Kurniadewi, Fera
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Strategi “REACT” Terhadap Literasi Kimia Peserta Didik Kelas X MIA Pada Pembelajaran Reaksi Redoks Hadinugrahaningsih, Tritiyatma; Rosita; Kurniadewi, Fera
JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 9 No 1 (2019): Vol 9 No 1 (2019): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 9 Nomor 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.091.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi REACT terhadap literasi kimia peserta didik kelas X MIA pada pembelajaran reaksi redoks.  Penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 di salah satu SMA di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Exsperiment dengan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling, kelas X MIA 2 ditetapkan sebagai kelas eksperimen dengan menerapkan strategi REACT dan kelas X MIA 1 sebagai kelas kontrol yang menerapkan strategi pembelajaran active. Data yang diambil berupa nilai pretest dan posttest menggunakan instrumen literasi kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest literasi kimia kelas eksperimen (67,324) lebih besar daripada kelas kontrol (54,030). Berdasarkan perhitungan uji t diperoleh nilai thitung (3,8274) dan  ttabel (1,668) pada taraf signifikansi 5%. Oleh karena nilai thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi REACT berpengaruh positif terhadap literasi kimia peserta didik pada materi reaksi redoks. Kata kunci Literasi kimia, reaksi redoks, strategi REACT
LIMA SENYAWA CALKON DARI KULIT BATANG CRYPTOKARYA PHOEBEOPSIS (LAURACEAE) DAN SIFAT SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL P 388, SEL HCT 166 DAN SEL A549 Kurniadewi, Fera; Syah, Yana M.; D., Lia; Juliawaty, Juliawaty; Hakim, Euis H.
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 3 No 1 (2013): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 3 Nomor 1 Juli 2013
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.194 KB)

