Kurniasih, Budiastuti
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Jerami Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Salin Pranata, Medi; Kurniasih, Budiastuti
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.281 KB) | DOI: 10.22146/veg.45907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran kompos jerami padi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi pada kondisi salin. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kawat, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan September 2017 sampai dengan Januari 2018. Penelitian ini disusun secara Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan tiga blok sebagai ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian larutan NaCl dengan dosis 0,2 dS/m, 5 dS/m dan 10 dS/m. Faktor ke dua yaitu pemberian kompos jerami padi dengan 4 aras: 0%, 5%, 15% dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran  kompos jerami padi 15% dianggap mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada kondisi salin dan non salin. Meningkatnya pertumbuhan tanaman dapat dilihat dari variabel  tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, bobot segar tajuk dan bobot kering tajuk saat panen dan bobot kering tanaman saat panen. Sementara pada komponen hasil dapat dilihat pada jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per rumpun, bobot malai per rumpun dan bobot gabah total per rumpun.
Pengaruh Aplikasi Silika terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Salin Ikhsanti, Afiffah; Kurniasih, Budiastuti; Indradewa, Didik
Vegetalika Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.081 KB) | DOI: 10.22146/veg.41144

Abstract

Salinitas merupakan salah satu faktor abiotik yang membatasi pertumbuhan dan produktivitas tanaman di seluruh dunia. Penyerapan Si oleh tanaman diketahui mampu mengurangi cekaman salinitas melalui perbaikan pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan silika terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi tercekam salinitas. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan Juni-September 2017. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 blok yang dijadikan sebagai ulangan. Faktor pertama yaitu tingkat cekaman salinitas akibat penambahan NaCl (N) yang terdiri atas tiga level yaitu air non salin (<0,4 dS/m), 4, dan 8 dS/m. Faktor kedua adalah konsentrasi SiO2 (S) yang terdiri dari 0, 1, 2, dan 3 mM. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa pemberian silika, tanaman padi tidak mampu bertahan terhadap cekaman salinitas dilihat dari penurunan gabah kering giling yang terjadi, sedangkan pada penambahan silika konsentrasi 1-2 mM menyebabkan tanaman mampu mempertahankan hasil hingga salinitas 8 dS/m.
Pengaruh Bahan Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Tercekam Salinitas Arifiani, Fidian Nur; Kurniasih, Budiastuti; Rogomulyo, Rohlan
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.943 KB) | DOI: 10.22146/veg.38133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh macam bahan organik berupa pupuk kandang ayam dan pupuk hijau azolla dalam mengurangi dampak cekaman salinitas pada tanaman padi. Rancangan perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan jenis bahan organik berbeda pada beberapa tingkat salinitas. Perlakuan jenis bahan organik terdiri dari tiga aras yakni tanpa bahan organik (B0), penggunaan pupuk kandang ayam (B1), dan penggunaan pupuk hijau azolla (B2), sedangkan perlakuan tingkat salinitas terdiri dari empat aras yaitu EC <0,4 dS/m atau kontrol (S0), 2,5 dS/m (S1), 5 dS/m (S2) dan 7,5 dS/m (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interkasi antara perlakuan tingkat salinitas dan jenis bahan organik. Terjadi penurunan pertumbuhan dan hasil secara nyata pada tanaman padi varietas IR-64 yang tercekam salinitas dimulai dari tingkat salinitas 2,5 dS/m pada parameter pertumbuhan luas daun, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering total tanaman. Sementara pada parameter hasil terjadi penurunan pada panjang malai, bobot malai, jumlah gabah per malai, bobot 100 butir gabah bernas dan bobot gabah kering giling total per rumpun. Pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman tertinggi, sedangkan pupuk hijau azolla memberikan hasil tertinggi pada bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar, jumlah anakan, bobot kering total tanaman dan jumlah malai.
Pengaruh Aplikasi Silika terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Salin Ikhsanti, Afiffah; Kurniasih, Budiastuti; Indradewa, Didik
Vegetalika Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.37176

