Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN KUALITAS PERAIRAN DENGAN KEPADATAN POPULASI IKAN TERUBUK (Tenualosa ilisha) DI SUNGAI BILAH KABUPATEN LABUHANBATU Machrizal, Rusdi; Dimenta, Rivo Hasper; Khairul, Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.323 KB) | DOI: 10.36987/jpbn.v5i2.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan parameter kualitas air dengan kepadatan populasi ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) di Sungai Bilah, Kabupaten Labuhanbatu. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari ? April 2019 dengan metode ekplorasi. Ikan terubuk ditangkap menggunakan jaring insang dengan 3 ukuran berbeda, 2, 3, dan 4 inchi. Titik sampling di bagi menjadi tiga lokasi berdasarkan informasi nelayan setempat. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, salinitas, pH, DO, BOD, COD, Nitrat dan Posfat. Analisis hubungan parameter kualitas air dengan kepadatan populasi ikan dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS ver 22 for windows. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan populasi ikan terubuk berada diantara 0,39-1,14 ekor/100 m2. Analisis korelasi memperlihatkan bahwa terdapat korelasi searah antara suhu dan salinitas terhadap kepadatan populasi ikan terubuk (T. ilisha) dengan nilai koefisien masing-masing 1,00 (suhu) dan 0,976 (salinitas). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa suhu dan salinitas merupakan faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi ikan terubuk (T. ilisha) di Sungai Bilah
FAKTOR KONDISI DAN POLA PERTUMBUHAN UDANG KELONG (PENAEUS INDICUS) PADA PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi
JURNAL EDUSCIENCE Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : FKIP ULB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v4i2.1447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kondisi (K) dan Pola Pertumbuhan udang kelong (P. indicus) telah dilakukan di sekitar perairan muara yang memiliki ekosistem mangrove Belawan selama 3 bulan, sejak bulan Juni - Agustus 2016. Metode penelitian yang digunakan yang dalam menentukan 4 titik stasiun sampling adalah purposive random sampling dengan 2 kategori zona yaitu zona alami dan zona pemanfaatan. Pengambilan sampel udang kelong (P. indicus) dilakukan dengan menggunakan jaring ambai berbentuk kerucut yang terbuat dari bahan nilon. Pada tiap stasiun ditentukan 3 unit jaring tangkap sebagai ulangan (total jaring 12 unit/bulan). Analisa data pola pertumbuhan udang menggunakan rumus persamaan hubungan panjang dan bobot Effendie (2002) dan analisa faktor kondisi relatif (K) menggunakan rumus Rypel dan Ritcher (2008). Hasil penelitian diperoleh bahwa Pola pertumbuhan udang (P. indicus) di perairan mangrove Belawan seluruhnya kategori allometrik negatif (b < 3) dimana nilai b tertinggi pada stasiun I sebesar 2.82, dan terendah berada pada stasiun III sebesar 1.26. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh letak lokasi stasiun I yang hampir mendekati daratan, sehingga diduga kondisi substrat sesuai bagi kebutuhan perkembangan udang kelong. Nilai faktor kondisi (K) P. Indicus  tertinggi berada pada stasiun II sebesar 1,71 dan nilai yang terendah pada stasiun III sebesar 1,20. Sehingga dapat disimpulkan udang kelong (P. Indicus) pada seluruh stasiun tergolong dalam kondisi pipih atau tidak gemuk.
INFORMASI MORFOLOGI REPRODUKSI DAN NISBAH KELAMIN UDANG MANTIS CLORIDOPSIS SCORPIO (LATREILE, 1828) DI PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v5i2.1462

