silvitasari, ika
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Response Time dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang IGD RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen silvitasari, ika; Wahyuni, W.
Gaster : Jurnal Kesehatan Vol 17, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1832.392 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v17i2.365

Abstract

Instalasi gawat darurat merupakan unit pelayanan kesehatan untuk pasien dengan kondisi gawat dan darurat. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Response time atau watu tanggap yang dibutuhkan untuk memberikan penanganan pasien ? 5 menit. Anggota keluarga dengan kondisi gawat darurat akan menyebabkan kekhawatiran bagi keluarga yang mengantar dan menunggu. Tujuan : tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Response Time dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang IGD RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode : metode penelitian adalah cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan mendapatkan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan menggunakan State Anxiety Inventory (S-AI) Form Y dan lembar response time untuk mengetahui waktu tanggap perawat. Hasil : uji analisis statistik menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan 95%, didapatkan nilai p=0,026 atau (p<0,05), sehingga didapatkan bahwa terdapat hubungan antara Response Time dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang IGD RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan : Semakin cepat response time perawat terhadap pasien akan menurunkan tingkat kecemasan keluarga. Rekomendasi : melakukukan penelitian lebih lanjut tentang response time terhadap kecemasan dengan menambahkan variebel, jumlah responden dan menggunakan metode penelitian yang berbeda.
PENINGKATAN PENGETAHUAN HIPERTENSI DAN PELATIHAN PENGHITUNGAN NADI DAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH PADA KADER POSYANDU DI DESA SIDOREJO Wahyuni, W.; sri wahyuni, endah; silvitasari, ika
WARTA WARTA LPM Vol. 22, No. 1, Maret 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.6708

Abstract

Posyandu seniors are the center of community activities in the efforts of health services in the elderly. Posyandu as a place of activities that nuances community empowerment, The main problems faced by posyandu include facilities that are not yet adequate, lack of active cadres, lack of knowledge of cadres about health, not yet able to use appropriate technology, namely blood pressure checks, vital signs which include pulse counting , body temperature measurement and blood sugar examination, examination of gout, The aim of the activity is to help posyandu health cadres by disseminating information about hypertension knowledge and training on the use of appropriate technology by checking blood pressure, blood sugar testing, gout testing, cholesterol testing, marking measurements vital signs through training. Method; the methods implemented in this activity are training, mentoring after training activities and competitions to find out the improvement of both knowledge and skill results; Cadre's knowledge of hypertension increases, cadre skills in terms of blood pressure measurement and measurement of vital signs are increasingly skilled. The resulting output of hypertension care pocket books with ISBNs, intellectual property rights, scientific articles published in community service journals with ISSN, posters for elderly, feedback sheets, publications in online media, publications in print media the conclusions of cadre knowledge about hypertension are increasing. Skill of measuringbloodpressureincreases
Glasgow Coma Scale and Full Outline of Unresponsiveness Score Instruments to Determine Patient Outcome: A Systematic Review Silvitasari, Ika; Wahyuni, Wahyuni
Indonesian Journal of Medicine Vol 4, No 4 (2019)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.789 KB)

Abstract

Background: Glasgow Coma Scale (GCS) and Full Outline of Unresponsiveness Sco­re (FOUR score) are instruments to determine the level of patient consciousness. The­se instruments require good sensitivity and specificity, so that they can be used quickly and easily. This study aimed to determine the validity and reliability of GCS and FOUR sco­re instruments in determining adult patient outcome.Subjects and Method: This study was a systematic review study. The search for the articles involved the client population treated in the ICU, Emergency Installation and neu­rology room, patients who did not receive sedation or neuro blockers, were ob­ser­ved by health workers. The outcomes were in the form of death of patients in the hos­pi­tal, mRS, Glasgow outcome score, and APACHE II. This study were carried out using EBSCO, Sciencedirect, Pubmed, and Google Scholar, restricted articles from 2007-2017, and observational study. The number of articles that was in accordance with the in­clusion and exclusion criteria for this study was 9 articles. All articles found were used as sample.Results: The average sensitivity and specificity values of the GCS instrument and FOUR Score were close to 1 or 100%. From the 8 articles found, all got sensitivity and specificity values by >50%.Conclusion: The FOUR instrument score can be used as a substitute for GCS to assess the level of patient consciousness with patient outcomes (death) in ICU.Keywords: glasgow coma scale, full outline of unresponsiveness score, outcomeCorrespondence: Ika Silvitasari. School of Health Sciences Aisyiyah, Surakarta, Central Java. Jl. Ki Hajar Dewantara 10, Surakarta 57126, Central Java. Email: mouse_02april­@yahoo.com.Indonesian Journal of Medicine (2019), 4(4): 339-345https://doi.org/10.26911/theijmed.2019.04.04.06
PENGARUH SELF MANAGEMENT DIETARY COUNSELLING (SMDC) TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HEMODIALISIS Hermawati, Hermawati; Silvitasari, Ika
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v7i1.164

Abstract

Pasien dengan gagal ginjal membutuhkan diet ketat untuk mempertahankan kualitas hidup. Metode Self Management Dietary Counselling (SMDC). SMDC dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan merubah perilaku menjadi lebih baik untuk menjaga nutrisi tubuh pasien gagal ginjal agar kualitas hidup pasien menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh&nbsp; SMDC &nbsp;terhadap kualitas hidup pada pasien hemodialisis. Metode penelitian yaitu &nbsp;pre-test and post-test with control group design (quasi experiment with control). Sampel yang dilibatkan yaitu pasien hemodialisis sebanyak 40 orang. Teknik sampling menggunakan non pobablity sampling dengan pendekatan consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan KDQoL SF-36 dan teknik konseling SMDC. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata 76,30 (kelompok I) dan 76,05 (kelompok II) yang berarti responden memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup, dengan nilai p=0,000. Pemberian konseling hendaknya diberikan kepada pasien yang menjalani hemodialisa karena konsep SMDC perlu diterapkan dalam keperawatan untuk menangani pasien-pasien dengan penyakit kronis, seperti diabetes mellitus dan gagal hinjal kronis yang menjalani hemodialisa (Hidayati, 2012). Self Mangement Dietary Counseling (SMDC) dapat meningkatkan &nbsp;kualitas hidup pada pasien hemodialisis dan diharapkan menjadi rujukan bagi pelayanan kesehatan, institusi pendidikan dan bagi peneliti sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien agar tetap stabil. &nbsp; &nbsp;