p-Index From 2015 - 2020
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal STEI Ekonomi
Tarsono, Ono
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Perencanaan Pajak (Tax Planning) Atas Aset Tetap Terhadap Laba Pada PT. Leading Garment Industries Tarsono, Ono
Jurnal STEI Ekonomi Vol 27 No 1 (2018): [Jurnal STEI Ekonomi - JEMI] Vol. 27 No. 1 (Juni - 2018)
Publisher : Bagian Pengelolaan Jurnal dan Penerbitan - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (BPJP - STIE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.307 KB) | DOI: 10.36406/jemi.v27i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perencanaan pajak dapat menghemat beban pajak pada perusahaan. Sampel dalam penelitian ini mengambil teknik Pemilihan Sampel Bertujuan (Purposive Sampling) dibuat perhitungan yang menggunakan metode garis lurus. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perhitungan penyusutan aktiva tetap menurut fiskal dan menurut perusahaan. Perbedaan tersebut mengakibatkan penyajian laporan laba rugi nya juga berbeda serta berpengaruh terhadap laba bersih pada perusahaan pada tahun 2016 sebelum perencanaan pajak Rp. 101.273.003 setelah perencanaan pajak Rp.17.895.860, tahun 2011 sebelum perencanaan pajak Rp. 91.877.380 setelah perencanaan pajak Rp. 1.282.454, tahun 2012 sebelum perencanaan pajak Rp. 79.890.799 setelah perencanaan pajak mengalami kerugian sebesar Rp. 20.105.701, tahun 2013 sebelum perencanaan pajak Rp. 262.776.230 setelah perencanaan pajak Rp. 177.867.610, dan terakhir pada tahun 2014 sebelum perencanaan pajak sebesar Rp. 262.776.230 setelah perencanaan pajak Rp. 177.867.610. peningkatan biaya depresiasi dapat memberikan dampak pada penurunan laba perusahaan sehingga laba perusahaan sebagai dasar pengenaan pajak penghasilan akan semakin kecil.
Peranan Economic Order Quantity dalam peningkatan Efisiensi pengelolaan persediaan pada PT. Martina Berto Tbk. Tarsono, Ono; Khotimah, Siti
Jurnal STEI Ekonomi Vol 26 No 2 (2017): [Jurnal STEI Ekonomi - JEMI] Vol. 26 No. 2 (Des - 2017)
Publisher : Bagian Pengelolaan Jurnal dan Penerbitan - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (BPJP - STIE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.076 KB) | DOI: 10.36406/jemi.v26i2.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jumlah safety stock yang sudah ditetapkan oleh manajemen perusahaan apakah sudah optimal (2) mengetahui jumlah pembelian bahan baku yang optimal, dan mengetahui total biaya persediaan yang optimal, dan (3) mengetahui waktu pemesanan kembali (reorder point). Data yang dipelajari berupa data  tentang (1) kebutuhan bahan baku tahun 2015 (2) biaya pemesanan setiap kali pesan tahun 2015 (3) harga faktur bahan yang dibeli tahun 2015 (4) biaya penyimpanan variabel tahun 2015. Metode penelitiaan yang digunakan adalah (1) Metode Economic Order Quantity (EOQ) (2) Metode Safety Stock (SS)  (3) Metode Reorder Point (ROP). Dengan diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1) Besarnya safety stock ditentukan oleh perusahaan sebesar 30% dari kebutuhan bulan berikutnya (2) Kuantitas pembelian optimal bahan baku alcohol sebesar 15,6 ton, dengan frekuensi pembelian sebanyak 12 kali, bahan baku Texapon N-70 sebesar 10 ton, dengan frekuensi pembelian sebanyak 8 kali, bahan baku Whimol 15 sebesar 9 ton, dengan frekuensi pembelian sebanyak 7 kali, bahan baku Euperlan PK771 sebesar 7 ton, dengan frekuensi pembelian sebanyak 5 kali, dan bahan baku Edenor C12-99 MY sebesar 7 ton, dengan frekuensi pembelian sebanyak 5 kali, dan besarnya total biaya persediaan untuk 5 (lima) jenis bahan baku utama sebesar 3.708.967.727. (3) Titik pemesanan kembali untuk bahan baku alcohol dilakukan apabila mencapai 14 ton, bahan baku Texapon mencapai 5.8 ton, bahan baku Whimol 15 mencapai 4.6 ton, bahan baku Euperlan PK771 mencapai 2.3 ton , dan bahan baku Edenor C12-99 MY mencapai 3.35 ton. Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis memberikan saran kepada perusahaan PT. Martina Berto Tbk. Agar mempertimbangkan penggunaan metode EOQ dan kapan perusahaan harus melakukan pemesanan kembali, agar pengendalian persediaan yang efektif dan efisien dapat tercapai.
