Yulendasari, Rika
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN Yulendasari, Rika; Firdaus, Muhammad
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.043 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1891

Abstract

Maternal factors relating to milk formula feeding on infants aged 0-6 months in Lampung-IndonesiaBackground: Many parents assume that breastmilk only would not be sufficient to fulfil baby?s nutrition need, so that baby need to feed with complementary feeding. The administration of complementary feeding like formula milk has been a common practice for some parents with reasons including less breastmilk production, maternal busy activities, less maternal knowledge concerning breastmilk feeding, saving time, being attracted by offered formula milk. Most parents administer formula milk with amount almost similar to breastmilk to fulfil the baby?s need.  Purpose: Knowing factors of formula feeding for infants 0-6 months.Methods: This was a quantitative analytic research by using cross sectional approach. Population was 220 babies of 0-6 months old in Waykandis public health centre working area from January to April 2019. 142 respondent samples were taken by using proportional random sampling.Results: The statistic test result showed that there were correlations of maternal occupation (p-value 0.016; OR 2.485), maternal education (p-value 0.004; OR 2.886), maternal knowledge (p-value 0.000; OR 0.089) to formula milk administration.Conclusion: There were factors of formula feeding for infants 0-6 months. The researcher expects the public health centre to create a schedule list for complementary feeding besides breast milk administration according to the children fewer than five needs, and to be always active in providing health education especially concerning the importance of formula milk knowledge.Keywords: Maternal; Formula Feeding; Infants 0-6 MonthsPendahuluan : Banyak orang tua menganggap bahwa kebutuhan nutrisi bayi tidak cukup hanya dengan ASI, sehingga bayi perlu dibantu dengan memberikan makanan pendamping ASI. Pemberian makanan pendamping ASI berupa susu formula sudah menjadi hal yang biasa, dengan berbagai alasan yang diberikan seperti ASI yang keluar sedikit, kesibukan ibu, kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian ASI, hemat waktu, tergiur dengan kandungan susu formula yang ditawarkan. Kebanyakan orang tua menilai pemberian susu formula hampir setara dengan ASI dan dapat mencukupi kebutuhan gizi bayinya. Tujuan  : Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan.Metode : Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan menggunakan analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian seluruh bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Waykandis dari bulan Januari sampai dengan bulan April 2019 yaitu sebanyak 220 orang. Sampel berjumlah 142 responden dengan teknik Proportional Random Sampling.Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan antara faktor pekerjaan dengan pemberian susu formula (p-value 0,016) nilai OR 2,485, terdapat hubungan antara faktor pendidikan dengan pemberian susu formula (p-value 0,004) nilai OR 2,886, terdapat hubungan antara faktor pengetahuan dengan pemberian susu formula (p-value 0,000) nilai OR 0,089.Simpulan : Ada hubungan antara faktor pekerjaan, pendidikan dan pengetahuan terhadap pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat membuat daftar menu pemberian MP-ASI sesuai dengan kebutuhan balita, selalu aktif memberikan penyuluhan kesehatan pentingnya pengetahuan tentang susu formula. 
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA JANTUNG PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATA BALBISIANA COLLA) YANG DITANAM DI LAMPUNG DENGAN METODE KJELDAHL Yulyanto, Aknes; Hermawan, Dessy; Yulendasari, Rika; Amirus, Khoidar
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.218 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i1.89

Abstract

Jantung pisang merupakan salah satu bagian dari tanaman pisang yang masihkurang pemanfaatannya. Jantung pisang memiliki banyak kandungan gizi yang baikuntuk kesehatan seperti protein, karbohidrat, mineral, fosfor, kalsium, vitamin B1,vitamin C serta serat. Telah dilakukan pengujian di laboraturium terhadap kadarprotein total pada jantung pisang kepok (Musa acuminata balbisiana colla) denganmetode Kjeldahl. Penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahldilakukan dengan menetapkan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan.Kadar protein dapat ditentukan dengan cara mengalikan jumlah nitrogen yangdiperoleh dengan suatu faktor konversi. Analisis protein dengan metode Kjeldahldapat dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu proses destruksi, proses destilasi, dan tahaptitrasi. Dari hasil penelitian kadar protein total pada sampel jantung pisang kepokdidapatkan hasil 2,06 % ± 0,02 dari desa Bumi Raya, 1,49% ± 0,09dari Pasar Tugu,1,62% ± 0,06 dari Pasar Koga, 1,74% ± 0,11 dari Pasar Gintung dan 1,44% ± 0,04dari Pasar Tani.Kata Kunci : Jantung Pisang Kepok, Protein, Uji Biuret, Kjeldahl
HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KAMPUNG WONOSARI KECAMATAN MESUJI TIMUR Yulendasari, Rika
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.177 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.246