Abstract

Cryptocarya merupakan salah satu genus besar dari famili tumbuhan Lauraceae dan tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Genus ini dikenal sebagai sumber yang kaya akan senyawa flavonoid, alkaloid, piron, dan triterpen. Sebagai bagian dari kajian fitokimia dan evaluasi biologis dari beberapa spesies Cryptocarya yang berasal dari Indonesia, kami meneliti tumbuhan C. phoebeopsis yang berasal dari Sorong, Papua, Indonesia. Hasil kajian fitokimia terhadap spesies ini menghasilkan lima senyawa calkon yaitu infektokaryon (1), kriptokaryon (2), kurzicalkolakton A (3), B (4) dan calkokaryanon C (5). Penentuan struktur senyawa hasil isolasi dilakukan berdasarkan analisis data spektroskopi (UV, IR, NMR, MS). Hasil uji bioaktivitas senyawa hasil isolasi untuk aktivitas sitotoksiknya terhadap sel murine leukemia P388, sel HCT 116 (kanker usus besar) dan sel A549 (adenokarsinoma paru-paru), terlihat bahwa infektokaryon (1) dan kriptokaryon (2) menunjukkan aktivitas sitotoksik yang sangat kuat terhadap sel murine leukemia P388 dan sel HCT 116.   Cryptocarya is one of the large genera of Lauraceae and growing in tropical and subtropical regions. This genus is known to be a rich source of flavonoids, alkaloids, pyrones, and triterpenes. As part of our chemical and biological evaluation of the Cryptocarya spesies growing in Indonesia, we examined C. phoebeopsis collecting from Sorong, Papua, Indonesia. Our investigation of chemical constituents on this species afforded five chalcone compounds namely infectocaryone (1), cryptocaryone (2), kurzichalcolactone A (3), B (4) and chalcocaryanone C (5). The structures of these compounds were elucidated based on spectroscopic analysis (UV, IR, NMR, MS). On biological evaluation of these compounds for their cytotoxic activity against murine leukemia P388 cells, HCT 116 (colon cancer) cell line and A549 (Human lung adenocarcinoma epithelial) cell line. it was found that infectocaryone (1) and cryptocaryone (2) exhibited strong inhibition activities against murine leukemia P388 cells and HCT 116 cell line. KeywordsCalkon, Cryptocarya phoebeopsis, Sel Murine Leukemia P388, Sel HCT 116 dan Sel A549
PROFIL FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK METANOL DAUN LABAN (Vitex pinnata L.) SERTA FRAKSI-FRAKSINYA Larasati, Rizkiyani Zulfa; Kartika, Irma Ratna; Kurniadewi, Fera
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 3 No 1 (2013): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 3 Nomor 1 Juli 2013
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.478 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data profil fitokimia dan data bioktivitas antifungi ekstrak MeOH, fraksi n-heksana, fraksi CHCl3 dan fraksi EtOAc daun laban (Vitex pinnata L.) asal pantai Pangandaran terhadap fungi Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes. Ekstraksi daun laban dilakukan dengan metode maserasi dan partisi bertingkat. Uji fitokimia dilakukan melalui uji profil fitokimia dan pengamatan KLT terhadap ekstrak MeOH, fraksi n-heksana, fraksi CHCl3, fraksi EtOAc. Dari hasil uji fitokimia dan identifikasi golongan senyawa dengan KLT diperoleh informasi bahwa ekstrak MeOH daun laban mengandung metabolit sekunder golongan flavonoid, fenolik, steroid dan terpenoid. Fraksi n-heksana mengandung metabolit sekunder golongan steroid. Fraksi CHCl3 mengandung metabolit sekunder golongan flavonoid, fenolik dan steroid. Sedangkan fraksi EtOAc mengandung metabolit sekunder golongan fenolik dan terpenoid. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi dan dilusi agar. Hasil uji aktivitas antifungi menunjukkan nilai DDH dan KHM terbaik dimiliki oleh fraksi EtOAc dengan nilai DDH rata-rata mencapai 15,5 mm pada konsentrasi 50% dan nilai KHM sebesar 3,1% terhadap Trichophyton mentagrophytes. Diduga metabolit sekunder golongan terpenoid berperan penting dalam aktivitas antifungi pada ekstrak EtOAc terhadap Trichophyton mentagrophytes.Kata kunci: Vitex pinnata L., fitokimia, Kromatografi Lapis Tipis, antifungi, Candida albicans, Trichophyton mentagrophytes, Diameter Daerah Hambat, Konsentrasi Hambat Minimum.   The objective of this research are to obtain phytochemical profile data and antifungal bioactivity data from MeOH extract, n-hexane fraction, CHCl3 fraction and EtOAc fraction of Laban leaves (Vitex pinnata L.) from Pangandaran beach to against Trichophyton mentagrophytes and Candida albicans. Laban leaves extraction is done by maceration method and multilevel partitioning. Phytochemical test is done through testing and screening of phytochemistry profile by TLC to the MeOH extract, n-hexane fraction, CHCl3 fraction and EtOAc fraction. The results and identification of phytochemical classes compounds with TLC obtained information that the MeOH extract of laban leaves containing secondary metabolites such as flavonoids, phenolics, steroids and terpenoids. N-hexane fraction containing secondary metabolites steroids. CHCl3 fractions containing secondary metabolites such as flavonoids, phenolics and steroids. EtOAc fraction containing secondary metabolites such as phenolics and terpenoids. Antifungal activity test was taken by diffusion and dilution methods. Antifungal activity test results showed the best MIC and DDH value owned by EtOAc fraction with DDH values averaged 15.5 mm at a concentration of 50% and the MIC values of 3.1% against Trichophyton mentagrophytes. Classes of terpenoid secondary metabolites was expected have a role to antifungal activity against Trichophyton mentagrophytes in EtOAc extract. Key words: Vitex pinnata L., phytochemical, Thin Layer Chromatography, antifungal, Candida albicans, Trichophyton mentagrophytes, Diameter Inhibitory Region, Minimum Inhibitory Concentration.
PENGARUH EKSTRAK METANOL KULIT BUAH JENGKOL TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT Kartika, Irma Ratna; Muktiningsih, Muktiningsih; Kurniadewi, Fera
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.159 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.03

