Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FILTRAT Streptomyces sp. KCM2 TERHADAP MULTIDRUG RESISTANT Acinetobacter baumannii SECARA IN VITRO LOSIANI, NI KADEK; KAWURI, RETNO; DARMADI, A. A. KETUT
Jurnal Biologi Udayana Vol 21 No 1 (2017): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.281 KB) | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2017.vol21.i01.p05

Abstract

Acinetobacter baumannii is one of the pathogen which leads to multidrug resistant (MDR-A baumannii). This pathogen is often causing outbreaks of infections to the patients which are receiving treatment in the intensive care unit in hospital. This study aims to find out the antibacterial activity and the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of Streptomyces sp. KCM2 filtrate in inhibiting the growth of MDR-A baumannii. Streptomyces sp.KCM2 isolates was isolated in rhizosphere of white turmeric (Curcuma mango Val.) (Losiani et al., 2016). MDRA. baumannii isolates were obtained from stock culture in Clinical Microbiology Laboratory Sanglah Hospital in Denpasar. The antibacterial and the MIC test of Streptomyces sp. KCM2 filtrate was using the wells diffusion method. The research design was used Completely Randomized Design (CRD) and the inhibitory zone diameterdata of MIC test were analyzed by Analysis of Varian (ANOVA), and then continued by Duncan Multiple Range Test in significance level 5%. The results of this study showed that the Streptomyces sp. KCM2 filtrate was able inhi biting with diameter zone of 23,44 mm and MIC of filtrate was 4% (v/v) with inhibition zone diameter of 8.77 mm.
PEMANFAATAN TUMBUHAN PEKARANGAN SEBAGAI BAHAN OBAT ALTERNATIF DI DESA JIMBARAN, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Irawati, Irawati; Kriswiyanti, Eniek; Darmadi, A. A. Ketut
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.047 KB) | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan pekarangan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat alternatif, bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaan serta untuk mengobati penyakit apa saja yang. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2016 sampai Januari 2017 di 13 banjar di Desa Jimbaran dan identifikasi tumbuhan di Laboratorium Sruktur Perkembangan Tumbuhan Program Studi Biologi FMIPA Universitas Udayana. Prosedur penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dengan metode purposive sampling dan snow ball dalam pemilihan responden, dokumentasi dan identifikasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh 65 jenis (36 suku) dan suku yang paling banyak dimanfaatkan adalah Zingiberaceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (47,1%), kemudian diikuti rimpang (12,9%), buah (11,4%), akar (7,1%), kulit batang (7,1%), bunga (4,3%), getah (2,9%), umbi (2,9%), biji (2,9%)dan akar gantung (1,4%). Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak adalah dengan cara direbus (44,8%), lalu diminum. Penyakit yang dapat diobati yaitu sebanyak 47 penyakit dalam dan 21 penyakit luar.