2O3.Sehingga dilihat dari segi efisiensi dan ekonomis, maka temperatur dengan suhu 500 °C sudahmencukupi untuk proses pembuatan α-Fe2O3. AbstractHaveperformedexperimentsFe2O3increased levelsofprimaryironoreprocessingtypehematite(Fe2O3) fromBajuin, SouthKalimantan.The purposeofthisexperimentfor creatingα-Fe2O3to meet the standardsforlithiumbatterycathodematerials, namelyLiFePO4.So far, Indonesiahas to importtheraw materialwhereasthe primaryironoretomakeα-Fe2O3numerous inSouthKalimantan. Toobtainα-Fe2O3, conductedanexperimenttoincreasethelevelsofFe2O3toFe2O3obtainedlevels>90%.Experimentsperformedwithseveralstagestoobtainα-Fe2O3rawmaterialsthat meet the standards. The firststage ofthe preparationisdoneby wayof primaryiron orecrushing, andgrindingthe sampleto a sizeof 100#(mesh). The second stagesleachingbyusingHCltodissolveiron, andseparatingimpuritiesinsolubleimpuritiesin HCl.The next stepis donehydrolysisorprecipitationofthefiltrate(solution) leachingresults, namelyby addingammonia. The resultsofthe deposition processin the form ofresidue, diroastingata certaintemperature. Asa result ofroastingis the end productin the form ofα-Fe2O3ironpowder.The variableswere observed inthis experimentincludethe concentration ofHCl, roastingtimeandtemperatureroasting. The results showed thatfor thevariationofthe concentration ofHCl, obtainedoptimumresultsinthe concentration ofHCl1: 1. In this condition theexperimentalresults obtainedwitha fairlylargeresidualmass, namelyα-Fe2O3toFe2O3content of>90%. As for thetime variableobtainedthe best resultsin the experimentsfor 4hours, butless thanoptimalbecause it wouldrequireexcessiveenergy. In the experimentroastingtemperaturedifference, the higher thetemperatureis not necessarilyincreased levels of Fe2O3. Soin terms ofefficiencyandeconomy, then thetemperaturewitha temperatureof 500°Cis sufficientto the manufacture of α-Fe2O3.
Peningkatan Kadar Nikel Dalam Laterit Jenis Limonit Dengan Cara Peletasi, Pemanggangan Reduksi Dan Pemisahan Magnet Campuran Bijih, Batu Bara, Dan Na2SO4 [Upgrading of Nickel Content in The Limonitic Laterite Ores by Pelletizing, Reduction Roasting and Magnetic Separation of The Mixed Ores, Coal and Sodium Sulphate] Subagja, Rudi; Prasetyo, Agus Budi; Sari, Wahyu Mayang
Metalurgi Vol 31, No 2 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2004.497 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i2.156

Abstract

In Indonesia, laterite nickle ore that is low grade nickel (<1.5%) has not been used well because it is not considered beneficial. At present work, the experiment to increase nickel grade in the limonitic type of laterite ores has been caried out by pelletizing a limonitic type of laterite ores, coal and Na2SO4 mixture, it was followed with reduction roasting of pellet in muffle furnace at temperatues 800 ºC to 1100 ºC and reduction roasting time from 0,5 hours to 4 hours. The reduced ore from reduction roasting process was grounded in vibrating mill, then mixed with water and passed to magnetic separator to separate nickel concentrates from the tailing. The   concentrate with 10.28% of nickel grade   and 66,57% of iron grade was produced from hour, 10 % of coal addition and 20% of Na2SO4 addition with recovery of nickel and iron in the consentrate 64,77% and 34,66% respectively.AbstrakPada penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk meningkatkan kadar nikel dalam bijih nikel laterit jenis limonit  dengan cara membuat pelet dari  campuran bijih nikel laterit jenis limonit, batubara dan natrium sulfat, dilanjutkan dengan pemanggangan reduksi  pelet  dalam tungku mufle pada  temperatur 800 0 C sampai dengan 1100 o C dan waktu pemanggangan reduksi dari 0,5 jam sampai dengan 4 jam. Kalsin yang dihasilkan dari proses pemanggangan kemudian digiling dalam vibrating  mill  untuk selanjutnya dicampur dengan air dan  dilewatkan kedalam alat pemisah magnet sehingga dihasilkan konsentrat dan tailing. Konsentrat dengan kadar nikel 10,28 % dan kadar besi 66,57 % diperoleh dari kalsin hasil proses pemanggangan  reduksi  pada temperatur 1000 o C selama 1 jam, penambahan batubara 10 % dan penambahan natrium sulfat 20 %, dimana perolehan nikel dan besi dalam konsentrat masing masing adalah  64,77 % dan 34,66 % 
OPTIMASI PROSES REDUKSI BIJIH NIKEL LATERIT JENIS LIMONIT SEBAGAI BAHAN BAKU NPI (NICKEL PIG IRON) Prasetyo, Agus Budi; firdiyono, F; Febriana, Eni
Metalurgi Vol 29, No 1 (2014): Metalurgi Vol.29 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.751 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v29i1.266

