Dewi, Yohana Kusuma
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK KULIT PISANG BARANGAN (MUSA ACUMINATA L.) YANG DIPERKAYA DAGING IKAN LELE (CLARIAS SP.) CHANDRA, DEFRI ORCHIO; Dewi, Yohana Kusuma; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.252 KB)

Abstract

ABSTRAKKerupuk merupakan makanan kering yang dibuat dari tepung pati dengan penambahan bahan-bahan lainnya. Kulit pisang barangan (Musa acuminata L.) merupakan bagian dari buah yang kaya karbohidrat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kerupuk sekaligus menjadi alternatif permasalahan limbah. Peningkatan nutrisi kerupuk pati dilakukan dengan penambahan daging lele. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan organoleptik kerupuk kulit pisang barangan yang diperkaya daging lele. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor perlakuan yaitu komposisi perbandingan kulit pisang barangan dan daging ikan lele yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan formulasi terbaik adalah 35 g kerupuk kulit pisang barangan yang ditambah 15 g daging ikan lele. Karakteristik fisikokimia formulasi terbaik kerupuk yang dihasilkan kadar air (8,51%), abu (1,17%), lemak (1,25%), protein (0,23%), dan kadar karbohidrat (88,60%). Karakteristik organoleptik formulasi kerupuk tersebut aroma 5,57 (suka), warna 5,33 (agak suka), rasa 5,77 (suka) dan kerenyahan 6,17 (suka).                                                                          Keywords :  Kerupuk, kulit pisang barangan, ikan lele
PROGRAM IPTEKS BAGI DESA MITRA (IBDM): DIVERSIFIKASI HASIL PANEN TANAMAN LOKAL SEBAGAI UPAYA AKSELERASI KETAHANAN PANGAN DESA LINGGA DI KALIMANTAN BARAT Dewi, Yohana kusuma; Oke, Lestari Ananadika; Komariyati, Pambudi Ihsan; Sarmila, Sarmila Sarmila
INOTEKS Vol 21, No 2: Agustus 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.649 KB)

Abstract

Lingga is one of the food-vurnerable villages in Sungai Ambawang sub-districtKalimantan Barat. Taro, cassava, cempedak, papaya and pineapples as a local agricultural product from the village. The problem is during the high harvest, low price because it is sold fresh and farming management is only intuition, so the family income is low and still food insecure. The objective of IbDM?s of enhancing family food security  and productivity also income of farmers' groups, young people and Lingga village PKK women's groups by  the diffusion of cassava and taro flour technology, soft candy production from local fruits, packaging and labeling, and marketing strategies. Methods of implementation include socialization, training and mentoring, evaluation and monitoring. The results show thats program improves the knowledge and skills of three groups also enhances entrepreneurial motivation and product utilization for household food security as well as for family income.
PENGARUH EKSTRAK FENOLIK DAUN BAWANG HUTAN (SCORODOCARPUS BORNEENSIS) TERHADAP KERUSAKAN MINYAK KEDELAI Riyanto, -; Dewi, Yohana Kusuma; Mayasari, Eva
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak fenolik daun bawang hutan terhadap kerusakan minyak kedelai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan, yaitu 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm dan BHT 200 ppm sebagai kontrol positif. Penelitian dilakukan dengan maserasi daun bawang hutan menggunakan pelarut etanol 96% : aquadest (70:30 v/v) selama 24 jam dan pelarut diuapkan. Setelah itu ekstrak ditambahkan ke minyak kedelai sesuai perlakuan dan minyak dipanaskan dalam oven selama tiga jam dengan suhu 1800C. Parameter pengamatan pada ekstrak adalah rendemen, kadar air dan total fenol, sedangkan parameter kerusakan minyak kedelai adalah asam lemak bebas. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstraksi bawang hutan menghasilkan rendemen 5,76%, kadar air 24,5%, total fenol 101,34 mgGAE/g dan konsentrasi ekstrak daun bawang hutan terbaik terhadap kerusakan minyak kedelai adalah 300 ppm dengan asam lemak bebas 0,13%. Kata kunci : daun bawang hutan, konsentrasi ekstrak, kerusakan minyak