Prasetio, Diki Bima
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PENILAIAN RISIKO KEBAKARAN GEDUNG BERTINGKAT Mustika, Sika Widya; Wardani, Ratih Sari; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.637 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran merupakan suatu peristiwa yang diakibatkan oleh adanya tiga unsur nyala api yang dapat memebahayakan keselamatan jiwa ataupun harta benda.Kebakaran di gedung bertingkat lebih mematikan dan merugikan jika tidak memenuhi komponen keselamatan kebakaran..Metode: .Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei melalui wawancara dan observasimenggunakan checklist penilaian risiko kebakaran di Kampus I Universitas Muhammadiyah Semarang dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Manajemen proteksi risiko extreme pada manajemen, perencanaan prosedur serta pengunjung dan penyandang disabilitas sedangkan kesadaran staf dan pelatihan risiko high. Sarana penyelamatan risiko extreme yaitu pintu darurat dan pintu keluar semua gedung, sedangkan jalur evakuasi, jalan keluar dan penerangan darurat gedung NRC risiko low. Sarana proteksi risiko extreme meliputi alarm kebakaran gedunglab.terpadu dan rektorat, sedangkan risiko low pada alarm kebakaran gedung NRC serta APAR, hidran, sprinkler gedung rektorat dan lab.terpadu. Pencegahan kebakaran risiko extreme pada penyimpanan bahan mudah terbakar gedung rektorat dan instalasi listrik gedung rektorat dan NRC. Kesimpulan : Kategori risiko extreme meliputi manajemen proteksi pada manajemen, prosedur, perencanaan serta pengunjung.Kata kunci : Kebakaran, Penilaian Risiko, Gedung Bertingkat
KEPATUHAN PEKERJA KETINGGIAN DALAM MELAKSANAKAN STANDARD OPERASIONAL PROCEDURE Prabawati, Devy Indra; Mifbakhuddin, Mifbakhuddin; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.917 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.29-34

Abstract

Latar belakang: Penerapan Standard Operasional Procedure (SOP) yang baik sangat diperlukan guna melindungi pekerja dari kecelakaan kerja, terutama pada pekerjaan yang meiliki risiko tinggi seperti pekerjaan di ketinggian. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, pengawasan dan masa kerja dengan kepatuhan pekerja ketinggian dalam melaksanakan SOP di PT. X Surabaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan studi cross setional. Sampel dari penelitian ini yaitu pekerja ketinggian di PT. X Surabaya sebanyak 40 orang. Data yang tersedia disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang kemudian dianalisis secara statistik dengan uji chi square. Hasil: Sebagian besar pekerja patuh dalam melaksanakan SOP yaitu sebesar 62,5%. Pekerja dengan tingkat pengetahuan baik 32,5%, cukup 35,0%, dan pengetahuan kurang 32,5%. Pekerja dengan sikap positif sebanyak 37 orang (92,5%) dan negatif 3 orang (7,5%). Pengawasan baik 75,0%, pengawasan kurang baik 25,0%. Masa kerja ? 5 tahun sebanyak 21 orang (52,2%) dan masa kerja < 5 tahun sebanyak 19 orang (47,5%). Hasil uji Chi Square variabel yang berhubungan dengan kepatuhan adalah variabel pengetahuan (p value = 0,005), pengawasan (p value = 0,000), masa kerja (p value = 0,004) sedangkan variabel sikap tidak terdapat hubungan dengan kepatuhan pekerja ketinggian dalam melaksanakan SOP (p value = 1,000). Kesimpulan: Kepatuhan pekerja ketinggian dalam melaksanakan SOP dipengaruhi oleh pengetahuan, pengawasan dan masa kerja.
RISIKO BAHAYA ERGONOMI PETUGAS KEBERSIHAN OUTSOURCING DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SLEMAN Prasetio, Diki Bima
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 1. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.906 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i1.2372

Abstract

Background: The cleaning service have special physical demands of each to do his job, the most significant risk factors associated with physical work load is static, repetitive motion and muscle strength requires high in doing his job. Purpose:Analyze the risk of ergonomic hazard cleaning service outsourcing in Sleman Hospital.Methods:A descriptive case study with the study design a holistic single case design. Key informants consists of two cleaning service, director, head of sanitary installations and secretary of the committee occupational safety and health.Results:Cleaning Service at risk of harm caused by ergonomic factors such as disease, musculoskeletal disorders. The absence of support from hospital management of occupational safety and health cleaning service because all responsibility has been given to the providers of laborConclusions:The hospital management has not given the same opportunity to the cleaning service as other hospital employees about occupational safety and healthto obtain ergonomic hazards that have long-term effects of the disease musculoskeletal disorders.
KONTRIBUSI DOSIS KEBISINGAN DAN PENGGUNAAN APT TERHADAP KUALITAS PENDENGARAN PEKERJA KONFEKSI Setyani, Yanur Tri; Sumanto, Didik; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 2. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.538 KB)

