Soemantri, Johanes Bambang
PERHATI-KL

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh N–asetilsistein terhadap transpor mukosilia tuba Eustachius penderita otitis media supuratif kronis tanpa kolesteatoma Sari, Ajeng Putika; Soemantri, Johanes Bambang; Retnoningsih, Endang
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol 45, No 2 (2015): Volume 45, No. 2 July - December 2015
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.684 KB) | DOI: 10.32637/orli.v45i2.113

Abstract

 Latar belakang: Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) adalah radang telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan keluarnya sekret lebih dari 2 bulan. Pengobatan OMSK saat ini masih belum memuaskan. Peneliti mengharapkan dengan kelebihan dari N–asetilsistein (NAC) dapat memperbaiki transpor mukosilia tuba Eustachius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan waktu transpor dan penurunan waktu transpor mukosilia tuba Eustachius penderita OMSK tanpa kolesteatoma sebelum dan setelah diberikan pengobatan, baik pada kelompok pemberian NAC maupun pada kelompok kontrol. Metode: Uji klinis pada 24 subjek penelitian dengan desain penelitian non randomized double blind pre post test control group dengan pendekatan cohort. Hasil: Waktu transpor mukosilia yang dinilai dengan siprofloksasin pada kelompok pemberian NAC sebelum pengobatan sebesar 683,00 detik dan setelah pengobatan sebesar 279,83 detik dengan rerata selisih sebesar 403,17 detik, sedangkan pada kelompok kontrol sebelum pengobatan 538,33 detik dan sesudah pengobatan 225,00 detik dengan rerata selisih sebesar 313,33 detik. Pada penilaian dengan Methylene blue (MB) pada kelompok pemberian NAC sebelum pengobatan sebesar 118,50 detik dan setelah pengobatan sebesar 244,25 detik dengan rerata selisih sebesar 125,75 detik, pada kelompok kontrol sebelum pengobatan 100,67 detik dan sesudah pengobatan 38,33 detik dengan rerata selisih sebesar 62,33 detik. Kesimpulan: Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada waktu transpor dan penurunan waktu transpor mukosilia tuba Eustachius penderita OMSK tanpa kolesteatoma sebelum dan setelah diberikan pengobatan NAC baik pada kelompok pemberian NAC maupun kelompok kontrol. Kata kunci: OMSK tanpa kolesteatoma, transpor mukosilia, N-asetilsisteinABSTRACT Background: Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) is a chronic inflammation of the middle ear with tympanic membrane perforation and discharges, for more than 2 months. Treatment of CSOM is still unsatisfactory. We hoped that N–acetylsistein (NAC) could improve the mucociliary transport of Eustachian tube. Purpose: To compare mucociliary transport time and the decrease of Eustachian tube mucociliary transport time in patients after and before treatment between NAC treated group and control group. Method: This was a randomized double blind pre and post test control group clinical trial with cohort approach involving 24 subjects. Result: Mucociliary transport time subjectively in NAC-treated group before and after NAC therapy were 683,00 seconds and 279,83 seconds respectively, with mean difference -403,17 seconds. Mucociliary transport time in control group before and after therapy were 538,33 seconds and 225,00 seconds respectively, with mean difference -313,33 seconds. Mucociliary transport time objectively in NAC-treated group before and after NAC therapy were 118,50 seconds and 244,25 seconds respectively, with mean difference -125,75 seconds. Mucociliary transport time in control group before and after therapy were 100,67 seconds and 38,33 seconds respectively, with mean difference -62,33 seconds. Conclusion: There was no significant difference of mucociliary transport time and the decrease of mucociliary transport time of Eustachian tube in CSOM without cholesteatoma before and after NAC treatment in both of group Keywords: CSOM without cholesteatoma, mucociliary transport, N-acetylcysteine
Hubungan mutasi gen ras dan p53 pada penderita karsinoma nasofaring dengan riwayat merokok Murdiyo, Mohammad Dwijo; Sunihapsari, Cici; Rahaju, Pudji; Retnoningsih, Endang; Soemantri, Johanes Bambang
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol 43, No 1 (2013): Volume 43, No. 1 January - June 2013
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.713 KB) | DOI: 10.32637/orli.v43i1.14

