Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH SENAM DIABETES PERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI UPT PUSKESMAS MUNDU KABUPATEN CIREBON TAHUN 2017 Subandi, Endang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.252 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus adalah kelainan pada tubuh, yang dimana pada awal kemunculannya Diabetes Mellitus ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Pengecekan dan/atau pengontrolan gula darah dapat dilakukan guna mengontrol kadar gula darah pada pasien. Hal tersebut dilakukan unuk menjaga kondisi gula darah agar senantiasa baik dan tidak merugikan pasien. Dalam pelaksanaannya pengontrolan gula darah dapat dilakukan dengan berbagai penatalaksanaan yang dilakukan oleh penderita diabetes itu sendiriHal ini bisa dicapai dengan melakukan 4 pilar pengendalian diabetes mellitus, yaitu edukasi, pengaturan makanan, olahraga, dan obat. Di samping 4 pilar pengendalian seperti di atas, pengendalian melalui pelatihan jasmani juga perlu diupayakan. Sebab dalam pelaksanaannya latihan jasmani sendiri adalah pengendalian yang cukup optimal dan baik untuk penderita diabetes millitus. Adapun contoh dari latihan jasmani yang dimaksud adalah dengan melakukan senam diabetes millitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa tinggi dampak yang ditimbulkan senam diabetes atas penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di  UPT Puskesmas Mundu Kabupaten Cirebon tahun 2017. Penelitian ini berjeniskan quasy eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Diabtetes Mellitus yang terdaftar mengikuti Senam Diabetes di Puskesmas Mundu Kabupaten Cirebon dengan keseluruhan peserta berjumlah 50 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Pengambilan data penelitian dengan menggunakan Glukometer. Analisa data menggunakan analisis univariat dengan persentase dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Analisis dan hasil penelitian menyebutkan bahwa nilai rerata kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus pada fase awal berjumlah 245,78 dan setelah senam diabetes sebesar 165,50 dengan hasil t hitung (-6,145) > t table (2,011) dan nilai probabilitas (p=0,000<0,05), maka Ha diterima berarti terdapat pengaruh atau dampak senam diabetes atas penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di UPT Puskesmas Mundu Kota Cirebon. Berdasarkan analisis dan pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa senam diabetesb berpengaruh menurunankan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di UPT Puskesmas Mundu Kota Cirebon.
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANG MELATI RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2017 Subandi, Endang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobilisasi dini ialah cara untuk menurunkan tingkat nyeri post operasi sectio caesarea. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak mobilisasi dini atas  tingkatan nyeri pasien post operasi sectio caesarea di ruang melati RSUD gunung jati kota Cirebon. Rancangan penelitian menggunakan metode quasi experiment design melalui pola pendekatan one group pre test - post test design. Sampel penelitian adalah 32 ibu post operasi sectio caesarea yang berada di ruang melati RSUD gunung jati kota Cirebon, dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data yang dipergunakan disini ialah analisa univariat dan bivariat. Menurut penelitian yang telah dilakukan pada fase pre test sebagian besar nyerinya ada di tingkat sedang ada17 orang (53.1%) serta nyeri  berat terkontrol yaitu 15 orang (46,9%). Berdasarkan hasil post test sebagian besar nyeri berada pada tingkat ringan yaitu 29 orang (90,6%). Rata-rata  tingkatan rasa nyeri pada pasien  sebelum meneapkan mobilisasi dini sebesar 6,00 dan setelah menerapkan mobilisasi dini sebesar 3.44 dengan t hitung  13,475 > t table 2,040. Perhitungan dilakukan melalui uji 2 sisi. Dimana angka probabilitas /2 < 0,025. angka probabilitas 0,000 yang mengindikasikan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima atau apanila terdapat dampak mobilisasi dini atas tingkatan rasa  nyeri post operasi sectio caesarea pada pasien yang berada di ruang melati RSUD Gunung Jati kota Cirebon tahun 2017.
EFEKTIFITAS MODERN DRESSING TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELITUS TIPE 2 Subandi, Endang; Sanjaya, Kelvin Adam
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.264 KB)

