This Author published in this journals
All Journal JURNAL PANGAN
Cahyaningsih, Eny
Perum BULOG

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Integrasi Pasar Gula Dalam Mendukung Stabilisasi Harga Gula Analysis Integration of Sugar Market In Support for Sugar Price Stabilitization Cahyaningsih, Eny
JURNAL PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.858 KB) | DOI: 10.33964/jp.v24i2.234

Abstract

Struktur pasar gula yang oligopolistik menyebabkan kemungkinan adanya risiko yang tinggi akan ketidakpastian dan ketidakstabilan harga gula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi spasial pasar gula di beberapa pasar ibukota provinsi, menganalisis hubungan kausalitas dan arah pengaruh perubahan harga gula di beberapa wilayah di Indonesia, menganalisis respon harga gula suatu pasar jika ada shock atau goncangan di wilayah lain, dan menganalisis seberapa besar variasi perubahan harga gula suatu pasar. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model, uji kausalitas Granger, impuls respon dan dekomposisi ragam. Berdasarkan keempat metode analisis diperoleh bahwa pasarpasar kunci dalam perdagangan gula di Indonesia adalah pasar di wilayah Palembang, Lampung, Jakarta, Surabaya dan Medan. Kenaikan harga yang terjadi pada salah satu pasar akan mengakibatkan kenaikan harga pada pasar lain. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah, jika Perum BULOG ditugaskan untuk melakukan stabilisasi harga gula, maka dalam melakukan intervensi pasar berupa ketersediaan stok dan kontrol harga tidak perlu di semua tempat, tetapi cukup di pasar-pasar kunci tersebut supaya tidak terjadi duplikasi intervensi. Pada pasar yang terintegrasi, dampak dari intervensi pemerintah pada pasar kunci akan disalurkan kepada pasar-pasar lainnya sehingga kebijakan harga dapat dilakukan dengan efektif.Oligopolistic market structures sugar causes the potential risk of high uncertainty and instability of the price of sugar.The goal of this research is to analyze the spatial integration of the sugar market in the provincial capital markets, to analyze the causal relationship and the direction of the effect of changes in the price of sugar in some areas in Indonesia, to analyze the response of a market price of sugar if there is a shock or shocks in other regions, and to analyze how much of the variation changes the market price of sugar. Methods of analysis used in this studi are Vector Error Correction Model,Granger Causality test, impulse response and variance decomposition. Based on the four methods of analysis shows that the key markets in the sugar trade in Indonesia is a market in the area of Palembang, Lampung, Jakarta, Surabaya and Medan. The price increase that occurred in one of the market will lead to price increases in other markets. The policy implication of this study is, if Perum BULOG assigned to stabilize the price of sugar, the intervention in markets such as stock availability and price controls do not need to be in all places, but quite in the key markets so that no duplication of interventions. In an integrated market, the impact of government intervention in key markets will be distributed to other markets so that pricing policies can be carried out effectively.  
Integrasi Spasial dan Vertikal Pasar Beras di Indonesia (Spatial and Vertical Integration ofRice Market in Indonesia) Cahyaningsih, Eny; Nurmalina, Rita; Maulana, Agus
JURNAL PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1830.56 KB) | DOI: 10.33964/jp.v21i4.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan, menganalisis integrasi spasial pasar beras di beberapa pasar ibu kota provinsi di Indonesia, integrasi vertikal pasar beras antara pasar dalam negeri dan luar negeri, respon harga beras suatu pasarjika ada shock atau goncangan di pasar lain, variasi perubahan harga beras suatu pasar, dan memberi masukan implikasi kebijakan stabilisasi harga beras di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model, impuls respon dan dekomposisi ragam. Pada integrasi spasial diperoleh hasil bahwa pada perdagangan beras di Indonesia terdapat pasar-pasar acuan yaitu pasar beras di Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Pada integrasi vertikal, perubahan harga beras di Vietnam akan menyebabkan perubahan harga di Indonesia dan Thailand walaupun dalam skala yang relatif kecil. Berdasarkan analisis impuls respon dan dekomposisi ragam diperoleh bahwa pasar beras Indonesia sedikit terisolasi dari kedua negara. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah pertama, untuk menstabilisasikan harga beras maka prioritas intervensi dari pemerintah seharusnya difokuskan pada stabilisasi harga beras di Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Stabilnya harga beras di wilayah tersebut akan ditransmisikan ke wilayah lain. Kedua, walaupun harga beras luar negeri tidak begitu berpengaruh pada kenaikan harga beras dalam negeri dan pasar beras Indonesia sedikit terisolasi dari Thailand dan Vietnam, pengendalian impor beras tetap perlu dilakukan untuk melindungi pendapatan petani apalagi mengingat harga beras dalam negeri lebih tinggi dibandingkan harga beras luar negeri.The goal of thisresearch is to analyze spatialintegration of ricemarkets in several markets in the provincial capital of Indonesia, the vertical integration of the rice marketbetween the domestic market and abroad, the response of a marketprice of rice if there is a shock in other markets, variations in the market price changes of rice, and its implications for price stabilization policies. Methods of analysis used in this studi are Vector Error Correction Model, impulse responseandvariance decomposition. The result of spatial integration indicates that the reference markets rice trade in Indonesia are the market in Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya and Jakarta. In vertical integration, changes in the price of rice in Vietnam will cause price changes in Indonesia and Thailand, although in a relatively smallscale. Based on the analysis of the impulseresponse and variance decomposition, it is found that Indonesian ricemarket is slightly isolatedfrom the two countries. Policyimplication of this studyis first to stabilize the price of rice in Indonesia in which the priorities of government intervention should be focused on the rice price stabilization in Medan, Semarang, Pontianak, Surabaya and Jakarta because price stabilization in those regions could be transmitted to otherregions. Second, although rice prices abroadare not so influential in the domestic rice price increases and the Indonesian rice market is slightly isolated from Thailand and Vietnam, the rice import controls still need to be done to protect the income of farmers especiallybecause theprice of domestic rice is higher than theprice of rice outside the country.