Articles

Found 5 Documents
Search

STATUS KERENTANAN NYAMUK AEDES AEGYPTI TERHADAP MALATHION 5% DAN ALFA-SIPERMETRIN 0,025% DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELIMBING KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG Sartika, Ayunda; Nofita, Eka; Asri, Ennesta
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1151

Abstract

Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan salah satunya oleh kegagalan pengendalian vektor DBD secara kimiawi yaitu terjadinya resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida dalam fogging seperti malathion dan alfa-sipermetrin. Tujuan: Mengetahui status kerentanan nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2018 sampai Februari 2019. Pengambilan telur nyamuk dilakukan pada 100 rumah di lokasi penelitian dengan meletakkan 100 ovitrap. Sampel nyamuk didapatkan dari hasil pemeliharaan telur nyamuk yang dilakukan di Laboratorium Parasitologi FK Unand. Uji resistensi dilakukan dengan metode WHO menggunakan impregnated paper malathion 5% dan alfa-sipermetrin 0,025%. Saat perlakuan dilakukan pencatatan jumlah kematian nyamuk pada menit ke 15, 30, 45, 60 dan 1440. Persentase kematian nyamuk setelah pemeliharaan 24 jam dikategorikan resisten jika kematian < 90%, toleran jika kematian antara 90-97 % dan masih rentang jika kematian 98-100%. Hasil: Didapatkan persentase kematian nyamuk Aedes aegypti oleh malathion 5% setelah 24 jam adalah 98% dengan LT50 dan LT90 adalah 76 menit dan 853 menit. Presentase kematian nyamuk Aedes aegypti oleh alfa-sipermetrin 0,025% setelah 24 jam adalah 87% dengan LT50 dan LT90 nya adalah 264 menit dan 1500 menit. Simpulan: Nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Belimbing masih rentan terhadap malathion 5% dan telah resisten terhadap alfa-sipermetrin 0,025%.
PERBEDAAN RERATA KEPADATAN POPULASI AEDES SPP SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN OVITRAP DI KELURAHAN KORONG GADANG, KECAMATAN KURANJI, KOTA PADANG Utami Asri, Mutiara Suci; Nofita, Eka; Irawati, Lili
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1171

Abstract

Kepadatan populasi nyamuk di suatu lingkungan menggambarkan potensi penularan DBD. Upaya dalam pengendalian DBD berfokus kepada pengendalian vektor. WHO merekomendasikan penggunaan ovitrap sebagai upaya pengendalian vektor guna mengurangi kepadatan populasi Aedes spp. Tujuan: Mengetahui perbedaan rerata kepadatan populasi larva Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang dengan melakukan survei ke rumah warga di lokasi terpilih. Subjek penelitian ini adalah 100 rumah yang dipilih secara acak dari 5 RW terpilih berdasarkan data kasus DBD, 1 RW dipilih sebanyak 20 rumah dan dipasang 2 ovitrap (dalam dan luar rumah). Analisis data dilakukan menggunakan uji dependent t-test/ paired sample t-test. Hasil: terdapat perbedaan rerata yang signifikan pada kepadatan populasi Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap untuk indikator HI, BI, dan DF dengan nilai p berturut- turut yaitu p=0.028, p=0.026, dan p=0.013 (p<0.05). Simpulan: Ovitrap dapat digunakan oleh masyarakat dalam upaya pengendalian vektor sederhana. Ovitrap mampu menurunkan kepadatan populasi Aedes spp dan risiko penularan DBD.
Faktor yang berhubungan dengan kejadian Ascariasis pada murid SD 27 Olo Kota Padang Safitri, Selvi Dina; Nofita, Eka; Pertiwi, Dian
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6.i2.p253-258.2017

