p-Index From 2015 - 2020
3.856
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Matriks Teknik Sipil
Prayitno, Slamet
Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Published : 35 Documents
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT DAN STYROFOAM PADA BETON RINGAN TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Prayitno, Slamet; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.939 KB)

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi menuntut kemajuan tak terkecuali dalam bidang material bangunan. Penelitian terhadap material bangunan sudah banyak dilakukan para ahli di bidangnya. Penelitian material tersebut tidak hanya pada penentuan komposisi campuran material yang tepat, tetapi juga mencari berbagai alternatif lain seperti penambahan bahan tertentu dan penggantian suatu komponen dengan komponen lainnya untuk menghasilkan beton yang lebih ringan. Beton ringan merupakan salah satu jenis beton yang mempunyai berat satuan di bawah 1900 kg/m3. Penambahan styrofoam dalam campuran beton dimaksudkan supaya beton menjadi ringan, sehingga dapat mengurangi beban strktur. Beton yang semakin ringan tentu mempunyai kekuatan yang sangat rendah. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat bendrat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah.Penelitian dilakukan dengan eksperimental laboratorium. Dalam penelitian ini menggunakan benda uji berupa silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk uji kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah dengan masing-masing kadar penambahan styrofoam sebesar 20% dan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Proses pengujian meliputi uji bahan, uji kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah. Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel.Hasil pengujian beton yaitu nilai kuat tekan beton ringan dengan bahan tambah serat bendrat dan styrofoam pada penelitian ini mencapai nilai tertinggi pada kadar serat bendrat 0,944% dengan kuat tekan sebesar 18,443 MPa. Kemudian untuk pengujian modulus elastisitas mencapai nilai nilai tertinggi pada kadar serat bendrat 2,92% dengan modulus elastisitas sebesar 17581,94 MPa. Nilai kuat tarik belah mencapai nilai tertinggi pada kadar serat bendrat 0,96% sebesar 1,82 MPa.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT BENDRAT PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN MODULUS ELASTISITAS Gunawan, Purnawan; Prayitno, Slamet; Putra, Surya Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.09 KB)

Abstract

Beton ringan foam diperoleh dengan cara menambahkan foam agent kedalam campuran beton. Foam agent di peroleh dari 3 bahan yaitu Spectafoam, HDM, Polimer. Beton ringan foam mempunyai kekuatan tekan antara 1 MPa sampai 15 MPa. Solusi untuk meningkatkan kuat tekan, kuat tarik dan modulus elastisitas, salah satunya dengan menambahkan serat kawat bendrat. Penambahan serat dalam beton akan membentuk suatu komposit antara beton dengan serat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan serat kawat bendrat terhadap kuat tekan, kuat tarik dan modulus elastisitas beton ringan foam berserat kawat bendrat. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung hasil/kesimpulan akhirnya. Benda uji berupa silinder 7,5cm x 15cm untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik, sedangkan untuk pengujian modulus elastisitas menggunakan benda uji berupa silinder 15cm x 30cm. Alat yang digunakan untuk pengujian adalah CTM (Compression Testing Machine). Kuat tekan meningkat sebesar 55,26%, Kuat tarik belah meningkat sebesar 61,90%. Nilai modulus elastisitas meningkat sebesar 22.63%. Dari pengujian secara eksperimental dan perhitungan secara analisis diperoleh nilai kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas pada beton ringan foam berserat yang tidak jauh berbeda.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETONMUTU TINGGI BERSERAT TEMBAGA DENGAN FLY ASH Prayitno, Slamet; Supardi, Supardi; Windha, Chairil Aditya
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.488 KB)

