Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Jaringan Jalan Dan Jembatan Di Kabupaten Buton Selatan Berbasis Data Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografi Melsi, Melsi; Harimudin, Jamal; Jaya, Golok
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 1 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.038 KB)

Abstract

Kebutuhan jaringan jalan dan jembatan dapat dilihat dengan menggunakan parameter jarigan jalan yaitu status jalan, kondisi jalan, jenis pengerasan jalan dan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jaringan jalan dan jembatan berdasarkan simpul perekonomian serta kebutuhan jaringan jalan dan jembatan di Kabupaten Buton Selatan berbasis SIG (Sistem Informasi Geografi). Proses pemetaan dilakukan dengan pengolahan data satelit citra SPOT 6 dengan melakukan analisis spasial. Hasil analisis kemudian di overlay untuk menghasilkan peta status jalan, peta kondisi jalan dan peta jenis pengerasan jalan. Untuk jembatan dan penggunaan lahan dilakukan survey lapangan untuk menghasilkan peta sebaran jembatan dan peta sebaran simpul perekonomian. Hasil penelitian adalah kebutuhan jalan berdasarkan simpul perekonomian di Kabupaten Buton Selatan dan tingkat kebutuhan jalan rendah di Kecamata Bataugaa sepanjang 11,94 km, kebutuhansedang sepanjang 72,42 km, kebutuhan tinggi sepanjang 52,23 km, dan rencanan jalan sepanjang 75,55 km sedangkan kebutuhan jembatannya rendah. Tingkat kebutuhan jalan rendah di Kecamatan Sampolawa sepanjang 45,98 km, kebutuhan sedang sepanjang 45,77 km, kebutuhan tinggi sepanjang 62,21 km, rencana jalan sepanjang 79,48 km sedangkan kebutuhan jembatannya tinggi dan Kecamatan Lapandewa dimana tingkat kebutuhan jalan rendah sepanjang 50,3 km, kebutuhan sedang sepanjang 44 km sedangkan rencana jalannya sepanjang 40,90 km.Kata Kunci: Jaringan Jalan, Jembatan, Citra Satelit Spot 6DOI : 10.5281/zenodo.3355819
Kajian Risiko Bencana Banjir di Kota Baubau Harimudin, Jamal; Salihin, Iradat; Fitriani, Fitriani
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 2 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.073 KB)

Abstract

Kota Baubau merupakan daerah yang rawan terhadap bencana dengan kelas risiko tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian yang berhubungan dengan indeks dan identifikasi bencana banjir, indeks kerentanan dan indeks kapasitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis penentuan penentuan indeks dan identifikasi ancaman bencana banjir, analisis indeks kerentanan dan analisis indeks kapasitas. Hasil penelitian yaitu hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Kota Baubau masuk kategori kelas indeks ancaman bencana banjir rendah hingga tinggi. Hasil analisis menunjukan bahwa wilayah di Kota Baubau memiliki kelas indeks penduduk terpapar bencana konflik sosial rata-rata sedang dengan skor antara 0.47 ? 0.58 dan luas wilayah 31,652.69 ha. Tingkat Ancaman Bencana Banjir di Kota Baubau berada pada ringkat rencah sedang dan sedang sedang. Hasil Analisis Indeks Kapasitas semua Bencana, termaksud banjir berada pada kelas indeks rendah.Kata Kunci: Bencana Banjir, Risiko, Kota BaubauDOI : 10.5281/zenodo.2658808 
Pola Spasial Persebaran Tingkat Kerentanan Wilayah Terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara Mizan, Rahmat azul; Widayati, Weka; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 1 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.95 KB)