Analisis Perubahan Kemiskinan Sektoral Indonesia Berdasarkan Sektor Kegiatan Ekonomi, Periode Kebijakan 2004 – 2017 Syamsuar, Ginanjar; Tarsono, Ono
Jurnal STEI Ekonomi Vol 28 No 1 (2019): [Jurnal STEI Ekonomi - JEMI] Vol. 28 No. 1 (Juni - 2019)
Publisher : Bagian Pengelolaan Jurnal dan Penerbitan - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (BPJP - STIE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.22 KB) | DOI: 10.36406/jemi.v28i1.261

Abstract

Dengan menggunakan data susenas tahun 2004, 2009, 2014, dan 2017, penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya ukuran kemiskinan agregat dan sektoral selama periode kebijakan pembangunan pada tiga masa pemerintahan Indonesia tahun 2004-2017, serta mengidentifikasi sektor apa saja yang berkontribusi terhadap perubahan kemiskinan agregat di Indonesia. Analisis yang digunakan adalah analisis dekomposisi kemiskinan sektoral. Hasil analisis diperoleh bahwa pada ketiga periode kebijakan terjadi penurunan kemiskinan agregat (P0), sedangkan kedalaman kemiskinan (P1) dan keparahan kemiskinan (P2) penurunan hanya terjadi pada masa kebijakan RPJMN-I dan II akan tetapi pada masa kebijakan RPJMN-III mengalami peningkatan. Pada masa kebijakan RPJMN-I kemiskinan P0 menurun 2.53 dari 16.68 menjadi 14.15, P1 menurun 0.57 dari 3.06 menjadi 2.49, dan P2 menurun 0.23 dari 0.90 menjadi 0.67, pada masa kebijakan RPJMN-II kemiskinan P0 menurun 2.9 dari 14.15 menjadi 11.25, P1 menurun 0.74 dari 2.49 menjadi 1.75, dan P2 menurun 0.23 dari 0.67 menjadi 0.44. Penyebab terjadinya penurunan kemiskinan agregat P0, P1, dan P2 secara dominan pada RPJMN-I dan RPJMN-II diakibatkan oleh pengaruh intra-sektoral dan antar-sektoral, pada RPJMN-III penurunan kemiskinan agregat P0 diakibatkan oleh pengaruh intra-sektoral dan inter-sektoral sedangkan peningkatan P1 dan P2 diakibatkan oleh pengaruh interaksi. Pengentasan kemiskinan pada masa kebijakan RPJMN-I, RPJMN-II dan RPJMN-III penurunan tingkat kemiskinan agregatnya secara signifikan dikontribusi oleh empat sektor lapangan pekerjaan utama yaitu pada RPJMN-I oleh sektor pertanian informal, perdagangan formal/informal, transportasi formal/informal, dan konstruksi formal/informal, pada RPJMN-II oleh sektor pertanian formal, perdagangan formal, transportasi formal/informal, dan keuangan informal, dan pada RPJMN-III oleh sektor pertanian informal, perdagangan formal, transportasi formal/informal, dan keuangan formal/informal.