Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMENT DI CIKARANG Kartohardjono, Aripurnomo; Nuridin, Nuridin
Jurnal Konstruksia Vol 9, No 1 (2017): Jurnal Konstruksia Vol 9 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.9.1.41-58

Abstract

Abstrak : Biaya untuk sebuah pembangunan suatu proyek sangatlah penting tetapi kalau dalam penggunaannya tidak ada pengendalian maka keuangan pemilik proyek akan rugi. Pada pembangunan proyek apartemen di Cikarang ini pekerjaan arsitektur (pekerjaan dinding, pekerjaan precast facade, pekerjaan plafond, pekerjaan lantai, pekerjaan pintu jendela, pekerjaan railing, pekerjaan sanitair) memakan biaya yang lebih besar dibanding pekerjaan lainnya. Value engineering merupakan salah satu cara untuk menekan faktor biaya tersebut karena akan mengidentifikasi item pekerjaan apa yang mungkin banyak mengeluarkan biaya dengan cara melalui tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, dan tahap rekomendasi serta menggunakan metode paired comparason dalam menentukan faktor yang akan digunakan sebagai desain penggantinya. Pengeluaran biaya pekerjaan dinding eksisting sebesar Rp.10.189.035.186, setelah dilakukan proses value engineering dengan alternatif 1 didapatkan biaya sebesar Rp. 8.052.748.444 atau ada penghematan Rp.2.136.286.741 (20.97%). Dan dengan alternatif 2 didapatkan biaya sebesar Rp.8.134.383.474 atau ada penghematan Rp.2.054.651.711 (20.17%). Kata Kunci : value engineering, tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap rekomendasi Abstract : The cost for development a project is very important but if there is not control for its use than the project owner?s finansial loss. In the construction of an apartement project in Cikarang this architectural work (wall work, precast facade work, celling work, floor work, window work, railing work, sanitair work) cost more than other. Value engineering is one way to minimize the cost factor because it will identify what items of work may cost a lot by going through the information stage, crative phase, analisis phase, and recomendation stage and using paired comparason method in determining the factors to be used as design his successor. Expenditure of existing wall work costs Rp. 10.189.035.186, after the value engineering process with alternative 1, it was found that the cost of Rp. 8.052.748.444 or Rp.2.136.286.741 (20.97%). And with the alternative 2 obtained a cost of Rp.8.134.383.474 or there is savings Rp.2.054.651.711 (20.17%). Keywords : Value engineering, information phase, creative phase, analysis phase, recomendation phase.
ISLAMIC VALUES IN INCLUSION LEARNING MANAGEMENT IN SCHOOL OF LIFE LEBAH PUTIH SALATIGA Nuridin, Nuridin; Jupriyanto, Jupriyanto; Indraswari, Elvrida Rosalia
QUALITY Vol 7, No 2 (2019): QUALITY
Publisher : Pascasarjana STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v7i2.6294

Abstract

Inclusion is a program that is being heavily campaigned by the government. Inclusion emphasizes on ethics, social solidarity that education is for all. Inclusion adheres to the principle of flexibility in terms of both curriculum and defensive management. Learning management is the heart of learning and learning is an effort to develop one's life skills . The purpose of this research is to describe: (1) planning (2) organizing; (3) implementation of: and (4) an inclusive learning assessment system in the Salatiga White Bee School of Life .This study uses a qualitative approach. The research subjects were the Principal and facilitators of thegrade 1st-3rd. Data collection techniques use semi-structured interviews, participatory observation, and documentation studies. Data analysis techniques include data reduction, data display, and data conclusion, while the technique of data validity uses triangulation of data.Based on the results of the study it can be concluded that: (1) planning of inclusive learning School of Life Lebah Putih Salatiga includes: (a) the curriculum used is KTSP which is formulated in the style of the Lebah Putih; (b) all zone facilitators, and school consultants are involved in establishing learning plans; (2) organizing includes organizing the layout of learning, learning resources, and methods as well as the media in learning; (3) the implementation of: (a) the child is guided to develop life skills and find their identity; (b) learning at the White Bee prioritizes enjoyable learning; (c) there is a facilitator who has a role to assist ABK; and (4) the scoring system includes: (a) the assessment used is an authentic appraiser; (b) there are two report cards for ABK.
MODEL OF COMPETENCY DEVELOPMENT IN THE PERSONALITY OF ENGLISH TEACHER CANDIDATES THROUGH STUDENT DEVELOPMENT MANAGEMENT BASED ON ISLAMIC ACADEMIC CULTURE Nuridin, Nuridin; Anwar, Choiril
JOALL (Journal of Applied Linguistics & Literature) Vol 4, No 2: August 2019
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.698 KB) | DOI: 10.33369/joall.v4i2.7773

