Articles

Found 8 Documents
Search

RANCANG BANGUN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) PLN - GENSET 3 PHASA 10 KVA Rasmini, Ni Wayan; Ta, I Ketut; Mudiana, I Nyoman; Parti, I Ketut
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 9 No 2 (2019): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/matrix.v9i2.1344

Abstract

Berbagai tempat tertentu seperti pusat perdagangan, perhotelan, perbankan, rumah sakit maupun industri memerlukan energi listrik secara kontinyu dan handal dalam  menjalankan fungsi  maupun  produksinya. Untuk itu digunakan generator set (genset) sebagai sumber energi listrik cadangan  untuk mendukung sumber energi listrik utama  dari PLN. Sebagai kontrol kapan genset mengambil alih suplai tenaga listrik ke beban ataupun sebaliknya, digunakan sebuah sistem atau alat yang disebut automatic transfer switch (ATS).  Rangkaian ATS yang dibuat di sini berbasis magnetic contactor sebagai komponen utama dan magnetic relay sebagai komponen kontrol. Sesuai dengan namanya, ATS ini dapat bekerja secara otomatis menghidupkan genset saat PLN padam serta langsung menyuplai beban dan mematikan genset saat PLN hidup kembali serta mengembalikan suplai beban ke sumber listrik PLN. Saat PLN padam, maka akan terjadi pemutusan pasokan energi  listrik ke beban selama 3 (tiga) detik (selama proses starting genset), demikian juga saat PLN hidup kembali, maka akan terjadi pemadaman selama 3 (tiga) detik (selama proses pengembalian pasokan energi listrik dari genset ke PLN).
ANALISIS PENGGUNAAN SISTEM LOOP SCHEME JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV PENYULANG BLAHKIUH TERHADAP KEANDALAN SISTEM Ta, I Ketut; Sudiartha, I Wayan; Mudiana, I Nyoman
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.955 KB)

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian terpenting dalam proses penyaluran tenaga listrik, karena merupakan penghubung dari sumber ke konsumen. Sehingga Keandalan sistem distribusi tenaga listrik sangat diperlukan. Oleh karena itu diperlukan cara-cara untuk menjamin keandalan sistem tersebut. Salah satunya dengan menggunakan sistem loop scheme dalam pengoperasian jaringannya. Penyulang Blahkiuh berada di wilayah Area Jaringan Bali Selatan Rayon Mengwi, yang terdapat pada trafo III GI Kapal. Dengan panjang 124966,918km dan jumlah pelanggan 14427 pada tahun 2012. Dalam Penelitian ini dibahas mengenai pengaruh penggunaan sistem loop scheme JTM 20KV penyulang Blahkiuh terhadap Keandalan sistem. Dimana akan dihitung tingkat SAIDI dan SAIFI dengan sistem loop scheme dan sistem radial. Dengan asumsi data durasi gangguan, jumlah gangguan serta jumlah total pelanggan penyulang Blahkiuh pada sistem radial sama dengan sistem loop scheme. Setelah diperoleh hasil perhitungannya akan dibandingkan untuk mengetahui pengaruh digunakannya sistem loop scheme pada penyulang Blahkiuh. Pada penyulang Blahkiuh tingkat SAIDI dan SAIFI dengan sistem loop scheme adalah SAIDI=32,52 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI=9,24 kali/pelanggan/tahun. Sedangkan dengan sistem radial SAIDI=60,26 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI=17,13 kali/pelanggan/tahun. Dengan selisih perhitungan pada sistem loop scheme dan sistem radial sebesar SAIDI=27,74 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI=7,89 kali/pelanggan /tahun. Selisih tersebut menunjukkan dengan menggunakan sistem loop scheme tingkat keandalan sistem pada penyulang Blahkiuh menjadi lebih baik.
ANALISIS PENGGUNAAN SAKLAR ARUS BOCOR ( ELCB ) SEBAGAI PROTEKSI TEGANGAN SENTUH TERHADAP MANUSIA Sudiartha, I Wayan; Ta, I Ketut
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 1 (2014): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.44 KB)

