Prawiranegara, Benny
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

LOCAL OWN REVENUE, DECENTRALIZATION AND LOCAL FINANCIAL INDEPENDENT Sari, Purnama; Muzaki, Isep Saepul; Mulyatini, Nurdiana; Faridah, Eva; Prawiranegara, Benny
Jurnal Manajemen Indonesia Vol 19 No 3 (2019): Jurnal Manajemen Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmi.v19i3.2413

Abstract

The  regional autonomy  system provides an opportunity for regions in the  territory  of Indonesia to utilize  their sources of income independently so that the implementation of development in the regions does not only rely on finance from the central government. In this study, we are of the opinion that regions that are able to optimize their  local  own  revenue  will  have  an  impact  on  increasing  local  financial  independence.  Local  financial independence is the  ability  of a region to finance development in its area. Our other opinion assumes that the relationship  between  localown  revenue  and  the  local  financial  independence  can  be  strengthened  by  the implementation  of  decentralization.  With  good  decentralization,  local  governments  are  more  transparent  in providing all information to the public, can increase accountability because public services are getting closer, local  governments  can  take  strategic  decisions,  improve  fiscal  management,  improve  economic  growth  and market security. The new contribution of this study is related to the literature of the merging of the relationship between  local  own  revenue,  decentralization,  and  local  financial  independence  that  was  built  through Moderated Regression Analysis (MRA) evidence in one of the regions in Indonesia, namely Ciamis. The results of  the  study  show  that  regional  local  own  revenues  influence  local  financial  independence.  Meanwhile, decentralization which is proxied using local government expenditures is able to strengthen the relationship of local own revenues to local financial independence. So it can be concluded that the effective implementation of decentralization is able to encourage an increase in regional income that comes from its own sources to realize financial independence in the region. Keywords?Decentralization, Local Financial Independent, Local Own Revenue. Abstrak Sistem   otonomi   daerah   memberikan   kesempatan   kepada   daerah-daerah   di   wilayah   Indonesia   untuk memanfaatkan  sumber-sumber  pendapatannya  secara  mandiri  agar  pelaksanaan  pembangunan  di  daerah  tidak hanya  mengandalkan  keuangan  yang  berasal  dari  pemerintah  pusat.  Dalam  studi  ini,  kami  berpendapat  bahwa daerah  yang  mampu  mengoptimalkan  pendapatan  asli  daerahnya  akan  berdampak  terhadap  meningkatnya kemandirian   keuangan   daerah.   Kemandirian   keuangan   daerah   adalah   kemampuan   suatu   daerah   dalam membiayai  pembangunan  di  daerahnya.  Pendapat  kami  lainnya  menganggap  bahwa  hubungan  pendapatan  asli daerah dengan kemandirian keuangan daerah dapat diperkuat oleh pelaksanaan desentralisasi yang baik. Dengan desentralisasi  yang baik  maka pemerintah daerah lebih transparan dalam  memberikan  semua informasi  kepada publik, dapat meningkatkan akuntabilitas karena pelayanan publik menjadi lebih dekat, pemerintah daerah dapat mengambil  keputusan  yang  strategis,  meningkatkan  manajemen  fiscal,  meningkatkan  pertumbuhan  ekonomi dan keamanan pasar. Kontribusi baru dari studi ini adalah menyangkut literature penggabungan hubungan antara pendapatan  asli  daerah,  desentralisasi,  dan  kemandirian  keuangan  daerah  yang  dibangun  melalui  Moderated Regression  Analysis  (MRA)  bukti  pada  salah  satu  daerah  di  Indonesia,  yaitu  Ciamis.  Hasil  studi  menunjukan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap kemandirian keuangan daerah. Sementara itu desentralisasi yang  diproksi  menggunakan  pengeluaran  pemerintah  daerah  mampu  memperkuat  hubungan  pendapatanasli daerah  terhadap  kemandirian  keuangan  daerah.  Jadi  dapat  disimpulkan  bahwa  pelaksaksanaan  desentralisasi yang  efektif  mampu  mendorong  peningkatan  pendapatan  daerah  yang  berasal  dari  sumber-sumbernya  sendiri untuk mewujudkan kemandirian keuangan di daerah. Kata kunci?Desentralisasi, Kemandirian Keuangan Daerah, Pendapatan Asli Daerah.
ANALISIS POSISI KREDIT PERBANKAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMISKINAN DI JAWA BARAT Sukomo, Sukomo; Prawiranegara, Benny
Management Review 2019: Jurnal Management Review (Special Issue - Ekonomi Kebijakan 1)
Publisher : Magister Manajement Studies Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.264 KB) | DOI: 10.25157/mr.v3i3.2868

