Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI SOFT SKILL TRAINING BAGI NARAPIDANA LAPAS CIAMIS Budiaman, Hendi; Mulyanti, Dewi; Akbar, Dendy Syaiful
Abdimas Galuh Vol 1, No 1 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.8 KB) | DOI: 10.25157/abdimas galuh.v1i1.2882

Abstract

Khalayak sasaran yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat penghuni Lembaga Permasyarakatan Kls II B Ciamis yang memiliki waktu sekitar 1-3 bulan sebelum bebas. Permasalahan yang dialami oleh mitra adalah kurangnya pembinaan pengembangan diri dari para narapidana di Lapas Ciamis, sehingga menimbulkan kemungkinan rentannya narapidana terjerumus kembali kepada tindakan-tindakan yang melanggar hukum setelah keluar dari penjara karena himpitan ekonomi dan tidak memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan yang cukup. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan diantara nya adalah Tes Pra Kegiatan, dimana hasilnya menunjukan bahwa pengetahuan narapidana yang menjadi Mitra PKM-S mengenai Pendidikan Hukum dan Kewirausahaan masih rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari skor rata-rata hasil Tes Pra Kegiatan yang diperoleh adalah sebesar 45. Sementara itu kegiatan pelatihan Soft Skill Pendidikan Hukum dan Kewirausahaan telah dilaksanakan. Selama kegiatan para peserta mengikuti dengan antusias, dibuktikan dengan komunikatif nya mereka selama kegiatan berlangsung. Mereka berkomunikasi dengan pemateri dari Tim PKM-S mengenai hal-hal apa saja yang mereka perlu tanyakan, baik seputar materi yang diberikan, ataupun hal lainnya yang dianggap penting bagi mereka. Hasil Tes Pasca Kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mereka, yang dibuktikan dengan skor rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 80. Maka dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan soft skill memberikan pengalaman baru bagi bagi mereka, dan dapat dijadikan bekal untuk menjalani kehidupan sehari-hari setelah mereka bebas dari penjara. Melihat antusiasme para narapidana dalam kegiatan ini, maka pihak Lapas Kelas II B Ciamis hendaknya memperbanyak kegiatan-kegiatan yang tujuannya adalah untuk memberi bekal pengetahuan dan keterampilan bagi Narapidana, karena dapat berguna bagi mereka kelak setelah bebas dari penjara.
INVESTMENT STRATEGY IN CREATIVE INDUSTRY USING DIFFERENTIAL ACCOUNTING Prabowo, Faizal Haris Eko; Taufik, Nuryanti; Akbar, Dendy Syaiful
Jurnal Apresiasi Ekonomi Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : STIE Pasaman, Simpang Empat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.31846/jae.v7i3.235

Abstract

The need for documentation of a photo is one of the positive trends formed by the market, one example of which is documentation of weddings that currently the need for these services has never subsided. Behind the increasing demand that occurs in the market there are some obstacles for the providers of wedding photography services, namely internally their understanding of financial literacy, especially on investment is still not good. This has an impact on the efficiency of operational costs that occur when they are faced with the decision to buy a new camera or rent a camera for its operational activities. The purpose of this study is to analyze investment strategies by using management accounting, especially accounting differentials in the decision making process of buying or renting documentation tools for the perpetrators of wedding photography services so that it can be seen which decisions are more efficient. The method in this study uses comparative studies, while the analytical technique used is differential accounting. The results of the study show that there are differences in costs used in buying or renting photographic cameras. There is a comparison of 42%, buying a camera using Micro KUR credit is more efficient than renting, but some photographic service providers still have difficulty in understanding the credit application process and there are concerns that it cannot afford to pay credit installments with a long enough period of time.
ANALISIS AKUNTANSI YANG DITERAPKAN UMKM Akbar, Dendy Syaiful; Darna, Nana; Prawiranegara, Benny
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 3 (2016): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.071 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i3.1002