Abstract

The English Language Education Study Program of Sultan Agung Islamic University (Unissula) has formulated a vision to become a leading study program in building the generation of khaira ummah, developing science and technology on the basis of Islamic values, and building Islamic civilization towards a prosperous society blessed by Allah. The effort to realize this vision was carried out through the implementation of Islamic Academic Culture as an implementation of fostering students who gave birth to the best generation. This study aims to (1) find a student development management model based on Islamic Academic Culture at Sultan Agung Islamic University, (2) find a model of personality development competence in English Education Study Program students as prospective teachers. This research was conducted at Sultan Agung Islamic University. The study population was students of the English Language Study Program, Dean and Deputy Dean of Academic and Student Affairs. Data were collected through interviews, questionnaires and documentation. Data then were analyzed by descriptive analysis. The results of the study show that (1) The factual model that has been carried out by Unissula in student development is based on three guidelines in its management, namely Unissula's vision, Unissula's Strategic Plan (Renstra), and Islamic Academic Culture values. The student development program is generally carried out through three stages, namely the initial stage when new students enter, coaching is done through the Pekan Taaruf program, the second stage, when becoming a student, guidance is carried out through tutorials, reasoning, leadership, entrepreneurship, and interest-sharing programs. talent. In the third stage of training before graduation students, it is conducted through a debriefing program; (2) the model of Islamic Academic Culture-based student development is effectively used in an effort to improve the personal competence of English Education Study Program students.
SOSIALISASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK PEREMPUAN TENAGA KERJA MIGRAN DALAM MEWUJUDKAN NILAI-NILAI KEADILAN SOSIAL Widyastuti, Tiyas Vika; Hamzani, Achmad Irwan; Nuridin, Nuridin; Wildan, Muhammad
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol 1, No 1 (2020): April
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.14 KB) | DOI: 10.33292/mayadani.v1i1.2

Abstract

Fenomena migrasi yang berwajah perempuan diawali dengan keterbatasan akses dan kontrol perempuan terhadap sumber-sumber kehidupan akibat kebijakan pembangunan yang cenderung berorientasi pada pertumbuhan ekonomi global serta menempatkan perempuan dalam situasi pemiskinan. Selama ini perempuan kerap dijadikan solusi dari setiap persoalan ekonomi yang dihadapi oleh keluraga seperti dijadikan objek tanggungan utang, aset ekonomi untuk membantu keluarga mencari nafkah, termasuk didalamnya menjadi Tenaga Kerja Migran untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Perempuan tenaga kerja migran kerap mengalami ketidakadilan dan penindasan berlapis yang terjadi di desa akibat pemiskinan maupun di seluruh tahapan migrasi, yaitu pra, pemberangkatan, masa kerja hingga kepulangan. Sila ke 5 Pancasila, sebagai Dasar Nilai Keadilan Sosial, mengaturnya dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2012 berdasarkan Konvensi Internasional Mengenai Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya memiliki tujuan melindungi pekerja migran Indonesia yang berada diluar negeri mendapatkan hak perlindungan tersebut. Dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 jelas disebutkan bahwa Pemerintah bertanggung jawab untuk meningkatkan upaya perlindungan TKI diluar Negeri serta Pasal 27 mengatur tentang penempatan TKI di Luar Negeri hanya dapat dilakukan ke negara tujuan yang pemerintahnya membuat perjanjian tertulis dengan Pemerintah Negara Republik Indonesia atau ke Negara tujuan yang mempunyai peraturan perundang-undangan yang melindungi tenaga kerja asing. Oleh sebab itu, setiap orang dilarang menempatkan calon TKI pada jabatan atau tempat pekerjaan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan norma kesusilaan serta peraturan perundang, baik di Indonesia maupun di Negara tujuan. Dalam pelaksaaannnya, Balai Latihan Kerja Luar Negeri sering kali tidak memberikan pemahaman dan wawasan terhadap calon tenaga kerja migran tentang arti pentingnya perlindungan hukum dan bagaimana mereka bisa melakukan advokasi terhadap dirinya sendiri jika mengalami kekerasan ataupun pelecehan di negara tujuan bekerja. Kegiatan Sosialisasi ini salah satunya dimaksudnya memberikan pemahaman dasar berkenaan perlindungan hukum dan upaya yang harus dilakukan jika mengalami kejadian yang tidak mengenakan tersebut dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.
MENINGKATKAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH SWASTA DI KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 6 TAHUN 2018 Nuridin, Nuridin; Maerani, Ira Alia; Soleh, Muhammad Muchtar Arifin; Anwar, Khairul
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.2.165-174

