Articles

Found 2 Documents
Search

EMERGED LANGUAGE TEACHING METHODOLOGIES IN POLYTECHNIC: CORPUS LINGUISTICS AND DIALOGIC PEDAGOGY IN POLYTECHNIC: CORPUS LINGUISTICS AND DIALOGIC PEDAGOGY Jaya, Ilham; Abdullah, Hasyimi; Muhammad, Amru; Wahyudi, Wahdaniah; Emilda, Emilda
English Education Journal Vol 11, No 2 (2020): English Education Journal (EEJ)
Publisher : University of Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.656 KB)

Abstract

This study discusses the emerged language teaching methodologies practiced in Engineering Fields. There are many methods applied in teaching language. However, the needs of technical fields in English learning, especially for workforce, academic and social demand, seemed to have appropriate treatment. Career choice has given a great impact influencing the study of English language. In addition, there are specific needs in the engineering workplace that are inevitably used by engineers to correspond with their colleagues or customers. This situation leads to some thought in English for specific purpose practices. Recently, there are two teaching methodologies adjusted for the needs of technical school students that are being studied. First, Corpus linguistics: the lexical approach has been mostly practiced before. Innovated by data-driven corpus, this methodology arises as to the new common method applied in the engineering area. Second, Dialogic Pedagogy: the thought of dialogism is grounded by the sociocultural theory that considers learning as a social act. Social engagement is believed in improving one?s ability to be a decider and problem solver. Through dialogic pedagogies, students learn to eliminate some problems related to language barriers, such as the anxiety to speak English and apprehensiveness in making mistakes.
PRODUKSI HOME INDUSTRI BERKEMBANG SECARA KUALITAS DAN QUANTITAS DENGAN SENTUHAN TECHNOPRENEURSHIP Abdullah, Hasyimi; Azhar, Azhar; Darmein, Darmein; Saifuddin, Saifuddin
Jurnal Vokasi Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.26 KB) | DOI: 10.30811/vokasi.v2i1.676

Abstract

Desa Alue Lim merupakan salah satu desa binaan Politeknik untuk pelaksanaan pengabdian pada masyarakat. Desa ini mpunyai tempat yang sangat strategis untuk memasarkan produk yang dapat dihasilkan oleh masyarakat. Terutama Potensi untuk membuat kuliner yang dapat di jual pada out let di sepanjang Jalan Line Pipa. Karena desa tersebut berada diantara dua tempat wisata yaitu waterboom dan waduk Jeuleukat, ke duanya berlokasi satu di Timur dan satu di Barat dari letak desa yang bersangkutan. Namun masyarakat di sana belum ada yang beraktifitas kearah tersebut. Mareka dapat digolongkan ke dalam kelompok petani padi tadah hujan serta pegawai negeri spil yang tinggal di dua komplek perumahan yang ada. Bagi ibu rumah tangga (IRT) dan remaja putri (RP) yang termasuk dalam katagori keluarga petani memiliki waktu luang yang cukup setelah mereka menyelesaikan kegiatan menanan padi. Maka kegiatan pembinaan penambahan keahlia dalam menggunakan teknologi tepat guna untuk mempermudah cara kerja menghasilkan produk kue pia sebagai oleh oleh tempat wisata sangat disaarankan. Oleh faktor tersebut maka metode yang digunakan adalah melakukan survey, pendataan peserta, kemudian membuat pelatihan untuk memperkenalkan teknologi sebagai alat bantu untuk melakukan proses produksi sekaligus memberi tiori dan praktek kepada peserta latihan supaya mampu menghasil produksi yang standar sehingga ada nilai jual dari out put yang dihasilkan. Dari jumlah peserta sebanyak 10 orang RP dan 10 IRT selaku peserta diminta melalui perangkat desa setempat, kemudian pada awalnya peserta diberikan pre test, kemudian setelah pelaksanaan kegiatan berlangsung diberikan post test. Hasil test yang diperoleh menunjukan angka perubahan secara signifikan antara pre test dan post test.Kata Kunci: Kuliner : Kue pia isi kacang, rasa renyah dan enak.