Supartono -
Jurusan Kimia, FMIPA UNNES, Indonesia Gedung D6 lantai 2 Kampus Sekaran Semarang 50229

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

ISOLASI DAN UJI DAYA ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) Arum, YP; -, Supartono; -, Sudarmin
Jurnal MIPA Vol 35, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kersen mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid yang merupakan senyawa obat dapat digunakan sebagai antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antimikroba ekstrak daun kersen terhadap Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah mengisolasi senyawa flavonoid dari daun kersen dengan menggunakan larutan etanol dan metanol. Identifikasi flavonoid dilakukan dengan menggunakan IR dan UV-Vis. Selanjutnya sifat antibakteri flavonoid diujikan pada bakteri Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak hasil isolasi daun kersen merupakan senyawa flavonoid berupa auron, flavonol, dan flavon. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya puncak pada spketrum UV-Vis di daerah panjang gelombang 382 nm, 350 nm dan 323 nm serta diperkuat dengan munculnya serapan khas C=O dan –OH pada spektrum IR. Ekstrak hasil isolasi daun kersen dengan pelarut etanol dan metanol memiliki daya hambat terhadap bakteri yakni terbukti mempunyai sifat antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun kersen semakin tinggi pula daya hambatnya terhadap bakteri. Ekstrak yang paling efektif menghambat bakteri adalah pada ekstrak dengan konsentrasi 96% dengan pelarut metanol. Cherry leaves can be used as a drug because it contains of flavonoid compounds, which contain antioxidant, antibacterial, and anti-inflammatory. The study was aimed to determine the antimicrobial strength of cherry leaf extract against Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, and Staphylococcus aureus. This research used flavonoid compound from cherry leaves isolation method by using ethanol and methanol solvent. IR and UV-Vis was used to identify flavonoid, then flavonoid antibacterial properties was tested to Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, and Staphylococcus aureus bacteria. The result showed that isolation of cherry leaf extract containing flavonoid compounds of auron, flavonols, and flavones. This was shown from the peak presence in UV-Vis spectrum of 382 nm, 350 nm,  and 323 nm wavelength and the appearance of absorption characteristic of C=O and –OH in IR spectrum. It turns out that cherry leaf isolation extract with ethanol and methanol has inhibitory capacity and antibacterial characteristics towards Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, and Staphylococcus aureus bacteria. So, the higher concentration of cherry leaf extracts the higher inhibition of bacteria, while the most effective extract concentration with methanol solvent is 96%.
KAJIAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA DENGAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS MELALUI PENDEKATAN CHEMO-ENTREPRENEURSHIP -, Supartono; Wijayati, Nanik; Sari, Anita Harum
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran yang umum dilakukan oleh guru yaitu ceramah.Penggunaan metode STAD melalui pendekatan CEP, siswa dapat belajar danbekerjasama dalam pembelajaran untuk memecahkan suatu masalah sehingga siswadapat memahami suatu materi secara mendalam serta memupuk daya kreatifi tas dankeaktifan siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah dalam metodepembelajaran STAD melalui pendekatan CEP dapat meningkatkan prestasi belajarkimia SMA kelas XI IA SMA Negeri 1 Blora. Teknik yang digunakan untuk mengambilsampel yaitu cluster random sampling. Metode yang digunakan untuk mengambil datayaitu metode observasi, metode angket, metode tes, metode dokumentasi. Data hasiltes kognitif yang diperoleh akan dianalisis melalui 2 tahap yaitu