Articles

Found 5 Documents
Search

INOVASI SUMUR IMBUHAN UNTUK PEMANENAN AIR HUJAN DOMESTIK Sudiajeng, Lilik; Wiraga, I Wayan; Lanang Parwita, I Gusti
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 16 No 3 (2016): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.96 KB)

Abstract

Masalah umum yang sering dihadapi kota besar adalah terjadinya genangan air atau banjir di saat musim hujan dan krisis air di saat musim kering. Kondisi tersebut juga dialami oleh sebagian wilayah Kota Denpasar, di antaranya adalah Denpasar bagian Utara, sebagian Denpasar Timur, dan sebagian Denpasar Barat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, di antaranya melalui pembuatan sumur imbuhan. Penelitian sebelumnya sudah menghasilkan desain sumur imbuhan untuk pemanenan air hujan yang terbuat dari buis beton diameter 1 m, namun dalam penerapannya mengalami beberapa kendala, terutama masalah ketersediaan lahan dan tenaga kerja untuk mengerjakan galian secara manual. Oleh karenanya perlu dilakukan inovasi desain sumur imbuhan berdasarkan prinsip-prinsip ergonomi yang menempatkan kenyamanan pengguna sebagai pertimbangan utama. Berdasarkan data hidrogeologi, telah dilakukan inovasi desain sumur imbuhan dari pipa HDPe diameter 12? yang pembuatannya dapat dilakukan secara masinal dan pracetak, fleksibel tergantung ketersediaan lahan yang ada di halaman rumah penduduk, bahkan dapat dibuat di sepanjang bawah cucuran atap sehingga tidak memerlukan lahan khusus. Desain dibuat indah sehingga dapat menyatu dengan keindahan rumah. Desain sumur tersebut juga dapat dibuat di sepanjang bahu jalan atau di tempat-tempat fasilitas umum lainnya. Dengan desain yang fleksibel tersebut semua unsur baik masyarakat maupun pemerintah diharapkan tergugah untuk ikut dalam program pemanenan air hujan sehingga pada musim hujan dapat memanen air dalam jumlah yang banyak dan mengurangi terjadinya genangan air atau banjir di saat musim hujan serta mencegah terjadinya krisis air di saat musim kemarau.
EVALUASI TERHADAP KINERJA PERKERASAN RIGID PADA PERSIMPANGAN DEWA RUCI (UNDERPASS) JALAN NGURAH RAI Wiraga, I Wayan; Negara, I G A G Surya; Wibawa, I Gede Sastra
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.722 KB)

Abstract

Perkerasan beton pada persimpangan Dewa Ruci Kuta dibangun pada anggaran tahun 2012 sampai 2013. Perkerasan beton ini sebagian dibangun diatas box culvert. Jalan beton ini merupakan jalan beton tanpa tulangan. Box Culvert berada di atas permukaan tanah lunak. Ketebalan lapisan tanah lunak pada lokasi ini mencapai 17 meter. Telah terjadi retak memanjang pada ruas jalan arah sunset road sebelah kiri dan kanan jalan. Retak memanjang tersebut tepat berada pada permukaan jalan di atas box culvert. Kejadian ini ditenggarai akibat terjadinya penurunan pada box culvert. Hal ini sudah menyalahi konsep jalan beton yang harus berada di atas permukaan yang stabil. Solusi sementara untuk mengatasi retak ini adalah dengan menutup retak dengan silent dari bahan aspal. Apabila penurunan terus terjadi sampai mengganggu lalu lintas, maka terpaksa harus dioverlay dengan lapisan aspal. Pada beberapa tempat di persimpangan Dewa Ruci, permukaan perkerasan tekstur permukaannya sudah tidak ada begitu jalan mulai dioperasikan. Yang tampak justru permukaan agregat kasar dan kondisi ini sebagian sudah ditutup dengan lapisan aspal tipis. Hal ini diperkirakan akibat mutu beton yang tidak sesuai dengan spesipikasi sehingga terjadi keausan permukaan. Kalau sampai permukaan seperti ini harus ditutup/dioeverlay dengan lapisan aspal, tentu sudah menyalahi konsep jalan beton yang seharusnya tidak memerlukan pemeliharaan rutin berupa overlay. Disarankan untuk tidak makai perkerasan rigid untuk pondasi jalan yang tidak stabil dan rawan mengalami penurunan. Lapisan tanah dibawah box culver yang berupa tanah lunak harus direkayasa daya dukungnya untuk mendapatkan dudukan yang stabil. Perbaikan daya dukung bisa dilakukan dengan mengganti lapisan tanah yang ada atau dengan memadatkan lapisan tanah setempat mulai kedalaman tertentu dari muka dasar saluran.
PENYEBAB RUNTUHNYA DINDING PENAHAN TANAH PADA PERUMAHAN KARANIA GRAHA DI DESA JADI KEDIRI TABANAN Wiraga, I Wayan; Surya Negera DRS, I G A G; Arya, I Wayan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.231 KB)

