Arifin, M. AGUS Syamsul
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PENGAMAN KENDARAAN RODA EMPAT MENGGUNAKAN JARINGAN GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION Arifin, M. Agus Syamsul
Jurnal Teknologi Informasi Mura Vol 7 No 1 (2015): JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI MURA (TIMUR) JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.498 KB) | DOI: 10.32767/jti.v7i1.214

Abstract

Beragam cara ditempuh orang untuk mengamankan kendaraan, baik kendaraan roda empat maupun roda dua, salah satunya adalah dengan menggunakan sebuah kunci yang khusus maupun membuat garasi menggunakan terali yang kuat. Cara-cara seperti ini tentu mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Sistem pengaman mobil yang ada selama ini masih kurang sempurna hal itu bisa dilihat dari banyaknya tingkat kejahatan yang terjadi baik ditempa tumum maupun ditempa tparkir mobil, ditempat umum maupun dijalanan sering terjadi tindak kejahatan pencurian, dan perampokan dikendaraan yang diparkirkan ditepi jalan maupun ditempat parker khusus. Maka berdasarkan pemikiran diatas, dibuat sistem pengaman ini untuk mengurangi tingkat kejahatan pencurian didalam kendaraan dan agar pemiliknya dapat mengetahui dan mendeteksi kondisi mobil. Pada prinsipnya alat ini merupakan suatu system keamanan yang terdiri dari Mikrokontroller dan rangkaian sensor Reed Switch.
ANALISIS PENINGKATAN TROUGHPUT BANDWIDTH MENGGUNAKAN LINK AGGREGATION UNTUK JARINGAN POINT TO POINT Arifin, M. AGUS Syamsul
Jurnal Teknologi Informasi Mura Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Teknologi Informasi Mura DESEMBER
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.375 KB) | DOI: 10.32767/jti.v9i2.92

Abstract

Pada Jaringan Point to point salah satu factor yang berpengaruh pada troughput bandwidth adalah media taransmisi yang di gunakan. Untuk membuat jaringan Backbone dengan biaya murah hamper tidak mungkin dilakukan karena pilihan media transmisinya hanyalah Fiber Optik dimana Fiber Optik biasa digunakan untuk jaringan jarak jauh sehingga untuk menghubungkan dua buah jaringan yang bersekala kecil tapi membutuhkan bandwidth yang besar akan menghabiskan banyak biaya jika menggunakan Fiber Optik dalam membangun infrastruktur Backbone. Media transmisi UTP menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya tetapi bandwidth maksimal yang hanya 100 Mbps menjadi masalah untuk membuat koneksi Backbone yang melewatkan paket data sekala besar di mana File Server, Web Server dapat diakses di dalam jaringan local di tambah lagi konesi jaringan Internet yang di share sehingga 100Mbps tidak cukup untuk mengatasi ini, Link Aggregation menjadi solusi untuk membuat jaringan Backbone yang murah, dengan menggunakan Router Mikrotik dan menggabungkan 3 Link Ethernet menjadi Satu untuk menghasilkan Troughput Bandwidth yang cukup untuk sebuah koneksi Jaringan Backbone.
PENERAPAN VIRTUAL ROUTING FORWARDING DAN ROUTE LEAKING UNTUK ROUTING IP ADDRESS DAN SUBNET YANG SAMA PADA MIKROTIK DI STMIK MUSIRAWAS LUBUKLINGGAU Arifin, M. Agus Syamsul
Jurnal Teknologi Informasi Mura Vol 9 No 1 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI MURA (TIMUR) JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.664 KB) | DOI: 10.32767/jti.v9i1.101

Abstract

Dalam mengkonfigurasi IP Address di interface perangkat router ketika melakukan Routing harus menggunakan IP Address yang memiliki subnet berbeda pada dua atau lebih interface router. Hal ini dikarenakan kerena setiap interface secara default ditujukan untuk keperluan routing yaitu menghubungkan network yang berbeda subnet. Jika menambahkan dengan IP address dengan subnet yang sama di lebih dari satu interface router maka akan mengakibatkan pembacaan rule routing pada system router menjadi kacau. pada kondisi tertentu membutuhkan untuk memasang 2 network dengan satu subnet pada lebih dari satu interface router. Untuk kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dilakukan dengan menggunakan Virtual Routing Forwarding dan Router Leaking. Dengan menggunakan teknik ini dapat mengkonfigurasi IP Address yang satu subnet di lebih dari satu interface router. Namun antar network ini terpisah dalam penggunaan tabel routing. Secara default router akan mengunakan FIB (Forwarding Information Base) dengan tabel Routing 'Main'. Sedangkan untuk VRF akan membuat sebuah tabel baru dan tidak terhubung secara langsung dengan tabel routing 'Main'.
PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN JARINGAN PADA UNIVERSITAS BINA INSAN LUBUKLINGGAU MENGGUNAKAN TEKNIK DEMILITARIZED ZONE (DMZ) Arifin, M. Agus Syamsul; Zulius, Antoni
Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas Vol 4 No 1 (2019): Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.42 KB) | DOI: 10.32767/jusikom.v4i1.443

Abstract

Abstrak Pengamanan Jaringan merupakan salah satu tindakan untuk menjaga data yang terdapat di server selain menggunakan metode enskripsi data terdapat juga salah satu Teknik yang di gunakan untuk mengamankan jaringan yaitu dengan menggunakan Teknik DMZ (Demilitarized Zone). DMZ merupakan sebuah area dalam jaringan yang di bangun untuk melindungi sistem internal dengan cara memisahkan lalulintas Data yang ada pada jaringan. Lalulintas data pada Jaringan Universitas Bina Insan Lubuklinggau tidak terfilter sehingga sistem internal yang ada  dalam hal ini adalah perangkat server tidak memiliki pengamanan selain sistem keamanan built in yang ada pada sistem operasi yang di gunakan oleh server Universitas (Firewall Sistem Operasi) pengguna yang mengakses jaringan Internet menggunakan IP Address yang biasa di gunakan mahasiswa dapat juga memasuki jaringan yang di gunakan oleh server secara langsung tanpa terfilter, dengan menggunakan Teknik DMZ lalulintas data Server yang ada akan dipisah dari Jaringan yang di gunakan oleh mahasiswa dan Jaringan Luar, sehingga mahasiswa dan pengguna hanya akan dapat mengakses port yang sudah di tentukan saja. Penggunaan Teknik DMZ nantinya akan menjadi sistem lapis pengamanan pertama dari server yang ada di Universitas Bina Insan Lubuklinggau agar beberapa port dapat terlindungi dari pengguna yang berusaha mengakses lebih dalam ke dalam Server. Kata kunci : Demilitarized Zone (DMZ), Keamanan Jaringan, Server Abstract  Network Security is one of the ways to maintain the data contained on the server besides using data encryption methods, there is also one of the techniques used to secure the network by using the DMZ (Demilitarized Zone) technique. DMZ is an area in a network that is built to protect internal systems by separating traffic data on the network. Data traffic on the Bina University Network Lubuklinggau Staff is not filtered so that the internal system in this case is that the server device has no security other than the built-in security system that is on the operating system used by the University server (Firewall Operating System) users accessing the Internet network using an IP address that is commonly used by students can also enter the network that is used directly by the server without filtering, using the DMZ technique data traffic Existing servers will be separated from the network used by students and the outside network, so students and users will only can only access the specified port. The use of the DMZ Technique will later become the first security layer system from the server at Bina University, Lubuklinggau, so that several ports can be protected from users trying to access deeper into the Server.  Keywords : Demilitarized Zone (DMZ), Network Security, Server