p-Index From 2015 - 2020
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Peternakan
Ismaya (Ismaya)
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENGENCERAN SPERMA DENGAN AIR KELAPA DAN ARAS KUNING TELUR ITIK SERTA LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA DOMBA GARUT PADA PENYIMPANAN 5°C Dwitarizki, Novia Dimar; (Ismaya), Ismaya; Asmarawati, Widya
Buletin Peternakan Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.169 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v39i3.7979

Abstract

PENGARUH ARAS KUNING TELUR ITIK ALABIO (Anas platyrhynchos) DALAM PENGENCER TRIS FRUKTOSA TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS, DAN ABNORMALITAS SPERMA KAMBING BLIGON SEBELUM DAN SESUDAH KRIOPRESERVASI Miftahul Umami, Prajaningrum Luluk; Bintara, Sigit; (Ismaya), Ismaya
Buletin Peternakan Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.21 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v39i3.7978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aras kuning telur itik Alabio (Anas platyrhynchos) yang diencerkan dengan tris fruktosa terhadap persentase motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa kambing Bligon setelah pengenceran, ekuilibrasi, prefreezing, dan post-thawing. Kualitas sperma diamati setelah pengenceran, setelah ekuilibrasi, preefreezing, dan post-thawing. Sperma seekor kambing Bligon ditampung dengan metode vagina buatan dua kali seminggu. Sperma diencerkan dengan pengencer tris fruktosa dengan aras kuning telur itik 10%, 20%, dan 30%. Data kualitas spermasegar dianalisis dengan mean dan standar deviasi, sedangkan motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa setelah pengenceran, ekuilibrasi, prefeezing, dan post-thawing dianalisis variansi pola searah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kuning telur itik dengan aras 10% memberikanmotilitas dan viabilitas sperma setelah pengenceran, setelah ekuilibrasi, setelah prefreezing , serta setelah post-thawing yang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan kuning telur itik dengan aras 20% maupun 30% (P<0,05). Selain itu, abnormalitas sperma yang mendapatkan kuning telur itik dengan aras 10% juga lebih rendah (P<0,05) jika dibandingkan dengan penggunaan aras 20% maupun 30%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kuning telur itik memberikan hasil yang terbaik terhadap kualitas spermatozoa kambing Bligon, jika dilihat dari variable: motilitas, viabilitas, abnormalitas spermatozoasetelah pengenceran (masing-masing: 74,00; 97,60 dan 0,60%), ekuilibrasi (masing-masing: 72,20; 94,00 dan 1,90%), prefreezing (masing-masing: 56,80; 77,70 dan 5,40%) dan post-thawing (masing-masing: 43,60; 62,60 dan 8,50%).(Kata kunci: Kambing Bligon, Kuning telur itik, Pengenceran, Sperma, Tris fruktosa)
KORELASI ANTARA HORMON TESTOSTERON, LIBIDO, DAN KUALITAS SPERMA PADA KAMBING BLIGON, KEJOBONG, DAN PERANAKAN ETAWAH Rachmawati, Laili; (Ismaya), Ismaya; Astuti, Pudji
Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.742 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v38i1.4598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hormon testosteron, libido, dan kualitas sperma kambing Bligon, Kejobong, dan Peranakan Etawah (PE). Sampel terdiri dari 3 ekor kambing Bligon, 3 ekor kambingKejobong, dan 3 ekor kambing PE jantan. Kadar testosteron diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Tingkat libido diketahui dengan pengamatan waktu pertama mencumbu betina, menaiki betina, sampai ejakulasi. Penampungan sperma menggunakan metode vagina buatan. Data yang diperoleh kemudian ditentukan nilai korelasi antara kadar testosteron dengan libido dan kualitas sperma. Hasil menunjukkan testosteron pagi kambing Bligon berkorelasi terhadap waktu mencumbu betina (R= -0,79 dan Y= 20,91-6,52X), menaiki betina (R= -0,80 dan Y= 20,28-7,16X), ejakulasi (R= -0,81 dan Y= 14,03-7,56X), volume sperma (R= 0,65 dan Y= -0,78+0,03X), dan motilitas spermatozoa (R= 0,70 dan Y= -73,83+1,43X) (P<0,01). Testosteron pagi kambing Kejobong berkorelasi terhadap waktu mencumbu betina (R= -0,75 dan Y= 14,96-0,68X), menaiki betina (R= -0,69 dan Y= 21,59-0,86X), ejakulasi (R= -0,66 dan Y= 28,51-0,83X), dan konsentrasi spermatozoa (R= 0,59 danY= 430,73+12,75X) (P<0,01), sedangkan testosteron sore berkorelasi terhadap waktu mencumbu betina (R= -0,90 dan Y= 21,50-1,06X), menaiki betina (R= -0,90 dan Y= 24,89-1,16X), dan ejakulasi (R= -0,84 dan Y= 34,27-1,14X)(P<0,01). Testosteron sore kambing PE berkorelasi terhadap waktu mencumbu betina (R= -0,72 dan Y= 12,83-7,31X), menaiki betina (R= -0,72 dan Y= 9,11-7,67X), ejakulasi (R= -0,69 dan Y= 2,02-8,25X), viabilitas spermatozoa(R= 0,77 dan Y= -90,99+2,20X) dan konsentrasi spermatozoa (R= 0,72 dan Y= -452,10+9,56X) (P<0,01). Disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara kadar hormon testosteron dengan tingkat libido dan kualitas sperma, serta terdapatvariasi korelasi diantara bangsa kambing.(Kata kunci: Korelasi, Testosteron, Libido, Kualitas sperma, Kambing)
Effects of Breed of Sire and Double Insemination on Performance of Reproduction of Local Sheep (Ismaya), Ismaya; Soetimboel, M.
Buletin Peternakan 1995: BULETIN PETERNAKAN SPECIAL EDITION 1995
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v0i-.5088

Abstract

Abstrak dalam bentuk hard copy
PRODUKSI DAN KOMPOSISI SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Rosartio, Rian; Suranindyah, Yuni; Bintara, Sigit; (Ismaya), Ismaya
Buletin Peternakan Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.255 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v39i3.7986

Abstract