Articles

Found 6 Documents
Search

Persepsi Pelaku Industri terhadap Program Pengembangan Sentra Industri Jamu di Desa Nguter Kabupaten Sukoharjo Wicaksono, Bagus Adhi; Rahayu, Paramita; Mukaromah, Hakimatul
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.597 KB) | DOI: 10.1234/region.v13i2.21314

Abstract

Desa Nguter telah ditetapkan sebagai sentra industri jamu sekaligus kampung jamu di Kabupaten Sukoharjo. Sentra industri jamu Nguter mulai terlihat geliat ekonomi yang meningkat pasca ditetapkan menjadi kampung jamu oleh pemerintah pusat di tahun 2012 dan dibarengi dengan program turunan yang diberikan oleh berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi dan swasta. Dengan program tersebut aktivitas industri jamu menjadi meningkat baik dari segi volume penjualan, penyerapan tenaga kerja, pemasaran, produksi, modal, dan unit usaha. Pembahasan pada penelitian ini tentang pengaruh program pengembangan sentra industri terhadap peningkatan aktivitas industri dan perkembangan sentra industri di wilayah penelitian. Di dalamnya terdapat komponen meliputi perkembangan aktivitas dan karakteristik keruangan sentra industri, program-program pengembangan sentra industri berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan data primer berupa observasi lapangan dan kuesioner; serta data sekunder. metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, studi kasus, dan skoring.Perkembangan sentra industri yang ditinjau dari aktivitas industri yang ada didalamnya di wilayah penelitian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sementara itu wilayah penelitian mendapatkan bantuan program terkait pengembangan sentra industri baik dari pemerintah dan pihak lain secara berkesinambungan dan rutin pada setiap tahunnya. Lebih lanjut, menurut persepsi masyarakat mendapatkan hasil yakni rata-rata secara umum masyarakat/pelaku usaha jamu mendapatkan manfaat dari setiap program yang ada. Berdasarkan perihal tersebut, maka program-program pengembangan sentra industri jamu di Desa Nguter memiliki pengaruh positif terhadap aktivitas industri jamu. Kata Kunci: Pengaruh; Perkembangan Sentra Industri; Aktivitas Industri; Program Persepsi Masyarakat.
STRATEGI MENUJU KAMPUS BERKELANJUTAN (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS SEBELAS MARET) Mukaromah, Hakimatul
Jurnal Penataan Ruang Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Penataan Ruang 2020
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.428 KB) | DOI: 10.12962/j2716179X.v15i1.6871

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menjadi acuan dalam arah pembanguna kota yang kemudian didetailkan dalam tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals). Perguruan Tinggi merupakan salah satu elemen dalam sarana perkotaan yang memiliki peran strategis dalam mencapai tujuan pembangunan keberlanjutan melalui konsep kampus berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan konsep kampus berkelanjutan yang dilakukan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS). Metode yang digunakan adalah mengidentifikasi potensi dan masalah baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh FT UNS dalam penerapan enam komponen kampus berkelanjutan (setting and infrastructure, waste, water, transportation, energy and climate change  dan education) dan perumusan strategi dengan menggunakan metode analisis SWOT. Hasilnya adalah perlu adanya perhatian pada ketiga hal sebagai berikut: (1) peningkatan pada anggaran untuk mewujudkan infrastruktur kampus ramah lingkungan (green building) dan dukungan aktivitas P2M, (2) Perbaikan pada aspek transportasi, yaitu dengan perbaikan pada sistem parkir, dan alternatif moda transportasi masal atau ramah lingkungan, (3) Pelibatan seluruh civitas akademik dalam setiap kegiatan terkait pembangunan berkelanjutan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Jayengan Kampoeng Permata sebagai Kampung Wisata Industri Kreatif Dewi, Deviliana Sekar Kusuma; Astuti, Winny; Mukaromah, Hakimatul
Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/region.v14i1.22196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan Jayengan Kampoeng Permata sebagai kampung wisata industri kreatif. Kampung wisata industri kreatif merupakan salah satu bentuk upaya untuk melayani pariwisata minat khusus yang tengah dikembangkan oleh pemerintah di unit lokasi desa atau kampung.  Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kampung wisata yaitu keunikan lokasi, keterlibatan pelaku wisata utama (masyarakat setempat), pembiayaan aktivitas pariwisata, peran tokoh penggerak/leadership dan  link antarstakeholder. Salah satu kampung wisata industri kreatif tersebut terletak di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Surakarta atau sering disebut Jayengan Kampoeng Permata (JKP) dimana memiliki potensi industri kreatif pengolahan permata, budaya kuliner dan budaya religius. Jayengan Kampoeng Permata dalam pengembangannya masih memiliki kendala. Berdasarkan analisis AHP, prioritas faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan Jayengan Kampoeng Permata terfokus pada tiga faktor yaitu atraksi wisata, pembiayaan aktivitas wisata dan peran stakeholder. Prioritas subfaktor yang mempengaruhi pengembangan Jayengan Kampoeng Permata sebagai kampung wisata industri kreatif yaitu produk industri kreatif, pembiayaan dari lembaga internal, lembaga internal dan peran lembaga internal. Keywords: Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan; Kampung Wisata; Industri Kreatif; AHP
Kolaborasi Stakeholder Kelurahan dalam Perencanaan dan Pembangunan melalui Integrasi Informasi Geografis Rini, Erma Fitria; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Murtanti Jani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW), Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.111 KB) | DOI: 10.20961/region.v14i2.23842