Abstract

Penyakit infeksi kecacingan, khususnya Ascariasis masih merupakan salah satu masalah kesehatan bagi penduduk Indonesia. Prevalensi Ascariasis masih cukup tinggi di Padang, Sumatra Barat, terutama pada anak usia sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang berhubungan dengan kejadian ascariasis pada murid SD 27 Olo Kota Padang. Penelitian ini menggunakan studi analitik cross sectional pada 59 murid SD 27 Olo Kota Padang dari Februari 2016-Januari 2017. Faktor yang diteliti adalah tingkat pengetahuan ibu, higienitas perorangan, sanitasi lingkungan rumah, dan tingkat penghasilan orangtua. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,3% murid positif menderita ascariasis. Kejadian ascariasis lebih banyak ditemukan pada tingkat pengetahuan ibu yang cukup (21,9%), higienitas perorangan yang baik (20,8%), sanitasi lingkungan yang cukup (33,3%) dan tingkat penghasilan orangtua yang rendah (20,9%). Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan dengan kejadian ascariasis. Tingkat pengetahuan ibu, higiene perorangan dan tingkat penghasilan orangtua tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian ascariasis.
PERAN SERTA KADER DALAM PENDETEKSIAN DAN PENCEGAHAN INFEKSI CACING USUS DI KELURAHAN KORONG GADANG, KECAMATAN KURANJI, PADANG Harminarti, Nora; Hasmiwati, Nuzulia Irawati; Adrial, Adrial; Nurhayati, Nurhayati; Rusjdi, Selfi Renita; Nofita, Eka; Lestari, Yuniar; Rasyid, Rosfita; Firdawati, Firdawati; Burhan, Ida Rahma; Abdiana, Abdiana; Yetti, Husna
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 4.a (2019): Desember 2019
Publisher : LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.a.305

Abstract

Penyakit kecacingan&nbsp;masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi ditemukan terutama di negara-negara non industri (negara yang sedang berkembang), seperti Indonesia. Prevalensi dan intensitas tertinggi didapatkan di kalangan&nbsp;anak usia sekolah dasar. Anak-anak merupakan sumber daya manusia yang sangat penting untuk pembangunan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Kelurahan Korong Gadang sebagai pemenang desa Kelurahan Berprestasi Peringkat II dipilih untuk melihat masih ter dapatkah&nbsp;infeksi cacing usus pada anak dengan kriteria daerah seperti ini. Penelitian ini menggunakan&nbsp;metode cross sectional study&nbsp;terhadap semua kader yang berada di wilayah Kelurahan Korong Gadang berupa pengumpulan tinja anak usia sekolah dasar oleh kader, pemeriksaan cacing usus terhadap tinja yang dikumpulkan di bagian Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas andalas Padang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kader berperan aktif dalam program pengendalian infeksi cacing usus. Pemeriksaan semua tinja yang dikumpulkan adalah tidak ditemukan adanya cacing usus. Kesimpulan pengabdian ini berupa hasil penilaian terhadap peran dari kader dalam masalah pencegahan penyakit cacing usus&nbsp;adalah baik. Semua kader yang dipilih melakukan pengumpulan tinja dan melakukan proses pre&nbsp;analitik dengan baik.
SKRINING PENYAKIT KECACINGAN DAN GANGGUAN VISUS PADA SISWA SD DI KELURAHAN SUNGAI PISANG KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Ilmiawati, Cimi; Nurhajjah, Siti; Syah, Nur Afrainin; Reza, Mohamad; Efrida, Efrida; Nofita, Eka; Hasmiwati, Hasmiwati; Rusjdi, Selfi Renita; Irawati, Nuzulia; Rahman, Sukri; Elmatris, Elmatris; Desmawati, Desmawati; Lipoeto, Nur Indrawaty; Afriwardi, Afriwardi
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 2 No 4: Desember 2019
Publisher : The Research and Community Service Institute of Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v2i4.114

Abstract

Kelurahan Sungai Pisang merupakan desa yang baru dapat diakses dengan jalan darat yang lancar dalam satu tahun terakhir di Kota Padang. Sebelumnya desa ini hanya dapat diakses melalui jalur laut dan jalan darat yang buruk. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat Sungai Pisang tertinggal secara sosial-ekonomi dan kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan skrining penyakit ke cacingan pada siswa SD di desa Sungai Pisang karena ke cacingan erat kaitannya dengan kesehatan lingkungan dan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang sedang mengalami tumbuh kembang. Skrining ke cacingan dilakukan dengan pemeriksaan sediaan tinja. Pengabdian ini juga bertujuan memeriksa ketajaman penglihatan pada siswa SD dan melakukan rujukan untuk koreksi tajam penglihatan agar siswa SD dapat belajar dengan baik. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dilakukan menggunakan kartu Snellen. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 3/143 siswa mengalami ke cacingan dan 3/273 siswa mengalami gangguan visus. Siswa dengan ke cacingan direkomendasikan ke Puskesmas untuk diberi obat cacing dan siswa dengan gangguan visus di fasilitasi untuk pemeriksaan oleh dokter mata dan diberi kacamata bila diperlukan.