Abstract

Struktur Beton Bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini, dan banyak dimanfaatkan sebagai kerangka portal, baik berupa kolom, struktur plat lantai, plat pondasi dan dinding geser, talud penahan tanah untuk pembangunan dan sebagainya. Beton Mutu Tinggi yaitu beton dengan kekuatan yang cukup tinggi atau diatas kekuatan standar yang mana hal tersebut dipengaruhi dari beberapa hal, seperti FAS (faktor air semen), kualitas agregat, bahan tambah dan kontrak kualitas dari pembuatan beton tersebut. Beton mutu tinggi metode Dreux, yaitu suatu perancangan campuran beton yang telah dikembangkan oleh George Dreux sehingga akan didapatkan kekuatan tekan hingga 46 MPa. Fly ash berfungsi sebagai bahan pengganti pozoland, Selain itu fungsi fly ash adalah untuk menambah kuat tekan pada beton. Penelitian dilakukan dengan analisis eksperimental terhadap perilaku mekanik beton dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan serat tembaga terhadap kapasitas lentur balok beton mutu tinggi metode Dreux. diharapkan material yang dihasilkan mempunyai ketahanan (durability) terhadap pengaruh fisika, kimia, juga menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi dengan benda uji berupa balok dengan 2 titik pembebanan yang berukuran 8 cm x 12 cm x 100 cm. Jumlah sampel 20 buah, dimana masing masing perpersentase serat 0%; 0,5%; 1%; 1,5%, dan 2% berjumlah 4 buah. Mutu beton yang direncanakan adalah fc = 70 MPa. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari. Momen nominal berdasarkan pengujian pada benda uji balok dengan penambahan serat tembaga 0 %; 0,5 %; 1 %; 1,5 % dan 2 % berturut turut adalah sebesar 0,41858 tonm;0,43546 tonm; 0,47296 tonm; 0,44483 tonm dan 0,41671 tonm. Momen nominal berdasarkan analisis SNI dengan kuat tarik beton diperhitungkan (usulan Suhendro,1991) pada benda uji balok dengan penambahan serat tembaga 0 %; 0,5 %; 1 %; 1,5 % dan 2 % berturut turut adalah sebesar 0,34595 tonm, 0,36288 tonm; 0,38066 tonm; 0,34489 tonm dan 0,34799 ton-m. Momen nominal berdasarkan analisis SNI dengan kuat tarik beton diabaikan pada benda uji balok dengan penambahan serat tembaga 0 % 0,5 % 1 % 1,5 % dan 2 % berturut turut adalah sebesar 0,21032 tonm, 0,21062 tonm, 0,21082 tonm, 0,21044 tonm dan 0,21028 tonm. Momen nominal pengujian lebih besar dari pada momen nominal analisis karena hasil momen nominal analisis merupakan rumus yang hanya dapat memperkirakan seberapa besar momen nominal yang akan terjadi pada balok.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEMBAGA PADA BETON MUTU TINGGI METODE DREUX TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Budiyanto, Rahmat; Prayitno, Slamet; Rismunarsi, Endang
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.218 KB)

Abstract

Disebabkan perkembangan zaman, struktur bangunan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat tembaga yang berasal dari bahan limbah kabel listrik atau daur ulang yang tidak bermanfaat, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat tembaga terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhirnya. Benda uji berupa silinder 15cmx30cm untuk pengujian kuat tekan, kuattarik belah dan modulus elastisitas.Alat yang digunakan untuk pengujian adalahCTM (Compression Testing Machine).Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton mutu tinggisetelah ditambah serat tembagapada kadar 1% dari berat volume.Penambahan kadar seratsebesar 1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 11,56%; 49,37%; dan 17,15% dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI SERAT BENDRAT PADA BETON MUTU TINGGI TERHADAP KUAT GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN ABU SEKAM PADI DAN BESTMITTEL SEBAGAI BAHAN TAMBAH. Prayitno, Slamet; Sunarmasto, Sunarmasto; Bahtiar, Edwin
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.168 KB)

