Mudawamah, Puji Lestari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

TEKNIK SELOTIF-ENTELLAN DAPAT MENGAWETKAN TELUR ENTEROBIUS VERMICULARIS (E. VERMICULARIS) DALAM PREPARAT PERMANEN SELAMA 8 TAHUN Sumanto, Didik; Sayono, Sayono; Mudawamah, Puji Lestari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 1. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.619 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v14i1.4788

Abstract

Latar belakang: Pengolahan parasit menjadi awetan permanen merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan morfologi parasit agar memudahkan pembelajaran identifikasi parasit. Enterobiasis sudah menjadi penyakit yang diabaikan, namun kasusnya masih sering ditemukan. Stadium telur menjadi penting dalam penegakan diagnosis enterobiasis. E. vermicularis memiliki telur berdinding dua lapis dari bahan protein yang mudah rusak. Pengolahan spesimen telur cacing yang kurang tepat menyebabkan kerusakan morfologinya dan awetan tidak akan bertahan lama. Tujuan: mengetahui daya tahan telur E. vermicularis dalam awetan permanen selotif-entellan. Metode: Spesimen telur cacing diambil dari daerah perianal penderita menggunakan periplaswab dengan metode Graham scotch tape. Selotif berisi telur cacing dipotong dan ditempelkan pada kaca obyek. Proses mounting dilakukan dengan entellan di atas selotif dengan kaca penutup. Pengamatan dilakukan setiap tahun selama 8 tahun dengan melihat morfologi dan jumlah telur yang masih utuh dalam awetan. Hasil: morfologi telur E. vermicularis masih utuh dan bertahan selama 8 tahun dalam awetan selotif entellan. Dari tahun ke tahun tidak ada satupun telur yang mengalami kerusakan ataupun pecah. Jumlah telur sejak tahun pertama pengamatan hingga tahun ke 8 masih tetap sama. Perubahan warna terjadi pada bagian dalam telur. Saat awal pengambilan spesimen apus perianal, bagian dalam telur berwarna agak kehijauan. Paparan entellan dalam awetan mengubah warna sel telur yang semula kehijauan menjadi pucat transparan sejak tahun pertama pada bulan kedua pengamatan.