Articles

Found 5 Documents
Search

ANTIMICROBIAL ACTIVITIES OF ETHANOL EXTRACT OF WUALAE (ETLINGERA ELATIOR (JACK) R.M. SMITH) Wahyuni, Wahyuni; Malik, Fadhliyah; Ningsih, Andryani; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Sahidin, Sahidin
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 3 No 1 (2018): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.707 KB)

Abstract

Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) adalah salah satu tumbuhan dari genus Zingeberaceae yang banyak tersebar di Sulawesi Tenggara yang secara empiris telah digunakan sebagai bahan pangan dan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah E. elatior terhadap bakteri gram positif Staphylococcus aureus ATCC 25923, Bacillus subtilis FNCC 0060, dan bakteri gram negatif Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Salmonella enterica ATCC 14028 menggunakan metode Cup-plate technique dengan pengukuran diameter daya hambat (DDH). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak lebih aktif pada bakteri gram positif dibandingkan gram negatif. Penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh konsentrasi 20 mg/mL dengan nilai DDH 5 mm. sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah E. elatior memiliki aktivitas antibakteri dengan DDH kategori lemah.
EFEK IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL SPONS XESTOSPONGIA SP. TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN GALUR BALB/C Fristiohady, Adryan; Wahyuni, Wahyuni; Malik, Fadhliyah; Leorita, Mesi; Yusuf, Muhammad Ilyas; Febriansyah, Hendra; Sahidin, Sahidin
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol 5 No 01 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.327 KB) | DOI: 10.35311/jmpi.v5i01.38

Abstract

Imunomodulator merupakan bahan yang dapat mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun. Spons Xestospongia Sp. diduga mengandung senyawa-senyawa aktif yang berperan sebagai agen imunomodulator. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. terhadap aktivitas fagositosis makrofag. Sebanyak dua puluh empat ekor mencit jantan galur Balb/C umur 2-3 bulan dengan berat badan 20-30 gram dibagi ke dalam 6 kelompok. Kelompok pertama mendapat pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. 100 mg/kgBB, kelompok kedua mendapat pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. 200 mg/kgBB, kelompok ketiga mendapat pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. 300 mg/kgBB dan kelompok keempat mendapat pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. 400 mg/kgBB. Kelompok kontrol positif mendapat ekstrak Phyllanthus niruri Linn. (Stimuno®) 0,13 mg/gBB dan kelompok kontrol negatif mendapatkan Na-CMC 0,5%. Ekstrak diberikan secara peroral sejak hari pertama hingga ketujuh. Pada hari kedelapan masing-masing mencit diinjeksikan bakteri Staphylococcus aureus (SA) 0,5 mL secara intra peritoneal. Aktivitas sel makrofag dihitung dari apusan cairan peritoneum mencit. Peningkatan dosis ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. meningkatkan jumlah aktivitas fagositosis makrofag dari 24,25 % (Na-CMC), 34,25% (100 mg/kgBB), 47,00% (200 mg/kgBB), 59,50 % (300 mg/kgBB) dan 62,75% (400 mg/kgBB). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. memiliki potensi sebagai imunomodulator pada dosis 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB dengan efektivitas yang tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (Stimuno®) dalam meningkatkan aktivitas fagositosis sel makrofag berdasarkan hasil uji statistik post hoc TUKEY (sig. > 0,05).
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol dan Fraksi Organik Rimpang Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) Musnina, Wa Ode Sitti; Wahyuni, W; Malik, Fadhliyah; Timung, Yusni Oktaviani; Sabandar, Carla Wulandari
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.105 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i1.8990

Abstract

Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M Smith) merupakan tanaman rempah yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder, aktivitas antibakteri dan aktivitas antijamur ekstrak etanol dan fraksi organik  rimpang wualae. Rimpang wualae diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol kemudian di fraksinansi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Fraksi n-heksana, etil asetat, dan metanol diuji secara in vitro dengan metode Cup-plate technique, yang dilakukan terhadap bakteri Gram positif Staphylococcus aureus ATCC 25923, Bacillus subtilis FNCC 0060 dan Streptococcus mutans ATCC 2517 dan bakteri Gram negatif Escherichia coli ATCC 35218, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella enteric dan jamur Candida albicans ATCC 10231. Kandungan senyawa metabolit sekunder rimpang wualae ditentukan dengan metode skrining fitokima menggunakan perekasi warna. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol fraksi n-heksana, etil asetat, metanol dan etanol rimpang wualae memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan terpenoid. Ekstrak etanol mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid, fraksi n-heksana mengandung terpenoid, fraksi etil asetat mengandung flavonoid, tannin dan terpenoid, fraksi metanol mengandung alkaloid, saponin, tannin, fraksi etanol mengandung flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid.  Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi n-heksana, etil asetat, metanol dan etanol rimpang wualae tidak aktif terhadap bakteri S. aureus, B. subtilis, S. mutans, E. coli, P, aeruginosa dan S. enterica pada konsentrasi 100-12,5 mg/mL. Pengujian antijamur menunjukkan bahwa fraksi etil asetat aktif terhadap jamur C. albicans  pada konsentrasi 100, 50, 25, dan 12,5 mg/mL dengan nilai DDH masing-masing sebesar nilai 9,75; 9,5; 8,75; dan 8 mmKata kunci: wualae, Etlingera, antimikroba, obat tradisional, Sulawesi TenggaraJurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km. 9 Palu
Efek Imunomodulator Ekstrak Etanol Spons Melophlus sarasinorum Terhadap Aktivitas Fagositosis Sel Makrofag Pada Mencit Jantan Balb/C: Immunomodulatory Effects of Ethanol Extract of Melophlus sarasinorum Sponge Against Phagocytosis Activity of Macrophage Cells on Balb/C Male Mice Wahyuni, Wahyuni; Yusuf, Muhammad Ilyas; Malik, Fadhliyah; Lubis, Adryan Fristiohady; Indalifiany, Astrid; Sahidin, I
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) Vol. 5 No. 2 (2019): (October 2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.925 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2019.v5.i2.13611

