Articles

Found 8 Documents
Search

KOLABORASI ANTARA PT GAS NEGARA DENGAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DALAM MEWUJUDKAN SMART CITY Kurniasari, Lenny; Purnomo, Eko Priyo; Salsabila, Lubna
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.996 KB) | DOI: 10.33506/jn.v5i1.775

Abstract

This study aims to describe the form of collaborative governance between the Government of Yogyakarta City and the business sector, namely PT Gas Negara in realizing smart cities. The focus of this research is to describe the process of cooperation between the two parties (Government and Private) so that a memorandum of understanding is created to support smart city. This study uses the cross-sector collaboration theory of John M Bryson and Barbara C. Crosby who mentioned collaborative governance must pay attention to the process. This study uses a qualitative patterned research method, while the data from this study are obtained through participant observation, in-depth interviews, document analysis, media and literature. Data in this study were analyzed using data triangulation techniques. Following are some of the findings from this study. First, PT Perusahaan Gas Negara Tbk signed a memorandum of understanding with the Yogyakarta City Government in supporting the smart city program by providing infrastructure and utilizing natural gas as an alternative energy source. Second, PT PGN developed the PGN 360 Degree Integrated Solution service as a follow-up to the provision of electronic-based services and thirdly, the Yogyakarta City Government utilized the ICT services / provider of optical fiber networks owned by PT PGN as a support for smart cities.
TRANSFORMING GOVERNANCE DI KOTA YOGYAKARTA aisyahh, ica naisyahtul; Priyono, Eko; Salsabila, Lubna
ijd-demos Volume 1 Issue 3, December 2019
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.948 KB) | DOI: 10.31506/ijd.v1i3.24

Abstract

Pemerintah Daerah kota Yogyakrata telah menyediakan berbagai aplikasi smart city guna untuk membantu masyarakat dan lemabaga pemerintah untuk mempermudah menajalankan tugasnya. Dengan adanya beberapa aplikasi ini dapat merubah tata kelola pemerintahan Yogyakarta dengan mudah. Sehingga pemerintah Kota Yogyakarta menggunakan beberapa aplikasi smart city tersebut untuk mempermudah pelayanan public. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menggambarkan keadaan pelayanan public yang mengguakan aplikasi smart city di daerah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan beberapa aplikasi smart city yang di gunakan di Yogyakarta salah satunya adalah ?jogja smart service? dan sebagainya. Pemanfatan  Pelayanan public yang di lakukan elalui aplkasi ini sangat membantu masyarakat dan pemerintah kota Yogyakarta agar menjadi kota pintar.The Regional Government of Yogyakrata City has provided various smart city applications to help the community and government institutions to facilitate their tasks. With the existence of a number of these applications, Yogyakarta can easily change governance. So that the city of Yogyakarta uses several smart city applications to facilitate public services. This study aims to analyze and describe the state of public services that use smart city applications in the Yogyakarta area. This research uses qualitative methods. The results showed several smart city applications that are used in Yogyakarta, one of which is "jogja smart service" and so on. Utilization of public services that are done through this application really helps the people and the city of Yogyakarta to become smart cities. Abstract should only be typed in one paragraph and one-column format.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PENATAAN KAWASAN PEDESTRIAN MALIOBORO Prayuda, Aldi Sasongko; Priyo, Eko; Salsabila, Lubna; Kasiwi, Aulia
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 12, No 1 (2020): Volume 12 Nomor 1, 2020
Publisher : Pusat Studi Pariwisata - Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnp.52958

Abstract

Berjalan kaki merupakan hal yang pasti dilakukan oleh setiap manusia. Hal ini didukung dengan pedestrian yang memadai dan mendukung kegiatan warganya dalam berjalan kaki. Berangkat dari hal ini, banyak bermunculan pusat perbelanjaan dengan konsep pedestrian area. Di banyak kota besar di Indonesia, hal seperti ini juga terjadi. Salah satunya di kawasan Malioboro. Sejak zaman dahulu, kawasan ini memang sudah terkenalsebagai pusat perbelanjaan yang tersusun secara linear dan memiliki jalur pedestrian yang mendukung kegiatanwarganya dalam melakukan interaksi jual beli. Saat ini, kawasan malioboro telah berubah menjadi kawasanyang semangkin padat terutama yang dulunya trotoar ditempati menjadi lahan parkir sekarang trotoar tersebutsudah di alih fungsikan menjadi tempat wisatawan pejalan kaki, agar memudahkan mereka berbelanjadisekitaran malioboro, dan juru parkir harus mengikuti aturan pemerintah mereka tidak bisa lagi meraup ruoiahdari hasil parkiran tersebut, karena parkiran yang dulunya berada di trotoar telah di pindahkan ke parkiran Abu Bakar Ali sehingga menjadi lebih rapi nyaman dan indah di lihat pedestrian semangkin nyaman mengaksesjalannya di daerah malioboro.
KEHADIRAN KARTU SMART MADANI DAN KARTU IDENTITAS ANAK SEBAGAI PROGRAM PENGEMBANGAN SMART CITY DI KOTA PEKANBARU Haifulloh, Rizky; Purnomo, Eko Priyo; Salsabila, Lubna
Gorontalo Journal of Government and Political Studies Vol 3, No 1 (2020): Gorontalo Journal of Government and Political Studies
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.263 KB) | DOI: 10.32662/gjgops.v3i1.825

