Articles

Found 5 Documents
Search

PERBANDINGAN PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASIEN HEMIPARESE MELALUI LATIHAN ROM UNILATERAL DAN BILATERAL Cahyati, Yanti; Nurachmah, Elly; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.754 KB) | DOI: 10.7454/jki.v16i1.18

Abstract

Hemiparese pada klien stroke dapat menyebabkan klien mengalami berbagai kecacatan. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan salah satu bentuk latihan yang dinilai efektif untuk mencegah terjadinya kecacatan. Latihan ROM bisa dilakukan dengan pendekatan bilateral yang dapat memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan unilateral training. Penelitian bertujuan mengidentifikasi perbandingan latihan ROM unilateral dan bilateral terhadap kekuatan otot pasien hemiparese akibat stroke iskemik. Penelitian menggunakan desain Quasi Experiment pre dan post test design. Jumlah sampel 30 responden yang terdiri dari kelompok intervensi I dan intervensi II. Evaluasi penelitian dilakukan pada hari pertama dan ketujuh. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan otot meningkat pada kedua kelompok intervensi dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok intervensi (p= 0,018, ?= 0,05 ). Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh penggunaan latihan ini secara terprogram dalam menangani pasien stroke dengan hemiparese perlu dilakukan.
ANALYSIS FACTORS ASSOCIATED WITH FUNCTIONAL ABILITY AMONG STROKE PATIENTS Cahyati, Yanti; Wahyuni, Santi
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol 3 No 1 (2020): International of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : International Journal of Nursing and Health Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v3i1.292

Abstract

Stroke is a neurological change and the primary cause of functional disorders. This study aimed to determine the factors associated with functional ability among stroke patients. A crosssectional was applied in this study. The results showed there was a relationship between muscle strength and functional capacity among stroke patients. There were significant differences in the average value of functional skills in male and female stroke patients. There is no relationship between age and functional ability. There is no difference in the average functional ability in patients with ischemic and hemorrhagic strokes, stroke patients who have comorbidities and have no comorbidities and there is no difference in the functional skills of stroke patients who experience the first attack and repeat attacks
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN DIANTARA DUA WAKTU DIALISIS PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD KOTA TASIKMALAYA Rosdiana, Ida; Cahyati, Yanti
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v11i1.33

Abstract

Penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, yang jika berada pada angka diatas 5% dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang serius. Salah satu penyebab masalah tersebut adalah karena ketidakmampuan pasien dalam melakukan perawatan diri (self care), sehingga diperlukan suatu tindakan educative supportive keperawatan. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan pengaruh edukasi terhadap penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis. Desain penelitian menggunakan metode quasi experiment, dengan rancangan pretest and post test group tanpa kelompok kontrol. Jumlah sampel 34 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Responden diberikan edukasi sebanyak 3 sesi dengan materi yang berbeda pada setiap sesinya dan dilakukan observasi berat badan selama dua minggu setelah sesi edukasi berakhir. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis antara sebelum dan setelah dilakukan edukasi (p-value = 0,0001). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut dan pemberian edukasi secara terprogram kepada pasien hemodialisis. 
GAMBARAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE DI RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA Cahyati, Yanti
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v14i2.216

Abstract

Pengkajian status kemampuan fungsional pasien stroke sangat penting dilakukan untuk memberikan intervensi sedini mungkin sehingga resiko kecacatan paska stroke dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kemampuan fungsional pasien stroke. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana pengukuran variabelnya dilakukan satu kali. Variabelnya yaitu umur, jenis kelamin, jenis stroke, admission time, penyakit penyerta, frekuensi serangan, sisi hemiparese dan kemampuan fungsional. Peneliti melakukan penilaian status fungsional pasien stroke menggunakan Bartel Index pada saat hari ke-2 pasien di rawat di rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan pasien stroke rata-rata berusia 54,5 tahun, jenis kelamin sebagian besar laki-laki  65.3%. Responden sebagian besar didiagnosis stroke iskemik sebanyak 69,2%, datang ke rumah sakit lebih dari 6 jam setelah serangan sebanyak 76,9%. Sebagian besar responden 82.7% memiliki penyakit penyerta dan sebagian besar datang ke rumah sakit dengan serangan stroke pertama kali yaitu sebanyak 78.8%. Sebagian besar responden mengalami hemiparese sisi sebelah kiri  sebanyak 59.6%. Sebagian besar responden terkategori dalam ketergantungan sebagian yaitu sebanyak 71.15%. Saran penelitian ini adalah perlunya pengkajian mendalam tentang status fungsional pasien stroke sebagai upaya untuk mencegah ketergantungan total pasien paska stroke dan perlu penerapan intervensi yang tepat untuk mencegah terjadinya ketergatungan total.
FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP KEJADIAN STROKE ULANG Cahyati, Yanti; Rosdiana, Ida
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.75

Abstract

Stroke ulang merupakan bahaya yang mengancam penderita stroke yang dapat berakibat fatal dan mengakibatkan kualitas hidup yang lebih buruk dari serangan pertama. Salah satu hal yang menyebabkan terjadinya stroke ulang adalah karena pasien tidak mengendalikan factor resiko yang ada (Misbach Kalim, 2006).Faktor resiko yang diketahui bisa dijadikan dasar untuk mencegah terjadinya stroke berulang (Nurhadi, 2005). Pasien yang pernah mengalami stroke 30% kemungkinan akan mengalami stroke berulang apabila tidak bisa mengendalikan factor resiko stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang factor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stroke ulang pada pasien stroke di RSUD  Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana pengukuran variabel-variabelnya dilakukan hanya satu kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, kadar kolesterol darah, kadar gula darah dan kebiasaan minum kopi dengan kejadian stroke ulang. Saran diberikan kepada perawat dan responden agar selalu memperhatikan factor-faktor yang bisa menyebabkan terjadinya stroke ulang.