Abstract

Luka Diabetes merupaka luka kronis yang susah disembuhakan. Luka diabetes berasal dari komplikasi penyakit diabetes. Luka diabetes sebagian besar dilakukan tindakan amputasi dan memiliki dampak kepada psikologi pasien. Sudah lama perawatan luka menggunakan konvensional yang memiliki kekurangan, seperti: menimbulkan rasa nyeri, menimbulkan luka baru, resiko infeksi lebih tinggi. Metode yang baru teknik perawatan luka  modern dressing dimana luka akan dibuat moisture balance atau lembab karena akan memfasilitasi chemokines dan cytokines untuk pertumbuhan sel pada luka.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas modern dressing terhadap proses penyembuhan luka diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian menggunakan Pre-Postest With Control Group Desain terhadap suatu kelompok. Pengambilan sampel menggunakan  accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden intervensi dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, Instrument penelitian yang digunakan lembar observasi Betes-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Penelitian dilakukan selama 45 hari. Analisa data yang digunakan adalah uji shapiro-wilk. Data analisa dengan uji statistik Wilcoxon test. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan skor luka sebelum dan sesudah pada kelompok pada kelompok perlakuan dengan p-value =0.005 (? 0.05) dan pada kelompok kontol dengan p-value =1.000 (? 0,05). Lalu hasil uji beda antar kelompok dengan p-value=0,001(? 0,05).  Jadi dapat disimpulkan bahwa modern dressing memiliki efektifitas terhadap proses penyembuhan luka diabetes bellitus tipe 2.Kata kunci: Luka, DM Tipe 2, Modern Dressing   ABSTRACTDiabetic wound are the chronic wounds that are difficult to cure. Diabetic wounds originate from complications of diabetes mellitus. Diabeteic wound are mostly implementation is amputation  and have impact on the psychology of patients. Long time a wound treatment has deficiencies, causes pain, raises new wound, high risk of infection. New methods of modern dressing wound care tecniques where wound will be made moisture balance or moiist because it will facilitate chemokines and cytokines for cell growth in wounds. Therefore this study aims to determine the effectiviness of modern dressing on the wound healing process of  type 2 diabetes mellitus.  This type of research uses the Pre Postest With Control Group Desig for a sampling group conducted at Cirebon Wound Care Center using accidental sampling. The samples was 15 respondents treatments and control. Research instrument used were sheets observation Betes Jensen Wound Assessment Tool. The Study was conducted for 45 days. The data analysis used is the shapiro wilk test and data analysis sattistic with wilcoxon test. The result are obtained before and after in the treatment group with p value=0.005 (? 0.05 and in the control group with p value =1.000 (? 0,05). Then the result of different test between groups with a p value =0,001(? 0,05).The conclusion is a modern dressing has the effectiviness of the wound healing process of type 2 diabtes mellitus.Kata kunci: Diabetic Wound, Type 2 Diabetes Mellitus, Modern Dressing
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PEMASANGAN INFUS DENGAN KEPUASAN PASIEN Irawati, Irawati; Subandi, Endang; Asiah, Asiah
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi perawat dengan klien di beberapa pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit hanya berfokus pada tugas, sehingga gagal menyediakan perawatan informasi. penelitian tentang hubungan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon. Jenis penelitian menggunakan deskriptif korelasi. seluruh  yang di infus di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon pada bulan April  2013. Teknik sampel dilakukan dengan menggunakan rumus minimal sample size kemudian pengambilan sampel dilakukan secara random, berjumlah sampel 78 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, sebelum digunakan terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisa data terdiri dari analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran pelaksanaan komunikasi terapeutik berada kategori cukup berjumlah 33 orang (42,3%). Gambaran kepuasan pasien berada pada kategori Puas berjumlah 40 orang (51,3%). Ada hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013 dengan ?2hitung (18,545)>?2tabel (12,6) dan ? value = 0,005(?<0,050).Kata Kunci          : komunikasi terapeutik, kepuasan, pemasangan infus ABSTRACTNurse communications with the patient in several health services especially in hospital are just focusing in their job descriptions; it makes informational incompleteness care to be provided. This research is study about the relationship between the therapeutic communications of infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon in 2013. The purpose of this research is to know about the relationship between the therapeutic communications of infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon This research using descriptive correlation analytic method from all the patients in the emergency room of RST Ciremai Cirebon who had infusion installation, within April 2013. Sampling technique taken by minimizes sampling size and randomly taken, total samples are 78 persons. Questioners were used as a research instrument, which has passed validity and reliability test before. Univariate and bivariate data analysis were used as a data analytic technique. From this research comes a results that the implementation of therapeutic communications is in ?enough? level for 33 person or 42.3% and in ?satisfied? level for 40 persons or 51.3%. There are found relationship between the implementation of therapeutic communication in infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon in 2013 with ?2count (18,545)>?2tabel (12,6) and ? value = 0,005(?<0,050).Keyword               : therapeutic communication, satisfaction, infusion installation
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANG MELATI RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2017 Subandi, Endang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.566 KB)

