Articles

Found 27 Documents
Search

THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON THE SELECTION OF HEALTHY SNACKS FOR SCHOOL Putri, Ronasari Mahaji
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): JANUARI
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v10i1.6372

Abstract

Usia sekolah merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan anak.Asupan makan yang baik dan bergizi akan sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah.  Jajanan bisa dianggap sebagai salah satu kebutuhan anak sekolah yang harus dipenuhi. Pemilihan jajan anak yang tidak sehat berdampak pada kesehatan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan pendidikan kesehatan terhadap pemilihan jajan sehat anak sekolah.Merupakan penelitian quasy eksperiment dengan the one group pre test post test design. Populasi adalah seluruh anak SD Merjosari 3 Malang sejumlah 196 orang. Sampel sejumlah 69 anak diambil melalui purposive sampling.  Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji t test 2 sampel berpasangan. Hasil penelitian diketahui  pengetahuan pemilihan jajan anak meningkat setelah pemberian pendidikan kesehatan dari kategori cukup ( 54,2%)  menjadi baik (47%).Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pemilihan jajan anak di SDN 3 Merjosari Malang (pvalue 0,00) dengan kekutan hubungan 0,912
PERSONAL HYGIENE PADA ANAK SD NEGERI MERJOSARI 3 Silalahi, Verarica; Putri, Ronasari Mahaji
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.7 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i2.821

Abstract

Personal hygiene adalah kebersihan dan kesehatan perorangan yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri dan orang lain, baik secara fisik maupun psikologis. Faktor yang memengaruhi personal hygiene adalah kebudayaan, agama, lingkungan, tingakatan perkembangan sesuai usia, kesehatan dan energi, serta preferensi pribadi. Mitra adalah SD Negeri Merjosari 3. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan mitra mengenai konsep personal hygiene yang baik dan benar. Selain itu, tidak adanya program UKS mengenai personal hygiene menambah kurangnya penyebarluasan informasi mengenai personal hygiene yang baik dan benar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang disertai dengan demonstrasi konsep personal hygiene. Dari hasil pemeriksaan personal hygiene, didapatkan bahwa permasalahan mitra paling banyak adalah masalah gigi berlubang (63%) dan masalah kuku panjang dan/atau kotor (62%). Kegiatan selanjutnya adalah memberikan penyuluhan mengenai konsep personal hygiene yang baik dan benar. Keikutsertaan siswa terlihat dari antusias mereka ketika diberikan penyuluhan dan demonstrasi cara mencuci tangan. Kehadiran siswa dalam mengikuti penyuluhan adalah 99,49%.
PEMERIKSAAN PERTUMBUHAN DAN PERSONAL HYGIENE ANAK PRA SEKOLAH DI RA PESANTREN AL MADANIYAH Putri, Ronasari Mahaji; Maemunah, Neni; Rahayu, Wahidyanti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.807 KB) | DOI: 10.33366/japi.v1i1.459

Abstract

Masa balita merupakan masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Penilaian pertumbuhan dan perkembangan dapat dilakukan sedini mungkin sejak anak dilahirkan. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan merupakan upaya penjaringan yang dilaksanakan secara komprehensif untuk menemukan adanya penyimpangan tumbuh kembang dan mengenal faktor resiko pada.Personal hygiene  adalah upaya yang dilakukan oleh individu untuk menjaga kebersihan pribadinya agar terhindar dari penyakit. Masih rendahnya daya tahan tubuh anak di usia ini memungkinkan banyaknya penyakit yang akan diderita jika personal hygine anak tidak diperhatikan. Pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan pertumbuhan dan personal hygiene anak dilakukan terhadap 42 anak pra sekolah di RA Pesantren Al Madaniyah.Pemeriksaan pertumbuhan meliputi pengukuran berat badan,tinggi badan,lingkar lengan atas dan lingkar kepala.Sedangkan personal hygiene dilakukan melalui pemeriksaan kebersihan rambut,telinga,gigi dan kulit. Hasil didapatkan sebagian besar anak mempunyai berat badan dan tinggi badan yang seimbang, kebersihan rambut dan kulit yang baik. Sedangkan kebersihan telinga masih kurang dan banyak anak yang mengalami karies gigi. 
GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PENYEDIAAN MAKANAN KUDAPAN YANG BERESIKO BAGI KESEHATAN ANAK Putri, Ronasari Mahaji; Dewi, Novita; Maemunah, Neni
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.506 KB) | DOI: 10.22219/jk.v11i1.9653

