Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur

Tinjauan Performansi Bubut Doll LT13 Terhadap Penyimpangan Kebulatan Benda Kerja Ariyanto, Ariyanto; Husman, Husman; Dharta, Yuli
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 9 No 02 (2017): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/manutech.v9i02.45

Abstract

Mesin mesin manufaktur dengan kualitas yang tinggi dan mampu menghasilkan benda kerjadengan kualitas yang baik sangat diperlukan oleh industri manufaktur. Penggunaan mesin dengankualitas tinggi harus didukung oleh kemampuan untuk mengoperasikan dan kemampuan untukmelakukan perawatan, kemampuan ini berguna untuk mempertahankan kondisi mesin agar dapatmenghasilkan kualitas benda yang baik. Penggunaan mesin perkakas dengan kualitas tinggi jugadigunakan di Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung , salah satu jenis mesin yang digunakantersebut adalah mesin bubut doall LT13 dengan jumlah sebanyak enam unit, Penggunaan mesin iniuntuk mendukung keperluan penyelenggaraan pendidikan dan untuk menghasilkan suku cadang. Mesinbubut Doall LT13 sudah digunakan selama 22 tahun, selama periode tersebut kemungkinan terjadipenyimpangan geometri mesin, penyimpangan yang terjadi dapat mengakibatkan penurunan kualitasbenda kerja yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan mesin dengan caramengukur kebulatan benda uji hasil proses pembubutan, kebulatan benda uji dianalisa denganmenggunakan metoda lingkaran daerah minimum. Dari pengujian kebulatan yang telah dilakukanpenyimpangan kebulatan yang mampu dicapai oleh mesin bubut doall lt 13 sebagai berikut 0,082 mmpada mesin bubut nomor 8. 0,073 mm pada mesin bubut nomor 5, 0,057 mm pada mesin bubut nomor7, 0,051 mm pada mesin bubut nomor 2, 0,048 mm pada mesin bubut nomor 6 dan 0,046 mm padamesin bubut nomor 3.
Pengukuran Kesilindrisan Hasil Proses Pemotongan Mesin Bubut Untuk Mengetahui Kemampuan Mesin Menghasilkan Suatu Produk Ariyanto, Ariyanto; Husman, Husman
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 10 No 02 (2018): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/manutech.v10i02.61

Abstract

Kemampuan mesin perkakas untuk meghasilkan suatu produk dengan kualitas baik sangat dibutuhkan oleh industri industri yang ada sekarang ini. Industri industri yang menggunakan mesin perkakas bukan hanya industri yang menghasilkan produk berupa suatu alat atau mesin, mesin-mesin perkakas juga banyak digunakan oleh industri-industri atau institusi yang melayani perbaikan mesin dan penyelenggara pelatihan-pelatihan keterampilan. Kualitas mesin yang diukur dengan menggunakan bentuk geometri benda kerja hasil proses pemesinan dapat berupa ketidak bulatan, keselindrisan, ketirusan dan bentuk-bentuk geometri lainnya. Penggunaan mesin perkakas  yang terus menerus selama beberapa tahun dapat mengakibatkan terjadi penurunan kemampuan mesin menghasilkan suatu produk. Penggunaan mesin bubut horizontal doall lt13 yang telah lama akan menghasilkan suatu bentuk kesilindrisan benda kerja  yang tidak sama dengan kondisi ketika mesin masih baru, oleh karena itu maka dilakukan suatu kegiatan pengujian dengan melakukan proses pemotongan pada mesin dan dilihat berapakah nilai kesilindrisan benda uji yang mampu dicapai. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan pada mesin bubut  horizontal sebanyak delapan unit diperoleh nilai kesilindrisan yang berbeda beda pada masing masing mesin. Tingkat  kesilindrisan dengan nilai terbesar di hasilkan oleh mesin bubut dengan nomor mesin 8 dan nilai kesilindrisan terkecil dihasilkan oleh mesin bubut dengan nomor mesin 3. Toleransi terbesar dicapai pada kualitas toleransi IT( international tolerance) 11 dan terendah dicapai pada kualitas toleransi IT 10.
Analisa Keausan Elektroda Electrical Discharge Machining Menggunakan Metoda Response Surface Methodology Yudo, Eko; Husman, Husman
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 10 No 02 (2018): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/manutech.v10i02.63

Abstract

Mesin electrical dishcarge machining (EDM) dibidang manufaktur saat ini telah berkembangbersama dengan mesin konvensional seperti Mesin Bubut, Mesin Frais, dan Mesin Gerinda sebagaiteknologi yang terdepan. EDM dikenal dalam hal kemampuannya untuk membuat bentuk kompleks padalogam-logam yang sangat keras. Mesin EDM banyak digunakan dalam pembuatan dies, perkakas potong,dan molds yang tidak bisa dikerjakan dengan proses penyayatan. Oleh karena itu tingkat keausanelektroda dalam proses EDM harus bisa seefisien mungkin. Peneltian dilakukan bertujuan untukmenentukan nilai setting parameter proses EDM yang tepat. Parameter yang divariasikan current, ontime, off time. Untuk mengoptimalkan respon penelitian ini menggunakan metode Response SurfaceMethodology (RSM). Keausan elektroda yang tinggi didapat pada pengujian dengan parameter yangdigunakan Ton (300 μs), Toff (15 μs) dan Current (20 A), dan nilai keausan yang terkecil didapat padapengujian dengan parameter yang digunakan Ton (100 μs), Toff (15 μs) dan Current (10 A).
Rancang Bangun Mesin Pengiris Singkong Husman, Husman; Ariyono, Sugeng
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 10 No 02 (2018): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/manutech.v10i02.65

