Articles

Found 12 Documents
Search

Membangun Pendidikan Berbasis Kritis, Humanis dan Populis ., Basuki
AT TADIB Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini, Memang globalisasi telah membawakemakmuran ekonomi dan kemajuan iptek, akan tetapiglobalisasi juga membawa dampak krisis spiritual dan kepribadianmanusia, sehingga lebih memunculkan kesenjangan dankekarasan sosial, ketidakadilan dan tidak adanya demokrasi.Tulisan singkat ini menawarkan konsep Pendidikan Kritis,Humanis, Populis dalam konteks dinamika pendidikan diIndonesia dalam era globalisasi. Pendidikan era Globalisasiinformasi sekarang ini sedang diuji untuk memberikan jawabanyang menyulitkan, yakni antara melegitimasi atau melanggengkansistem dan struktural sosial yang ada, atau pendidikan harusberperan kritis dalam melakukan perubahan sosial dan transformasimenuju dunia yang lebih adil. Kedua peran pendidikandilematis tersebut hanya bisa dijawab melalui pemilihanparadigma dan idelologi pendidikan yang mendasarinya
EMA IMPLEMENTATION AS AN ASSESSMENT FOR ECO-EFFICIENCY: A CASE FROM PT SEMEN INDONESIA (PERSERO), TBK. IN GRESIK, EAST JAVA, INDONESIA Kusumawardhani, Titisari; ., Basuki
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Airlangga (J E B A) | Journal of Economics and Business Airlangga Vol 25, No 2 (2015): JURNAL EKONOMI DAN BISNIS AIRLANGGA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.411 KB) | DOI: 10.20473/jeba.V25I22015.4345

Abstract

This research objective is to explore the practice of EMA in PT Semen Indonesia (Persero) Tbk as an effort toassess eco-efficiency. PT Semen Indonesia was chosen for it has fulfilled three criteria: (1) being in chemicalbased industry, (2) being a major player in cement industry, and (3) has previously awarded for itsenvironmental performance through governments assessment program. The research will use qualitativemethod to ensure in depth understanding of the topic researched. The data collection process will be donethrough field research, in which it resulted in three kinds of data collected: (1) interview transcript, (2)supporting documents, and (3) photo capture from direct observation. Overall this research revealed that PT SIincentives in maintaining eco-efficiency are mainly due to stakeholders demand, especially government,foreign shareholders, and surrounding community. The effort to attain this eco-efficiency also extensive, but interm of EMA implementation, PT SIs focus of data monitoring is still mainly on physical information from nonaccounting department (PEMA). The accounting department though, is still yet to record the monetaryinformation on EMA in separated recording or as extensively. The cost allocation for environmental costs arestill buried inside overhead costs, therefore, it lower the accuracy and extensiveness of financial informationprovided through MEMA.Keywords: Environmental Performance, Eco-efficiency, EMA, PEMA, EMA
INTERNATIONALIZATION DECISION IN PT. SUNPACK INDONESIA: THE CHALLENGE OF SELECTING INTERNATIONAL MARKET AND MARKET-ENTRY MODES ., Basuki; Cahyadi, I Gede
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Airlangga (J E B A) | Journal of Economics and Business Airlangga Vol 20, No 3 (2010): JURNAL EKONOMI DAN BISNIS AIRLANGGA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.182 KB) | DOI: 10.20473/jeba.V20I32010.4266

Abstract

A new global economy now is emerging to confront business enterprises withextraordinary threats to their survival, coupled with unprecedented opportunitiesfor growth and profits. In this new global economy, no market is forever safe fromforeign competition. Even though companies stay at home country, sooner or laterthey learn from hard experience that there are no domestic markets, only globalmarkets, and companies should plan strategically for growing and survive in aworld of global competition through geographic expansion (internationalization).This study focuses on how a company has made internationalization decision. Inorder to gain a better understanding of the subject, research questions concerningthe motives of internationalization, international market and market entry modeselections were formulated.Qualitative research approach using a single-case study was conducted, and theresearch site was PT. Sunpack Indonesia a packaging machine manufacturerlocated in Sidoarjo. The form of the case study use is explanatory research, buildson previous knowledge and theories in order to answer the research questions.Findings show that PT. Sunpack internationalization decision motivated by proactiveand reactive motivations, and undertaking sequential steps of screening processin target market selection with direct export and contract manufacturing as theentry mode. Furthermore, a revision of theoretical proposition also presented.Keywords: internationalization, international market, case study, explanatory
ANALISIS KUANTITATIF SOAL UJIAN SEMESTER SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KABUPATEN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Basuki; Suryani, Yulinda Erma; ., Sukini
MAGISTRA Vol 27, No 93 (2015): Magistra September
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.375 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat soal ujian akhir semester GasalSMA tahun pelajaran 2013/2014 di Kabupaten Klaten secara empirik, yang terdiri atas pelajaran Matematika,Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Sosiologi dan Ekonomi, baik untuk kelas X,Kelas XI maupun Kelas XII. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil ujian semestergasal tahun pelajaran 2013/2014 yang dilaksanakan pada bulan Desember 2014. Berdasarkan hasil analisistingkat kesukaran, daya pembeda, dan distraktor pada perangkat soal ujian semester ganjil kelas X, kelas XIdan kelas XII tahun pelajaran 2013/2014 dapat disimpulkan bahwa pada umumnya soal-soal belum layak digunakansebagai soal ujian semester dengan prosentase kelayakan mulai 0% (soal Bahasa Indonesia dan Biologi semestergasal tahun 2013/2014) hingga tertinggi soal Kimia dengan kelayakan 75% (semester gasal 2013/2014).Kata Kunci: analisis kuantitatif, soal ujian semseter
STUDI TENTANG POLITICAL TIE, PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT BANK DI INDONESIA Tjondro, Elisa; ., Basuki
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 14, No 2 (2012): NOVEMBER 2012
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.991 KB) | DOI: 10.9744/jak.14.2.116-134