Abstract

Kota Baubau merupakan enam Kabupaten/Kota yang menjadi daerah dengan tingkat kasus demam berdarah tertinggi salama periode 2010 sampai 2014.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola kejadian demam berdarah dengue dan sebaran tingkat kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue di Kota Baubau. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif yang berbasis penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografi berdasarkan proses observasi, interpretasi citra satelit dan pemberian skor terhadap variabel penelitian yang terdiri dari penggunaaan lahan, kepadatan permukiman, pola permukiman, kepadatan penduduk, jangkauan terbang nyamuk infektif, curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tetangga terdekat (analysis nearest neighbor) dan analis tumpang susun (overlay). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola kejadian demam berdarah dengue di Kota Baubau terjadi secara mengelompok (clustered) dengan nilai indeks 0,371705. Pengelompokan kasus demam berdarah terjadi di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Wolio, Murhum, Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro.  Secara umum Kota Baubau dikategorikan rentan terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan persentase luas wilayah rentan dan sangan rentan sebesar 22,91% dan 15,61%. Sebaran kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan kategori tinggi ditemukan pada Kecamatan Wolio, Kecamatan Murhum, Kecamatan Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro.Kata Kunci:Pola Spasial, Persebaran, Tingkat Kerentanan, DBDDOI : 10.5281/zenodo.2658155
Analisis Spasio Temporal Sebaran Permukiman di Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe Nurvyana, Lola; Widayati, Weka; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.453 KB)

Abstract

Terdapat keterkaitan erat antara aktivitas penduduk dengan lahan permukiman, sehingga lahan permukiman  bersifat sangat dinamis. Pertumbuhan penduduk secara umum membutuhkan ketersediaan lahan, baik untuk tempat tinggal maupun fasilitas untuk usaha.Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) untuk mengetahui pola sebaran permukiman didaerah Kecamatan Unaaha dari tahun 2014-2018;  (2) untuk mengetahui faktor fisik dan faktor non fisik  yang mempengaruhi pola sebaran permukiman di Kecamatan Unaaha. Metode penelitian ini yaitu, metode kuantitatif. Hasil penelitian antara lain: (1) pola sebaran permukiman di Kecamatan Unaaha yaitu mengelompok (Kel. Wawonggole, Kel. Tuoy, Kel. Latoma, Kel. Tumpas, Kel. Puunaha, Kel.Asambu dan Kel.Unaaha) dan acak (Kel.Asinua, Kel. Ambekaeri, Kel. Tobeu, Kel. Arombu, Kel. Inolobunggadue); (2) faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan permukiman di Kecamatan Unaaha, yaitu faktor fisik berupa kemiringan lereng. Kata Kunci: Pola, Permukiman, Spasio TemporalDOI : 10.5281/zenodo.3607172
Kajian Risiko Bencana Kebakaran Permukiman Di Kecamatan Mandonga Kota Kendari Nining, Wa Ode; Widayati, Weka; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 2 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.075 KB)

Abstract

Studi kajian risiko bencana kebakaran risiko di Kecamatan Mandonga dilakukan untuk mengetahui tingkat ancaman, tingkat kehilangan, tingkat kapasitas dan tingkat risiko bencana kebakaran pemukiman. Variabel yang digunakan adalah kepadatan pemukiman, pola pemukiman, jenis atap rumah tinggal, lebar pintu masuk permukiman, kualitas atau kondisi pintu masuk pemukiman, frekuensi historis insiden kebakaran pemukiman, dampak dari kerugian ekonomi, korban meninggal, yang terluka, kepadatan penduduk, kelompok rentan, Produk Domestik Bruto (PDB), dan resistensi terhadap permukiman bencana kebakaran. Hasil penilaian risiko bencana terdiri dari 2 bagian, yaitu peta risiko bencana dan penilaian risiko bencana. Peta risiko bencana diperoleh dengan menganalisis data spasial dalam aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa sebanyak 198 blok permukiman penelitian di Kabupaten Mandonga (total luas 1.594.448,2 m2) berada pada tingkat ancaman rendah, kerugian pada tingkat sedang, daerah sedang tigkat kapasitas, sehingga blok 198 seperti permukiman memiliki tingkat risiko yang moderat terhadap bencana kebakaran. Terdapat 39 blok permukiman lainnya (luas 976.220,93 m2) berada pada tingkat ancaman, tingkat kerugian yang tinggi dan kapasitas wilayah yang tinggi, sehingga blok permukiman 39 memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap permukiman bencana kebakaran.Kata Kunci: Bencana Banjir, Resiko, Kota BaubauDOI : 10.5281/zenodo.2658818
Kajian Risiko Bencana Longror Di Kota Baubau Irawati, Irawati; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 2 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.941 KB)