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan terbesar di Indonesia terutama terjadi pada bayi dan balita. Kondisi sanitasi lingkungan dan berinteraksi dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang baik sehingga mengakibatkan keadaan sanitasi masyarakat yang kurang memenuhi syarat, sehingga menimbulkan diare salah satu penyakit yang berpotensial menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita.Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekata crossectional, dengan sampel 110 balita di Kampung Wonosari yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar balita berusia 36-59 bulan (56,4%), berjenis kelamin perempuan (59,1%) dan yang mengalami diare hanya sebagian kecil (35,5%). Kondisi sanitasi lingkungan sebagian besar tidak memenuhi syarat. Sanitasi lingkungan yang berhubungan dengan diare pada balita adalah kondisi sarana air bersih (p-value : 0,000; OR = 9,3), kondisi tempat pembuangan tinja (p-value : 0,000; OR = 41,4), kondisi tempat pembuangan sampah (p-value : 0,001; OR = 4,8) dan kondisi SPAL (p-value : 0,020; OR = 13,8).Disarankan untu meningkatkan kualitas sanitasi dasar melalui penggerakan program sanitasi dasar berbasis masyarakat (STBM) dan membiasakan diri dalam berperilaku sehat dan menjaga kondisi sanitasi lingkungan yang memenuhi syarat sebagai upaya pencegahan diare.Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Diare, Balita
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RS UMUM DAERAH DR. H ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Yulendasari, Rika
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.953 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.286

Abstract

ABSTRAKJumlah kematian ibu dan bayi di Indonesia termasuk tinggi diantara negara di Asia Tenggara. Terkait dengan komplikasi pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL, khususnya ketuban pecah dini (KPD). Di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung 2012 terdapat 91 kejadian KPD dari 1012 persalinan. Faktor penyebab KPD, paritas sebanyak 13.1%, Hb < 11gr% sebanyak 16.4%, usia ibu beresiko sebanyak 29,6%, Riwayat bayi kembar sebanyak 5.49%, kelainan letak janin 7.69%, infeksi genetalia ibu 4.39%, polihidramnion, inkopetensi servik dan sefalopelviks disproporsi sebanyak 23.0%.Tujuan penelitian ini diketahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian KPD berdasarkan data di RS Abdul Moeloek Bandar Lampung.Jenis penelitian kuantitatif, desain analitik dengan pendekatan case control. Data sekunder. Populasi seluruh ibu bersalin yang dirawat diruang Delima 2013 berjumlah 1.895. Sampel terdiri dari 164 kasus dan 164 kontrol. Pengambilan sampel kontrol dengan purposif sampling. Analisis data univariat, bivariat (Chi Square) dan multivariat (regresi logictic ganda).Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan KPD, usia ibu (pv=0.003, OR=2.001 (1,288-3,109)), infeksi genitalia (pv=0.000, OR=3,223 (2,051-5,067)), paritas ibu (pv=0,027, OR=1,675 (1,082-2,593)), anemia kehamilan (pv=0.008, OR=1,865 (1,200-2,900)), kelainan letak janin (pv=0,000, OR=2,283 (1,463-3,562)). Variabel dominan yang berhubungan dengan KPD yaitu infeksi genitalia (pv=0,000 OR=3,639). Disarankan dinas kesehatan meningkatkan peran sertanya, agar kinerja bidan desa dan kader kesehatan dalam mencegah dan menangani KPD.Kata Kunci : Usia, infeksi genitalia, paritas, anemia kehamilan, kelainan letak janin, KPD.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN TIPE D DAN FAKTOR FISIOLOGI DENGAN VITAL EXHAUSTION PADA PASIEN INFARK MIOKARD Hirawan, Bambang; Hermawan, Dessy; Yulendasari, Rika
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.195 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.670