Abstract

Dinding Penahan Tanah (DPT) yang berlokasi di perumahan Karania Graha di desa Jadi, KediriTabanan, mengalami keruntuhan pada akhir Desember 2014. Keruntuhan terjadi sehari setelah hujanderas mengguyur daerah sekitar perumahan. Sebuah rumah terkena dampak dari keruntuhan tersebut.Meskipun tidak terjadi kerusan yang parah pada bangunan yang kena reruntuhan, kejadian ini membuattrauma pemilik rumah tersebut. Pelu dilakukan analisa untuk mengetahui penyebab terjadinyakeruntuhan melalui observasi dan pengamatan dilapangan. Tujuan dari analisa ini adalah agar DPT yangakan dibangun kembali menjadi lebih kokoh untuk menahan beban dan menghindari terulangnya kejadianserupa pada bangunan yang baru.Dari observasi dan analisa yang dilakukan dilapangan, keruntuhan DPT disebabkan oleh karenadimensi DPT yang terlalu ramping sehingga tidak mampu menahan tekanan tanah aktif saat jenuh air.Drainase DPT tidak berfungsi dengan baik sehingga tanah gampang jenuh saat hujan. Keruntuhan jugadisebabkan oleh tergerusnya pondasi DPT oleh ailiran air sungai. Pondasi DPT tidak berada pada lapisantanah yang stabil sehingga gampang tergerus air.Sebaiknya dilakukan pengujian tanah untuk mengetahui daya dukung tanah dan beban-bebanmaksimum yang diberikan oleh tanah saat jenuh air. Konstruksi yang diusulkan sebaiknya jenis cantileverbukan jenis grafitasi.Pondasi DPT sebaiknya berupa bore pile yang menancap pada tanah keras agar tidakmudah tergerus oleh air sungai.
PENYEBAB TERJADINYA LONGSOR TIMBUNAN BADAN JALAN PADA RUAS JALAN BY PASS KEDIRI- PESIAPAN Wibawa, I Gede Sastra; Wiraga, I Wayan; Negara, I G A G Surya; Arya, I Wayan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 3 (2013): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.875 KB)

Abstract

Telah terjadi longsor pada ruas jalan nasional Kediri-Pesiapan pada akhir 2012. Kejadian longsor terjadi pada timbunan badan jalan dengan ketinggian lebih dari 20 meter. Timbunan badan jalan tersebut telah berumur dan stabil lebih dari 25 tahun (jalan dibangun sekitar tahun 1987). Longsor terjadi pada tiga tempat saat musim hujan pasca dibangunnya drainase dipermukaan timbunan dan Dinding Penahan Tanah (DPT) pada daerah dengan timbunan badan jalan yang cukup tinggi. Pembuatan draninase diatas timbunan yang tidak kedap air dinilai sebagai penyebab utama longsor. Air hujan yang mengalir dalam saluran drainase diatas timbunan meresap kedalam timbunan badan jalan sehingga membuat tanah timbunan menjadi jenuh, berat volume tanah menjadi besar dan kuat geser mengecil sehingga stabilitas lereng timbunan menjadi kecil. Pembuatan drainase diatas timbunan cendrung tidak dibuat kedap air dan menyalahi konsep-konsep pengelolaan stabilitas lereng timbunan.
Pengaruh Injeksi Semen Pada Lereng Tanah Berpasir Terhadap Permeabilitas Tanah Arya, I Wayan; Intara, I Wayan; Ramia, I Nyoman; Wiraga, I Wayan; Suryanegara, I G A G
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2019): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v23i1.1602

Abstract

Natural slope that are formed from the soil often experience landslides. Landslide occurs because the driving force received by the slope is greater than the ability of the slope to resist it. Thus forming a sliding plane that has a low stability. Factors that decrease the stability of the slope are infiltration of rainwater, vibrations that may come from earthquakes or moving loads, construction loads, and cracks. Rainwater that infiltrate through slope causes active force on the slopes and also decreases soil strength. Landslides due to infiltration of rainfall are common problems on residual soil slopes from the tropical region. Soil stabilization process for soil that have been experienced prior landslide, often encounter difficulty in compacting soil to form slope bodies. Loose sandy soil slopes has a very low strength so that expensive construction is needed. One possible way to do this is to fill the pores of the soil with certain aggregates. One of the aggregates is cement. The cement material is chosen because cement when liquid can seep in and fill the pores of the soil. After drying this cement can increase soil permeability and reduce soil pore numbers. Filling cement into the soil pores can be done by injection of liquid cement. The problems that will be raised in this study are: What is the change in soil permeability rate if the soil is injected with cement and how much changes in soil pore size when injected with cement. The method used in this study is to make a test model in the laboratory. By comparing soil without cement injection with soil that has been injected with cement, it will be known to increase soil permeability and decrease the soil pore number. From the preliminary test with proctor test, the maximum density was 1,286 gram/cm3 and the optimum water content was 18%. Decrease of coefisien permeability from without cement injection to with cement injection 31,5 %.