Abstract

Tegangan sentuh merupakan salah satu beda tegangan yang terjadi selama mengalirnya arus gangguan tanah. Pada nilai tegangan yang kecil efek yang diakibatkannya tidak terlalu signifikan tetapi pada suatu nilai tegangan tertentu efeknya sangat berbahaya bahkan dapat berujung pada kematian manusia.Penggunaan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) pada suatu sistem instalasi listrik merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk melindungi manusia dari bahaya yang diakibatkan tegangan sentuh. Prinsip kerja ELCB adalah dengan mendeteksi adanya arus bocor, dimana arus yang masuk ke sistem dibandingkan dengan arus yang keluar sistem, apabila ada perbedaan pada suatu nilai yang telah ditetapkan maka ELCB akan memutuskan aliran listrik ke sistem. Dengan Penggunaan ELCB dalam suatu sistem instalasi listrik diharapkan bahaya yang diakibatkan oleh adanya tegangan sentuh dapat dibatasi sehingga sistem aman bagi manusia.
MANAJEMEN TRAFO DISTRIBUSI 20KV ANTAR GARDU BL031 DAN BL033 PENYULANG LILIGUNDI DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI PROGRAM ETAP Sudiartha, I Wayan; Sutawinaya, I Putu; TA, I Ketut; Firman, Ardy
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.602 KB)

Abstract

Trafo distribusi berperan penting dalam jaringan distribusi untuk mentransformasikan energi listrik dari tegangan menengah 20 kV ke tegangan rendah 220/380 V. Oleh sebab itu, kondisi pembebanan transformator harus diperhatikan guna menjaga kontinuitas energi listrik. Kapasitas transformator distribusi harus disesuaikan dengan beban yang ditanggungnya. Ketidaksesuaiaan kapasitas transformator dengan beban akan mengakibatkan transformator overload,pembebanan transformator rendah, dan terjadinya drop tegangan disisi pelanggan.  Hal tersebut juga mampu memengaruhi umur trafo, dan penyaluran tenaga listrik yang tidak berkualitas dan andal. Salah satu permasalahan ini terjadi pada gardu BL031 dengan kapasitas 200 kVA dimana pembebanan transformator masih rendah yaitu 16,80% serta drop tegangan 1,13% difasa S jurusan B, dan gardu BL033 dengan kapasitas 100 kVA yang mengalami overload yaitu 96,90% serta drop tegangan 11% difasa S jurusan B. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan manajemen trafo dengan cara mutasi trafo yaitu, dengan cara menukar posisi trafo antargardu BL031 dan BL033 yang disimulasikan menggunakan program ETAP. Setelah dilakukannya mutasi trafo dengan menggunakan simulasi program ETAP prosentase pembebanan pada gardu BL031 menjadi 34,32% dan drop tegangan difasa S jurusan B menjadi 0,88%, sedangkan di gardu BL033 prosentase pembebanannya menjadi 49,02% dan drop tegangannya menjadi 6,97% difasa S jurusan B. Dengan melakukan mutasi trafo, trafo yang tersedia dapat digunakan secara optimal guna mengatasi pembebanan trafo rendah dan trafo overload meskipun persediaan trafo terbatas.
ANALISIS PENGUJIAN PENYETELAN RELAY ARUS LEBIH SPAJ 131 C DI LABORATORIUM PROTEKSI DAN DISTRIBUSI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO P0LITEKNIK NEGERI BALI Sudiartha, I Wayan; TA, I Ketut; Sunaya, I G A M; Mudiana, Nyoman
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.978 KB)

Abstract

Proses penyaluran energi listrik dari pembangkit sampai ke konsumen selalu ada gangguan-gangguanyang yang tidak dapat dihindari. Salah satu gangguan pada sistem tenaga listrik adalah over current (aruslebih). Kondisi yang menyebabkan adanya arus lebih yaitu over load (beban lebih) dan short circuit (hubungsingkat).Relay SPAJ 131 C yang ada di laboratorium proteksi dan distribusi jurusan teknik elektro Politeknik NegeriBali merupakan peralatan sistem proteksi jenis baru yang belum dioperasikan sebagai bahan atau pun modulpraktikum. Tujuan dari penelitian bagaimana cara mengoperasikan relay ini sebagai alat proteksi beban lebih danhubung singkat, dan bagaimana mengoperasikan software dari relay yaitu HTL-PL-Soft4. Pengujian yang dilakukanmenguji waktu pemutusan relay dengan karakteristik waktu normal inverse, very inverse,extremely inverse dandefenite serta mengoperasikan software HTL-PL-Soft4. Hasil pengujian NINV dengan setting arus 0.55 Amper danwaktu tunda 0.2 detik, saat arus gangguan sebesar 3 Amper, waktu pemutusannya 1.69 detik. Hasil pengujian VINVwaktu pemutusannya 1.19 detik dan hasil pengujian EINV waktu pemutusannya adalah 0.75 detik. Software HTLPL-Soft4 berfungsi sebagai monitoring data seting dan kerja darirelay.
PERENCANAAN KONTROL START OTOMATIS POMPA HYDRANT DI POLITEKNIK NEGERI BALI Suwardana, I Wayan Suwardana; Ta, I Ketut; Kurniawan, I Gde Wahyu Antara
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.484 KB)

