Irawiraman, Hadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RENTANG WAKTU PEMERIKSAAN PENDERITA KANKER PAYUDARA DI PELAYANAN KESEHATAN SAMARINDA Rahmadhani, Widia; Bakhtiar, Rahmat; Nugroho, Eko; Irawiraman, Hadi; Duma, Krispinus
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1143

Abstract

AbstrakKanker payudara merupakan penyebab kematian nomor satu akibat kanker dan tingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan karena banyak penderita kanker payudara yang terdiagnosis saat stadium lanjut. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan penderita kanker payudara melakukan pemeriksaan di pelayanan kesehatan. Banyak faktor risiko yang berperan dalam mempengaruhi rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan faktor-faktor yang terkait dengan rentang waktu pemeriksaan kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik cross-sectional terhadap 46 penderita kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher. Hasil: Terdapat hubungan antara usia dengan rentang waktu pemeriksaan (p=0,022) dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan rentang waktu pemeriksaan (p=0,000). Faktor risiko lain yang tidak berhubungan adalah keluhan awal, riwayat keluarga kanker payudara, faktor ekonomi, dan pengobatan alternatif. Simpulan: Terdapat hubungan antara usia dan SADARI dengan rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda dan tidak terdapat hubungan antara faktor risiko yang lain dengan rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda. 
GAMBARAN KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI (ILO) PASCA BEDAH ABDOMEN DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Azis, Sepriani indriati; Ompusunggu, P.M.T. Mangalindung; Irawiraman, Hadi
Jurnal Kebidanan Mutiara Mahakam Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36998/jkmm.v8i1.68

Abstract

Infeksi luka operasi (ILO) adalah infeksi pada bagian tubuh yang terpapar oleh ahli bedah saat prosedur invasive. ILO merupakan salah satu infeksi nosokomial yang paling umum dan paling dapat dicegah diantara infeksi nosokomial lainnya, namun kejadian infeksi luka operasi terutama pada bedah abdomen masih menunjukkan beban yang signifikan. Faktor resiko infeksi luka operasi meliputi usia tua, jenis luka operasi, penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, pemberian antibiotik profilaksis yang tidak adekuat, status gizi pasien seperti obesitas dan malnutrisi serta durasi operasi yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian infeksi luka operasi pasca bedah abdomen di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif laboratorik. Data penelitian diambil dari swab luka operasi dan data rekam medik pada 40 pasien pasca bedah abdomen yang melakukan pergantian perban pertama kali serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan 30 orang (75%) pasien mendapatkan infeksi luka operasi. Mayoritas pasien terinfeksi berusia diatas 40 tahun, yaitu pada 15 pasien (37,5%). Sebagian besar pasien terinfeksi mendapatkan luka bersih terkontaminasi, yaitu 23 pasien (57,5%). Mayoritas pasien terinfeksi yaitu 27 pasien (67,5%) tidak memiliki penyakit penyerta. Bakteri gram positif, yaitu Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri penginfeksi terbanyak yang teridentifikasi pada 10 orang (33,3%) pasien. Seluruh pasien terinfeksi, yaitu 30 pasien (75%) mendapatkan antibiotik profilaksis. Mayoritas pasien terinfeksi memiliki status gizi normal, yaitu 17 orang (42,5%), dan kejadian infeksi lebih banyak terjadi pada pasien dengan durasi <120 menit, yaitu 20 orang (50%) pasien.   Kata Kunci : Infeksi Luka Operasi, ILO, Bedah Abdomen, Faktor Resiko Infeksi Luka Operasi Surgical site infection (SSI) is an infection at the part of the body that was exposed by a surgeon during an invasive procedure. SSI is one of the most common and most preventable nosocomial infection among other nosocomial infections, but the incidence of surgical site infections especially in abdominal surgery still shows a significant burden. Risk factors of surgical site infections include old age, type of surgical wound, comorbidities such as diabetes mellitus, inadequate prophylactic antibiotics, nutritional statuses such as obesity and malnutrition and long duration of surgery. This study aimed to explain an overview of the incidence of postoperative abdominal wound infection in Abdul Wahab Sjahranie General Hospital, Samarinda. This research method was a laboratory descriptive study. The research data was taken from surgical wound swabs and medical record data of 40 post-abdominal surgery patients who made the bandage changes for the first time and met the inclusion and exclusion criteria. The results showed 30 patients (75%) had surgical site infections. The highest percentage of infected patients aged over 40 years, i.e. in 15 people (37.5%). Most of the infected patients had clean contaminated wounds, i.e. in 23 patients (57.5%). The majority of infected patients did not have concomitant diseases,  i.e. 27 people (67.5%). Gram-positive bacteria, specifically Staphylococcus epidermidis was the most infectious bacteria identified in 10 patients (33.3%). All infected patients, i.e. 30 patients (75%) received prophylactic antibiotics. The highest frequencies of infected patients had normal nutritional status, i.e.17 patients(42.5%), and the incidence of infection was more common in patients with duration <120 minutes, i.e. 20 patients (50%). Keywords : Surgical Site Infection, SSI, Abdominal Surgery, Risk Factors