uji tahap awal dan ujitahap akhir. Dari analisis data pada uji tahap awal diperoleh bahwa rata-rata pre testantara kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai kesamaan rata-rata yang sama.Berdasarkan analisis data pada uji tahap akhir diperoleh bahwa antara kelas eksperimendan kelas kontrol ada perbedaan hasil belajar yang signifi kan. Berdasarkan hasil analisisini dapat disimpulkan bahwa dengan metode STAD melalui pendekatan CEP dapatmeningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan larutan asam basa. Kata Kunci: student teams achievement divisions, chemo-entrepreneurship
PENERAPAN CHEMO-ENTREPRENEURSHIP DALAM BAHAN AJAR REAKSI REDOKS UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN AKADEMIK DAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Wijayati, Nanik; -, Supartono; -, Machmudah
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku ajar kimia dengan pendekatan Chemo-Entrepreneurship (CEP) yang dikemassecara menarik, ilustrasi mendukung materi serta praktis diharapkan dapat membuat siswauntuk belajar mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatankecakapan akademik dan berpikir kritis peserta didik melalui penerapan CEP dalam bahanajar reaksi redoks. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukanmelalui 3 tahap uji coba. Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata hasil belajar siswamengalami peningkatan dengan persentase ketuntasan hasil belajar pada uji coba I, II danIII masing-masing 63%, 77%, dan 93%. Persentase ketuntasan dan rata-rata kecakapanakademik siswa juga mengalami peningkatan. Pada hasil pengukuran kemampuan berpikirkritis rata-rata pada uji coba I adalah 69 dengan persentase ketuntasan 67% mengalamipeningkatan pada uji coba II menjadi 76 dengan persentase 70% dan pada uji coba IIImeningkat lagi menjadi 80 dengan persentase 87%. Kata Kunci: kecakapan akademik, berpikir kritis, chemo-entrepreneurship
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN KOLABORASI KONSTRUKTIF DAN INKUIRI BERORIENTASI CHEMO-ENTREPRENEURSHIP -, Supartono; -, Saptorini; Asmorowati, Dian Sri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kimia merupakan pelajaran yang sangat erat dalam kehidupan. Banyak produkyang dapat dikaitkan dengan pelajaran kimia, sehingga pembelajaraan kimia dapat dikemasdengan lebih kontekstual dan membekali siswa untuk berwirausaha. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui kontribusi pembelajaran hidrokarbon dengan menggunakankolaborasi konstruktif dan inkuiri berorientasi Chemo-Entrepreneurship (CEP) pada hasilbelajar dan minat berwirausaha siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuasieksperimentaldi SMAN 1 Jepara. Data penelitian diperoleh dengan metode dokumentasi,tes, angket, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswakelas eksperimen sebesar 72,41 dengan ketuntasan mencapai 78,38%, sedangkan rata-ratakelas kontrol sebesar 68,68 dengan ketuntasan 56,76%. Rata-rata minat berwirausaha siswakelas eksperimen setelah perlakuan sebesar 76,22, dan sebanyak 81,08% siswa memilikinilai e” 68. Sementara itu, kelas kontrol rata-rata minat berwirausaha hanya sebesar 63,60dan 27,03% siswa memiliki nilai e” 68. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaranhidrokarbon dengan menggunakan kolaborasi konstruktif dan inkuiri berorientasi CEPmeningkatkan hasil belajar dan minat berwirausaha siswa. Kata Kunci: konstruktif, inkuiri, chemo-entrepreneurship
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Rahayu, Sri; Widodo, Antonius Tri; -, Supartono
