Articles

Found 4 Documents
Search

DAYA DUKUNG TANAMAN SAWIT DAN HASIL IKUTAN LIMBAH PENGOLAHAN SAWIT SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI SUMATERA BARAT Indrayani, Ida; Hellyward, James; Alveni, Yozil
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 2 (2016): Pastura Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v05.i02.p09

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui daya dukung kebun dan limbah sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak di Sumatera Barat. Penelitian menggunakan metode desk study, berupa penelusuran data-data sekunder hasil-hasil penelitian lain yang relevan, dokumen resmi dan catatan penting pada instansi pemerintah dan instansi terkait lainnya. Hasil analisis menunjukkan daya dukung perkebunan sawit rakyat di Sumatera Barat dengan pemanfaatan hijauan, daun tanpa lidi dan pelepah sawit sebagai pakan ternak sapi secara keseluruhan dapat menampung sekitar 390.913 ekor sapi. Sementara daya dukung hasil ikutan limbah pengolahan kelapa sawit sebagai pakan ternak adalah sebesar 465.812 ekor. Dengan demikian secara keseluruhan yaitu perkebunan rakyat, negara dan swasta mampu menyediakan pakan untuk 856.725 ekor sapi. Dapat disimpulkan bahwa usaha ternak sapi potong masih mempunyai peluang untuk dikembangkan dengan memanfaatkan tanaman sawit dan hasil ikutan limbahnya sebagai pengganti pakan hijauan.Kata kunci : kebun sawit, daya dukung, limbah sawit, pakan ternak sapi
OPTIMALISASI POTENSI SUMBER DAYA PETANI UNTUK PEMELIHARAAN SAPI POTONG RAKYAT PADA BASIS PERTANIAN BERBEDA DI SUMATERA BARAT Agustar, Asdi; Hellyward, James; Zein, Mardiati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 1 (2015): Pastura Vol. 5 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p12

Abstract

Beef cattle raising have been doing as sideline business in farming systems. Such conditions lead to frequent farmers are not fully paying attention. Therefore, the potential for increased economic value is very likely obtained when competencies resource owned by the farmers can be utilized optimally. The study aims to map the the resource owned by the farmers in particular the potential of land, feed resouces and family labour. The study was conducted at three (3) areas with different agricultural commodity basis, using the survey with 180 respondent randomly selected. The results shown that farmers at the smallholders estate area have more resources than both farners in the crop and horticulture basis areas. In all three areas of research, utilization of resoources are still not optimal. Optimizing the use of available resources is still possible to increase the scale of beef cattle raising in the three areas of research.
PENGELOLAAN PETERNAKAN SAPI POTONG RAMAH LINGKUNGAN Suyitman, Suyitman; Warly, Lili; Hellyward, James
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3 (2019): September 2019
Publisher : LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pertanian harus bersinergi dengan pembangunan wilayah perdesaan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.  Dalam mencapai tujuan tersebut, pengembangan kawasan potensial seperti kawasan berbasis peternakan sapi potong perlu dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan yang akan menstranformasikan perdesaan menjadi kota-kota pertanian merupakan salah satu pilihan strategis yang tepat. Kelompok Tani Cerdas dan Kelompok Tani Brahman yang beralamatkan di Blok A Sitiung II, Jorong Koto Hilalang II, Nagari Sungai Langkok, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya merupakan daerah transmigrasi yang pertama di Indonesia dan sekarang berkembang menjadi salah satu daerah  gudang ternak sapi potong di Kabupaten Dharmasraya dan Propinsi Sumbar. Peternak rata-rata mempunyai sapi potong sebanyak: 2-10 ekor/keluarga. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah  (a) peternak mulai kesulitan dalam menyediakan pakan hijauan, apalagi di saat menghadapi musim kemarau, (b) kotoran feses sapi cukup menumpuk di sekitar kandang, sehingga mengganggu kebersihan dan mencemari lingkungan serta mengganggu estetika, (c) biaya rekening listrik peternak akhir-akhir ini dirasa  cukup mahal. Solusi yang ditawarkan adalah: (a) pemanfaatan limbah perkebunan dan agroindustri, seperti pelepah daun kelapa sawit dan bungkil inti sawit diolah sebagai pakan ternak sapi potong, (b) limbah ternak sapi potong yang berupa feses sapi diolah sebagai pupuk kandang melalui unit pengelolaan pupuk organik (UPPO) dan biogas untuk menghasilkan dan memenuhi kebutuhan energi dalam bentuk listrik dan gas di kawasan Kelompok Tani Cerdas dan Kelompok Tani Brahman, sehingga dapat mengurangi biaya operasional, khususnya kebutuhan listrik dan tidak bergantung pada PLN, (c) pemanfaatan pupuk kandang/organik dan cendawan mikoriza arbuskula (CMA) dalam mendukung sistem pertanian organik untuk budidaya secara intensif rumput unggul, seperti King Grass dalam rangka meningkatkan penyediaan pakan hijauan untuk pakan ternak sapi potong. Selain itu kegiatan ini menjadi model bagi masyarakat peternak sapi potong di sekitar kawasan Kelompok Tani Cerdas dan Kelompok Tani Brahman untuk dapat mencapai tujuannya yaitu menyusun pengembangan kawasan berbasis peternakan sapi potong terpadu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di daerah ini dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dan juga berfungsi sebagai kawasan alih (diseminasi) teknologi. Target khusus yang ingin dicapai adalah peternak mampu memanfaatkan limbah perkebunan dan agroindustri sebagai pakan ternak sapi potong, limbahnya dapat diolah melalui unit pengelolaan pupuk organik (UPPO) dan biogas serta peternak mampu secara intensif membudidayakan rumput unggul (King Grass) memakai sistim pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode yang ditawarkan kepada kedua mitra untuk mendukung realisasi program ini adalah metode consuling dimana sebelumnya melalui pendekatan, kemudian diberikan penyuluhan, pelatihan dan pembinaan serta terakhir adanya evaluasi dan monitoring berkelanjutan dari pihak Perguruan Tinggi. Hasil dari monitoring nanti diharapkan dapat meningkatkan keinginan dan semangat serta motivasi yang tinggi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan hidup peternak di daerah transmigrasi ini. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pemerintah daerah, masyarakat, petani, peternak dan stakeholder yang akan menginvestasikan modalnya dalam pengelolaan sapi potong terpadu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
MEMBANGUN PERILAKU KONSUMSI MELALUI PENGETAHUAN KONSUMEN BERBASIS KOMUNITAS (SUATU KAJIAN LITERATUR) Sillia, Nova; Hellyward, James; Jafrinur; Noer, Melinda
AGRIPITA JOURNAL Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian
Publisher : Agripita Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.17 KB)

Abstract

The purpose of this study was to understand the concept of knowledge and the consumption behavior creation through the consumer knowledge-based community. This paper obtained by read, summarize and synthesize book and article obtained from international and national journals. The results of this literature review showed that consumer knowledge is a major factor to create the consumption behavior. Various efforts to increase knowledge has been done through a variety of sources and media-based individuals, corporations and governments. It is not effective to create consumption behavior. Consumers will be motivated to behave because their belief to the information sources. Community is a medium for consumers to share their experiences. Therefore, community can create consumption behavior effectively.