p-Index From 2015 - 2020
1.456
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Metalurgi
Andriyah, Lia
Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

cover, daftar isi, abstrak Andriyah, Lia
Metalurgi Vol 33, No 1 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 1 April 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.44 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v33i1.438

Abstract

STUDI PERBANDINGAN EFEK FOTOKATALISIS Fe2O3-TiO2 HASIL EKSTRAKSI ILMENIT BANGKA DAN P-25 DEGUSSA UNTUK APLIKASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TPA CILOWONG[The Photocatalytic Effect of P-25 Degussa and Fe2O3-TiO2 Derived from Bangka- Indonesia Ilmenite Extraction for Waste Water Treatment of Leachate on the Landfill Cilowong] Lalasari, Latifa Hanum; Yuwono, Akhmad Herman; Firdiyono, Firdiyono; Andriyah, Lia; N, Elfi; Harjanto, Sri; Suharno, Bambang
Metalurgi Vol 27, No 3 (2012): Metalurgi Vol.27 No.3 Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.211 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i3.235

Abstract

STUDI PERBANDINGAN EFEK FOTOKATALISIS Fe2O3-TiO2 HASIL EKSTRAKSI ILMENITBANGKA DAN P-25 DEGUSSA UNTUK APLIKASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TPACILOWONG. Telah dilakukan penelitian penurunan kadar BOD5, COD, dan TDS dari lindi sampah tempatpembuangan akhir (TPA) Cilowong dengan menggunakan katalis Fe2O3-TiO2 dari hasil proses ekstraksi ilmenitBangka Indonesia dan TiO2 P-25 Degussa (komersial). Proses dilakukan dalam reaktor fotokatalitik berukuran30 x 15 x 20 cm dengan radiasi sinar UV 50 watt selama 90 menit pada temperatur kamar dan setiap 15 menitdiambil sampel untuk dilakukan analisa BOD5, COD, dan TDS. Variabel percobaan yang digunakan adalah rasiovolume (v/v) lindi/H2O sebesar 1/4; 1/8; 1/12; 1/16 dengan jumlah katalis yang digunakan masing-masingsebanyak 1 gram. Hasil penelitian pada rasio volume (v/v) lindi/H2O sebesar 1/16 menunjukkan penurunanBOD5, COD, TDS masing-masing sebesar 45; 90,43; 100 % untuk katalis Fe2O3-TiO2 dan sebesar 80,6; 75; 100% untuk TiO2 P-25 Degussa. Penelitian juga memberikan gambaran bahwa mineral Ilmenit Bangka Indonesiaberpotensi besar sebagai bahan baku dalam pembuatan katalis Fe2O3-TiO2. AbstractThe current work presents the results of investigation on the decreasing levels of BOD5, COD, TDS ofleachate on the landfill (TPA) Cilowong by using Fe2O3-TiO2 catalyst derived from the extraction process ofBangka Indonesia ilmenite as well as commercial TiO2 P-25 Degussa catalysts. The measurement wascarried out in a photocatalytic reactor of 30 x 15 x 20 cm equipped with a 50 watt UV radiation. The processwas performed for 90 minutes at room temperature, and the samples were taken every 15 min for BOD,COD, and TDS analyses. The ratio of leachate to H2O (%v) was varied as 1/4; 1/8; 1/12 and 1/16, with theamount of catalyst used was 1 gram. The result on ratio of leachate to H2O of 1/16 showed the decrease inBOD5, COD, TDS with the use of Fe2O3-TiO2 catalysts by 45; 90.43 and 100% for Fe2O3-TiO2 catalysts,while with the use of Degussa P-25 TiO2 catalysts the decrease in BOD5, COD, TDS reached by 80.6; 75 and100%, respectively. On the basis of findings, it is shown that Ilmenite Bangka Indonesia has great potentialas a raw material for synthesizing the Fe2O3-TiO2 catalysts.
KINETIKA REAKSI PELARUTAN TEMBAGA DARI MALACHITE KE DALAM LARUTAN ASAM SULFAT[Reaction Kinetics of Copper Dissolution for Malachite into Sulfuric Acid Solution] Subagja, Rudi; Andriyah, Lia
Metalurgi Vol 28, No 3 (2013): Metalurgi Vol.28 No.3 Desember 2013
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.938 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v28i3.264