Abstract

Pompa hydrant di Politeknik Negeri Bali terdiri atas tiga buah pompa dan terdiri atas dua pompa utama, sebuah pompa bantu ( Jocky Pump ) atas prinsip kerja pompa hydrant di Politeknik adalah bila terjadi kebakaran pompa yang pertama bekerja adalah jocky pump untuk menstabilkan tekan setelah tekanan turun mencapai setting presure switch pertama maka pompa utama bekerja. Bila pemakaian banyak sehingga tekanan air terus turun sampai mencapai setting presure switch kedua maka pompa kedua akan on. Bila Listrik PLN padam maka kedua pompa tidak akan bekerja. Kontrol antisipasi padamnya PLN untuk menghidupkan genset belum ada, dengan kata lain kontrol ATSnya belum ada. Ini adalah salah satu kelemahan kontrol hydrant yang ada di Politeknik Negeri Bali.Biasanya pada saat terjadi kebakaran listrik PLN akan dipadamkan. Tujuannya untuk menghindari petugas yang melakukan pemadaman aman dari bahaya listrik. Sistem kerja pompa yang ada di Politeknik Negeri Bali tidak dilengkapi kontrol ATS (Automatic Transfer Switch ) yang tujuan dari kontrol ATS ini untuk mengatasi bila listrik padam agar pompa diesel on. Instalasi hydrant masih bisa berfungsi, walaupun listrik padam
ANALISIS PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP BESARNYA NILAI TAHANAN PENTANAHAN Sudiartha, I Wayan; TA, I Ketut; Sangka, I Gede Nyoman
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 1 (2016): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.563 KB)

Abstract

Untuk mencegah terjadinya arus kejut listrik dan  keamanan serta keselamatan manusia, peralatan, serta lingkungan, sistem pentanahan merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Pentanahan merupakan penghubungan titik netral suatu sistem tenaga listrik atau bagian konduktif terbuka dari peralatan dengan tanah. Kontak dengan tanah dilakukan dengan menanam elektroda ke dalam tanah. Penanaman elektroda ini dapat dilakukan secara vertikal (Rod )  maupun  horisontal ( Grid ). Besar kecilnya tahanan pentanahan tegantung dari kedalaman penanaman pasak dan jenis tanah. Tanah sebagai tempat untuk menanam pasak mempunyai tahanan yang bervariasi tergantung dari jenis tanahnya. Untuk itu dilakukan penelitian dengan menggunakan diameter pasak 1,2 mm dan panjang 2,40 m dan kedalaman penanaman pasak 2,25 m, dengan mengambil 5 jenis tanah yang berbeda di kota Gianyar, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengaruh jenis tanah dengan tahanan pentanahan. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai tahanan pentanahan sangat dipengaruhi oleh jenis tanah.  
ANALISIS PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA PROSES PRODUKSI DI PT BALI MEI SHO Aryasa Wiryawan, I Made; Ta, I Ketut; Mexy Sambara, Kadek
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.763 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan suatu komoditas yang penting untuk melakukan segala hal di era yang serba modern ini.Namun, seiring bertambahnya kebutuhan hidup manusia dan perkembangan teknologi yang sangat pesat menyebabkan penggunaan energi listrik semakin banyak, oleh karena itu penghematan energi listrik harus dilakukan agar kehidupan selanjutnya dapat terjamin.Pada PT Bali Mei Sho terdapat 2 departemen yang memiliki karakter penggunaan energi listrik yang berbeda. Penggunaan energi listrik di setiap bulan pada tahun 2015 mengalami kenaikan dan penurunan sesuai dengan nilai produksinya, namun pada bulan juli-agustus terdapat penyimpangan yang dapat disebabkan oleh banyak hal yaitu dari manajemen hingga perilaku terhadap kelistrikannya. Oleh karena itu beberapa usaha harus dilakukan untuk menekan pengeluaran salah satunya dengan penghematan energi listrik yang diawali dengan menganalisis keadaan penggunaan energi listriknya.