Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN SINTASAN LARVA IKAN RAINBOW KURUMOI (Melanotaenia parva) DENGAN APLIKASI PROBIOTIK Sholichah, Lili; Murniasih, Siti; Nurhidayat, Nurhidayat
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 2 (2013): (Agustus 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.741 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.2.2013.265-276

Abstract

Pembenihan ikan rainbow kurumoi sudah dilakukan di Balai Penelitian danPengembangan Budidaya Ikan Hias (BPPBIH) sejak tahun 2010. Dalam perkembangannya ada beberapa kendala terutama rendahnya sintasan benih yang dapat memengaruhi proses produksi massal yang sedang dan terus akan dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah uji efektivitas probiotik dan tahap kedua adalah penentuan dosis optimal. Tujuan penelitian tahap I adalah untuk menentukan jenis probiotik yang paling efektif digunakan untuk pemeliharaan benih ikan rainbow. Penelitian ini terdiri atas lima perlakuan yaitu: probiotik komersil jenis pertama (P1), jenis kedua (P2), jenis ketiga (P3), jenis keempat (P4), dan kontrol tanpa menggunakan probiotik (P0) masing-masing diulang sebanyak tiga kali menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Benih yang digunakan berumur satu bulan dengan ukuran badan yang seragam dan dihasilkan dari batch yang sama pula. Benih dipelihara menggunakan akuarium berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm dengan sistem resirkulasi menggunakan filter batu karang. Masing-masing akuarium diisi 100 ekor benih ikan rainbow kurumoi yang diberi pakan nauplii Artemia. Jenis-jenis probiotik komersil yang telah diuji pada tahap I akan dipilih satu jenis probiotik yang paling efektif berdasarkan hasil uji statistik yang menunjukkan nilai sintasan tertinggi. Selanjutnya probiotik terpilih (P2) akan diuji untuk menentukan dosis yang tepat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan yaitu berupa dosis yang akan diujikan terdiri atas 0,5x dosis kemasan (perlakuan TB1), 1x dosis kemasan (perlakuan TB2), 2x dosis kemasan (perlakuan TB3), dan 4x dosis kemasan (perlakuan TB4), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Dengan lama pemeliharaan dua bulan. Pengamatan yang dilakukan berupa sintasan, pertumbuhan, identifikasi plankton dan bakteri, dan analisis kualitas air. Kedua tahap penelitian dianalisis dengan ANOVA (analisis sidik ragam) dan jika terdapat beda nyata maka dilanjutkan dengan uji Tukey. Tahap pertama diperoleh hasil berturut-turut dari sintasan (%) tertinggi yang dicapai oleh P2 (56,5); P3 (50,0); P1 (46,5); P4 (34,5); dan terendah kontrol P0 (15,0). Sedangkan nilai sintasan (%) tahap dua berturut-turut dari yang tertinggi yaitu dicapai oleh perlakuan: TB3 (63,0); TB2 (58,0); TB4 (55,0); dan yang terendah perlakuan TB1 (34,0).
DIETARY FREE GLUTAMINE SUPPLEMENTATION TO INCREASE PHYSIOLOGICAL RESPONSES AND SURVIVAL RATE OF CLOWN LOACH JUVENILE, CHROMOBOTIA MACRACANTHUS BLEEKER, 1852 Murniasih, Siti; Jusadi, Dedi; Setiawati, Mia; Nuryati, Sri
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 19, No 3 (2019): October 2019
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v19i3.466

Abstract

Clown loach Chromobotia macracanthus is one of Indonesian native species and as a key species for ornamental aquaculture. The problem in mass production of this species are the low of growth rate which causes a long period of rearing and low of survival rate. The purpose of the present study was to evaluate free glutamine supplementation at different doses in diet to increase physiological response, growth performance and survival rate of clown loach. Expe-rimental diets contained four different free glutamine levels, viz 0, 1, 2 and 3%. These diets were given to six repli-cate groups of 50 juvenile clown loaches. The fish were reared in each aquarium with dimensions of 40×30×30 cm3 for 60 days. Fish were fed four times a day at satiation. Parameters observed including intestinal glutamine concen-tration, villous and intestinal morphometry, intestinal protease activity, feed efficiency, nutrient retention, growth performance, survival rate, superoxide dismutase (SOD) activity, and malondialdehyde (MDA). The results showed that supplementation of 1% free glutamine significantly affected the morphometry of villi. The length and surface area of villi at a dose of 1% showed the highest values i.e., 320.44 ± 10.39 ?m and 27,046.79 ± 250.54 ?m2, respect-ively. The 1% dose also had a significant effect on protease activity (13.57 ± 1.92 mg units of protein-1) compared to the 0% dose. The 2% dose showed the highest SOD activity (0.82 ± 0.07 mg protein-1 unit) and the lowest MDA level was found at a dose of 3% (0.25 ± 0.02 nmol mg protein-1). Feed consumption with the supplementation of free glutamine has a significant effect on survival rate with the highest value reached 97.00 ± 1.00%, but no significant effect on intestinal morphometry, feed efficiency, nutrient retention and growth performance. Dietary with the sup-plementation of free glutamine is not able to improve growth performance, but can improve the physiological res-ponse and survival rate.