Agrijanti, Agrijanti
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Hasil Pemeriksaan Rheumatoid Arthritis (Ra) Pada Atlet Voli Di Lapangan Atletik Gomong Lawatametode Aglutinasi Latex Hartini, Sri; Fikri, Zainal; Agrijanti, Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.659 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i1.79

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit peradangan yang terjadi pada sendi. Salah satu faktor pemicu terjadinya penyakit ini adalah cedera yang terjadi secara berulang kali. Cedera yang dialami dapat berupa cedera ringan, cedera sedang dan cedera berat. Sehingga atlet voli berpotensi mengalami penyakit peradangan pada sendi (Rheumatoid Arthritis).Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Hasil Pemeriksaan Rheumatoid Arthritis (RA) pada Atlet Voli di Lapangan Atletik Gomong Lawata Metode Aglutinasi Latex. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional deskriptif dengan teknik pengambilan sampel non random purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Data yang dikumpulkan merupakan data tentang gambaran hasil pemeriksaan Rheumatoid Arthritis (RA) pada serum atlet voli dengan menggunakan metode aglutinasi latex dan diamati terbentuknya aglutinasi. Hasil: Dari 30 responden negatif Rheumatoid Arthritis (RA), yang berarti cedera ringan pada atlet voli menunjukkan Rheumatoid Arthritis (RA) negatif, baik pada pria maupun wanita, baik usia muda maupun tua. Kesimpulan: Cedera ringan pada atlet voli menunjukkan Rheumatoid Arthritis (RA) negatif.
Hasil Pemeriksaan Serum Glutamik Oksaloasetik Transaminase (Sgot) Dan Serum Glutamik Pyruvik Transaminase (Sgpt) Pada Pasien Dengan Hasil Hbsag Positif Di Rsud Praya Nispahayati, Nispahayati; Agrijanti, Agrijanti; Getas, I Wayan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.304 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i1.99

Abstract

Penyakit hepatitis B merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia dan jenis yang paling serius dari virus hepatitis, yang mengenai dua kali lipat lebih banyak dibandingkan hepatitis C. Penyakit hepatitis B sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Namun hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati.Cara mendeteksi adanya penyakit hepatitis, perlu dilakukan serangkaian  tes fungsi hati yang sifatnya enzimatik (menguji kadar enzim), yaitu: Enzim yang berkaitan dengan kerusakan hati, antara lain SGOT dan SGPT. Indikator paling awal untuk mendiagnosa infeksi virus hepatitis B adalah antigen permukaan hepatitis  B/HBsAg. Penanda serum ini dapat muncul paling cepat dua minggu setelah individu terinfeksi, dan akan tetap ada selama fase akut infeksi. Jika penanda serum ini tetap ada setelah 6 bulan, maka klien dapat menderita hepatitis kronis dan menjadi carrier. Vaksin hepatitis B tidak akan menyebabkan HBsAg positif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Gambaran Hasil Pemeriksaan  SGOT dan SGPT pada Pasien dengan Hasil HBsAg Positif  di Rumah Sakit Umum Daerah Praya diperoleh jumlah hasil pemeriksaan SGOT yang meningkat dengan hasil HBsAg positif adalah  72.8%, sedangkan hasil SGPT meningkat dengan hasil HBsAg positif adalah  64%.
Efektivitas Inkubator Portable Sebagai Alat Inovasi Penunjang Laboratorium Mikrobiologi Halla, Sudirman; Rohmi, Rohmi; Agrijanti, Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.66 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i1.126

Abstract

Latar  Belakang : inkubator konvensional merupakan alat yang didesain untuk memenuhi kebutuhan pada proses inkubasi dilaboratorium mikrobiologi yang mengunakan komponen alat yang lumayan mahal dan membutuhkan tegangan listrik lumayan tinggi pada saat pengunaannya dilaboratorium. Sedangkan inkubator portable di rancang menggunakan bahan yang mudah di dapat dan relatif murah, pada saat penggunaannya dilaboratorium pun membutuhkan tegangan listrik yang sedikit, pada komponen alat inkubator portable di lengkapi dengan sensor suhu dan pengatur suhu seperti pada inkubator konvensional.Tujuan : Mendesain, merancang dan munguji  inkubator portable sebagai alat inovasi penunjang laboratorium mikrobiologi yang di lengkapi pengatur suhu dan LCD. Metode : penelitian ini merupakan jenis penelian ?experimental?yang bertujuan untuk membuat alat sederhana yang bisa untuk menumbuhkan bakteri yang melalui proses inkubasi. Hasil dan Kesimpulan: rata rata pertumbuhan bakteri yang di tanam pada media NAP lalu di inkubasi pada inkubator portable dan inkubator konvensional sebagai kontrol didapat kan hasil dan kesimpulan baha inkubator portable layak di gunakan sebagi inkubator alternatif penunjang laboratorium mikrobiologi khususnya bidang inkubasi.
Inventarisasi Bacillus Thuringiensis Dengan Metode Cawan Sebar Pada Habitat Hidup Larva Anopheles Sp Pada Tanaman Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Di Kabupaten Lombok Tengah Putriawati, Putriawati; Inayati, Nurul; Agrijanti, Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.738 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.117