Abstract

Kuat geser adalah kekuatan suatu komponen struktur atas penampang yang berfungsi untuk meningkatkan kekakuan struktur dan menahan gaya-gaya lateral. Pengaruh-pengaruh geser yang timbul merupakan akibat dari torsi dan kombinasi torsi dengan lentur. Adanya ide penambahan abu sekam padi, serat bendrat, dan bestmittel ditujukan untuk meningkatkan mutu dan memperbaiki sifat-sifat beton itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi, serat bendrat, dan bestmittel terhadap nilai P geser saat retak leleh awal dan P geser maksimum serta kapasitas geser pada beton. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat geser. Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah pada uji tekan dan 3 buah untuk 1 variasi kadar serat bendrat pada uji geser. Persentase serat bendrat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk kuat tekan dan BMT (Bending Test Machine) untuk kuat geser. Perhitungan analisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Dari analisis hasil penelitian didapatkan peningkatan nilai kuat tekan dengan kadar serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 37,64 MPa; 41,50 MPa; 45,47 MPa; 35,71 MPa; dan 30,02 MPa. Kadar optimum penambahan abu sekam padi, serat bendrat, dan bestmittel adalah pada kadar 0,77% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat tekan sebesar 43,22 MPa. Nilai kuat geser beton dengan kadar serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah sebesar 16,25 kN; 17,92 kN; 22,50 kN; 15,00 kN; dan 14,58 kN. Kadar optimum penambahan abu sekam padi, serat bendrat, dan bestmittel adalah pada kadar 0,87% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat geser sebesar 19,66 kN.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON MUTU TINGGI METODE DREUX BERSERAT BENDRAT DENGAN FLY ASH Faiz, Mohamad Amar; Prayitno, Slamet; Supardi, Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.565 KB)

Abstract

Struktur Beton Bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini, dan banyak dimanfaatkan sebagai kerangka portal, baik berupa kolom, struktur plat lantai, plat pondasi dan dinding geser, talud penahan tanah untuk pembangunan dan sebagainya. Beton sendiri terdiri dari partikel-partikel agregat yang dilekatkan oleh pasta yang terbuat dari semen portland dan air. Pasta ini mengisi ruang kosong diantara partikel-partikel agregat. Setelah beton segar dicorkan, pengerasan terjadi akibat reaksi-reaksi kimia eksotermis antara semen dan air yang membentuk suatu bahan struktur yang padat dan mempunyai kuat tekan tinggi dan tahan lama. Beton mutu tinggi yaitu beton dengan kekuatan yang cukup tinggi atau diatas kekuatan standar yang mana hal tersebut dipengaruhi dari beberapa hal, seperti FAS (faktor air semen), kualitas agregat, bahan tambah dan kontrak kualitas dari pembuatan beton tersebut. Beton mutu tinggi metode Dreux, yaitu suatu perancangan campuran beton yang telah dikembangkan oleh Prof. George Dreux sehingga akan didapatkan kekuatan tekan hingga 46 MPa. Beton mutu tinggi metode Dreux berserat bendrat dengan fly ash yakni beton yang terdiri dari agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir), semen portland, fly ash, air ditambah dengan serat bendrat dan baja tulangan yang dirangkai. Serat bendrat dipilih karena bahan bakunya mudah dan bisa didapatkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental terhadap perilaku mekanik beton dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan serat bendrat terhadap kapasitas lentur balok. Pengujian kuat lentur dilakukan pada balok berukuran 8 cm x 12 cm x 100 cm dengan variasi persentase serat 0%; 0,5%; 1%; 1,5%, dan 2% berjumlah 4 buah per persentase serat, jadi jumlah total 20 benda uji. Mutu beton yang direncanakan adalah fc = 46 MPa. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari. Ditinjau dari kapasitas lenturnya, momen nominal maksimum berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan analisis pada benda uji balok terjadi pada persentase penambahan serat 1 %. Analisis momen nominal yang memperhitungkan kuat tarik beton lebih besar dari pada momen nominal yang tidak memperhitungkan kuat tarik beton. Berdasarkan hasil penelitian, momen nominal pengujian lebih besar dari pada momen nominal analisis. Semua pola retak awal terjadi di 1/3 tengah bentang, dan keruntuhannya pun terjadi didaerah tersebut, sehingga dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan sebagai keruntuhan lentur.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP PERMEABILITAS, PENETRASI DAN ABRASI BETON Mafaza, Dika; Prayitno, Slamet; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.74 KB)