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana posisi kredit perbankan mempengaruhi tingkat kemiskinan di Jawa Barat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis posisi kredit perbankan implikasinya terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Barat.Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatoris dengan sifat penelitiannya adalah verifikatif. Data yang digunakan adalah data panel yang merupakan gabungan data time series tahun 2005-2015 dan data cross saction daerah Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Panel Data Regression Model dengan metode Two Stage Least Square dengan pendekatan random effect. Hasil penelitian posisi kredit perbankan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten dan kota di Jawa Barat. Temuan hasil penelitian adalah: Terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara posisi kredit perbankan dengan tingkat kemiskinan di Kabupaten dan Kota di Jawa Barat.
ANALISIS AKUNTANSI YANG DITERAPKAN UMKM Akbar, Dendy Syaiful; Darna, Nana; Prawiranegara, Benny
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 3 (2016): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.071 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i3.1002

Abstract

Pengelolaan keuangan menjadi salah satu masalah yang seringkali terabaikan oleh para pelaku bisnis UMKM, khususnya berkaitan dengan penerapan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan dan akuntansi yang benar. Masalah ini biasanya timbul dikarenakan pengetahuan dan informasi pelaku UMKM mengenai akuntansi sangat terbatas, latar belakang pendidikan para pelaku UMKM juga mempengaruhi pengetahuan para pelaku usaha. Padahal sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sangat potensial dikembangkan. Karena sektor ini terbukti memberikan kontribusi 57,12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kementrian Koperasi dan UMKM menyatakan, bahwa UMKM di Indonesia kini mencapai 55,2 juta unit atau sebesar 99,98 persen dari pelaku usaha nasional. Bhakan sektor ini telah menyerap 101,72 juta orang tenaga kerja atau sebesar 97,3 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Sektor UMKM ini telah berkontribusi sebesar 57 persen dari Produk Domestik Brtuo (PDB) pada tahun 2013, sedangkan sebanyak 43 persen merupakan kontribusi dari usaha besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis penerapan siklus akuntansi pada UMKM di Kecamatan Cikoneng apakah sudah sesuai dengan kaidah-kaidah siklus akuntansi yang benar; (2) menganalisis sektor UMKM manakah di Kecamatan Cikoneng yang memilliki pengelolaan keuangan yang baik dengan menerapkan siklus akuntansi; (3) menganalisis jalan keluar yang dapat ditempuh dalam upaya mendorong dan membantu para pelaku UMKM di Kecamatan Cikoneng dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang baik dengan menerapkan siklus akuntansi. Metode yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM di Kecamatan Cikoneng yang berjumlah 178 UMKM, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 UMKM di Kecamatan Cikoneng. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah: (1) Analisis Deskriptif; (2) Analisis Statistik Inferensial, dan; (3) Analisis Komparatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Para pelaku UMKM di Kecamatan Cikoneng masih kurang dalam menerapkan siklus akuntansi pada pengelolaan keuangan usahanya; (2) Dari tiga sektor UMKM di Kecamatan Cikoneng, sektor home industry merupakan sektor UMKM yang pengelolaan keuangannya lebih baik dibandingkan dengan sektor dagang dan jasa; (3) Para pelaku UMKM di Kecamatan Cikoneng memerlukan sosialisasi maupun pelatihan pengelolaan keuangan dengan menerapkan siklus akuntansi dari pihak-pihak terkait, sehingga diharapkan mereka akan mampu untuk melakukan pengelolaan keuangan usahanya dengan baik dan mengetahui perkembangan usahanya yang didapat dari informasi akuntansi nantinya.Kata Kunci: siklus akuntansi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)