Salsabila, Syefira
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAN SENYAWA AROMATIK DARI BUAH WUALAE (ETLINGERA ELATIOR) Sahidin, Sahidin; Salsabila, Syefira; Wahyuni, Wahyuni; Adryan, Fristiohady; Imran, Imran
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Syarif Hidayatullah State Islamic Uni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.334 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v5i1.8658

Abstract

Buah tanaman wualae (bahasa Tolaki) atau Etlingera elatior digunakan oleh masyarakat Tolaki (Sulawesi Tenggara) sebagai bumbu masak dan obat tradisional. Untuk mengungkap potensi tersebut, khususnya buah wualae, dilakukan kajian fitokimia dan farmakologi buah wualae. Kajian fitokimia meliputi isolasi dan penentuan struktur dikerjakan dengan metode kromatografi (kromatografi vakum cair dan kromatografi radial) dan spektroskopi (1H dan 13C NMR). Kajian farmakologi meliputi uji aktivitas biologi terhadap enam jenis bakteri (Bacillus subtilis FNCC 0060, Escherichia coli ATCC 35218, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Salmonella enterica ATCC 14028, Staphylococcus aureus ATCC 25923, dan Streptococcus mutans ATCC 25175). Hasilnya menunjukkan tiga senyawa fenolik telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari buah wualae yaitu asam vanilat (1), asam p-hidroksibenzoat (2), dan asam kumarat (3). Ketiga senyawa tersebut pertama kali dilaporkan berhasil diisolasi dari buah E. elatior. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol buah wualae dan tiga senyawa hasil isolasi menunjukkan bahwa sampel tersebut paling aktif terhadap bakteri S. mutans. Dengan demikian aktivitas senyawa-senyawa hasil isolasi dari buah E. elatior  berkorelasi dengan aktivitas ekstrak metanol buah E. elatior  terhadap S. mutans, dimana senyawa paling aktif adalah asam vanilat. Ekstrak yang dominan mengandung asam vanilat dari tanaman ini dapat dikembangkan sebagai herbal antibakteri S. mutans seperti herbal karies gigi dan obat kumur. Kata kunci: Etlingera elatior, wualae, buah, senyawa aromatik, antibakteri. The fruits of wualae (Tolakinese) or Etlingera elatior is utilized by Tolakinese (Sulawesi Tenggara) as spices and traditional medicine. To reveal the potencies, a study on phytochemical and pharmacological aspects have been carried out. The phytochemical study includes isolation and structure determination used chromatography methods (vacuum liquid chromatography and radial chromatography) and spectroscopy methods (1H NMR and 13C NMR). Biological activity was evaluated against some bacteria that are Bacillus subtilis FNCC 0060, Escherichia coli ATCC 35218, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Salmonella enterica ATCC 14028, Staphylococcus aureus ATCC 25923, and Streptococcus mutans ATCC 25175). The results showed that three aromatic compounds had been isolated and identified that are vanillic acid (1), p-hydroxybenzoic acid (2) and coumaric acid (3). All compounds are firstly reported that successfully isolated from fruits of Wualae. Antibacterial potency indicated that the methanol extracts and the isolated compounds are the most active towards S. mutans and have good activity correlation between the extracts and the compounds. Vanillic acid is the most active compound from E. elatior fruits. Thus, the extracts contain dominantly vanillic acid from          E. elatior fruits can be developed to be antibacterial herbals caused by S. mutans. Keywords: Etlingera elatior, wualae, fruits, aromatic compounds, antibacterial activity.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI SISWA SMP NEGERI DI KECAMATAN BANJARMASIN UTARA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Sukmawati, R. Ati; Salsabila, Syefira
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i2.4632

Abstract

Salah satu tujuan dari pembelajaran matematika yaitu memiliki kemam­puan memecahkan masalah suatu masalah. Salah satu pelajaran yang dipercaya dapat meng­ukur kemampuan pemecahan masalah siswa adalah geometri karena banyak membahas tentang benda-benda, definisi, simbol dan gambar yang dapat dijadikan ide atau gagasan oleh siswa. Penelitian yang dilakukan guna untuk menge­tahui bagai­­mana kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dalam matema­tika pada siswa SMP Negeri di Kecamatan Banjarmasin Utara dan mendapatkan gam­ba­ran ten­tang kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini memakai metode des­kriptif. Populasi penelitiannya yaitu seluruh SMP Negeri di Kecamatan Banjarmasin Utara, sedangkan sampel penelitiannya adalah SMP Negeri 27 Banjar­masin dan SMP Negeri 32 Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik sampel acak bertujuan, yakni dengan memilih sekolah yang memiliki kurikulum KTSP dan KKM matematika sama yaitu 75. Pengumpulan data dilakukan dengan mengguna­kan tes, yakni beru­pa soal uraian dan dianalisis. Hasil dari penelitian memperlihatkan (1) kemampuan pe­me­cahan masalah geometri siswa SMP Negeri di Kecamatan Banjarmasin Utara tahun pelajaran 2016/2017 berada pada kualifikasi baik (2) rata-rata nilai akhir dari seluruh siswa berada di atas nilai KKM yang ditentukan sekolah (3) dari hasil uji beda satu arah dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh kesimpulan tidak ada perbe­daan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa SMP Negeri di Kecamatan Banjarmasin Utara.Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, geometri