Leviana, Wilandika
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SUHU TERHADAP KADAR AIR DAN AKTIVITAS AIR DALAM BAHAN PADA KUNYIT (CURCUMA LONGA) DENGAN ALAT PENGERING ELECTRICAL OVEN Leviana, Wilandika; Paramita, Vita
METANA Vol 13, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1174.163 KB) | DOI: 10.14710/metana.v13i2.18012

Abstract

Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (parenial). Kandungan air yang cukup tinggi membuat kunyit harus diolah sebelum disimpan dalam jangka waktu yang lama. Pada penelitian ini pengeringan kunyit dengan menggunakan electrical oven. Proses pengeringan kunyit dilakukan dengan variabel berubah seperti jenis bahan, suhu, dan ketebalan irisan. Jenis bahan yang digunakan yaitu kunyit orange dan kunyit putih, variabel suhu pengeringan 700C, 800C, 1000C serta variabel irisan 1mm, 2mm, 3mm, dan 4mm. Uji analisa pada penelitian ini meliputi analisa kadar air, aktivitas air, dan organoleptik seperti uji warna, aroma, dan penampakan fisik. Pada penilitian tersebut didapatkan variabel optimal pada jenis kunyit orange dan putih yaitu pada variabel suhu pengeringan 800C dengan ketebalan irisan 3mm waktu pengeringan selama 135 menit untuk kunyit putih dan 150 menit untuk kunyit orange. Kadar air sebesar 3,515% dan 0,11 aktivitas air pada kunyit putih, aroma dan bentuk yang khas warna dan kunyit serta tidak berubah bentuk, sedangkan pada kunyit orange kadar air sebesar 2,741% dan aktivitas air sebesar 0,061 aroma yang sedikit khas kunyit dengan warna putih kekuningan. Effect of Temperature on Water Content And Water Activity In Material On Turmeric (Curcuma Longa) With Tools Electrical Oven Dryer Turmeric is a medicinal plant of bush and annual (parenial). The water content is high enough to make turmeric should be processed before being stored for long periods. In this research drying turmeric using electrical oven. The process of drying turmeric by changing variables such as material type, temperature, and slice thickness. Type of materials used are orange turmeric and white turmeric, drying temperature variables 700C, 800C, 1000C and variable slices 1mm, 2mm, 3mm, and 4mm. Test analysis in this study include water content, water activity, and organoleptic analysis such as color, aroma, and physical appearance. In the research, the optimum variables on turmeric and white turmeric were varied in drying temperature 800C with 3mm slice thickness drying time for 135 minutes for white turmeric and 150 minutes for turmeric. Water content of 3,515% and 0.11 of water activity in white turmeric, aroma and shapes typical of color and turmeric and unchanged, while in turmeric orange moisture of 2.741% and water activity of 0.061 a slightly turmeric-white scent with white Yellowish. 
PENGAMBILAN POLIFENOL DARI TEH HIJAU (Camellia sinensis) DENGAN CARA EKSTRAKSI MENGGUNAKAN AQUADEST SEBAGAI PELARUT Firyanto, Rudi; Mulyaningsih, MF Sri; Leviana, Wilandika
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman teh merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis dan substropis. Teh mengandung banyak bahan ? bahan aktif yang berfungsi sebagai antioksidan maupun antimikroba. Teh hijau merupakan salah satu dari jenis teh yang mengandung polifenol tinggi. Polifenol berfungsi sebagai antioksidan yang efektif bagi tubuh. Antioksidan dapat membantu regenerasi sel, merangsang pengeluaran insulin dan meningkatkan kesensitifan reseptor insulin. Pengambilan polifenol dalam teh dapat dilakukan dengan cara ekstraksi. Pada penelitian ini dilakukan dengan tiga variabel berubah yaitu pengadukan, ukuran dan suhu dengan variasi pengadukan 100 dan 200 rpm, ukuran teh 25 ? 50 mesh dan 80 ? 100 mesh dengan suhu pemanasan 40 0C dan 80 0C dan diperoleh variabel yang paling berpengaruh yaitu ukuran serbuk. Kondisi optimal yaitu pada pengadukan 200 rpm, ukuran 80-100 mesh, dan suhu ekstraksi 800oC, didapatkan nilai yield 29,3%.Kata kunci: aquades, ekstraksi, polifenol