Abstract

OPTIMASI PROSES REDUKSI BIJIH NIKEL LATERIT JENIS LIMONIT SEBAGAI BAHAN BAKUNPI (NICKEL PIG IRON). Telah dilakukan percobaan reduksi bijih nikel laterit jenis limonit sebagai bahanbaku pembuatan NPI (nickel pig iron) yang berasal dari Sangaji, Halmahera. Percobaan ini dimaksudkan untukmeningkatkan kadar Ni dan Fe. Tahapan percobaan yaitu penggerusan bijih nikel limonit sampai menjadi ukuran–80 mesh, analisa sampel untuk mengetahui kadar Ni dan Fe di dalam bijih, pembuatan pelet, proses reduksi danpemisahan dengan magnetik separator. Dari analisis awal bijih nikel laterit jenis limonit diperoleh kadar NiOsebesar 1,42 % dan Fe2O3 sebesar 69,55 %. Sebagian bijih kemudian dibuat pelet dengan menambahkanbatubara sebagai reduktor dan bentonit sebagai binder. Proses reduksi dilakukan menggunakan muffle furnace.Variabel yang digunakan yaitu perbedaan temperatur 900 °C - 1100 °C, waktu reduksi selama 1 sampai 4 jamserta perbedaan % reduktor batubara sebesar 5 %, 7,5 %, 10 %, 12,5 % dan 15 %. Hasil Reduksi kemudian dikonsentrasi menggunakan magnetik separator. Hasil konsentrasi berupa konsentrat dan tailing kemudiandianalisis dengan AAS (atomic absorption spectroscopy) untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kadar Nidan Fe setelah dilakukan reduksi. Hasil analisis AAS dari konsentrat menunjukkan bahwa semakin tinggitemperatur reduksi akan semakin tinggi kadar Ni dan Fe. Dari hasil percobaan di atas diperoleh data optimumyaitu pada suhu 1100 °C dengan reduktor 7,5 % dan waktu reduksi selama 3 jam.
PENINGKATAN KADAR NIKEL (Ni) DAN BESI (Fe) DARI BIJIH NIKEL LATERIT KADAR RENDAH JENIS SAPROLIT UNTUK BAHAN BAKU NICKEL CONTAINING PIG IRON (NCPI/NPI) Prasetyo, Agus Budi; Prasetyo, Puguh
Metalurgi Vol 26, No 3 (2011): Metalurgi Vol. 26 No. 3 Desember 2011
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.639 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v26i3.17

Abstract

Telah dilakukan percobaan pemanggangan reduksi terhadap bijih nikel laterit kadar rendah jenis saprolit dari Sangaji Halmahera untuk bahan baku pembuatan Nickel Containing Pig Iron (NCPI/NPI). Percobaan ini dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana terjadi peningkatan kadar Ni dan Fe dari saprolit kadar rendah dengan kadar 1,27 % Ni dan 9,44 % Fe. Pemanggangan reduksi terhadap pellet saprolit dilakukan dalam muffle furnace. Selanjutnya kalsin hasil reduksi dikonsentrasi menggunakan magnetik separator dengan cara basah untuk mendapatkan konsentrat dan tailing. Kemudian konsentrat dan tailing dianalisa dengan AAS untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kadar Ni dan Fe. Untuk percobaan digunakan variabel temperatur, waktu dan persen reduktor. Diperoleh hasil percobaan optimal pada T ± 1100 °C, bentonit 2 %, waktu pemanggangan 1 jam. dan 12,5 % batubara. Pada konsentrat terjadi peningkatan kadar Ni menjadi 1,97 % dan kadar Fe menjadi19,10 %. Sedangkan pada tailing terjadi penurunan kadar Ni menjadi 1,02 % dan kadar Fe naik menjadi 11,20%. Apabila konsentrat dilebur menjadi NCPI/NPI sesuai untuk menjadi SS 300 (stainless steel 300) sedangkan tailing apabila dilebur menjadi NCPI/NPI sesuai untuk menjadi SS 200. AbstractReduction experiments have been conducted on the ore roasting of low grade nickel laterite saprolite type of Halmahera Sangaji feedstock for the manufacture of Pig Iron Containing Nickel (NCPI / NPI). These experiments are intended to determine the extent of an increase in levels of Ni and Fe from low grade saprolite grading 1.27% Ni and 9.44% Fe. Reduction roasting of pellets made in a Muffle Furnace saprolite. Further reduction results calcine concentrated using a magnetic separator with a wet method to get the concentrate and tailings. Then the concentrate and tailings were analyzed by Atomic Adsorption Spectrophotometry (AAS) to determine how much increased levels of Ni and Fe. For the experiments used a variable temperature, time and percent reducing agent. Optimal experimental results obtained at T ± 1100 °C, 2% bentonite, 1 hour roasting time. and 12.5% coal. At concentrations increased levels to 1.97% Ni and Fe levels to 19.10%. While the levels of Ni tailings decreased to 1.02% and Fe levels rose to 11. 20%. If the concentrate is melted into NCPI / NPI according to the SS 300 (stainless steel 300) while the tailings when merged into NCPI / NPI according to the SS 200.
Proses Reduksi Selektif Bijih Nikel Limonit Menggunakan Zat Aditif CaSO4 [Selective Reduction Process of Nickel Limonite With Adictive CaSO4] Mayangsari, Wahyu; Prasetyo, Agus Budi
Metalurgi Vol 31, No 1 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 1 April 2016
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.727 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i1.86