Abstract

Makanan yang beredar di masyarakat banyak yang tidak memenuhi kriteria makanan kudapan sehat. Banyak anak yang cenderung mengkonsumsi makanan kudapan tidak sehat. Penyediaan makanan kudapan oleh ibu selaku pengatur konsumsi keluarga sangat menentukan jenis makanan kudapan yang dikonsumsi oleh anak.Ibu yang bijaksana akan berusaha menyediakan makanan kudapan yang sehat untuk anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyediaan makanan kudapan anak yang beresiko pada kesehatan anak oleh ibu rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di Posyandu Guyup Rukun RW.05 Penanggungan Klojen Jawa Timur dengan sampel yang diambil dengan teknik total sampling yakni sejumlah 41 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah penyediaan makanan kudapan. Instrumen yang digunakan adalah lembar ceklist dan lembar konsumsi makanan kudapan dari segi jenis dan frekuensi.Analisa data dengan menggunakan analisa multivariate. Hasil diketahui sebagian besar ibu berperilaku dalam penyediaan jajan sesuai permintaan anak di televise, tidak memberikan bekal sehat, tidak memberikan uang saku dan cenderung menyediakan makanan kudapan yang beresiko bagi kesehatan anak, yakni sosis tempura,  nasi ayam nugget, mie goreng  dan tidak menyediakan minuman yang menyehatkan seperti jus buah sebagai makanan kudapan anak.
USIA MENARCHE DARI SUDUT PANDANG KONSUMSI FASTFOOD DAN PAPARAN MEDIA PORNO Putri, Ronasari Mahaji; Novitadewi, Novitadewi; Maemunah, Neni
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol 9, No 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v9i1.180

Abstract

Many young women experience accelerated menarche age compared to previous years. The high consumption of fast food and exposure to pornographic media is one of the factors that is suspected to influence the age of menarche acceleration. The purpose of this study was to determine the relationship of junk food consumption, media exposure to the age of menarche in young women. The research design uses cross-sectional. The population is all VII grade students of SMPN 26 Malang, with a sample of 90 students obtained by using simple random sample technique. The instrument uses a questionnaire and a checklist sheet. Data analysis using Fisher's exact test. The results of the study revealed that the majority of respondents consumed fast food in the low category of 82 people (91.1%). Most of the children experienced low exposure to pornographic media, namely 80 people (88.9%). Statistical tests show that there is no relationship between junk food consumption (p value = 0.416), and exposure to pornographic media (p value = 0.270) with the age of menarche in SMPN 26 Malang students. It is recommended for further researchers to explore the determinants of the acceleration of the age of menarche in adolescent girls, as well as the delay in the age of menarche, further research needs to be done
KOMUNIKASI TERAPEUTIK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KELUARGA STROKE ISKEMIK TENTANG GOLDEN TIME STROKE DI RUANG PERAWATAN RS PANTI WALUYA MALANG Suwarti, Brigita Aprilia; Putri, Ronasari Mahaji; Lasri, Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penanganan stroke ada waktu emas atau golden time dimana seseorang yang mengalami serangan stroke dalam waktu 3 jam setelah serangan stroke harus segera mendapatkan penanganan medis. Pengetahuan keluarga tentang golden time stroke masih kurang. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 10 keluarga pasien di ruang perawatan RS Panti Waluya Malang didapatkan sebanyak 4 keluarga tidak mengetahui tanda-tanda dan gejala stroke dan sebanyak 6 keluarga pasien tidak memahami bahwa stroke merupakan kondisi gawat darurat yang butuh penanganan cepat. Komunikasi terapeutik merupakan kegiatan yang direncanakan secara sadar dan dipusatkan kepada klien untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap pengetahuan keluarga stroke iskemik tentang golden time stroke di ruang perawatan RS Panti Waluya Malang. Desain penelitian one group pre-post design. Sampel penelitian sebanyak 15 responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji marginal homogeinity. Hasil penelitian sebelum dilakukan komunikasi terapeutik yaitu sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 9 responden (60%). Setelah dilakukan komunikasi terapeutik berpengetahuan baik sebanyak 10 responden (67%). Ada pengaruh yang signifikan dengan dilakukan komunikasi terapeutik tentang golden time stroke, sehingga disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik tentang golden time stroke dapat meningkatkan pengetahuan keluarga stroke iskemik di ruang perawatan RS Panti Waluya Malang. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan tentang golden time stroke. In the treatment of stroke there is a golden time or golden time where someone who has a stroke within 3 hours after a stroke must get medical treatment immediately. Family knowledge about golden time stroke is still lacking. Based on a preliminary study of 10 families of patients in the treatment room of Panti Waluya Hospital Malang, as many as 4 families did not know the signs and symptoms of stroke and as many as 6 families of patients did not understand that a stroke is an emergency condition that needs quick treatment. Therapeutic communication is an activity that is consciously planned and centered on the client to increase understanding and knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of therapeutic communication on the knowledge of ischemic stroke families about golden time stroke in the treatment room at Panti Waluya Hospital Malang. One group pre-post design research design. The research sample of 15 respondents with simple random sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Data analysis using marginal homogeinity test. The results of the study prior to therapeutic communication that most of the less knowledgeed as many as 9 respondents (60%). After well-informed therapeutic communication, 10 respondents (67%). There is a significant influence by conducting therapeutic communication about golden time stroke, so it can be concluded that therapeutic communication about golden time stroke can increase the knowledge of ischemic stroke families in the treatment room at Panti Waluya Hospital Malang. It is recommended to further researchers to conduct research on the factors that influence knowledge about golden time stroke. Keywords: Communication, Therapeutic, Knowledge, Golden Time, Ischemic Stroke
GAMBARAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) LANSIA PADA TATANAN RUMAH TANGGA Putri, Ronasari Mahaji
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 2 (2019): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elderly is an age group that has experienced a decline from many aspects, namely physical, psychological and social. With this limitation, it will greatly affect the ability / independence in implementing PHBS. Healthy behavior supporting successful aging in the elderly The aim of the study is to describe the application of Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) to the elderly in the household setting. This research is a descriptive research. The study population was all elderly in RT 03 RW 06 Tlogomas Malang with 41 people, samples were taken using total sampling technique. The instrument used was a PHBS questionnaire containing 10 indicators of 20 questions. Data collection was carried out through questionnaires accompanied by mentoring the elderly in answering the questionnaire questions. Data analysis was carried out with the help of SPSS version 17 using the univariate test. The results of the study revealed that most of the elderly had the application of PHBS in the Good category. However, indicators of elderly PHBS namely eradicating mosquito larvae, exercising regularly, and smoking in the house still show a bad category.
PERBEDAAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 2-3 TAHUN PADA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Lastri, Lastri; Utami, Ngesti W.; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.087 KB)