Abstract

Latar Belakang: Konfeksi merupakan salah satu industri rumahan dimana proses produksinya menggunakan mesin jahit dan obras yang dapat menimbulkan kebisingan. Masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan terdapat 2 konfeksi dengan tingkat kebisingan lebih dari 85 dB, lama kerja antara 7-9 jam dan banyak pekerja yang tidak menggunakan APT (Alat Pelindung Telinga). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas pendengaran pada pekerja konfeksi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan studi cross setional. Sampel sebanyak 101 pekerja. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Pearson Chisquare. Pengukuran kualitas pendengaran menggunakan alat audiometer, dan kebisingan menggunakan sound level meter. Variabel usia, penggunaan alat pelindung telinga, dan riwayat gangguan pendengaran dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil: Pekerja yang memiliki dosis kebisingan >100% sebanyak 41,6%, kategori tidak menggunakan APT 98,0% dan kualitas pendengaran kategori ringan 54,5%. Variabel yang berhubungan dengan kualitas pendengaran adalah dosis kebisingan (p value= 0,009), sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah penggunaan APT (p value= 0,790). Kesimpulan: Ada hubungan dosis kebisingan, dengan kualitas pendengaran. Tidak ada hubungan antara penggunaan APT dengan kualitas pendengaran pada pekerja konfeksi di Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu Kota Kudus.
POTENTIAL HAZARD ANALYSIS PROFESSION RADIOGRAPHER AT DEMAK HOSPITAL Arfianto, Rifki; Prasetio, Diki Bima; Kurniawan, Bina
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Proceeding 3rd ISET 2017 | International Seminar on Educational Technology 3rd 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.399 KB)

Abstract

Background: Potential hazards and risks in the workplace is the result of work systems or work processes, the use of machinery, equipment and ingredients are sourced from the limitations of his work. From the results of preliminary observations at the Hospital of Pelita Anugerah Mranggen Demak, researchers found several cases of work-related accidents in Radiology which are not recorded during this time. This study aimed to describe the potential hazards and risk values OSH and provide recommendations on the control of hazards in accordance with the standards. Methods: This study is a qualitative research with cross sectional approach. Subjects in this study consisted of 6 people technologist as key informants, 1 Chamber Head and 1 Chief of Radiology as an informer of existing support. The research variables are potential hazards, risks and value of the profession radiologist.Results: Control of danger that has been done in Radiology not meet the standards. Hazard control physics obtained is done using film badge and hide behind the veil of coated lead every task and biological hazards by wearing a mask and handscoon which then wash your hands after handling patient. Conclusion: The danger of physical and biological control are performed at the Hospital Radiology Pelita Anugerah Mranggen Demak not meet the standards, while for chemical hazards and ergonomic hazard control has not been done.Keywords: Risk Value, potential hazards, profession radiologist
GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA TAMBAL BAN DI PINGGIRAN JALAN KOTA SEMARANG Prasetio, Diki Bima; Mustika, Sika Widya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 12. No. 2. Tahun 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.847 KB)

Abstract

Latar belakang: Pekerja tambal ban merupakan pekerja yang rentan mengalami gangguan fungsi paru. Hal ini diakibatkan oleh paparan risiko yang ditimbulkan dari proses penambalan ban, diantaranya debu jalanan dan gas hasil pembakaran karet ban.Metode: Jenis penelitian diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pekerja tambal ban di jalan raya. Teknik penghitungan sampel menggunakan total sampling, dimana populasi dijadikan sampel secara keseluruhan yaitu sebanyak 201 sampel.Hasil: Jenis kelamin laki-laki mengalami gangguan fungsi paru yaitu sebanyak 96.5%.Ada 98.4% dengan kategori umur >40 tahun yang mengalami gangguan fungsi paru, Masa kerja >10 tahun menunjukkan sebanyak 97.8% ada gangguan fungsi paru, Lama kerja >40 jam sebanyak 98.8% ada gangguan fungsi paru. Responden yang tidak menggunakan masker dan ada gangguan fungsi paru ada sebanyak 96.4%. Status gizi tidak baik sebanyak 98.6% mengalami gangguan fungsi paru. Kebiasaan merokok ada sebanyak 96.9% responden merokok dan ada gangguan fungsi paru. Responden dengan kategori kebiasaan tidak melakukan olahraga dan ada gangguan fungsi paru ada sebanyak 96.4%. Responden dengan kategori mengalami riwayat penyakit dan ada gangguan fungsi paru ada sebanyak 95.7%.Kesimpulan: Ada 194 (96,52%) pekerja tambal ban di pinggiran jalan Kota Semarang yang mengalami gangguan fungsi paru. Kata kunci: gangguan fungsi paru, tamban ban, semarang