Abstract

Abstrak! exhaustion (VE) merupakan prediktor utama terjadinya infark miokard (IM), diduga kepribadian D mempunyai hubungan independen dengan VB. Hubungan kepribadian tipe-D, faktor fisiologi: sterol total, indeks masa tubuh (IMT), high density lipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), tekanan darah diastolik (TDD), serta faktor gaya hidup dengan VE, telah diungkapkan oleh beberapa namun belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi hubungan antara kepribadian D dan faktor fisiologi berbungan dengan terjadinya VE pada pasien IM penelitian ini menggunakan Kla cross sectional designs. Dengan jumlah sampel sebanyak 68 yang dipilih menggunakan teknik ecutive sampling pada subjek yang datang dirawat di ICCU RSUPN Cipto Mangunkusumo dan rig Perawatan lantai 3,4, dan 5 RSJPD Harapan Kita Jakarta, mulai tanggal I Mei sampai dengan 15 2009. VE diukur dengan 21 pertanyan dari Maastric Questionnaire, kepribadian tipe-D terdiri dari oiri afekif negatif (AN) 7 dan harnbatan sosial (HS) 7 pertanyaan, faktor fisiologi: IMT, kolesterol HDL, LDL, dan TDD data sekunder yang didapat pada catatan medis pasien. Karakteristik subjek ipakan perancu. Hasil penelitian membuktikan kepribadian tipe D, kolesterol total dan TDD ubungan signifikan dengan VE dan faktor yang paling berhubungan dengan VE adalah kepribadian D. p----0,0141:0,05, OR 6,83 (CI:1,58-29,48). Simpulan penelitian ini yaitu pasien IM yang epribadian tipe-D mempunyai peluang 6,8 kali mengalami VE dibanding pasien IM bukan tipe-D ah dikontrol oleh kolesterol total, TDD dan peminum minuman keras, dan pasien dengan kolesterol berisiko berpeluang 5,9 kali mengalami YE dibanding dengan kolesterol total tidak berisiko setelah ntrol oleh tipe-D, TDD, dan peminum minuman keras, serta pasien dengan TDD berisiko berpeluang <an mengalami VE setelah dikontrol TDD tidak berisiko, kolesterol total dan tipe-D. Rekomendasi adalah memasukkan kepribadian tipe-D dan VE, dalam format pengkajian asuhan keperawatan tiap seting pelayanan pasien jantung.kata kunci: faktor fisiologi, kolesterol total, HDL, LDL, tekanan darah diastolik, kepribadian tipe-D, vital exhaustion.
PERANAN CELEBRITY ENDORSER DAN CITRA MEREK PRODUK WARDAH KOSMETIK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI BANDAR LAMPUNG Yulendasari, Rika; Ayu, Shinta Arini
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v10i2.226

Abstract

This research wanted to know how big the role of celebrity endorser and brand image on Wardah cosmetic products in Bandar Lampung. The media Promotion to sell a product can be used with a celebrity endorser to attract buyers. The image of the brand is also very important to remember consumers believe the brand is very well respected and will repurchase the product. Respondents in this study is that consumers who buy the products Wardah there several outlets and shops in Bandar Lampung. The method used is descriptive qualitative method by giving questionnaires to consumers, obtained a sample of 100 people. Given today's consumers are selective when buying products as well as many who choose kosher products based on whether or not the product, it is necessary for further research to determine what factors are instrumental to the consumer in buying the product
PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA Linawati, Linawati; Siahaan, Edita Revine; Warina, Elda; Yulendasari, Rika
Jurnal Kebidanan Malahayati Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.615 KB) | DOI: 10.33024/jkm.v5i3.1446

Abstract

ABSTRAKData dari Puskesmas Mulya Asri didapatkan bahwa tahun 2015 jumlah persentase angka kejadian Pneumonia pada balita sebesar 20.31% (50 balita), dan 3 (5.6%) diantaranya harus dirujuk ke RS, dan merupakan Puskesmas dengan kasus pneumonia tertinggi di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Tujuan penelitian ini diketahui perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit Pneumonia pada Balita di Puskesmas Mulya Asri Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2017.Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan pra eksperimen dengan pendekatan one group pra-post test design. Populasi penelitian adalah semua ibu yang memiliki balita di Puskesmas Mulya Asri Kabupaten Tulang Bawang Barat sejumlah 2.922 orang dengan sampel 20 responden. Instrumen pengumpulan data  menggunakan kuesioner. Analisa statistik yang digunakan uji t-dependenHasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata berdasarkan pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan adalah 60,2 dengan standar deviasi 10,1.  Nilai rata-rata pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan adalah 72,2 dengan standar deviasi 7,5. Ada perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit Pneumonia pada Balita di Puskesmas Mulya Asri Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2017 (P value=0,000). Saran dalam penelitian diharapkan dapat melakukan kegiatan pendidikan kesehatan dan pencegahan serta penanganan dan perawatan balita Pneumonia dengan menggunakan metode ceramah disertai pemutaran VCD. Kata Kunci          : Pengetahuan, Pneumonia, Pendidikan Kesehatan
Pengaruh latihan range of motion (ROM) ankle terhadap pencegahan terjadinya neuropati dan angiopati pada klien diabetes melitus Djamaludin, Djunizar; Setiawati, Setiawati; Yulendasari, Rika
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.605 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1941

