Sudarwanto, Sudarwanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PUBLIC SPEAKING SERTA TEKNIK ICE BREAKING DAN MC SEBAGAI UPAYA PENGAJARAN YANG MENARIK Kristanto, Rudi; Sudarwanto, Sudarwanto; Kurniawati, Wahyuni
Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2: Januari 2020
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.479 KB) | DOI: 10.31334/jks.v2i2.734

Abstract

Methods of public speaking and ice breaking, master of ceremonies (MC), or "master of ceremonies" are very important to support activities that are often carried out in an institution or institutions, both governmental and non-governmental organizations in activity both formal or activity on formal at every activity event. Students often feel less touched by the teaching methods presented so there is a need for creativity in communication that has an impact on the effectiveness and is interesting in the teaching and learning process.        Public speaking, can improve expertise in academics and careers, improve communication skills in general. Public Speaking will develop and improve communication skills, improve speaking skills in front of an audience. The speaker is not born but is created. Ice-breaking can create conditions that are equal or equal to fellow trainees, eliminating gaps or boundaries between participants, so there are no differences so that similarities and opportunities for progress arise. The Master of Ceremonies MC was introduced by the SAPA method (Greetings and Greetings, Appreciation, Introductions, Attention and Event Description). This method is easy to remember and easy to memorize.         All the participants felt the benefits and said that the event was lacking in time. So it was felt that it was necessary to make similar activities aimed at providing soft skills to all audiences
KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR PAJAK (STUDI PADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI SEMARANG) Sudarwanto, Sudarwanto; Khanifah, Khanifah
Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Vol 9 No 2 (2011): Volume 9, Nomor 2, Oktober 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah ditujukan untuk menguji secara empiris pengaruh pemahaman pajak, system perpajakan (sunset policy), dan asas manfaat yang diperoleh terhadap kepatuhan wajib pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang melakukan pembayaran pajak di kantor pelayanan pajak Candisari Semarang, pengusaha yang sedang berkonsultasi di perusahaan konsultan usaha kecil dan menengah dan sebagian warga kecamatan Gajah Mungkur, kota Semarang, yang berjumlah 50 orang dan semua populasi dalam penelitian ini menjadi sampel, jadi penelitian ini bisa dikatakan cukup heterogen. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan untuk menganalisa data adalah analisis regresi linier berganda.Hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh antara pemahaman tentang pengisian SPT (X1) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) dapat diterima. nilai t hitung X1 sebesar 2,139 dengan menggunakan taraf signifikan sebesar 5% maka diperoleh t tabel sebesar 1,6759. yang berarti bahwa nilai t hitung > nilai t tabel yang menandakan bahwa pemahaman tentang pengisian SPT (X1) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak (Y). Hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh antara policy sunset (X2) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) dapat diterima. Hal ini juga menunjukkan bahwa policy sunset atau sistem perpajakan yang berlaku masih belum dipahami oleh wajib pajak orang pribadi. Hipotesis yang menyatakan dugaan adanya pengaruh antara asas manfaat (X3) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) dapat diterima. Asas manfaat yang diperoleh (X3) mempunyai pengaruh yang negatif dalam penelitian ini yaitu sebesar -2,228 terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi (Y). Hasil menunjukkan bahwa selama ini wajib pajak yang membayar pajak tidak mengetahui kegunaan atau asas manfaat (kontraprestasi) dari pajak yang telah dibayarkan tersebut.