Abstract

Beton serat didefinisikan sebagai beton yang dibuat dari campuran semen, agregat, air, dan sejumlah serat yang disebar secara random. Prinsip penambahan serat yang disebar merata kedalam adukan beton dengan orientasi random untuk mencegah terjadinya retakan beton yang terlalu dini di daerah tarik akibat panas hidrasi maupun akibat pembebanan. Bahan tambah abu sekam padi diharapkan dapat menambah mutu beton, karena abu sekam padi bersifat seperti pozzolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan beton normal dengan beton berserat bendrat dan abu sekam padi ditinjau dari kuat desak, permeabilitas, penetrasi dan abrasi beton.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, 7,5 cm x 15 cm untuk pengujian permeabilitas dan penetrasi Beton. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi. Beton tanpa penambahan serat dan abu sekam padi, beton dengan penambahan abu sekam padi sebnayak 10% dari berat semen yang digunakan, dan Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%;1%; 1,5%; dan 2%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan kadar serat bendrat dari 1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, koefiien permeabilitas dan penetrai beton berturut-turut sebesar 21,82%; 41,87% dan 31,67% dari beton tanpa penambahan serat bendrat dan abu sekam padi.
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN SEMEN DENGAN SERBUK KACA DAN PENAMBAHAN SERAT KAWAT GALVANIS PADA BETON MUTU TINGGI TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG Prayitno, Slamet; Supardi, Supardi; Indika, Riyan Rahma
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.941 KB)

Abstract

Beton begitu penting dalam dunia konstruksi karena sebagai salah satu elemen pembentuk struktur, yaitu sebagai upper structure dan sub structure. Beton dengan kualitas baik akan memungkinkan sebuah pembangunan yang besar, baik berupa gedung-gedung bertingkat maupun sarana transportasi. Beton banyak digunakan karena harga yang relatif murah, kekuatannya yang tinggi, kemudahan dalam pelaksanaannya, perawatannya dan mudah dibentuk. Beton juga memiliki beberapa kekurangan, berbagai usaha telah dilakukan untuk mendapatan beton dengan mutu tinggi dan memiliki sifat-sifat yang lebih baik. Penelitian - penelitian telah dilakukan dan dengan beberapa inovasi-inovasi baru, salah satunya adalah dengan penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca dan menambahkan serat kawat galvanis pada beton segar yang bertujuan meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca dan penambahan serat kawat galvanis pada beton mutu tinggi terhadap kuat tekan dan kuat lentur balok beton bertulang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat lentur. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca. Persentase serbuk kaca yang digunakan adalah 0%; 2%; 4%; 6%; dan 8%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk kuat tekan dan Loading Frame untuk kuat lentur. Perhitungan analisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Hasil dari penelitian penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca dan penambahan serat kawat galvanis pada beton mutu tinggi adalah dapat meningkatan nilai kuat tekan dan kuat lentur. Nilai kuat tekan beton dengan kadar serbuk kaca sebesar 0%; 2%; 4%; 6%; dan 8% adalah 38,8771 MPa; 43,2177 MPa; 45,2937 MPa; 42,2741 MPa; dan 41,5192 MPa. Peningkatan nilai kuat tekan beton dengan kadar serbuk kaca sebesar 2%; 4%; 6%; dan 8% adalah 11,17%; 16,50%; 8,74%; dan 6,80%. Kadar optimum penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca adalah pada kadar 3,72% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat tekan sebesar 45,35638 Mpa. Nilai kuat lentur beton dengan kadar serbuk kaca sebesar 0%; 2%; 4%; 6%; dan 8% adalah sebesar 6,52304 kNm; 7,02304 kNm; 7,14804 kNm; 6,89804 kNm dan 6,77304 kNm. Peningkatan nilai kuat lentur beton dengan kadar serbuk kaca sebesar 2%; 4%; 6%; dan 8% adalah sebesar 7,665%; 9,581%; 5,749%; dan 3,833%. Kadar optimum penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca adalah pada kadar 3,528% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat lentur sebesar 7,16050 kN.m.
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dengan Fly Ash pada Beton Mutu Tinggi Metode Dreux Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah dan Modulus Elastisitas Prayitno, Slamet; Rismunarsi, Endang; Santoso, Arief Budi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.442 KB)