Abstract

Immunomodulator is an ingredient or drug that can modulate immune system functions and activities. This study was conducted to determine the effect of ethanol extract of Melophlus sarasinorum sponge on macrophage phagocytosis activity. Twenty four male mice balb/c were divided into six groups. The first group received 100 mg/kg of ethanol extract of Melophlus Sarasinorum sponge, the second group received 200 mg/kg of ethanol extract of Melophlus sarasinorum sponge, the third group received 300 mg/kg of ethanol extract of Melophlus Sarasinorum sponge and the fourth group received 400 mg/kg of ethanol extract of Melophlus Sarasinorum sponge. The positive control group received Phyllanthus niruri linn extract (Stimuno®) 0,13 mg/g and the negative control group received NaCMC 0,5%. The extract was orally administered from first day to seventh day. On the eighth day, each of the mice was injected Staphylococcus aureus bacteria (SA) 0.5 mL intraperitoneally. Macrophage cell activity is calculated from smears of peritoneal fluid of mice. Increased doses of ethanol extract of Melophlus sarasinorum sponge increase the amount of macrophage phagocytosis activity that are 25,25% (negative control), 61,5% (positive control), 55,75% (100 mg/kg), 60,75% (200 mg/kg), 62,25% (300 mg/kg) dan 66,25% (400 mg/kg). The results showed that the ethanol extract of Melophlus sarasinorum sponge has the potential as immunomodulator at a doses of 300 mg/kgBB and 400 mg/kg with no significantly different effectiveness with positive control in increasing macrophage cell phagocytosis activity based on the result of post-hoc statistical test of Tukey (sig.> 0,05).  
LEVEL OF CYTOKINE INTERLEUKIN-6 AND INTERLEUKIN 1-β ON INFECTIOUS RAT MODEL TREATED WITH ETLINGERA ELATIOR (JACK) R.M. SMITH FRUIT EXTRACT AS IMMUNOMODULATOR Fristiohady, Adryan; Wahyuni, Wahyuni; Malik, Fadhliyah; Yusuf, Muhammad Ilyas; Salma, Wa Ode; Hamsidi, Rini; Talebong, Fredy; Yuliansyah, Yuliansyah; Purnama, La Ode Muhammad Julian; Saripuddin, Saripuddin; Sahidin, Sahidin
Borneo Journal of Pharmacy Vol 3 No 2 (2020): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : ?Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v3i2.1318

Abstract

Etlingera elatior (Jack) R.M Smith or locally in Southeast Sulawesi known as Wualae fruit has activity as an immunomodulator by increasing phagocytosis activity. Prior studies have been conducted to observe the effect of E. elatior as an immunomodulator, thus further study is needed to observe the production of cytokines such as IL-1? and IL-6 which are responsible for the immune responses. Etlingera elatior fruit macerated with 96% ethanol for three days and produced a total of ±74.6 g concentrated extract. Experimental animals used were divided into four groups (n=4) and treated orally once a day for seven days as follows: group I (0.5% Na CMC); group II (Stimuno®); group III (E. elatior fruit extract dose of 300 mg/kg BW); and group IV (E. elatior fruit extract dose of 400 mg/kg BW). On the eight-day, animals were infected with Staphylococcus aureus intraperitoneally and left for an hour. Thereafter, blood was collected and assayed using ELISA Kit (Elabscience rat IL-1? and Elabscience rat IL-6). Results demonstrated that group IV increased levels of IL-1? and group III and IV increased level of IL-6 (p<0.05). Increased levels of IL-1? and IL-6 are associated with phagocytosis in the immune response. In conclusion, E. elatior fruit extract at doses of 300 and 400 mg/kg BW increases levels of IL-1? and IL-6.