Abstract

Kota Baubau merupakan daerah yang rawan terhadap bencana tanah longor dengan kelas resiko tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian yang berhubungan tingkat ancaman, tingkat kapasitas, tingkat kerentanan dan tingkat resiko bencana. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis tingkat ancaman, tingkat kapasitas, tingkat kerentanan dan tingkat risiko terhadap bencana tanah longsor. Hasil penelitian yaitu tanah longosr menduduki tingkat ancaman rendah lebih dominan dbandingkan dengan tingkat ancaman sedang dan tinggi. Tingkat Kapasitas sedang tanah longsor lebih dominan di Kota Baubau dan tingkat resiko bencana tanah longsor berada pada tingkat sedang. Kata Kunci : Risiko, Bencana, LongsorDOI : 10.5281/zenodo.3354726
Studi Pengembangan Fasilitas Sistem Logistik Perikanan di Kota Baubau Harimudin, Jamal; Fitriani, Fitriani; Indirasary, Anita
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 1 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.188 KB)

Abstract

Sistem logistik perikanan di Kota Baubau memerlukan pengembangan fasilitas, sehingga perlu diadakan studi pengembangan fasilitas sistem logistik perikanan di kota baubau. Metode penelitian yang digunakan yaitu mendeskripsikan kondisi infrastrukur berupa: transportasi darat, udara dan laut; dan analisis pengembangan pangkalan pendaratan ikan dilakukan dengan menganalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukkan Infrastruktur berupa transportasi laut di Kota Baubau dapat mendukung mendukung, transportasi darat belum mendukung dibeberapa kecamatan. Volume barang yang diangkut melalui angkutan udara ini masih relatif kecil, namun nilai barang yang diangkut terus meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk pengiriman dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini menjadi penunjang kemajuan kota Baubau. Luas kolam pelabuhan yang dibutuhkan yaitu 261.488,81 meter2  dan Luas Gedung Pelelangan yaitu 645,38 m2 . sarana dan prasarana yang belum memenuhi kriteria Peraturan Menteri Indonesia No.10/MEN/2004 yiatu Gedung TPI, Kantor pengelola TPI, Bak penampungan air, Toilet, Sanitasi, Tempat pembuangan dan Tempat parkirKata Kunci : Pengembangan, Fasilitas, Sistem Logistik, PerikananDOI : 10.5281/zenodo.2667841
Analisis Daya Dukung Lingkungan Kawasan Perkotaan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan Harsono, Ade Rahmasari; Restele, La Ode; Harimudin, Jamal; Fitriani, Fitriani
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.811 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi daya dukung lingkungan kawasan perkotaan Andoolo Ibukota Konawe Selatan. Daya dukung lingkungan ditentukan dengan menggunakan beberapa indikator yaitu: luas wilayah, luas lahan terbangun, koefisien luas lahan terbangun, produksi aktual tiap jenis komoditas, harga satuan tiap jenis komoditas, harga satuan beras, produktivitas beras, jumlah penduduk, luas lahan yang dibutuhkan untuk kebutuhan hidup layak per penduduk, koefisien limpasan, rata - rata aljabar curah hujan tahunan, dan kebutuhan air untuk hidup layak. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Permen LH No. 17 Tahun 2009 yaitu analisis daya dukung lahan bangunan/permukiman, analisis daya dukung lahan pertanian, dan analisis daya dukung air. Hasil penelitian menunjukkan nilai daya dukung lingkungan sebesar 2.083,98 yaitu DDLP >3 maka dapat disimpulkan kondisi daya dukung lingkungan di Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan masuk dalam kategori aman/baik berdasarkan perhitungan  hasil perhitungan dari 40% daya dukung lahan bangunan dengan nilai 2.082,99, 30% daya dukung lahan pertanian dengan nilai 0,22 dan 30% daya dukung air dengan nilai 0,77. Kata Kunci: Daya Dukung, Lingkungan, Kawasan PerkotaanDOI: 10.5281/zenodo.3607232
Analisis Kesesuaian Lahan Pariwisata Pantai Di Pulau Kapota Kabupaten Wakatobi Wati, Wa Ode Sunyia; Mey, Djafar; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 2 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.065 KB)