Abstract

Beberapa bahan dapat digunakan untuk menekan larva nyamuk, diantaranya B. thuringiensis yang merupakan mikroba enthopatogenik yang dapat menjadi biolarvasida untuk menekan larva Anopheles sp. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi B.thuringiensis dari habitat hidup larva Anopheles sp pada tanaman Eceng gondok di Kabupaten Lombok Tengah (Desa Batujai). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif observatif dengan analisa data secara deskriftif untuk menentukan terdapat atau tidaknya B. Thuringiensis  setelah diinokulasi pada media.Pertumbuhan bakteri  setelah dilakukan preparasi sampel pada suhu 80°C selama 10 menit, diinkubasi pada suhu 30°C selama 24 jam. Kemudian di lakukan identifikasi/pemeriksaan sampel secara makroskopik dan mikroskopik di dapatkan hasil B.thuringiensis terdapat pada sampel larva. Hasil dari identifikasi ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan B.thuringiensis yaitu bentuk koloni bulat, pinggiran yang rata, warna koloni putih krim,  permukaan koloni datar dan halus serta sifat Gram yaitu basil Gram positif dengan endospora terletak di terminal/subterminal, dengan adanya kristal pada bakteri ini yang menandakan bahwa bakteri B.thuringiensis ini bersifat toksin terhadap larva Anopheles sp. Beedasarkan penelitian yang telah dilakukan inventarisasi Bacillus thuringiensis terdapat pada sampel Larva Anopheles sp pada tanaman Eceng gondok (Eichornia crassipes) di Kabupaten Lombok Tengah. Namun tidak terdapat Bacillus thuringiensis pada sampel tanah. 
Efektivitas Sediaan Minyak Sumbawa Terhadap Kadarkolesterol Total Pada Tikus Putih (Rattusnorvegicus) Strain Wistar Yang Diberi Diet Hiperkolesterolemia Halawiya, Aeni; Tatontos, Erlin Yustin; Agrijanti, Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.386 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.91

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan suatu keadaan dimana kadar kolesterol yang tinggi didalam darah. Hiperkolesterolemia merupakan faktor utama untuk terjadinya arterosklerosis. Pemberian obat tradisional minyak Sumbawa diharapkan mampu menurunkan kadar kolesterol total darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh sediaan minyak Sumbawa terhadap kadar kolesterol total tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar yang diberi diet hiperkolesterolemia. Penelitian ini merupakan penelitian Pra Eksperimen dengan desain penelitian One Grup Pre test Post test, menggunakan 5 ekor hewan tikus b erusia dua sampai empat bulan.  Setelah adaptasi selama satu minggu dan telah berhasil dibuat hiperkolesterolemia dengan telur puyuh dan larutan Propiltiourasil (PTU), dilakukan pemeriksaan pretest kadar kolesterol total.  Perlakukan diberikan selama 9 hari dan dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol total posttest. Rerata hasil pemeriksaan kadar kolesterol total pada hewan coba tikus putih (R. norvegicus) strain wistar sebelum perlakuan hiperkolesterol adalah 107.80 mg/dl.Rerata hasil pemeriksaan kadar kolesterol total pada hewan coba tikus putih (R. norvegicus) strain wistar setelah perlakuan hiperkolesteroladalah 148.75 mg/dl.Rerata hasil pemeriksaan kadar kolesterol total pada hewan coba tikus putih (R. norvegicus) strain wistar setelah pemberian minyak Sumbawa  adalah 121.75 mg/dl.
Uji Screening Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Menggunakan Antibiotik Cefoxitin (fox) 30 µg Pada Pasien Penderita Abses Gigi di Klinik BPJS Mataram Risky, Yuliana Tri; Agrijanti, Agrijanti; Inayati, Nurul
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.692 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v6i2.140

Abstract

Salah satu bakteri penyebab infeksi pada manusia adalah bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) pada pasien penderita abses gigi di klinik BPJS Mataram. jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, adapun pengertian dari metode deskriptif analisis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada 10 sampel swab abses pada gigi diperoleh 3 sampel yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, kemudian dilanjutkan dengan uji sensitivitas untuk mengetahui adanya bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) dengan menggunakan antibiotik Cefoxitin (fox) 30µg diperoleh hasil sensitif antibiotik untuk ketiga sampel. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ditemukan bakteri yang resistant terhadap antibiotik Cefoxitin (fox) 30 µg pada pasien penderita abses gigi di klinik gigi BPJS Mataram.