Abstract

Kepulauan Bangka Belitung mempunyai kekayaan alam yang sangat banyak  antara lain adalah hasil tambang, hasil hutan, hasil laut dan hasil perkebunan. Perkebunan yang diusahakan bisa terdiri dari kelompok atau perseorangan. Salah satu hasil perkebunan yang dikelola oleh masyarakat dibangka belitung khususnya dikabupaten bangka adalah ubi kayu (singkong), Berbagai macam makanan yang diolah dengan berbahan baku singkong ini, yang salah satunya diproduksi oleh industri rumahan dengan kata lain Industri Kecil Menengah (IKM) yang bertempat tinggal di desa Banyu Asin Kabupaten Bangka. Dengan menggunakan alat bantu produksi sederhana yang terbuat dari kayu dan dipasang pisau potong untuk mengiris singkong serta menggunakan alat yang  di beli dari pasar yang terbuat dari bahan dasar plastik dan dipasang mata pisau untuk mengiris secara manual. Penelitian ini dilakukan untuk membantu membuat mesin yang dapat mempermudah dan mengurangi tenaga yang dikeluarkan pekerja dalam proses pembuatan keripik singkong. Metode yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dimulai dengan Penyusunan Daftar Kebutuhan produk yang diperlukan, pembuatan dan pemilihan konsep, perancangan komponen, pembuatan detail gambar teknik, pembuatan dan perakitan dan uji fungsi alat. Pengujian fungsi alat dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah alat yang telah dibuat dapat berfungsi dengan baik dan dapat melakukan pengirisan yang diinginkan. Hasil proses uji coba mesin pengiris singkong yang dibuat mampu mengiris singkong sebanyak 96 kg per jam dengan satu operator dan dapat meningkatkan produktifitas dalam mengiris singkong yang sebelumnya untuk mengiris 90 kg singkong membutuhkan waktu 3 jam dengan 2 orang operator.
Mekanisasi Pencetak Kue Kacang Arriyani, Yang Fitri; Husman, Husman; Ardiansyah, Rio; Suryani, Vidian
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 10 No 02 (2018): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/manutech.v10i02.73

Abstract

Kue kacang adalah salah satu kue kering khas Indonesia yang termasuk kue paling digemari oleh masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Proses pengolahan kue kacang melalui beberapa tahapan, yaitu pengolahan kacang, pemipihan adonan dan pencetakan adonan kue kacang yang telah dipipihkan. Metode pencetakan kue kacang yang dilakukan saat ini masih secara manual yaitu dengan mencetak satu persatu kue kacang tersebut. Hal ini mengakibatkan kapasitas produksi yang dapat dihasilkan sedikit dan dibutuhkan waktu yang lama untuk proses pencetakan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat pencetak kue kacang yang mampumencetak 20 kuekacangdalamsekali proses secara mekanis. Tahapan-tahapan dalam pembuatan alat pencetak kue kacang ini dimulai dari identifikasi masalah, perencanaan, perancangan, pembuatan alat, perakitan, dan uji coba. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, alat mampu mencetak 20 kue kacang dalam satu kali proses dan adonan tidak melekat pada cetakan.
Rancang Bangun Mesin Penghancur Buah Kelapa Sawit Kapasitas 50 Kg/Jam Husman, Husman; Sugiyanto, Sugiyanto; Saputra, Denny; Rosmansyah, Ridho; Zulhelmi, Zulhelmi
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 8 No 02 (2016): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/manutech.v8i02.15

Abstract

Perusahaan kelapa sawit biasanya terdiri dari perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit.Selain dihasilkan dari perkebunan mereka sendiri, mereka juga membeli kelapa sawit, CPO, dan kernel(inti sawit) dari para petani atau pabrik pengolahan lain. Hasil perkebunan kelapa sawit dari para petanidijual kepada pengepul, kemudian pengepul menjual kelapa sawit ke pabrik pengolahan. Menurut parapengepul harga jual kelapa sawit dari pengepul ke pabrik terbilang murah walaupun kelapa sawittersebut berkualitas baik. Mereka berpikir untuk mengolah sendiri kelapa sawit tersebut, tetapi hargamesin pengolahan kelapa sawit tidak bisa terjangkau oleh mereka. Melalui penelitian ini akan dibuatkanmesin penghancur buah kelapa sawit kapasitas 50 kg/jam, yang diharapkan dapat digunakan oleh parapetani kelapa sawit dalam hal peningkatan nilai jual hasil perkebunan. Metode yang dilakukan untukmenyelesaikan permasalahan ini adalah dimulai dengan penyusunan daftar kebutuhan produk yangdiperlukan, pembuatan dan pemilihan konsep, perancangan komponen, pembuatan detail gambarteknik, pembuatan dan perakitan dan uji fungsi alat. Hasil uji coba mesin penghancur buah kelapa sawitdengan kapasitas 50 kg/jam dapat mencacah buah kelapa sawit dengan berat jenis cacahan0.8245kg/liter.