Abstract

This study examines how the presence of "Madani Smart Card" and "Child Identity Card" which is a program rather than the development of smart cities in the city of Pekanbaru. Smart city which then emerged as one of the hot discourses was discussed in the discourse on sustainable development, which in this case will be applied in every city in all corners of the world. The author then in this study uses qualitative research methods, where data and field findings will be presented descriptively. By measuring how the causes of the two smart cards are presented, the author tries to find an understanding of any urgency that arises or real problems faced by Pekanbaru City. So in the theoretical framework the writer uses Dye's theory in analyzing the process of program formulation or termination and policies taken by the government, in this case the Pekanbaru City government. The findings which were then obtained by the authors through this research are that after referring to the Pekanbaru City Medium Term Development Planning 2017-2022 document, finally the author can pick up or know the backrest and framework that presents the two smart card program. So that from this study the authors can get the following results: First, theoretically the presence of the two smart card program will have a good impact on the ability or literacy of technology and information usability in the city of Pekanbaru. Second, the implementation of the two smart card program would have been right on target if it referred to one of the problems facing the city of Pekanbaru. Third and finally, although the presence of this program is good in some respects, on the other hand there are holes that should be prioritized to be patched actually by the city government through its innovations, one example of how the poor or marginal in the city can be utilized through the concept of smart city (smart city) and its development there. Penelitian ini menelaah tentang bagaimana kehadiran ?Kartu Smart Madani? dan ?Kartu Identitas Anak? di mana merupakan program daripada pengembangan kota pintar (smart city) di Kota Pekanbaru. Smart city yang kemudian muncul sebagai salah satu wacana yang hangat di perbincangkan dalam diskurus mengenai pembangunan berkelanjutan, yang dalam hal ini akan di terapkan di setiap kota di seluruh penjuru dunia. Penulis kemudian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, di mana data dan hasil temuan lapangan akan di sajikan secara deskriptif. Dengan menakar bagaimana penyebab dihadirkannya kedua kartu pintar tersebut, penulis mencoba untuk mencari pengertian dari setiap urgensi yang muncul atau permasalahan yang nyata di hadapi oleh Kota Pekanbaru. Sehingga dalam kerangka teoritis penulis memakai teori dari Dye dalam menganalisis proses perumusan atau pemutusan program serta kebijakan yang diambil oleh pemerintah, dalam hal ini pemerintah Kota Pekanbaru. Temuan yang kemudian di dapatkan oleh penulis lewat penelitian ini adalah setelah merujuk pada dokumen Rancangan Pembangunan Jangka Menengah  Kota Pekanbaru 2017-2022 akhirnya penulis bisa mengambil atau mengetahui sandaran serta kerangka kerja yang menghadirkan program dua kartu pintar tersebut. Sehingga dari penelitian ini bisa penulis dapatkan hasil sebagai berikut: Pertama, secara teoritis kehadiran program dua kartu pintar ini akan berdampak baik terhadap kecakapan atau literasi teknologi dan dayaguna informasi di kota Pekanbaru. Kedua, pengimplementasian daripada program dua kartu pintar ini kiranya sudah tepat sasaran jika merujuk kepada salah satu permasalahan yang dihadapi kota Pekanbaru. Ketiga dan terkahir, walaupun kehadiran program ini dalam beberapa hal baik adanya, namun di sisi lain terdapat lobang yang seharusnya lebih didahulukan untuk ditambal sebenarnya oleh pihak pemerintah kota melalui inovasi-inovasinya, salah satu contohnya bagaimana masyarakat miskin atau marginal di kota tersebut dapat didayagunakan lewat konsep kota pintar (smart city) dan pengembangannya di sana.
ANALISIS KESIAPAN KOTA KOTAMOBAGU DALAM MEWUJUDKAN KOTAMOBAGU SEBAGAI SMART CITY Bonde, Devita Anggraina; Purnomo, Eko Priyo; Salsabila, Lubna
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v6i1.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan pemerintah kota Kotamobagu menuju kota cerdas tahun 2020. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dalam pengumpulan informasi dan datannya peneliti mendapatkanya dari penelitian di beberapa artikel, jurnal, dokumen, data statistik dan juga berita tentang pembangunan smart city di Kota Kotamobagu dan lain-lain, yang berhubunagan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menjunjukan Kotamobagu telah memiliki tingkat kesiapan yang cukup siap untuk menggunakan sarana TIK menuju kota cerdas yang diman kesiapannya telah mencapai 80% kesiapannya. Melihat kesiapan pemerintah kota kotamobagu yang sekarang hampir mencapai 100 % kesiapan maka pemerintah kotamobagu sekarang tinggal terus mengingkatkan potensi yang ada untuk terus mendukung terealisasinya penerapan smart city di kota kotamobagu dengan menambah pengetahuan mengenai pengembangan smart city untuk mendukung implementasi penerapan smart city di kota kotamobagu.
GO-JEK SEBAGAI DIMENSI SMART MOBILITY DALAM KONSEP SMART CITY Safitry, Nofita; Purnomo, Eko Priyo; Salsabila, Lubna
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v6i1.3171