Abstract

Disebabkan perkembangan zaman, struktur bangunan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat bendrat yang berasal dari bahan limbah kabel listrik atau daur ulang yang tidak bermanfaat, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhirnya. Benda uji berupa silinder 15cmx30cm untuk pengujian kuat tekan, kuattarik belah dan modulus elastisitas.Alat yang digunakan untuk pengujian adalahCTM (Compression Testing Machine).Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton mutu tinggisetelah ditambah serat bendratpada kadar 1% dari berat volume.Penambahan kadar seratsebesar 1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 11,79%; 64,10%; dan 258,21% dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEMBAGA PADA BETON MUTU TINGGI METODE DREUX TERHADAP KUAT TEKAN, PERMEABILITAS DAN PENETRASI. Susanto, Muhammad Eko; Prayitno, Slamet; Purwanto, Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.943 KB)

Abstract

Struktur beton merupakan struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak sekali dimanfaatkan dalam dunia sipil dan konstruksi.Beton mutu tinggi adalah beton yang memiliki kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa dan berfungsi untuk menopang komponen struktur beton.Maka dari itu perlu dilakukan peningkatan mutu beton agar kualitas beton dapat lebih baik.Salah satunya adalah dengancara menambahkan serat pada beton segar,pada penelitian kali ini dipilih bahan tambah yaitu serat tembaga yang berasal dari bahan limbah kabel listrik, untuk dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan mutu dan kualitas beton tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan serat tembaga terhadap Kuat tekan, permeabilitas dan penetrasi pada beton mutu tinggi metode Dreux setelah ditambahkan serat tembaga.Pada penelitian ini digunakan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan,dan 7,5 cm x 15 cm untuk uji permeabilitas dan penetrasi. Masing-masing benda uji berjumlah 4 buah dengan prosentase penambahan serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%;1%; 1,5%; dan 2%. Pada pengujian kuat tekan digunakan alat CTM (Compression Testing Machine) yang ada dilaboratorium bahan,sedangkan untuk permeabilitas dan penetrasi menggunakan tabung dengan air bertekanan.Hasil pengujian akan diolah menggunakan program microsoft excel. Pada penelitian kali ini bertujuan untuk meningkatkan nilai kuat tekan, permeabilitas, dan penetrasi beton mutu tinggi setelah adanya penambahan serat tembaga. Hasil paling maksimum diperoleh pada kadar penambahan serat sebesar 0,9% 1,1% dari berat volume beton. Nilai kuat tekan beton pada kadar serat tembaga sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah sebesar 41,61 MPa; 43,60 MPa; 46,43 MPa; 42,68 MPa; dan 42,04 MPa.Sementara untuk nilai koefisien permeabilitas beton dengan kadar serat tembaga sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 1.26E-09 m/detik; 9,33.10-10 m/detik; 6.32E-10 m/detik; 9.86E-10 m/detik; dan 1.41E-09 m/detik.Dan untuk penurunan penetrasi dengan serat tembaga sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah sebesar 3.225 cm; 2.95 cm; 2.675 cm; 2.825 cm; dan 3.425 cm. Pada kadar serat 0,9% 1,1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, koefisien permeabilita, dan penetrasiyang paling maksimal berturut-turut sebesar 12,56%; 52,92%; dan 16,40% dibandingkan dengan beton mutu tinggi metode dreux tanpa serat.