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Model pembelajaran advance organizer digunakan untuk memberdayakan seluruhpotensi siswa yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, namun keefektifannyadalam meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar belum pernah diteliti. Tujuan penelitianini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui pengembanganmodel pembelajaran advance organizer. Pengumpulan data dilakukan dengan test tertulis,observasi, angket, dan wawancara. Kesahihan data diuji dengan uji normalitas danhomogenitas sampel, sedangkan uji beda dua rerata menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran yang digunakan dalampenelitian dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihatdari aktivitas belajar kelas eksperimen yang memiliki rerata lebih tinggi dibandingkan aktivitasbelajar kelas kontrol. Selain itu, hasil belajar kelas eksperimen lebih besar dari KKM yaitu79,05 sedangkan hasil belajar kelas kontrol dibawah KKM yaitu 68,52. Hasil data angketyang diperoleh menunjukkan hampir 90% siswa menyukai model pembelajaran advanceorganizer.Kata Kunci:  advance organizer, aktivitas, hasil belajar
EKSTRAKSI MINYAK KENANGA (Cananga odorata) UNTUK PEMBUATAN SKIN LOTION PENOLAK SERANGGA Sari, GWP; -, Supartono
Jurnal MIPA Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan serangga seperti nyamuk Aedes aegypti dan lalat sering menimbulkan gangguan bagi manusia. Salah satu cara untuk menghindari gangguan serangga tersebut adalah dengan memakai anti serangga berbentuk lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas minyak kenanga hasil ekstraksi minyak kenanga sebagai sediaan lotion anti serangga. Senyawa caryophyllene, linalol, dan geraniol dalam minyak kenanga menghasilkan aroma yang menyengat dan tidak disukai oleh serangga. Minyak kenanga diperoleh dari destilasi uap dan air bunga kenanga. Karakterisasi fisik minyak menunjukkan hasil yang sesuai dengan SNI 06-3949-1995 yaitu warna kuning muda, bau khas minyak kenanga, berat jenis 0,906 gr/ml, dan indeks bias 1,498. Analisis komponen penyusun minyak kenanga menggunakan spektrofotometer IR dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) menunjukkan adanya senyawa trans-caryophyllene sebesar 39,07% sebagai senyawa utama minyak kenanga. Hasil karakterisasi sediaan lotion menunjukkan bahwa minyak memiliki pH rata-rata 6,50, homogen, dan bau khas minyak kenanga. Total mikroba adalah sebanyak 1 koloni pada formula lotion dengan penambahan metil paraben sedangkan daya repellent mencapai 90,58% pada formula lotion dengan konsentrasi minyak kenanga 2,5%. Lotion minyak kenanga dapat digunakan sebagai repellent atau penolak serangga. Pengaplikasian minyak kenanga dalam sediaan lotion dapat dilakukan secara langsung pada saat pembuatan lotion.The presence of insects such as Aedes aegypti mosquito and flies often cause nuisance to humans. One way to avoid these insects is to apply insect repellent lotion. The study aimed to determine the effectiveness of the extracted ylang oil as an insect repellent preparation. Compounds such as caryophyllene, linalool and geraniol in ylang oil produce pungent aroma and is not favored by insects. Ylang oil is obtained from water and steam distillation of ylang flowers. The physical characterization of the oil showed that the oil was in compliance of SNI 06-3949-1995 i.e. light yellow color, characteristic odor ylang oil, density of 0.906 g/ml and refractive index of 1.498. Analysis of the components of ylang oil using IR spectrophotometer and Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) showed the presence of trans-caryophyllene by 39.07% as the main compound of ylang oil. The result of characterization on lotion preparation showed that oil had an average pH of 6.50, homogeneous, and distinctive smell ylang oil. Total microbial count was 1 colony on lotion formula with the addition of methyl paraben and the repellent power was 90.58% in a lotion formula containing ylang oil concentration of 2.5%. Ylang oil lotion can be used as an insect repellent. The application of ylang oil in the lotion preparation may be directly at the time of the making of lotion.