Abstract

Mobilisasi dini ialah cara untuk menurunkan tingkat nyeri post operasi sectio caesarea. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak mobilisasi dini atas &nbsp;tingkatan nyeri pasien post operasi sectio caesarea di ruang melati RSUD gunung jati kota Cirebon. Rancangan penelitian menggunakan metode quasi experiment design melalui pola pendekatan one group pre test - post test design. Sampel penelitian adalah 32 ibu post operasi sectio caesarea yang berada di ruang melati RSUD gunung jati kota Cirebon, dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data yang dipergunakan disini ialah analisa univariat dan bivariat. Menurut penelitian yang telah dilakukan pada fase pre test sebagian besar nyerinya ada di tingkat sedang ada17 orang (53.1%) serta nyeri&nbsp; berat terkontrol yaitu 15 orang (46,9%). Berdasarkan hasil post test sebagian besar nyeri berada pada tingkat ringan yaitu 29 orang (90,6%). Rata-rata &nbsp;tingkatan rasa nyeri pada pasien &nbsp;sebelum meneapkan mobilisasi dini sebesar 6,00 dan setelah menerapkan mobilisasi dini sebesar 3.44 dengan t hitung&nbsp; 13,475 &gt; t table 2,040. Perhitungan dilakukan melalui uji 2 sisi. Dimana angka probabilitas /2 &lt; 0,025. angka probabilitas 0,000 yang mengindikasikan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima atau apanila terdapat dampak mobilisasi dini atas tingkatan rasa &nbsp;nyeri post operasi sectio caesarea pada pasien yang berada di ruang melati RSUD Gunung Jati kota Cirebon tahun 2017.
PENGARUH RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI DESA PAKUSAMBEN KECAMATAN BABAKAN KABUPATEN CIREBON Subandi, Endang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.003 KB)

Abstract

Pertambahan umur menyebabkan perubahan dalam tahapan tidur. Lansia yang berusia diatas 65 tahun yang tinggal di rumah mengalami gangguan tidur sebesar 50%. Lansia mengalami penurunan efektifitas tidur pada malam hari sebesar 70-80% sehingga banyak lansia mengeluh bahwa mereka terbangun tanpa rasa segar dan mengalami kelelahan pada siang hari. Terapi merendam kaki dengan air hangat merupakan salah satu teknik relaksasi untuk mengurangi efek insomnia, berendam air hangat bisa membantu menghilangkan stres dan membuat kita tidur lebih mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya pengaruh merendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur lansia di desa Pakusamben Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon.Jenis penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pre test post test. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 34 responden. Intervensi di berikan selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburg Sleep Quality Index). Analisa data dilakukan dengan menggunakan Paired Sampel Test.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre test didapatkan hasil bahwa sebagian besar dengan kualitas tidur buruk yaitu 28 orang (82,4%) dan sangat buruk 2 orang (5,9%). Hasil post test didapatkan hasil bahwa sebagian besar dengan kualitas tidur baik yaitu 18 orang (52,9%). Berdasarkan analisa statistik didapatkan perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia sebelum rendam kaki dengan air hangat sebesar 10,12 dan sesudah rendam kaki dengan air hangat sebesar 7,85 dengan thitung&nbsp; 21,356 &gt; ttabel 2,035. Serta nilai probabilitas (? = 0,000) , maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh&nbsp; rendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur lansia.
Hubungan Status Gizi Balita dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Desa Sutawangi Wilayah Kerja UPTD Puskesmas DTP Jatiwangi Tahun 2019 Subandi, Endang
jurnal of admiration Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.056 KB)

Abstract

Pneumonia ialah factor utama yang bisa mengakibatkan kematian terbesar misalnya saja di negara yang berkembang seperti Indonesia. Menurut penilaian kesehatan nasional (SKN) tahun 2018, 27,6% kematian bayi serta 22% kematian balita di Indonesia itu dikarenakan oleh penyakit sistem respiratori, yang terpenting pneumonia. Sedangkan menurut hasil penelitian kesehatan dasar tahun 2018, Pneumonia ialah pemicu kematian kedua terhadap balita sesudah diare. Balita dengan gizi yang kurang akan lebih mudah terserang pneumonia jika dilihat balita dengan gizi normal, karena penyebab daya tahan tubuh yang lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan status gizi balita dengan kejadian pneumonia pada balita. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling yaitu sebanyak 45 balita pneumonia. Data diperoleh dari dokumentasi MTBS Puskesmas Jatiwangi, dan dianalisa secara statistika menggunakan uji Chi Square (X2). Dari hasil uji statistika didapatkan bahwa tidak ada hubungan status gizi balita dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p = 0,88 (p &gt; 0,05). Dari hasil penelitian ini penting bagi instansi terkait untuk memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat dalam memberikan penyuluhan tentang pneumonia. Penyuluhan bisa dilaksanakan di Posyandu, KBK dan terutama di MTBS sebagai pelaksana program P2 ISPA, sehingga masyarakat terutama ibu yang mempunyai balita mendapatkan infromasi yang tepat tentang pneumonia pada balita. Kata kunci : Status gizi, Balita dan pneumonia.