Abstract

AbstrakKepala sekolah memiliki peran sentral dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan pendidikan. Mengingat peran sentral tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah yang mengatur tentang persyaratan, penyiapan, proses pengangkatan, penugasan, pengembangan keprofesian berkelanjutan, pembinaan, dan penilaian prestasi kerja kepala sekolah serta pemberhentian tugas kepala sekolah. Meskipun demikian, peran sentral dan peraturan ini belum sepenuhnya diketahui dan dipahami oleh para guru dan kepala sekolah. Berdasarkan pengamatan penulis, lembaga pendidikan swasta belum dikelola secara optimal. Indikasinya adalah mayoritas mutu sekolah swasta masih sangat perlu ditingkatkan, minimnya pelatihan kepala sekolah dan masih rendahnya kompetensi kepala sekolah. Pengabdian Masyarakat ini diselenggaraan dengan tujuan untuk memotivasi para kepala sekolah swasta untuk berikhtiar secara terus menerus meningkatkan kompetensinya. Metode peningkatan kompetensi kepala sekolah dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada manajemen dan kepemimpinan sekolah berdasarkan Permendikbud Nomor 6 tahun 2018. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman kepala sekolah tentang kompetensi, tugas pokok dan fungsi kepala sekolah, kemampuan manajerial dan efektifitas kepemimpinan. Kata Kunci: kompetensi guru; kepala sekolah; Permendikbud No.6 Tahun 2018 AbstractThe principal has a central role in managing the school in order to achieve educational goals. The  central role are the government has issued Minister of Education and Culture Regulation (Permendikbud) No. 6 of 2018 concerning the Assignment of Teachers as Principals governing the requirements, preparation, appointment process, assignments, continuing professional development, coaching, and evaluating the work performance of principals as well as dismissal of principals' duties. However, this central roles and regulations are not yet fully understood by teachers and principals. .Based on the writer's observation, private education institutions have not been managed optimally. The indications are that the majority of the quality of private schools still needs to be greatly improved, the lack of training of school principals and the still low competency of principals. This Community Service is held with the aim to motivate private school principals to endeavor to continuously improve their competence. The principal competency improvement method is carried out through education and training that focuses on school management and leadership based on Permendikbud number 6 of 2018. The training results indicate that there is an increase in principals 'understanding of the principals' competencies, principal tasks and functions, managerial abilities and leadership effectiveness. Keywords: teachers? competence; principals; Permendikbud No.6 Tahun 2018
ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA KERJA DALAM PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU wildan, muhammad; Nuridin, Nuridin; Irawan, Gufron
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 2 (2019): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.668 KB) | DOI: 10.24967/jcs.v4i2.478

Abstract

Undang ? undang ketenagakerjaan membagi perjanjian kerja menjadi 2 macam, adalah perjanjian kerja waktu tertentu dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu. Perjanjian kerja waktu tertentu atau yang biasa dikenal dengan tenaga kerja kontrak adalah yang paling sering digunakan oleh perusahaan di Indonesia. Namun dalam pelaksanaan perjanjian kerja kontrak tersebut ternyata lebih menguntungkan bagi pengusaha atau perusahaan dengan mengesampingkan hak ? hak para pekerja yang semestinya di dapat. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pelaksanaan perlindungan hukum perjanjian kontak menurut undang ? undang dan bagaimana pelaksanaan yang di lapangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum tenaga kerja kontrak dalam PKWT belum sepenuhnya sesuai dengan Undang ? Undang dan rasa keadilan, inilah yang mendorong para buruh mengadakan demonstrasi dalam setiap peringatan hari buruh yang pada intinya menuntut kesejahteraan pekerja / buruh. Sehingga dibutuhkan peran lebih dari pemerintah selaku pembentuk undang ? undang.