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PADA REAKSI HIDRASI α-PINENA DARI MINYAK TERPENTIN DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM Wijayati, N; -, Supartono; Kusuma, SBW
Jurnal MIPA Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak terpentin dapat dihasilkan dari penyulingan getah pohon pinus (famili Pinaceae). Kandungan utama minyak terpentin adalah senyawa -pinena dengan rumus kimia 2,6,6-trimetil, bisiklo [3.1.1]-2-heptena. Harga jual minyak terpentin sangat murah dan saat ini banyak dikenal sebagai pengencer dan pelarut cat. Salah satu usaha untuk meningkatkan nilai ekonomi minyak terpentin adalah dengan melakukan transformasi senyawa -pinena menjadi senyawa derivatnya melalui reaksi hidrasi senyawa -pinena. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh temperatur dan waktu pada reaksi α-pinena dengan katalis zeolit. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah isolasi α-pinena dari minyak terpentin dan preparasi katalis zeolit. Tahap kedua adalah transformasi -pinena hasil isolasi minyak terpentin menjadi terpineol menggunakan katalis zeolit alam dengan variasi temperatur dan waktu reaksi. Tahap ketiga adalah penentuan hasil reaksi berdasarkan hasil kromatogram GC, IR dan GC-MS. Hasil reaksi transformasi tersebut dianalisis dengan membandingkan kromatogram hasil reaksi dengan kromatogram senyawa -pinena minyak terpentin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi transformasi -pinena dengan katalis zeolit alam terbukti menghasilkan senyawa flavor -terpineol dengan selektivitas 59,12% temperatur 65oC dan waktu 120 menit. Zeolit terbukti dapat mengkatalisis reaksi transformasi -pinena menjadi -terpineol.Turpentine oil can be produced from the distillation of pine tree sap (family Pinaceae). The main content of turpentine oil is α-pinene with the chemical formula of 2,6,6-trimethyl, bicyclo [3.1.1-2-heptene. The selling price of turpentine is very cheap and is now widely known as paint thinners and solvents. One attempt to increase the economic value of turpentine oil is by transforming the α-pinene into its derivatives by hydration reaction of α-pinene. The purpose of this research was to study the effect of temperature and reaction time on α-pinene with natural zeolite catalysts. The study was conducted in three phases. The first phase was isolation of α-pinene from turpentine oil and preparation of zeolite catalysts. The second phase was the transformation of the isolated α-pinene from turpentine oil into terpineol using natural zeolite catalyst with variation of temperature and reaction time. The third stage was the determination of the reaction result based on the GC chromatogram, IR and GC-MS. The result of the transformation reactions were analyzed by comparing the chromatogram of the reaction products with chromatograms of α-pinene from turpentine oil. The results showed that the transformation of α-pinene with natural zeolite catalysts has proven to produce flavor compounds of α-terpineol with selectivity value of 59.12%, at temperature 65C and with reaction time of 120 minutes. Zeolite has been proven to be able to catalyze the α-pinene transformation into α-terpineol.
PENGARUH MODEL COOPERATIVE CLASS EXPERIMENT (CCE) TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA KBK DAN HASIL BELAJAR SISWA Sa’idun, Fajar Mahda Akhmad; -, Supartono; -, Latifah
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning with the conventional method make competency achievement in chemistry subject is still low. This study aimed to determine the effect of Model Cooperative Class Experiment (CCE) type Team Games Tournament (TGT) on CBC and Learning Outcomes on high school students in the topic of redox reactions. Sample determination was using cluster random sampling technique, class X8 grade students is as the experimental class and X7 class is as control class. The method used in data collection is documentation, in the form of multiple choice test and an essay in the form of open-ended questions and observations. The results showed that analysis of CBC data test achieved fifth subindikator CBC in the experimental class gained an average of 73.75%, which means that students can develop CBC with good criterion, while the control class with an average of 64.68% in the CBC is sufficient criteria. The analysis data obtained rb 0.51 with the contribution of 26.29%. The results of this study concluded that the implementation of Cooperative Learning Model Class Experi ment (CCE) Study Team Games Tournament (TGT) type have signiffican effect on CBC and student learning outcomes in high school in Semarang on the redox subject with the contribution of 26.29%.