Abstract

Salinitas merupakan salah satu faktor abiotik yang membatasi pertumbuhan dan produktivitas tanaman di seluruh dunia. Penyerapan Si oleh tanaman diketahui mampu mengurangi cekaman salinitas melalui perbaikan pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh salinitas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi serta pengaruh penambahan silika terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi tercekam salinitas. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan Juni-September 2017. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 blok yang dijadikan sebagai ulangan. Faktor pertama yaitu tingkat cekaman salinitas akibat penambahan NaCl (N) yang terdiri atas tiga level yaitu air non salin (<0,4 dS/m), 4 dS/m, dan 8 dS/m. Faktor kedua adalah konsentrasi SiO2 (S) yang terdiri dari 0 mM, 1 mM, 2 mM, dan 3 mM. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa pemberian silika, tanaman padi tidak mampu bertahan terhadap cekaman salinitas dilihat dari penurunan gabah kering giling yang terjadi, sedangkan pada penambahan silika konsentrasi 1-2 mM menyebabkan tanaman mempertahankan hasil hingga salinitas 8 dS/m.
Identifikasi Genotipe Padi (Oryza sativa L.) Hemat Air Pratiwi, Rossy Hening; Supriyanta, Supriyanta; Kurniasih, Budiastuti
Vegetalika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.417 KB) | DOI: 10.22146/veg.35772

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi genotipe padi yang berpotensi dikembangkan sebagai varietas padi hemat air. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Tridharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada di Banguntapan, Bantul pada bulan Mei 2016 sampai Desember 2016. Percobaan pot menggunakan rancangan petak terbagi faktorial 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama berupa varietas padi dengan menggunakan 11 varietas yaitu Widas, Inpari 29, Menthik Wangi, Inpago 9, Inpari 23, Lumbu Kuning, Segreng, Inpari 25, IR 64, Situ Bagendit, dan Ciherang. Faktor kedua yaitu sistem pengairan dengan 3 aras, sawah, macak-macak, dan gogo sehingga terdapat 33 kombinasi perlakuan. Pengamatan difokuskan pada karakter agronomi dan karakter komponen hasil. Hasil analisis varian digunakan untuk menduga nilai ragam genetik dan heritabilitas arti luas. Data hasil pengamatan juga digunakan untuk menghitung indeks respon tanaman terhadap perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan adanya interaksi antara sistem pengairan dan varietas pada karakter kepadatan malai. Faktor sistem pengairan mempengaruhi karakter jumlah anakan total, volume akar, dan persentase gabah hampa. Karakter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, hasil per rumpun, dan indeks panen hanya dipengaruhi oleh perbedaan genotipe tanaman. Berdasarkan nilai indeks respon, pada karakter komponen hasil, varietas Widas, Menthik Wangi, Inpago 9, Inpari 23, Inpari 25, dan Ciherang dapat dikembangkan sebagai varietas padi hemat air.
Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) pada beberapa Takaran Kompos Jerami dan Zeolit Kurniasih, Budiastuti; Ambarwati, Erlina; ‘Ali Ma’sum, Fatchul Qorib
Vegetalika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.375 KB) | DOI: 10.22146/veg.25348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos jerami dan zeolit terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah serta mendapatkan dosis kompos jerami dan zeolit yang optimum untuk pertumbuhan dan hasil padi sawah. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai bulan Mei sampai September 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama yaitu kompos jerami dengan takaran 0 ton/ha, 2,5 ton/ha, dan 5 ton/ha. Faktor kedua yaitu zeolit dengan takaran 0 kg/ha, 200 kg/ha, dan 400 kg/ha. Kompos jerami 5 ton/ha dapat meningkatkan bobot segar, bobot kering, dan indeks luas daun pada umur 60 hspt, serta dapat pula meningkatkan laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan tajuk pada umur 30 – 60 hspt. Zeolit dapat meningkatkan laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan tajuk padi pada umur 30 – 60 hspt. Baik kompos jerami maupun zeolit yang diberikan tidak dapat meningkatkan hasil gabah. Belum didapatkan takaran kompos jerami dan zeolit yang optimum untuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi.
Pengaruh Takaran Vinase dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan Hasil dan Kandungan Minyak Total Wijen di Tanah Pasir Pantai Kisworo, Ary Danar; Muhartini, Sri; Kurniasih, Budiastuti
Vegetalika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.515 KB) | DOI: 10.22146/veg.25013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran vinase dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan, hasil, dan kandungan minyak total wijen di tanah pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari to Mei 2015. Lokasi penelitian di pekarangan rumah di Desa Gatak, Banguntapan, Bantul Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan 3 blok. Faktor pertama adalah takaran pupuk kandang sapi dengan tiga aras, yaitu 0 ton/ha, 10 ton/ha, dan 20 ton/ha. Faktor kedua adalah takaran vinase dengan 4 aras, yaitu 0 m3/ha, 75 m3/ha, 150 m3/ha, dan 225 m3/ha. Hasil penelitian menunujkkan bahwa takaran vinase 150 m3/ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil wijen yang terbaik, sementara itu takaran pupuk kandang sapi 20 ton/ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil wijen yang terbaik. Kombinasi perlakuan takaran vinase 225 m3/ha dengan pupuk kandang sapi 20 ton/ha menghasilkan kandungan minyak total wijen yang terbaik.
Alternatif Pohon Buah untuk Penghijauan Permukiman Perkotaan Berdasarkan Pendugaan Tingkat Keindahan dan Pendapat Masyarakat di Kelurahan Rejowinangun, Yogyakarta Nabila, Cut Annisa; Irwan, Siti Nurul Rofiqo; Kurniasih, Budiastuti; Ambarwati, Erlina
Vegetalika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.412 KB) | DOI: 10.22146/veg.31978