Abstract

Profesi ibu baik sebagai ibu bekerja atau ibu rumah tangga juga memberikan perkembangan social anak yang kurang baik jika pendampingan kurang maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun pada ibu yang bekerja dan tidak bekerja di RW 06 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain cross sectional dengan pendekatan studi komparatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 ibu bekerja dan 14 ibu tidak bekerja yang diambil menggunakan teknik accidental sampling dimana pengambilan sampel sesuai dengan sumber data yang cocok. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu mann whitney dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa lebih dari separuh (64,7%) perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun kurang sesuai pada ibu yang bekerja danlebih dari separuh (71,4%) perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun kurangsesuai pada ibu yang tidak bekerja di RW 06 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, sedangkanuji mann whitney dinyatakan ada perbedaan perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun pada ibu yang bekerja dan tidak bekerja di RW 06 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan p-value (0,004 < 0,050). Diperlukan peran kedua orang tua untuk meningkatkan kualitas pendampingan terhadap anak dan memberikan perhatian yang cukup kepada anak dengan menyediakan waktu luang untuk berinteraksi bersama. Kata Kunci : Anak usia 2-3 tahun, ibu yang bekerja dan tidak bekerja, perkembangan sosial
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN PEMILIHAN MAINAN EDUKATIF ANAK USIA TODDLER DI PAUD MELATI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Hendra, Hendra; Prastiwi, Swito; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.346 KB)

Abstract

Banyak orang tua belum mengetahui manfaat dan fungsi dalam memilih mainan. Para orang tua/ibu membelikan mainan apa yang disukai anak tanpa memperhatikan fungsi dan manfaat mainan edukatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan pemilihan mainan edukatif anak usia toddler di PAUD Melati RW 02 Kelurahan Tlogomas Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah semua ibu di PAUD Melati RW 02 Kelurahan Tlogomas Malang. Sampel dalam penelitian ini 49 orang diambil dengan teknik total sampling dan dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 34 orang (69,4%) memiliki pengetahuan baik dan 44 orang (89,8%) dapat memilih mainan edukatif dengan baik. Hasil analisis dengan uji Spearman rank menunjukan p-value 0,036. Artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan pemilihan mainan edukatif anak usiatoddler. Saran bagi orang tua untuk meningkatkan pengetahuan tentang mainan edukatif dengan cara memperbanyak mendapatkan sumber informasi melalui media massa. Bagi peneliti selanjutnya perlu meneliti faktor-faktor yang terkait dengan pemilihan mainan edukatif. Kata kunci : Anak usia toddler, pengetahuan orang tua, pemilihan mainan edukatif.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DALAM PEMILIHAN JAJAN PADA ANAK USIA SEKOLAH 7-9 TAHUN DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Febriani, Kiki; Candrawati, Erlisa; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.833 KB)

Abstract

Pada saat ini banyak di temukan makanan jajanan yang tidak sehat beredar di lingkungan sekolah sehingga perlu adanya pendidikan kesehatan kepada anak tentang pemilihan jajanan sehat, karena jajan memegang peranan penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi anak selama sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dalam pemilihan jajan pada anak usia sekolah 7-9 tahun. Desain penelitian mengunakan desain pra-post eksperimen dengan menggunakan pendekatan pre test-pos test desain. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 63 anak usia sekolah 7-9 tahun dengan penentuan sampel penelitian menggunakan simple random sampling sehingga didapatkan sebanyak 16 anak yang dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu paired t test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebelum pendidikan kesehatan lebih dari separuh (62,5%) anak memiliki pengetahuan cukup tentang pemilihan jajan dan sesudah pendidikan kesehatan lebih dari separuh (75,0%) anak memiliki pengetahuan baik tentang pemilihan jajan, sedangkan hasil paired t test membuktikan pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dalam pemilihan jajan pada anak usia sekolah 7-9 tahun di SDN 02 Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang dengan p-value = (0,000) < (0,050). Berdasarkan hasil dapat dipahami pendidikan kesehatan memberi peningkatan pengetahuan pada anak tentang pemilihan jajan sehingga menimbulkan perilaku sehat yang dapat meningkatkan derajat kesehatan anak.