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP PADA PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN LIFE SKILL SISWA Nurmasari, Novita; -, Supartono; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 8, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preliminary study has performed in a high school in Semarang within grade X of the school year 2012/2013, obtained the classical completeness students on chemistry subject less than 85% and the ability of students life skill was lower, equal to 61%. This study applied the learning-oriented Chemoentrepreneurship (CEP) in petroleum subject. This study aimed to determine the effectiveness of the learning-oriented CEP in understanding the concepts and life skills of high school students’ grade X. The population in this study were class X students of high school in Semarang. The design used is a posttest only control design. The sample was taken by random cluster sampling technique, the class X-3 as the experimental class and the class X-2 as a control class. The results of completeness study showed that experimental class achieved mastery of classical study at 88.89%, while the control class was only 78.95%. The average of students’ concept understanding in experimental class was better than the control class respectively 80.11 and 74.32. The ability of student life skill increased from 61% to 84. The results showed that the learning-oriented CEP provided significant effectiveness in understanding the concepts and life skills of class X high school students.Keywords: Chemoentrepreneurship, Concept Understands, Life Skill 
EKSTRAKSI MINYAK KENANGA (Cananga odorata) UNTUK PEMBUATAN SKIN LOTION PENOLAK SERANGGA Sari, GWP; -, Supartono
Jurnal Mipa Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan serangga seperti nyamuk Aedes aegypti dan lalat sering menimbulkan gangguan bagi manusia. Salah satu cara untuk menghindari gangguan serangga tersebut adalah dengan memakai anti serangga berbentuk lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas minyak kenanga hasil ekstraksi minyak kenanga sebagai sediaan lotion anti serangga. Senyawa caryophyllene, linalol, dan geraniol dalam minyak kenanga menghasilkan aroma yang menyengat dan tidak disukai oleh serangga. Minyak kenanga diperoleh dari destilasi uap dan air bunga kenanga. Karakterisasi fisik minyak menunjukkan hasil yang sesuai dengan SNI 06-3949-1995 yaitu warna kuning muda, bau khas minyak kenanga, berat jenis 0,906 gr/ml, dan indeks bias 1,498. Analisis komponen penyusun minyak kenanga menggunakan spektrofotometer IR dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) menunjukkan adanya senyawa trans-caryophyllene sebesar 39,07% sebagai senyawa utama minyak kenanga. Hasil karakterisasi sediaan lotion menunjukkan bahwa minyak memiliki pH rata-rata 6,50, homogen, dan bau khas minyak kenanga. Total mikroba adalah sebanyak 1 koloni pada formula lotion dengan penambahan metil paraben sedangkan daya repellent mencapai 90,58% pada formula lotion dengan konsentrasi minyak kenanga 2,5%. Lotion minyak kenanga dapat digunakan sebagai repellent atau penolak serangga. Pengaplikasian minyak kenanga dalam sediaan lotion dapat dilakukan secara langsung pada saat pembuatan lotion.The presence of insects such as Aedes aegypti mosquito and flies often cause nuisance to humans. One way to avoid these insects is to apply insect repellent lotion. The study aimed to determine the effectiveness of the extracted ylang oil as an insect repellent preparation. Compounds such as caryophyllene, linalool and geraniol in ylang oil produce pungent aroma and is not favored by insects. Ylang oil is obtained from water and steam distillation of ylang flowers. The physical characterization of the oil showed that the oil was in compliance of SNI 06-3949-1995 i.e. light yellow color, characteristic odor ylang oil, density of 0.906 g/ml and refractive index of 1.498. Analysis of the components of ylang oil using IR spectrophotometer and Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) showed the presence of trans-caryophyllene by 39.07% as the main compound of ylang oil. The result of characterization on lotion preparation showed that oil had an average pH of 6.50, homogeneous, and distinctive smell ylang oil. Total microbial count was 1 colony on lotion formula with the addition of methyl paraben and the repellent power was 90.58% in a lotion formula containing ylang oil concentration of 2.5%. Ylang oil lotion can be used as an insect repellent. The application of ylang oil in the lotion preparation may be directly at the time of the making of lotion.