Abstract

Minat masyarakat Permukiman Rejowinangun Yogyakarta terhadap penanaman pohon buah untuk alternatif tanaman penghijauan, sebagai bagian dari pengembangan lanskap produktif, cukup tinggi. Penelitian bertujuan mengetahui pendapat masyarakat mengenai penghijauan permukiman perkotaan dengan pohon buah serta mengetahui tingkat keindahan alternatif pohon buah. Metode penelitian dilakukan dengan metode survei pengambilan data secara stratified purposive sampling dan analisis Scenic Beauty Estimation (SBE). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Rejowinangun Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar masyarakat setuju terhadap pelaksanaan penghijauan dengan pohon buah dengan memperhatikan teknis penanaman pohon. Pengetahuan masyarakat Rejowinangun terhadap buah lokal Yogyakarta di sekitar jalan sekunder sebesar 11,11%, jalan tersier sebesar 21,48%, dan jalan kuarter sebesar 20%. Alternatif pohon buah untuk penghijauan jalan dengan nilai SBE tertinggi yaitu jambu air (Eugenia aquea; 67,61), kepel (Stelechocarpus burahol; 67,22), dan jambu dersono (Syzygium malaccense; 61,13).
Growth and Yield of Inpari 29 Rice Varieties on Raised-bed and Different Depths of Sunken-bed in Saline Field Nasrudin, Nasrudin; Kurniasih, Budiastuti
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 3 (2018): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.96 KB) | DOI: 10.22146/ipas.38736

Abstract

Increased productivity of rice is required to meet the increasing food demand. Utilization of marginal lands, such as saline land is one of the solutions applicable to increase rice production. The objective of this study was to determine the growth and yield of Inpari 29 rice variety planted on raised-bed and different depths of sunken-bed in saline field. This study used the Split Plot Design with two treatments. The depth as the main plot consisted of two depth levels: a depth of 50 cm and a depth of 25; and the planting area field as the subplot that consisted of two levels: raised-bed and sunken-bed. The treatment was repeated three times. The rice planted in sunken-bed showed higher growth than in raised-bed as indicated by the high content of chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll, nitrate reductase activity and plant height. The rice planted in the sunken-bed yielded higher than in raised-bed as indicated by higher harvest index and the weight of grain per clump. Rice planted in 25 cm depth showed higher nitrate reductase activity and grain weight per clump than in 50 cm depth.
Growth and Yield of Rice (Oryza sativa L.) Under Raised- and Sunken-Bed System as Affected by Saline Irrigation in Baros, Bantul, Yogyakarta Muflikhah, Nafi'atul; Kurniasih, Budiastuti; Tohari, Tohari
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2018): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.396 KB) | DOI: 10.22146/ipas.32153

Abstract

It is expected that by utilizing marginal land (e.g. saline field) is able to increase rice production under saline condition. One of integrated approaches that can be applied is a raised- and sunken-bed system. This experiment aimed to investigate the growth and yield of rice under raised- and sunken-bed system as affected by saline irrigation. The field experiment was conducted at Baros Helmet, Bantul District, Yogyakarta from October 2016 to February 2017. The experiment was arranged in a multi-location (oversite) design, consisted of saline irrigation (S1) and nonsaline irrigation (S0) in a raised-bed (A1) and sunken-bed (A0) planting system. The observations were done on leaf area index, chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll, photosynthesis rate, total dry weight, root length, leaf Na+ and K+ concentration, proline concentration, maturity and dry grain yield (DGY). The results showed that saline irrigation negatively affected leaf area index, photosynthetic rate and root length of rice grown at sunken-bed. However, leaf Na+ concentration and leaf proline concentrations of rice grown at sunken-bed were higher. The leaf K+ concentration decreased with increasing Na+ concentration. Although saline irrigation could accelerate harvesting age of rice grown at sunken-bed, the dry grain yield of rice grown at sunken-bed did not significantly different with that of rice grown at raised-bed.