Abstract

The effect of range motion (ROM) ankle exercise on prevention of neuropathy and angiopathy in patient with diabetes mellitusBackground: Based on data from Basic Health Research (2013) conducted by the Indonesian Ministry of Health in a way to obtain the proportion of DM at the age of 15 years and over, confirmed / checked whether or not they suffer from DM or not.It was found that Lampung Province was ranked as the 8th largest DM person from 33 provinces throughout Indonesia, with DM patients with 38,923 lives and 5,560 people. One complication that needs attention is diabetes foot injury and it can cause amputation. The most common cause of diabetes foot injury is peripheral neuropathy which includes damage to sensory, autonomic and motor nerves.Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of Range of Motion (ROM) ankle exercise on prevention of neuropathy and angiopathy on diabetes patients.Methods: A quasi experimental pre and post- test with control group study design was employed. The purposive sampling with 26 participants (13 respondents intervention group and 13 respondents control group) were recruited. The interventions groups performed ROM ankle exercise in their own respective training programs for 4 weeks, whereas no training was done in the control group. Both groups intervention and control, before and after the exercise program were measured with monofilament test for neuropathy and Venous Doppler for angiopathy. The data analysis was using t-test.Results: In the intervention group there were a significant improvements after ROM ankle exercise on prevention of neuropathy with p Value 0.000 and for angiopathy with p Value 0.000. There were significant different between intervention group and control group for neuropathy (p: .004) and angiopathy (p: .031).Conclusion: To prevent neuropathy and angiopathy on diabetes patients a home exercise program with Range of Motion (ROM) ankle could be implementedKeywords: Range of Motion; Neuropathy; Angiopathy; Diabetes MellitusPendahuluan: Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 oleh Kemenkes RI dengan melakukan wawan cara untuk mendapatkan proporsi DM pada usia 15 tahun keatas yaitu proporsi penduduk yang terdiagnosis menderita DM dan penduduk yang belum pernah didiagnosis menderita DM. Provinsi Lampung menduduki peringkat ke ? 8 penyandang DM terbesar dari 33 Provinsi diseluruh Indonesia, 38.923 jiwa dan 5.560 jiwa . Salah satu komplikasi yang harus mendapat perhatian yaitu luka kaki diabetes karena dapat mengakibarkan amputasi. Penyebab terbanyak dari luka kaki diabetes yaitu neuropati perifer yang meliputi kerusakan syaraf sensorik, otonom dan motorik.Tujuan: Diketahui pengaruh Range Of Motion (ROM) Ankle terhadap pencegahan terjadinya Neuropati dan Angiopati pada pasien Diabetes Melitus.Metode: Penelitian ini mengunakan desain quasi eksperimen pre post test dengan kelompok control dan intervensi..Sampel diambil dengan menggunakan tehnik Purposive Sampling dengan jumlah sampel yaitu 26 responden. Instrument penelitian ini  menggunakan 10 gr semmens weinstein monofilament untuk  mendeteksi  Neuropati dan  Venous Doppler  Ultrasound untuk  mendeteksi angiopati. Hasil: Menunjukkan adanya pengaruh latihan Range of Motion (ROM) Ankle terhadap pencegahan neuropati dengan p Value 0.000 dan angiopati dengan p Value 0.000. Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan control untuk neuropati (p: .004) dan  angiopati  (p: .031).Simpulan: Untuk mencegah terjadinya neuropati dan angiopati pada penderita DM untuk dapat melakukan latihan Range of Motion (ROM) Ankle  dirumah
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIARE DI PANTI ASUHAN BUSSAINA BANDAR LAMPUNG Yulendasari, Rika; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Keswara, Umi Romayati; Chrisanto, Eka Yudha
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Vol 2, No 2 Oktober 2019
Publisher : Diploma III Keperawatan Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.358 KB) | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2078