Abstract

This research aims to determine the optimum selective reduction conditions process of limonite nickel ore using additives CaSO4 and followed by magnetic separation to improve the nickel content. The selective reduction process was carried out at temperature range of 800 – 1100 °C, 1-4 h of reduction time, and the addition of the reducing agent and additives 5% - 20%. Limonite nickel ore was prepared by heating the ore inside the oven, size reduction and sieving to get ore with size under 100 mesh. Then, limonite nickel ore was mixed with reducing agent and additive. In addition, the limonite nickel ore which was mixed with the reducing agent and additive, was reduced in muffle furnace carbolite at certain temperature and time. Reduction result was weighed and concentrated by magnetic separation process, and the result was analysedby AAS (atomic absorption spectrometry) to determine of Ni contents in concentrates. The results showed that the higher a reduction temperature, Ni content and metallization of Ni was improved with the formation of Ni metal which separated from the Fe metal. The similar result was found with longer of reduction time. On the contrary, the higher an addition of reducing agent in the reduction mixture, the Ni content decreased slightly. The addition of CaSO4 can increasing the nickle content but it was not given the tendency for the good results. The highest increasing of nickel contents i.e. 2,44% was achieved at 1100 ºC of reduction temperature, 1 h of reduction time, 10% addition of reducing agent and 20% addition of CaSO4 additive. The recommended reduction temperature are 1100 °C for 1 h of reduction time, with 10% addition of reducing agent and 20% addition of CaSO4 additive.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum pada proses reduksi selektif bijih nikel limonit menggunakan zat aditif CaSO4 dan diikuti dengan pemisahan magnetik untuk mendapatkan peningkatan kadar nikel. Proses reduksi selektif dilakukan pada rentang suhu 800 - 1100 °C, waktu reduksi 1 – 4 jam, serta penambahan reduktor dan aditif 5% - 20%. Preparasi bijih nikel limonit dilakukan dengan pemanasan bijih dalam oven, pengecilan ukuran dan pengayakan untuk mendapatkan bijih dengan ukuran lolos 100 mesh. Kemudian dilakukan pencampuran bijih nikel limonit dengan reduktor dan aditif. Campuran bijih nikel limonit kemudian direduksi dalam muffle furnace carbolite pada suhu dan waktu tertentu. Hasil reduksi kemudian ditimbang dan dikonsentrasikan menggunakan proses pemisahan magnetik dan hasilnya dianalisis dengan metode AAS (atomic absorption spectrometry) untuk mengetahui kadar Ni pada konsentrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu reduksi, peningkatan kadar Ni dan metalisasi logam Ni semakin tinggi, dengan terbentuknya logam Ni yang terpisah dari logam Fe. Hal yang sama juga terjadi jika waktu reduksi semakin lama. Namun, semakin banyak penambahan reduktor pada campuran reduksi, peningkatan kadar Ni semakin kecil. Penambahan CaSO4 dapat meningkatkan kadar nikel namun belum memberikan kecenderungan hasil yang baik. Peningkatan kadar Ni tertinggi yang didapatkan adalah 2,44%. Direkomendasikan untuk menggunakan suhu reduksi 1100 °C, waktu reduksi 1 jam, penambahan reduktor 10% dan penambahan aditif CaSO4 20%.