Abstract

KINETIKA REAKSI PELARUTAN TEMBAGA DARI MALACHITE KE DALAM LARUTAN ASAMSULFAT. Penelitian untuk mempelajari kinetika reaksi pelarutan tembaga dari malachite ke dalam larutan asamsulfat telah dilakukan melalui percobaan dalam skala laboratorium di Pusat Penelitian Metalurgi LIPI, denganmenggunakan reaktor gelas kapasitas 1 liter, dilengkapi dengan pemanas listrik dan alat pengaduk yangdigerakan oleh motor listrik. Dari hasil percobaan diketahui bahwa 95,63 % tembaga dapat dilarutkan ke dalamlarutan asam sulfat konsentrasi 7,5 % dari bijih malachite ukuran -100 mesh, pada temperatur 60 °C selamawaktu reaksi 2 jam, dan kinetika reaksi pelarutan mengikuti model reaksi yang dikontrol oleh proses difusidengan energi aktivasi 41 Kkal/mol. AbstractA research to study the reaction kinetics of copper dissolution from malachite into sulfuric acid solution hasbeen done through experiments in laboratory scale at Pusat Penelitian Metalurgi LIPI, using 1 liter capacityglass, equipped by heater and stirrer which is driven by electric motor. The result of this experiment is95,63% copper can be dissolved into sulfuric acid solution 7,5% from ore malachite -100 mesh, thetemperature is 60 °C during 2 hours, and reaction kinetics of dissolution follow the models of reaction thatcontrol by diffusion process with the activation energy 41 Kkal/mol.
Indeks, panduan Andriyah, Lia
Metalurgi Vol 33, No 3 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 3 Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.153 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v33i3.460

Abstract

cover, daftar isi, abstrak Andriyah, Lia
Metalurgi Vol 33, No 2 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 2 Agustus 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2800.524 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v33i2.442

Abstract

PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU KALSINASI TERHADAP PERUBAHAN FASA TiO2[Effect Of Temperature And Calcination Time Of Changes In TiO2 Phase] Subagja, Rudi; Royani, Ahmad; Suharyanto, Ariyo; Andriyah, Lia; Natasha, Nadia Chrisayu
Metalurgi Vol 29, No 3 (2014): Metalurgi Vol.29 NO.3 Desember 2014
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.95 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v29i3.298

Abstract

PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU KALSINASI TERHADAP PERUBAHAN FASA TiO2.Dalam makalah ini disampaikan hasil kegiatan penelitian kalsinasi TiO2 untuk membuat bahan fotokatalis TiO2,dimana bahan TiO2 yang digunakan merupakan hasil dari proses pengolahan ilmenit melalui jalur prosesdekomposisi dengan NaOH, pelarutan titan dari kalsin hasil proses dekomposisi ke dalam larutan asam sulfat,dan pengendapan TiO2. Proses kalsinasi TiO2 dilakukan pada temperatur 300°C sampai dengan 1000°C padaselang waktu 0,5 jam sampai dengan 3 Jam. Kalsin TiO2 yang dihasilkan kemudian dianalisis fasanya denganmenggunakan alat difraksi sinar-x (XRD) dan diuji sifat fotokatalitiknya untuk menguraikan zat warna methylorange dan zat warna yang terkandung dalam limbah industri tekstil. Dari hasil percobaan kalsinasi TiO2 dapatdilihat bahwa fasa anatase cenderung terbentuk pada temperatur lebih rendah dari 600°C. Kenaikan temperaturkalsinasi dari 300 °C menjadi 1000°C cenderung memperkecil terbentuknya fasa anatase, dan kalsin TiO2 yangdipanaskan pada temperatur lebih rendah dari 600°C mempunyai sifat fotokatalitik yang baik dalammenghilangkan zat warna methyl orange. AbstractIn present work, the calcinations experiments to make TiO2 catalytic material were carried out at laboratory scale. The raw material TiO2 used for experiments were prepared by ilmenite decomposition with NaOH followed with titanium dissolution from those decomposed material  into the aqueous sulfuric acid solutions, and precipitation of TiO2 from the solutions. The calcinations experiments were carried out at temperature 300°C up to 1000°C for 0,5 hours until 3 hours. The calcine from experimets were analyzed with X-Ray diffraction method and their  photocatalytic properties  were applied to decompose the methyl orange and dyes materials generated from textile industries. From the result of calcinations experiments, it was observed that anatase was formed at calcinations temperature lower than 600°C. The increase of calcinations temperature from 300°C to 1000°C  decreased the X ray intensities of anatase, and TiO2 material  heated to the temperature lower than 600°C has a better  photocatalytic  properties in  destroying  methyl orange.
Index, panduan Andriyah, Lia
Metalurgi Vol 33, No 1 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 1 April 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.029 KB)