Abstract

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui morfologi alat reproduksi dan nisbah kelamin jantan-betina pada udang mantis Cloridopsis scorpio telah dilakukan selama 3 bulan, sejak bulan Maret hingga Mei 2019 pada perairan ekosistem mangrove Belawan. Pengambilan sampel udang mantis Cloridopsis scorpio dilakukan menggunakan jaring ambai berbahan nilon polyfilament dengan peletakan posisi jaring melawan pergerakan arus air. Penentuan stasiun pengamatan ditetapkan dengan metode purposive random sampling sehingga diharapkan dapat memperoleh data yang mewakili lokasi. Data nisbah kelamin dianalisis menggunakan analisis chi-square (?2) (Sugiono, 2006) dan data sebaran frekuensi matang gonad udang dianalisa dengan rumus Walpole (1993). Hasil analisis nisbah kelamin menunjukkan nisbah kelamin jantan C. scorpio lebih sedikit dibandingkan betina dengan perolehan nilai chi-square hitung > chi-square tabel(0,05.10) (63,20 >18,30). Dari hasil analisa data sebaran frekuensi udang ditemukan C. scorpio kategori belum matang gonad (BMG) paling banyak ditemukan pada ekosistem mangrove Belawan dengan selang ukuran panjang tubuh 32 mm hingga 128,72 mm, dan udang mantis yang matang gonad (MG) ditemukan mulai pada selang kelas ukuran panjang tubuh 128,72 mm hingga 298,00 mm Kata kunci: Belawan, Nisbah Kelamin, Cloridopsis scorpio, Reproduksi
STUDI KEANEKARAGAMAN PLANKTON SEBAGAI PAKAN ALAMI UDANG PADA PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Khairul, Khairul; Machrizal, Rusdi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v4i2.1501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman plankton yang menjadi pakan alami dari udang kelong (P. indicus). Penelitian telah dilakukan selama 2 bulan di sekitar perairan muara sungai yang memiliki ekosistem mangrove Belawan, pada bulan Mei hingga Juni 2017. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi sampling untuk pengambilan sampel plankton adalah ?Purposive Sampling? pada 5 (lima) stasiun pengamatan dengan 2 kategori zona yaitu zona alami dan zona pemanfaatan, dilakukan 3 (tiga) kali ulangan setiap stasiun. sampel plankton diambil dengan menggunakan Plankton Net. Analisa data Kelimpahan Plankton menggunakan persamaan (APHA, 1998), untuk indeks keanekaragaman Plankton dengan persamaan Indeks Shannon-Wiener (H?), dan Analisa Korelasi Kelimpahan Terhadap Parameter Biologi (udang dan mangrove) menggunakan analisis korelasi Pearson dari perangkat lunak SPSS versi 20. Hasil penelitian diperoleh Kelimpahan plankton tertinggi dijumpai pada stasiun 1 dan 3 yang didominasi oleh kelompok fitoplankton dari genus Melosira, Gonatozygon, Skeletonema, Asterionellopsis, Ceratium, Thalassionema, Odontella, Nitzchia, dan Coscinodiscus, serta Kelompok zooplankton dari genus Brachionus dan Cyclops. Sedangkan Kelimpahan plankton terendah dijumpai pada stasiun 2 dan 5. Nilai indeks keanekaragaman (H?) plankton tertinggi ditemukan pada stasiun 1 (2,26) yang merupakan kawasan alami dengan minim aktivitas manusia dan memiliki ragam jenis mangrove, serta merupakan area pasang-surut yang baik. Sedangkan nilai indeks keanekaragaman (H?) plankton terendah pada stasiun 2 (0,97) yang berlokasi paling jauh dari muara sungai Belawan. Hasil analisis korelasi pearson antara kelimpahan plankton terhadap faktor biologi lingkungan (kerapatan mangrove dan populasi udang kelong P. indicus) menunjukkan korelasi positif/searah yang sangat kuat dengan nilai masing-masing sebesar 0.91 dan 0.94
POLA PERTUMBUHAN DAN KONDISI HABITAT LABI-LABI (AMYDA CARTILAGINEA BODDAERT 1770) DI DESA SABABANGUNAN KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Siregar, Siti Fatimah
Konservasi Hayati Vol 16, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v16i1.11563

Abstract

This research was done to know the information about the Population of softshell turtle (A.cartilaginea) in Sababangunan Village-North of Padang Lawas District. The purpose of this study was to find out the growth pattern and the quality of physical-chemical water factor (environment parameters) whos showed river condition supporting life of A.cartilaginea in Sababangunan village-Padang Lawas Utara District. Determination of research location conducted by purposive sampling methode and sampling activity taken by using handsortir method. The analysis of data collect include measurement of morphometric (the range of length carapace, weight of body), the relationship of length-weight , growth pattern, and description of quality of physical-chemical water factor. Results showed the measurements of morphometric A.cartilaginea in range of carapace length were 10.5 - 28.5 cm with the weight of body were 190-1800 gr. The relationship models of carapace length-weights of A.cartilaginea in Sababangunan village were 0,016L2,234174, it?s describe the pattern of growth is allometric negative (b<3). The average value of river water quality conditions is still classified as within the range of tolerance in A.cartilaginea life.
KUALITAS SUNGAI BILAH BERDASARKAN BIODIVERSITAS FITOPLANKTON KABUPATEN LABUHANBATU, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Agustina, Riska; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.065 KB) | DOI: 10.20956/jal.v11i2.10183