Abstract

Pengelolaan keuangan menjadi salah satu masalah yang seringkali terabaikan oleh para pelaku bisnis UMKM, khususnya berkaitan dengan penerapan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan dan akuntansi yang benar. Masalah ini biasanya timbul dikarenakan pengetahuan dan informasi pelaku UMKM mengenai akuntansi sangat terbatas, latar belakang pendidikan para pelaku UMKM juga mempengaruhi pengetahuan para pelaku usaha. Padahal sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sangat potensial dikembangkan. Karena sektor ini terbukti memberikan kontribusi 57,12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kementrian Koperasi dan UMKM menyatakan, bahwa UMKM di Indonesia kini mencapai 55,2 juta unit atau sebesar 99,98 persen dari pelaku usaha nasional. Bhakan sektor ini telah menyerap 101,72 juta orang tenaga kerja atau sebesar 97,3 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Sektor UMKM ini telah berkontribusi sebesar 57 persen dari Produk Domestik Brtuo (PDB) pada tahun 2013, sedangkan sebanyak 43 persen merupakan kontribusi dari usaha besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis penerapan siklus akuntansi pada UMKM di Kecamatan Cikoneng apakah sudah sesuai dengan kaidah-kaidah siklus akuntansi yang benar; (2) menganalisis sektor UMKM manakah di Kecamatan Cikoneng yang memilliki pengelolaan keuangan yang baik dengan menerapkan siklus akuntansi; (3) menganalisis jalan keluar yang dapat ditempuh dalam upaya mendorong dan membantu para pelaku UMKM di Kecamatan Cikoneng dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang baik dengan menerapkan siklus akuntansi. Metode yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM di Kecamatan Cikoneng yang berjumlah 178 UMKM, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 UMKM di Kecamatan Cikoneng. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah: (1) Analisis Deskriptif; (2) Analisis Statistik Inferensial, dan; (3) Analisis Komparatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Para pelaku UMKM di Kecamatan Cikoneng masih kurang dalam menerapkan siklus akuntansi pada pengelolaan keuangan usahanya; (2) Dari tiga sektor UMKM di Kecamatan Cikoneng, sektor home industry merupakan sektor UMKM yang pengelolaan keuangannya lebih baik dibandingkan dengan sektor dagang dan jasa; (3) Para pelaku UMKM di Kecamatan Cikoneng memerlukan sosialisasi maupun pelatihan pengelolaan keuangan dengan menerapkan siklus akuntansi dari pihak-pihak terkait, sehingga diharapkan mereka akan mampu untuk melakukan pengelolaan keuangan usahanya dengan baik dan mengetahui perkembangan usahanya yang didapat dari informasi akuntansi nantinya.Kata Kunci: siklus akuntansi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MEWUJUDKAN AKUNTABILITAS ALOKASI DANA DESA (ADD) (Penelitian Pada Desa-desa di Wilayah Kecamatan Sadananya) Akbar, Dendy Syaiful
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.177 KB) | DOI: 10.25157/je.v5i2.958

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada tingkat implementasi di lapangan dan peran BPD dalam mewujudkan akuntabilitas ADD. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian didapat bahwa Peran BPD dalam tahap perencanaan ADD di desa-desa wilayah Kecamatan Sadananya adalah menyampaikan aspirasi masyarakat dalam Musrenbangdes dan peran BPD dalam pengambilan keputusan pada tahap perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan, dimana pengambilan keputusan BPD dituangkan dalam bentuk Perdes yang sebelumnya telah dispekati bersama dengan Pemerintah Desa. Pada tahap pelaksanaan ADD, BPD berperan sebagai pengawas kegiatan serta berdialog dalam rapat evaluasi 3 bulanan untuk menyampaikan saran dan kritik yang berasal dari masyarakat. Sedangkan pada tahap pertanggungjawaban ADD, BPD mempunyai kewajiban untuk mengusung bahwa prinsip transparansi dalam pertanggungjawaban ADD harus diterapkan, selain itu BPD memastikan bahwa pelaksanaan ADD harus berjalan sesuai aturan yang berlaku.