Pangestuti, Dinik Fitri Rahajeng
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Desain Pembekalan Enterpreneurship bagi Warga Binaan Pemasyarakatan pada Fase Pra Asimilasi Berbasis Asmaa-ul Husna (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta) Pangestuti, Dinik Fitri Rahajeng
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4940.759 KB)

Abstract

Abstrak. Penjara merupakan tempat yang memiliki konotasi sangat negatif di masyarakat. Orang-orang yang pernah menjalani kehidupan di penjara mayoritas mendapatkan pandangan miring di masyarakat. Kondisi ini menyebabkan penurunan konsep diri sehingga mantan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) akan mengalami kendala sosial ketika kembali ke masyarakat pasca hukuman. Maka dari itu perlu adanya pembekalan yang mampu memberikan spirit bagi WBP agar memiliki lifeskill yang memadai. Metode pembelajaran tersebut telah ada di dalam Al Qur?an, yaitu ?Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajarkan manusia dengan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.? (Q.S Al ?Alaq : 1-5). Ayat ini merupakan ayat yang pertama kali diturunkan kepada Rasululloh SAW, yang merupakan pertanda bahwa beliau merupakan insan yang dipilih untuk mengemban tugas kerasulan, yaitu membawa pesan kerahmatan bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin). Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menggali, membina dan mengembangkan potensi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan memberikan treatment untuk membangkitkan kesadaran diri dan kepribadian positif dengan cara dzikir Asmaa-ul Husna. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian mixed methode dengan pendekatan community based action research. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Untuk data kuantitatif diolah dengan menggunakan Paired Sample T-Test, sedangkan data kualitatif akan memperkuat hasil pengujian secara kuantitatif. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa terjadi perubahan yang signifikan pada karakter enterpreneurship, ketenangan hati dan well being sebelum dan sesudah mengikuti program.
Penentuan Tarif Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Metode Activity Based Cost System Pangestuti, Dinik Fitri Rahajeng; Purbasari, Indah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.705 KB) | DOI: 10.32504/sm.v14i2.128

Abstract

Background: The result of the morbidity report at 2001, shown that dental and oral health in Indonesia is still become public complaint, it is around 60%, such as dental caries and periodontal disease. Dental public health effort to date has yet to be run with optimal due to various constraints, including: limitations of the power, the means of operating costs as well as social and economic conditions of society. Considering these constraints have developed a model of services in the form of a layered service (level of care) according to existing resources, in the form of Primary Health Care (PHC). But this time the tariff is determined by hospitals, especially the private hospitals are still considered high by most of society. In determining the cost of products as the basis for determining the price of the hospital sometimes still use traditional accounting systems that pricing anyway no longer reflects the activity because of the many categories that are not direct. The main difference between the calculation of the product cost of goods of traditional cost accounting by activity-based costing is the amount of cost driver (trigger) is used. In the determination of cost of products with activity-based costing uses the cost drivers in the sum more than in traditional cost accounting systems that use only one or two cost drivers based on the unit.Objective: To determine the differences between determination of dental and oral health service tariff by using Activity Based Cost System and traditional method.Methods: This research was a case study research and how to collect data from the financial reporting RSUD Panembahan Senopati Bantul about patient visits for examination in dental health polyclinic. Results: The results of this research were the determination of the tariff model of oral health services by using Activity-Based Cost systems, as well as a comparison between traditional fare tariffs and tariff system for Activity Based Cost System. Keywords: tariff, dental and oral health, Primary Health Care, activity based costing, cost driver.
WITHHOLDING TAX SYSTEM UNTUK PEMUNGUTAN PAJAK: UPAYA PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK VS INSTRUMEN TAX PLANNING Pangestuti, Dinik Fitri Rahajeng; Wardhani, Arum Puspita
AKURASI: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/akurasi.v1i1.64

Abstract

Taxes are the greatest source of country income. The funds derived from the tax are used to perform the development of State infrastructure. Various efforts have been made by the Government to be able to set tax payments, one of which by implementing the withholding tax system. This system is expected to increase tax acceptance, but some parties actually utilize it in a tax planning strategy as an effort to streamline the tax burden to be paid. So far, tax revenues in Indonesia are still relatively low compared to the expected. Financial Minister of Indonesia, Sri Mulyani stated that the government can only collect tax revenues of 14.1% of the Indonesian Gross Domestic Product (GDP). Nevertheless, research proves that overall withholding tax system has been able to increase tax revenues in Indonesia both income tax and value added tax. Withholding tax system proved to have a positive impact in the taxation in Indonesia although it needs to be improved in these effectiveness and efficiency.
INTEGRATION INTERCONNECTION OF ISLAMIC AUDITING LEARNING MODEL IN 4.0 ERA Pangestuti, Dinik Fitri Rahajeng
Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Vol 3 No 2 (2019): JESKaPe Vol. 3 No. 2 July-December 2019
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.116 KB)

Abstract

Auditor adalah profesi penting dalam dunia bisnis. Opini yang dikeluarkan oleh auditor menjadi jaminan atas kewajaran dari laporan keuangan perusahaan. Auditor sebagai pihak independen memiliki kewajiban untuk memeriksa laporan keuangan dari perusahaan klien. Dalam melaksanakan tugasnya, auditor harus mematuhi standar dan etika profesional yang telah ditetapkan. Namun, pelanggaran yang dilakukan oleh auditor terhadap standar audit dan etika masih terjadi. Dari sejarah skandal audit maka penting untuk memperbaiki proses pembelajaran. Kampus sebagai pusat pengetahuan tidak hanya mendidik auditor yang kompeten tetapi hal penting lainnya adalah untuk mendidik moralitas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metodologi action research. Data diambil dalam kasus pembelajaran nyata di kelas audit kemudian menyusun aturan yang ada dalam pembelajaran, standard output auditor dan aturan Al Qur'an untuk menjadi model pembelajaran. Data lain diambil dengan mewawancarai para ahli untuk mendapatkan konfirmasi tentang model. Hasil penelitian ini adalah pemodelan pembelajaran audit yang dapat diterapkan dalam kelas auditing.