Utama, Denny Satria
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Association of Smoking Habit With Nasopharyngeal Carcinoma Stage in ENT-HN Policlinic RSUP DR. Mohammad Hoesin Palembang Dwiputra, Kemas Muhammad Alwan; Handayani, Dwi; Utama, Denny Satria
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/MKS.v51i2.8537

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas yang berada dibagian mukosa rongga nasofaring yang disebabkan oleh banyak faktor, salah satu faktornya adalah merokok. Kebiasaan merokok meningkatkan kepekaan terhadap terjadinya KNF. Merokok menyebabkan terjadinya mutasi gen p53, gen p53 memegang peranan terhadap kerusakan DNA sel dengan jalan menghambat progresi sel. Hilangnya fungsi gen p53 menyebabkan hilangnya kontrol pada siklus sel, sehingga terjadi proliferasi sel-sel sehingga besar peluangnya untuk menjadi sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan merokok dengan stadium karsinoma nasofaring.Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel adalah pasien poliklinik THT-KL dan rekam medik pasien karsinoma nasofaring di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang bulan Januari 2017-Desember 2018.Sampel penelitian ini berjumlah 70 kasus.Hasil penelitian ini akan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.Dari 70 kasus pasien KNF didapatkan semua penderita adalah laki-laki (100%), kelompok usia ?50 tahun (52,9%), pekerjaan non PNS (90%), alamat diluar Palembang (82,9%), keluhan utama benjolan pada leher (42,9%) dan stadium 4 (81,4%). Hasil uji Fisher’s Exact Test tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis rokokdengan stadium KNFdinyatakan oleh p value=0,067, terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah konsumsi rokokdengan stadium KNFdinyatakan oleh p value=0,042 dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia mulai merokokdengan stadium KNFdinyatakan oleh p value=1,000.Hasil uji korelasi pada pasien KNFmenunjukkan bahwa jumlah rokok (p= 0,043)merupakan faktor determinan terjadinya stadium KNFdanjenis rokok (p= 0,198) bukan merupakan faktor determinan terjadinya stadium KNF. Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan stadium KNF.
Prevalensi Rinosinusitis Kronik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Amelia, Nurul Lintang; Zuleika, Puspa; Utama, Denny Satria
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 2 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rinosinusitis kronik merupakan penyakit yang ditandai dengan peradangan pada mukosa hidung dan sinus paranasal dengan durasi minimal 12 minggu. Diagnosis rinosinusitis kronik dapat ditegakkan dari adanya dua atau lebih keluhan. Berdasarkan anatomi sinus paranasal, rinosinusitis dikelompokkan menjadi rinosinusitis maksila, rinosinustis etmoid, rinosinusitis frontal dan rinosinusitis sfenoid. Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab meliputi faktor penjamu baik sistemik maupun lokal dan faktor lingkungan. Komplikasi yang dapat terjadi yaitu kelainan orbita dan intrakranial, osteomielitis dan kelainan paru. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi rinosinusitis kronik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Data didapatkan melalui semua rekam medis pasien yang didiagnosis rinosinusitis kronik pada periode 01 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015 di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang yang memenuhi kriteria inklusi diambil sebagai sampel penelitian. Dari 140 pasien rinosinusitis, didapatkan 73 pasien rinosinusitis kronik, paling banyak (58,9%) pada laki-laki dan pada kelompok usia 46 – 52 (19,2%). Riwayat penyakit keluarga rinitis alergi paling banyak ditemukan (26%). Jenis rinosinusitis terbanyak adalah rinosinusitis maksila (28,8%). Gejala mayor paling sering dikeluhkan (69,9%) adalah hidung tersumbat dan gejala minor paling sering dikeluhkan (87,7%) adalah sakit kepala. Komplikasi yang sering terjadi adalah kelainan orbita (9,6%).Rinosinusitis kronik banyak ditemukan di bagian T.H.T.K.L RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Kasus pada laki-laki lebih banyak dibanding pada perempuan dan banyak ditemukan pada usia 46-52 tahun.Gejala mayor yang sering dikeluhkan adalah hidung tersumbat dan gejala minor yang sering dikeluhkan ada sakit kepala.
Profil Klinis Karsinoma Nasofaring di Departemen THTKL RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2014-2015 Dawolo, Abdiaman Putra; Utama, Denny Satria; Kasim, Bahrun Indawan
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 1 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/MKS.V49I1.8318

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas THTKL yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Gejala dan tanda karsinoma nasofaring yang sering berupa benjolan di leher, obstruksi hidung, epistaksis dan diplopia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil klinis karsinoma nasofaring di RSUP Dr.  Mohammad Hoesin Palembang tahun 2014-2015.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berupa serial kasus dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel penelitian ini adalah semua rekam medik pasien karsinoma nasofaring di RSUP Dr.  Mohammad Hoesin Palembang tahun 2014-2015. Pada tahun 2014 terdapat sebanyak 60 kasus (16,85%)  dan pada tahun 2015 terdapat 50 kasus (14,53%) dari total pasien KNF yang datang ke RSMH. Pasien KNF paling banyak (30,91%) terdapat pada kelompok usia 46-55 tahun. Sebanyak 72,73% pasien KNF adalah laki-laki. Gejala  yang paling sering ditemui adalah hidung tersumbat (49,09%), benjolan di leher (43,64%), dan mimisan (36,36%). Sebanyak 81,82% kasus KNF adalah KNF WHO III, selebihnya adalah KNF WHO II (15,45%) KNF WHO I (2,73%). Mayoritas kasus KNF adalah KNF stadium IV (77,27%). Pasien KNF paling banyak terdapat pada kelompok usia 46-55 tahun. KNF lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Gejala klinik yang paling sering ditemui adalah hidung tersumbat, benjolan di leher dan mimisan. Mayoritas gambaran histopatologi KNF adalah KNF WHO III. Sebagian besar penderita KNF didiagnosis sebagai KNF stadium IV.