Abstract

Pengaruh Waktu Deposisi dan Temperatur Substrat Terhadap Pembuatan Kaca Konduktif FTO (Fluorine doped Tin Oxide) [The Influence of Deposition Time and Substrate Temperature in Manufacturing Process of FTO (Fluorine doped Tin Oxide) Conductive Glass] Arini, Tri; Lalasari, Latifa Hanum; Yuwono, Akhmad Herman; Firdiyono, F; Andriyah, Lia; Subhan, Achmad
Metalurgi Vol 32, No 1 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 1 April 2017
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.782 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v32i1.160

Abstract

Manufacturing FTO (fluorine-doped tin oxide) is expected to replace ITO (indium tin oxide) because the process is simple and relatively low cost. Tin chloride precursor with fluorine doping is prepared via sol-gel method with a coating process with spray pyrolisis technique can be considered as a new breakthrough in DSSC device structures. This experiment uses the raw material tin (II) chloride hydrate (SnCl2.2H2O) as precursors and ammonium fluoride (NH4F) as a doping ratio of 6% wt with variation in temperatures of 250, 300, 350, 400 °C and time resistivities of 5, 20, 30 and 40 minutes. The results showed that the longer deposition time decreasing value of conductive glass resistivity. This condition would reduce the value of transmittance. High transmittance and low resistivity obtained on the variation of deposition time 5 minutes with a substrate temperature of 300 °C with a resistivity value of 3.16 x 10-4 Ω.cm and transmittance value of 86.74%AbstrakPembuatan FTO (flourine-doped tin oxide) ini diharapkan dapat menggantikan fungsi ITO (indium tin oxide) karena proses pembuatan yang sederhana dan biaya yang relatif rendah. Prekursor timah klorida dengan doping flourine yang dipreparasi melalui metode sol-gel dengan proses pelapisan dengan teknik spray pyrolisis dapat dipertimbangkan sebagai suatu terobosan baru di dalam struktur device sel surya tersensitasi zat pewarna. Percobaan ini menggunakan bahan baku timah (II) klorida hidrat (SnCl2.2H2O) sebagai prekursor dan amonium florida (NH4F) sebagai doping dengan rasio 6 %berat dengan variasi temperatur 250, 300, 350, 400 °C dan dengan variasi waktu 5, 20, 30, dan 40 menit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakin lama waktu deposisi maka akan semakin kecil nilai resistivitas kaca konduktif. Namun semakin lama waktu deposisi akan mengurangi nilai transmitansi. Pada percobaan ini menghasilkan transmitansi tinggi dan resistivitas rendah diperoleh pada variasi waktu deposisi 5 menit dengan temperatur substrat 300 °C dengan nilai resitivitas 3,16 x 10-4 Ω.cm dan nilai transmitansi 86,74%.
Indeks, panduan Andriyah, Lia
Metalurgi Vol 33, No 2 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 2 Agustus 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.087 KB)

Abstract

cover, daftar isi, abstrak Andriyah, Lia
Metalurgi Vol 33, No 3 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 3 Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.226 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v33i3.459

Abstract