Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI (BUMDES) CIPARASI MAKMUR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DI KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Atipah, Atipah
ijd-demos Volume 1 Issue 1, April 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.795 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i1.7

Abstract

BUMDes adalah badan usaha yang dimaksudkan untuk memperkuat ekonomi desa. Dalam perkembangannya, BUMDes memiliki banyak masalah seperti yang dialami BUMDes Ciparasi Makmur. Masalah yang dihadapi seperti kurangnya sumber daya manusia, pendapatan yang terus menurun setiap tahun, kegiatan produksi masih mengandalkan pesanan, kurangnya inovasi produksi. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori strategi, tahap strategi manajemen untuk melihat BUMDes Ciparasi Makmur dalam meminimalisir risiko dari masalah masing-masing masalah. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Ciparasi Makmur memiliki beberapa langkah strategis seperti membimbing administrator dan anggota, mendorong penggunaan fasilitas dan infrastruktur, memberdayakan administrator untuk secara sukarela meminjamkan modal, mendorong pemerintah desa untuk meningkatkan alokasi, membangun wadah penyimpanan produksi.BUMDes is a business entity intended to strengthen the village economy. In its development, BUMDes have many problems such as those experienced by BUMDes Ciparasi Makmur. Problems faced such as lack of human resources, income that continues to decline every year, production activities still rely on orders, the lack of production innovation. In this study the theory used is the strategy theory, the management strategy stage to see the BUMDes Ciparasi Makmur in minimizing the risk of the problems of each problem. This research is qualitative descriptive. The results showed that the BUMDes Ciparasi Makmur had several strategic steps such as guiding administrators and members, encouraging the use of facilities and infrastructure, empowering administrators to voluntarily lend capital, encouraging village governments to increase allocations, establishing production storage containers.