Abstract

The  study  aim  is  to  investigate  the  phytochemical  profile  and  the  effect  of  methanol  extract  of  Jengkol [Pithecellobium jiringa (Jack) Prain ex King] (Leguminoceae) on reduction of glucose blood sugar level of mice (Mus musculus L.) strain DDY. A 870 g of dried Jengkol from Cipayung was macerated with methanol in order to get dried methanol  extract  (12,75  g).  Meanwhile,  phytochemical  screening  of  the  extract  gave  the  information  that  the extract  contained  phenolic,  flavanoid,  steroid  and  saponine  compounds.  A  TLC  chromatogram  indicated  that methanol extract contained five phenolic compounds, seven flavonoid compounds and six mixtures of steroid and saponine compounds. The results showed that the extract of 450 mg/kg BW was able to lower glucose blood level as much as 66,67% more effective than other extract dosages (300 mg/kg BW, 600 mg/kg BW and 750 mg/kg BW) and the control drugs (Amaryl® 0,02 mg/kg BW, Glucobay® 1 mg/kg BW and Glucophage® 10 mg/kg BW). The maximum decrease of glucose level had been reach at day 14 of observation after administration of extracts or drugs. Hyperglycemic mice by glucose induced can be identified as animal model of type 2 diabetes due to unhealthy and unbalanced eating habit. Hence based on experiment outcome above, it can be concluded that extract dosage of 450 mg/kg BW has function as oral anti diabetic drug of type 2 diabetes. Keywords: hyperglycemia, Amaryl, Glucobay, Glucophage, diabetes, methanol extract Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fitokimia dan pengaruh dosis ekstrak metanol kulit buah Jengkol [Pithecellobium jiringa (Jack) Prain ex King] (Leguminoceae) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus Musculus L.)  strain  DDY  dengan  waktu  pengamatan  yang  berbeda.Sebanyak  870  g  jengkol  dari  Cipayung  yang sudah  dikeringkan,  dimaserasi  dengan  pelarut  metanol  sehingga  diperoleh  ekstrak  metanol  kering  (12,75  g). Sementara,  hasil  uji  fitokimia  memberikan  informasi  bahwa kulit  buah jengkol  mengandung  senyawa  kimia golongan  fenolik,  flavonoid,  steroid,  dan  saponin. Hasil  kromatogram  dari  KLT  menunjukkan  bahwa  ekstrak metanol  kulit  buah  jengkol  mengandung  5  noda  yang  teridentifikasi  sebagai  senyawa  fenolik,  7  noda  yang teridentifikasi sebagai senyawa flavonoid, dan 6 noda yang teridentifikasi sebagai senyawa steroid dan saponin. Hasil  penelitian  menyimpulkan  bahwa  ekstrak  jengkol  dosis  450  mg/kg  BB  mampu  menurunkan  kadar  glukosa darah sebesar 66,67% lebih efektif dibanding ekstrak dosis lain (300 mg/kg BB, 600 mg/kg BB dan 750 mg/kg BB) dan kontrol obat (Amaryl® 0,02 mg/kg BB, Glucobay® 1 mg/kg BB dan Glucophage® 10 mg/kg BB). Penurunan kadar  glukosa  secara  maksimum  terjadi  pada  waktu  pengamatan  hari  ke-14  setelah  pemberian  ekstrak  atau obat. Mencit  yang  dibuat  hiperglikemia  dengan  cara  diberi  glukosa  berlebih  setiap  hari,  dapat  dijadikan  sebagai model hewan yang mengalami diabetes tipe 2 karena pola makanan yang tidak sehat dan seimbang. Oleh karena itu berdasarkan hasil percobaan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dosis 450 mg/kg BB dapat berfungsi sebagai obat antidiabetes oral tipe 2. Kata Kunci:  hiperglikemia, Amaryl®, Glucobay®, Glucophage®, diabetes, ekstrak metanol  
Uji Aktivitas Inhibisi Enzim α-Glukosidase secara In Vitro dari Ekstrak Metanol Daun Cryptocarya densiflora Blume dan Fraksi-Fraksinya Ariani, Nurul; Kartika, Irma Ratna; Kurniadewi, Fera
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 7 No 1 (2017): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 7 Nomor 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.787 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.071.03

Abstract

Cryptocarya densiflora Blume digunakan dalam penelitian penelusuran senyawa antidiabetes melalui penentuan aktivitas inhibisinya terhadap enzim α-glukosidase secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan profil fitokimia ekstrak metanol daun Cryptocarya densiflora Blume dan fraksi-fraksinya (n-heksana, n-heksana-etil asetat, serta etil asetat) serta aktivitas inhibisinya terhadap enzim α-glukosidase. Berdasarkan data yang diperoleh pada penelitian ini, diketahui bahwa fraksi etil asetat mengandung senyawa golongan flavonoid, fenolik, saponin, dan tanin. Di samping itu, fraksi etil asetat berpotensi sebagai inhibitor enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 sebesar 93,325 ppm dengan kategori aktif sebagai antidiabetes.   Kata kunci: Cryptocarya densiflora Blume, Inhibisi enzim α-glukosidase, in vitro