Abstract

Background: Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a malignancy with multifactorial etiology involving Epstein Barr virus infection, genetic and environmental factors. Cigarette smoking is one of the environmental factors which have many compounds of carcinogen. Oncogene ras and tumor suppressor p53 gene play an important role in carcinogenesis. Mutation of these genes may contribute to NPC carcinogenesis. Purpose: To determine correlation between ras and p53 mutations in NPC patients with cigarette smoking history (quantity, duration, cumulative exposure). Methods: Thirty patients diagnosed as end stage type III WHO NPC were included in this cross sectional study. Thirty NPC biopsies were assessed for ras and p53 mutation by polymerase chain reaction (PCR) and restriction fragment length polymorphism (RFLP). The Fisher’s exact test and T test were used to analyse the correlation of ras, p53 mutation and cigarette smoking history. Results: Nras mutation was observed in 21(75%) subjects. One (3,33%) subject had H-ras mutation. There were no significant correlation between cigarette smoking history with N-ras (p=0,662) and H-ras (p=0,400) mutation, no significant correlation between N-ras, H-ras mutation with quantity, duration and cumulative exposure ofcigarette smoking (p>0.05). The p53 mutation was observed in 27 (93.1%). No significant correlation between cigarette smoking history and p53 mutation (p=1.000). No significant correlation between p53 mutation with quantity, duration and cumulative exposure of cigarette smoking (p>0.05). Conclusion: There were no significant correlation between cigarette smoking history and mutation of N-ras, H-ras and p53. N-ras, H-ras, p53 mutations were not correlated with quantity, duration and cumulative exposure of cigarette smoking.Keywords: nasopharyngeal carcinoma, ras, p53, cigarette smoking. ABSTRAKLatar belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) memiliki etiologi multifaktorial yaitu infeksi virus EpsteinBarr, faktor genetik dan faktor lingkungan. Asap rokok adalah salah satu faktor lingkungan yang mengandungbahan karsinogen. Onkogen ras dan tumor suppressor gen p53 memiliki peran pada karsinogenesis. Mutasi gengentersebut dianggap berperan pada karsinogenesis KNF. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan mutasi gen rasdan p53 pada penderita KNF dengan riwayat merokok. Metode: Studi cross sectional dengan subjek penelitian 30penderita KNF WHO tipe III stadium lanjut. Pemeriksaan mutasi gen ras dan p53 melalui pemeriksaan polymerasechain reaction (PCR) dan restriction fragment length polymorphism (RFLP). Analisa statistik menggunakan ujiFisher’s exact dan uji T. Hasil: Mutasi N-ras didapatkan pada 21(75%) subjek dari 28 subjek yang dapat diketahuimutasinya. Satu (3.33%) subjek mengalami mutasi H-ras dari 30 subjek. Tidak didapatkan hubungan bermaknaantara mutasi N-ras (p=0.662) dan H-ras (p=0.400) dengan riwayat merokok. Tidak ada perbedaan bermakna rataratajumlah, lamanya dan paparan kumulatif rokok antara subjek yang mengalami mutasi atau tidak mutasi N-rasdan H-ras (p>0,05). Mutasi p53 didapatkan pada 27 (93.15%) subjek dari 29 subjek. Tidak ada hubungan bermaknaantara riwayat merokok dengan terjadinya mutasi p53 (p=1.000). Tidak ada perbedaan bermakna rata-rata jumlah,lamanya dan paparan kumulatif rokok antara subjek yang mengalami mutasi atau tidak ada mutasi p53 (p>0,05).Kesimpulan: Tidak didapatkan hubungan bermakna antara riwayat merokok dengan terjadinya mutasi N-ras, Hrasdan p53. Tidak ada perbedaan bermakna rata-rata jumlah, lamanya dan paparan kumulatif rokok antara subjekyang mengalami dan yang tidak mengalami mutasi N-ras, H-ras dan p53.Kata kunci: karsinoma nasofaring, ras, p53, merokok.