Abstract

ABSTRAKBadan Kesehatan Dunia (Who) Diare Membunuh Dua Juta Anak Di Dunia Setiap Tahunnya Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian hampir dseluruh daerah geografis di dunia dan semua kelompok usia dapat terserang. Diare menjadi salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada anak di negara berkembang. SetiapTahun Di Indonesia Diare Merupakan Salah Satu Penyebab Kematian Kedua Terbesar Pada Balita Dan Urutan Ketiga Bagi Bayi Serta Urutan Ke Lima Untuk Semua Umur. Tujuan Setelah Penyuluhan, Diharapkan Dapat Meningkatkan Pengetahuan Anak-Anak  Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung Tentang Penyakit Diare. Adapun Kegiatan Yang Dilakukan Berupa Penyuluhan Menggunakan Leaflet Dan Lembar Balik. Terdapat Peningkatan Pengetahuan Pada Anak-Anak Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung Terhadap Pencegahan Serta Perawatannya. Dengan Demikian, Pemberian Penyuluhan Pada Siswa Tentang Pencegahan Serta Perawatan Penyakit Diare Sangat Efektif. Kata Kunci : Diare, Anak-Anak, Penyuluhan  ABSTRACTWorld Health Organization (WHO) Diarrhea Kills Two Million Children in the World Each Year Diarrhea is one of the main causes of morbidity and mortality in almost all geographical regions of the world and all age groups can be attacked. Diarrhea is one of the main causes of mordibitas and mortality in children in developing countries. Every Year In Indonesia Diarrhea Is One Of The Biggest Causes Of Second Death In Toddlers And Third Order For Infants And Fifth Order For All Ages. Purpose After Counseling, It Is Expected To Increase Knowledge Of Children Of Bussaina Bandar Lampung Orphanage About Diarrhea. As for the activities carried out in the form of counseling using leaflets and flip sheets, there is an increase in knowledge in children of the Bussaina Bandar Lampung orphanage against prevention and care. Thus, the provision of counseling for children about prevention and treatment of diarrhea is very effective. Keywords: Diarrhea, Children, Extension
PENYULUHAN PENTINGNYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS GANG MAWAR KEMILING BANDAR LAMPUNG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING BANDAR LAMPUNG Chrisanto, Eka Yudha; Yulendasari, Rika; Hermawan, Dessy; Andoko, Andoko
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Vol 3, No 1 April 2020
Publisher : Diploma III Keperawatan Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.887 KB) | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2540

Abstract

Kasus ternjadinya penyakit Diabetes Melitus mengalami kenaikan setiap tahunya, kenaikanya pun meningkat sekitar 415 juta orang terutama dinegara berkembang. Kasus ini akan diperkirakan  meningkat menjadi 425 kasus pada tahun 2020. Pemahaman penyakit serta pencegahan ini pun belum terlalu dimengerti dalam lingkup masyarakat sehingga perlu diadakan Penyuluhan untuk mengurangi resiko Diabates melitus dan juga komplikasi lainya. Tujuan kegiatan ini diharapkan warga dapat mengerti tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan Diabates Melitus. Kegiatan ini telah dilaksankan pada hari Sabtu tanggal 01 Februari 2020. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kepada Bapak dan ibu-ibu serta para lansia tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan Diabates Melitus di Gang Mawar Kemiling  Bandar Lampung Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung dengan metode penyuluhan menggunakan leaflet. Terdapat pengaruh signifikan pada pengetahuan Bapak, ibu serta lansia sebelum dan sesudah penyuluhan pencegahan dan pengobatan Diabetes Melitus. Dengan demikian, pemberian edukasi dapat memberikan peningkatan pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan dan pengobatan Diabaetes Melitus.Kata kunci: Diabates Melitus, tingkat pengetahuan, penyuluhan ABSTRACTThe occurrence of Diabetes Mellitus cases has increased every year, the increase also increased by 415 million people, especially in developing countries. This case will be estimated to increase to 425 billion cases by 2020. Even this understanding of diseases and prevention has not been understood in the community so that counseling is needed to reduce the risk of Diabetes Mellitus such as stroke and other complications. The aim of this activity is expected to enable the community to understand the importance of prevention and treatment of Diabetes Mellitus. This activity has been carried out on Saturday, February 01, 2020. The activities carried out in the form of counseling to Mr. and Mrs. and the elderly about the importance of prevention and treatment of Diabetes Mellitus in Gang Mawar Bandar Lampung Working Area of Kemiling Health CenterBandar Lampung with extension methods using leaflets. There is a significant influence on your knowledge before and after counseling on the prevention and treatment of Diabetes Mellitus. Thus, the provision of education can provide increased knowledge, especially those relating to the prevention and treatment of Diabetes MellitusKeywords: Diabetes Mellitus, Knowledge, Counseling