Abstract

Kesesuain Lahan Pariwisata Pantai sangat penting dalam pengembangan kegiatan wisata, salah satunya pantai di Pulau Kapota yang merupakan salah satu pulau kecil yang berada dalam lingkaran pulau Wangi-Wangi, memiliki potensi wisata pantai yang di prioritaskan sebagai pengembangan pariwisata, mengingat hal yang diperoleh dari kegiatan wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengindetifikasi lokasi pantai di Pulau Kapota yang memiliki potensi pengembangan pariwisata pantai di Pulau Kapota Kabupaten Wakatobi, (2) mengetahui wilayah yang sesuai digunakan sebagai lahan pariwisata pantai di Pulau Kapota Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode pembobotan dan skoring tujuannya untuk memberikan skor  (nilai) terhadap masing-masing parameter lahan untuk menentukan tingkat kemampuan lahannya, metode analisis kesesuain kawasan pantai yang bertujuan untuk mengetahui kecocokan atau kemampuan kawasan wisata pantai yang di kategorikan dalam 3 (tiga) kelas yaitu S1 (Sangat Sesuai), S2 (Sesuai bersyarat) dan N (Tidak Sesuai). Selain itu digunakan metode survei lapangan untuk mengetahui kondisi Pantai di Pulau Kapota. Hasil penelitian menunjukkan kawasan pantai di Pulau Kapota yaitu Pantai Awolio, Pantai Bata, Pantai Kampa dan Pantai Onomeha sangat sesuai (S1), sehingga dapat di kategorikan sesuai untuk kegiatan wisata pantai dan sebagai pengembangan pariwisata pantai.Kata Kunci : Pariwisata Pantai, Pulau Kapota, Analisis Spasial  DOI : 10.5281/zenodo.2658822
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA DI KECAMATAN SORAWOLIO KOTA BAUBAU Harimudin, Jamal; Fitriani, Fitriani; Fitriani, Fitriani; Fitriani, Fitriani; Sahar, Safrudin; Sahar, Safrudin; Sahar, Safrudin
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 4, No 1 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Kota Baubau merupakan wilayah yang memiliki potensi pariwisata yang cukup menjanjikan. Selain potensi wisata sejarah/budaya yang telah dikenal sejak lama, Kota Baubau juga menyimpan potensi wisata alam yang tersebar di beberapa titik. Salah satunya adalah potensi kawasan agrowisata sebagai bagian dari konsep ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan agrowisata di Kecamatan Sorawolio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis overlay dan pembobotan terhadap kelas kemiringan lereng, jenis tanah dan penggunaan lahan. Hasil pembobotan dari tiga pendekatan tersebut menunjukkan bahwa di Kecamatan Sorawolio didominasi oleh kelas sangat potensial untuk pengembangan Kawasan Agrowisata.Kawasan Agrowisata di Kecamatan Sorawolio ditetapkan di Kelurahan Kaisabu Baru dan Kelurahan Karya Baru. Kata Kunci: Kesesuaian lahan, agrowisata