Abstract

Revolusi industri di dasari pada perkembangan teknologi informasi digital dalam bidang kehidupan melalui bisnis startup, tak terkecuali dalam bidang transportasi dimana menyebabkan banyak daerah yang mulai menerapkan konsep Smart Mobility dikarenakan majunya teknologi dan minat perusahaan besar pada bidang transportasi. Untuk itu penelitian ini dilatarbelakangi untuk melihat apakah GoJek sebagai penyedia jasa layanan dan transportasi bisa dikatakan sebagai bagian dari dimensi Smart Mobility atau belum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mana penulis berusaha untuk dapat mendiskripsikan, menganalisa serta membangun makna tentang fenomena yang ada. Hasilnya menunjukkan bahwa GoJek sudah termasuk sebagai dimensi Smart Mobility dalam konsep Smart City karena sudah memenuhi indicator-indikator dalam dimensi Smart Mobility yaitu Accessibility, Sustainability dan ICT.
SMART URBAN SERVICE: UPAYA REHABILITASI DAN PREVENTIF PENGEMIS DAN GELANDANGAN KOTA YOGYAKARTA Khairunnisa, Tiara; Purnomo, Eko Priyo; salsabila, Lubna
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v6i1.3156

Abstract

Dalam paper ini membahas mengenai dampak akibat dari tingginya tingkaturbanisasi yang terjadi di kota, membuat perencanaan perkotaan menjadi kacau serta merusak fasilitas kota. Hal ini sangat membahayakan terlebih bagi daerah penerap konsep smart city seperti Yogyakarta.Dengan hal itu berbagai upaya dilakukan untuk mengatasinya yaitu dengan Rehabilittasi dan Preventif oleh Dinas Sosial Kota Yogyakarta bersama komunitas sosial, serta Satpol PP dalam melaksanakan upaya ini.Paper ini dibuat berdasarkan studi pustaka, serta bersifat deskriptif dalam pemaparan masalahnya.Paper ini bertujuan untuk memberikan informasi disaat pelaksanaan upaya pemberdayaan ini berlangsung serta kendala yang dihadapi, sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam membuat program kedepannya.
Efektifitas Penerapan Aplikasi Lapor Sleman Dalam Mewujudkan Sleman Smart Regency Restiane, Fittia; Purnomo, Eko Priyo; Salsabila, Lubna
Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE) Vol 6, No 1 (2020): IJSE 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ijse.v6i1.7218

Abstract

Abstract: Smart City as an innovation in overcoming every problem that occurs in the city. In the Smart City concept there are aspects that are Smart Regency. Is a process of management and development of a variety of natural and human resources, Smart Regency provides innovations in information technology-based grievance services, with access to the Sleman Report application, which is online complaints, aspirations, suggestions and criticisms from the public for the government. However, the services provided by the government to the community were not yet fully maximized in its implementation. The purpose of this study is to see the extent of effectiveness in the application of the Sleman Report in realizing Sleman Smart Regency in Sleman Regency. The result is quite effective for the realization of Smart Regency but in its implementation it is felt to be less than optimal because its handling is sometimes problematic. This study concludes the success of the Sleman Report Program for the steps to realize Smart Regency, the success of target users of the Sleman Report and the achievement of the Report Report in realizing the Smart Regency.Keywords: Smart City,Smart Regency, Lapor Sleman.Abstrak: Smart City sebagai sebuah inovasi dalam mengatasi setiap permasalahan yang terjadi di dalam kota. Dalam konsep Smart City terdapat aspek yang ada yakni Smart Regency. Adalah sebuah proses pengelolaan dan pengembangan dari berbagai macam sumber daya alam dan manusia, Smart Regency memberikan inovasi mengenai layanan pengaduan berbasis teknologi informasi, dengan akses aplikasi Lapor Sleman yakni pengaduan, aspirasi, saran dan kritik secara Online dari masyarakat untuk pemerintah. Namun dalam pelayanan yang diberikan pemerintah untuk masyarakat pun belum sepenuhnya maksimal dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana efektivitas pada penerapan Lapor Sleman dalam mewujudkan Sleman Smart Regencyn di Kabupaten Sleman. Hasilnya cukup efektif untuk terwujudnya Smart Regency namun dalam implementasinya dirasa kurang maksimal karena penanganannya yang terkadang bermasalah. Penelitian ini menyimpulkan keberhasilan program Lapor Sleman untuk langkah terwujudnya Smart regency, keberhasilan target pengguna dari Lapor Sleman dan pencapaian tujuan Lapor Sleman dalam mewujudkan Smart Regency.Kata kunci: Smart City,Smart Regency, Lapor Sleman