Abstract

Phytoplankton is the most important organism for aquatic ecosystem life that make up organic substances from inorganic substances in the process of photosynthesis and the largest oxygen producer for the life of living creatures. Research on the diversity of phytoplankton in river blades has never been done . The purpose of this study is to determine the biodiversity of phytoplankton in Bilah river and analyze the relationship of physical-chemical factors of the water to the diversity of phytoplankton. The study was conducted from April to June 2019. This research is an exploratory descriptive study with the selection of sampling locations using purposive sampling method. Analysis of data includes density of phytoplankton, measurement of physical-chemical factor of aquatic biology and the Correlation analysis between phytoplankton and value of physical-chemical factor. The results showed Nostoc sp.were the highest density of phytoplankton found on the first (1st) station, while the lowest abundance value is found on stations 2nd and 3rd were found genus Rhizosolenia sp. and Euglena sp. The Highest Shanon-Wiener index (H?) value on the first (1st) station (2.26) dan the lowest value on stasiun 3rd (1.24). The summary from this research were DO, temperature, and light intensity as physical factor of water had the highest correlation againts of biodiversity of phytoplanton.
Biologi reproduksi udang mantis Cloridopsis scorpio di ekosistem mangrove Belawan, Sumatera Utara Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul; Hasibuan, Rosmidah; Manurung, Aini Qomariah; Ihsan, Mahya
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.2.15188

Abstract

Anthropogenic activities that tend to be exploitative in the mangrove ecosystem of Belawan are thought to have an impact on the biota associated with the ecosystem. One of the impacts is thought to be implied by mantis shrimp Cloridopsis scorpio (Latreile, 1828). The reproductive biology of the shrimp is the main object that needs to be studied in relation to the impacts. This study aims to determine the distribution of gonad maturity stage, gonad somatic index, and the length of the first mature of C. scorpio in the Mangrove Ecosystem of Belawan, North Sumatera. The research was conducted on March to May 2019 with a biweekly sampling period. The purposive random sampling was applied to choose three sampling stations in the research location. Mantis shrimp samples were caught using shrimp trawl. The result showed that the gonad maturity stage of males and females were dominated by Stage I. The gonad somatic index (GSI) range of males were 7.00-10.93 and female were 7.40-11.15. The GSI value of C. scorpio is closely related to its gonad maturity development. The length of the first mature (L50) of males were 205.50±10.65 mmBL and females were 186.0±10.48 mmBL.Keywords: Cloridopsis scorpio, Gonad maturity stage, Gonad somatic indeks, Length of the first mature ABSTRAKAktivitas antropogenik yang cenderung eksploitatif di kawasan ekosistem mangrove Belawan diduga telah berdampak terhadap biota-biota yang berasosiasi dengan ekosistem tersebut. Salah satu dampaknya dialami oleh udang mantis Cloridopsis scorpio (Latreile, 1828). Aspek reproduksi C. scorpio menjadi salah satu objek yang perlu dikaji berkaitan dengan dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), dan ukuran pertama kali matang gonad (L50) dari C. scorpio di ekosistem mangrove Belawan, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019 dengan periode pengambilan sampel dua mingguan. Metode purposive random sampling digunakan untuk menentukan tiga stasiun pengambilan sampel di lokasi penelitian. Sampel C. scorpio ditangkap menggunakan pukat udang. Hasil penelitian menunjukkan distribusi TKG C. scorpio jantan dan betina didominasi oleh TKG I. Nilai IKG C. scorpio jantan berkisar antara 7,00-10,93 dan C. scorpio betina berkisar antara 7,40-11,15. Nilai IKG C. scorpio berkaitan dengan tahap perkembangan gonadnya. C. scorpio jantan mengalami pertama kali matang gonad (L50) pada ukuran 205,50±10,65 mmBL dan C. scorpio betina pada ukuran 186,00±10,48 mmBL.Kata kunci: Cloridopsis scorpio, TKG, IKG, Ukuran pertama kali matang gonad