Abstract

Pemanfaatan sistem informasi geografis menjadi salah satu strategi dalam proses perencanaan kawasan yang berkelanjutan. Dinamika pemanfaatan ruang dapat terekam dan konflik keruangan karena data yang overlap dapat diminimalisir. Pengembangan sistem informasi geografis yang baik memerlukan kolaborasi antar stakeholder di tingkat kelurahan sebagai unit formal terkecil perencanaan kawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi stakeholder di Kelurahan Jagalan dan Kelurahan Sudiroprajan dalam perencanaan dan pembangunan melalui integrasi informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada kolaborasi antar stakeholder kelurahan dalam perencanaan melalui integrasi informasi geografis. Kedua kelurahan belum memiliki sumberdaya manusia yang cakap dalam mengoperasikan sistem informasi geografis dan juga belum memiliki perangkat keras dan perangkat lunak dengan spesifikasi yang cukup untuk mengembangkan basis data geospasial kelurahan. Aparat kelurahan masih menggunakan teknik konvensional untuk membangun basis data kelurahan dan belum ada keterlibatan masyarakat sebagai pengguna ruang kota. Disisi lain, aparat kelurahan dan masyarakat di kedua kelurahan memiliki kemauan dan potensi kapasitas individu untuk diberikan pelatihan dalam mengoperasikan dan mengembangkan basis data geospasial kelurahan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PARIWISATA PANTAI DI KABUPATEN PURWOREJO Febrianingrum, Sri Rahayu; Miladan, Nur; Mukaromah, Hakimatul
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.14762.130-142

Abstract

Kabupaten Purworejo memiliki pantai yang dijadikan sebagai destinasi wisata yaitu Pantai Jatimalang, Pantai Keburuhan dan Pantai Ketawang Indah dan ditetapkan sebagai desa wisata. Saat ini belum terlihat adanya perkembangan yang berarti seperti belum terpenuhinya elemen-elemen yang harus ada pada pariwisata pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pariwisata pantai di Kabupaten Purworejo. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif serta metode pengumpulan data menggunakan observasi, random sampling untuk kuisioner, wawancara dengan purposive sampling dan studi dokumen. Untuk mengetahui tingkat kepentingan aspek dan faktor apa saja yang berpengaruh maka digunakanlah teknik analisis skoring.  Hasil dari penelitian ini terkait dengan faktor pendorong dalam perkembangan pariwisata pantai adalah ketersediaan jaringan jalan yang memadai, kedekatan destinasi wisata terhadap asal wisatawan, peran aktif masyarakat dan keamanan pada destinasi wisata. Faktor yang menghambat dalam perkembangan pariwisata pantai meliputi, keterbatasan pemenuhan sarana dan prasarana, ketidaklengkapan sarana pelabuhan perikanan, ketidakitegrasian moda transportasi umum antar pariwisata pantai, ketidakoptimalan peran lembaga pengelola pariwisata dan ketidakoptimalan pemanfaatan media untuk promosi wisata. Sedangkan untuk faktor moderat yaitu adanya variasi atraksi wisata, keanekaragaman hayati sebagai daya tarik wisata, ketersediaan fasilitas kebencanaan pesisir dan tindakan mitigasi bencana pesisir pantai.
KESIAPAN ASPEK SPASIAL PADA PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA BERBASIS INDUSTRI KREATIF KERAJINAN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN MOJOSONGO, KOTA SURAKARTA Sadana, Dewa Putu Aris; Miladan, Nur; Mukaromah, Hakimatul
Desa-Kota Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i1.12004.34-48

Abstract

Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, memiliki potensi industri kerajinan sangkar burung berdasarkan RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031 dan diarahkan sebagai pengembangan kawasan pariwisata berbasis industri kerajinan sangkar burung oleh RIPKA Kota Surakarta. Artikel ini membahas tentang kesiapan aspek spasial pada pengembangan kawasan di wilayah penelitian. Komponen dari kesiapan aspek spasial pada pengembangan kawasan meliputi infrastruktur penunjang, akaksesibilitas, ketersediaan lahan, dan pola persebaran industri kerajinan sangkar burung. Penelitian pada artikel ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data berupa kuisioner, observasi lapangan, survei data sekunder, dan wawancara. Adapun teknik analisis pada penelitian ini, yaitu AHP dan skoring. Pada wilayah penelitian infrastruktur penunjang dibagi menjadi sarana penunjang dan prasarana penunjang. Sarana penunjang pada kawasan berupa showroom tidak tersedia pada kawasan. Prasarana pada kawasan meliputi prasarana persampahan, air bersih, listrik, dan telekomunikasi sudah memadai. Selanjutnya, aksesibilitas kawasan sudah siap untuk menunjang mobilisasi bagi pengunjung, karena sudah tersedianya akses jaringan jalan yang baik pada kawasan dan sudah tersedia rute angkutan umum yang melalui kawasan. Ketersediaan lahan dilihat dari ketersediaan lahan untuk showroom dan prasarana persampahan sudah tersedia, namun ketersediaan lahan untuk showroom masih kurang dibandingkan kebutuhan lahannya. Terakhir, pola persebaran industri kerajinan sangkar burung pada wilayah penelitian memiliki pola persebaran klaster, sehingga dapat menunjang terwujudnya lingkungan kreatif dan efisiensi dalam pengelolaan kawasannya. Jadi, berdasarkan hal-hal di atas, maka kesiapan aspek spasial pada pengembangan kawasan pariwisata berbasis industri kerajinan sangkar burung di Kelurahan Mojosongo masuk kedalam kategori tingkat kesiapan tinggi.