Abstract

This study uses bank loan data to examine the effect of (political tie) between the company and the government to on the assessment of companies financial leverage and profitability in the bank lending decisions in Indonesia. The numbers of samples are 1465 observations. This study uses moderated regression analysis (MRA). The study finds that a political tie affect corporate profitability assessment in bank lending decisions. Firms with lower profitability receive larger bank loan because their political tie (rent-seeking hypothesis). However, this study inds that a political tie does not affect the assessment of financial leverage in bank's lending decisions. This finding also supports Faccio (2010), Fisman (2001), and Backman (2001). Indonesia condition which has a weak institutional regulation and high information asymmetry is beneficial for companies that have a political tie. This leads to more trusted political tie as an indicator of the profitability.
EFEKTIFITAS HASIL PEREKAMAN EKG DENGAN MENGGUNAKAN KONDUKTOR JELI DAN AIR PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) DI RUANG INTENSIVE CARDIO VASCULAR CARE UNIT (ICVCU) RSUD DR. MOEWARDI ., Basuki; Yani, Idris; Fatonah, Siti
JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI) Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 7 No. 2 Juli 2014
Publisher : JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.865 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit ini bukan hanya menjadi masalah di negara maju, tetapi juga di negara berkembang seperti di Indonesia. Pada kegiatan perekaman EKG, konduktor yang sering digunakan adalah jeli khusus yang diletakkan diantara permukaan kulit dan elektrode. Fungsi jeli sebagai konduktor untuk meningkatkan konduksi listrik antara kulit dan elektrode. Pemberian jeli juga dapat menurunkan resistensi antara elektrode dan kulit sehingga diperoleh gambaran EKG yang jelas. Air murni dalam keadaan normal merupakan konduktor yang buruk. Akan tetapi bila air ditambahkan elektrolit, maka akan menjadi konduktor yang baik. Dengan demikian penggunaan air ledeng sebagai konduktor yang lebih murah dan praktis dibandingkan jeli dapat dicoba untuk digunakan, namun efektifitas penggunaan air ledeng menggantikan jeli sebagai konduktor masih memerlukan suatu penelitian. Tujuan: Mengetahui efektifitas hasil perekaman EKG dengan menggunakan konduktor jeli dan air pada pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) di ruang Intensive Cardio Vascular Care Unit (ICVCU) RSUD dr. Moewardi. Metode: Desain penelitian pada penelitian ini menggunakan pra eksperimen (pra-experiment design) dengan pendekatan perbandingan kelompok statis (static group comparison). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien penyakit jantung koroner yang menjalani perawatan di Ruang ICVCU RSUD dr.Moewardi selama rentang waktu penelitian pada bulan Maret ? Mei 2013. Penetapan jumlah sample pada penelitian ini diambil secara Quota Sampling dengan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 60 orang, dimana 30 orang mendapat perlakuan dengan menggunakan konduktor air, dan 30 orang yang lain mendapatkan perlakuan dengan konduktor jeli. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil: Dari 30 responden dengan penyadapan EKG menggunakan konduktor jeli, sejumlah 6 orang responden (20%) terdapat artifak pada hasil sadapannya, dimana dapat diartikan bahwa hanya sebagian kecil responden yang terdapat artifak (rentang 1 ? 25%). Dari 30 responden dengan penyadapan EKG menggunakan air, sejumlah 7 orang responden (23,3%) terdapat artifak pada hasil sadapannya, dimana dapat diartikan bahwa hanya sebagian kecil responden yang terdapat artifak (rentang 1 ? 25%). Dari total 60 responden, dapat diketahui bahwa output nilai Chi Square hitung kedua variabel adalah sebesar 0,098 lebih kecil dari nilai Chi Square tabel sebesar 79,08 (0,098 < 79,08 dengan df = 60), dimana P hitung sebesar 0,754 lebih besar dari signifikansi sebesar 0,05 (0,754 > 0,05). Dengan demikian Ha ditolak. Simpulan: hasil perekaman EKG dengan menggunakan konduktor jeli cenderung tidak lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan konduktor air dilihat dari ada dan tidak adanya artifak pada pasien penyakit jantung koroner (PJK) di ruang Intensive Cardio Vascular Care Unit (ICVCU) RSUD dr. Moewardi.
Analisa Aliran Barang dan Informasi dengan Menggunakan Value Stream Mapping di PT. SIM ., Basuki
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 8 No 2 (2016): JCWE Edisi Agustus 2016
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.858 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengambarkan aliran proses, material dan informasi menggunakan value stream mapping, menentukan ukuran kinerja kunci sistem, menentukan poin-poin yang bisa dijadikan fokus perbaikan dan mengusulkan perbaikan dengan menggambarkan pada future value stream mapping. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskripsi yaitu mendeskripsikan kondisi nyata dan menganalisa untuk memberikan usulan perbaikan di masa yang akan datang. Sedangkan hasil dari penelitian ini adalah menentukan Process Cycle Efficiency (PCE) sebagai ukuran kinerja dari kondisi saat ini yang nilainya sebesar 0,41%&nbsp; dan kondisi yang diusulkan sebesar 0,87%. Kesimpulannya bahwa untuk menaikkan value added ratio pada suatu sistem dapat dilakukan dengan cara menerapkan alat-alat pull system.
Optimasi Ukuran Lot Pemesanan Yang Ekonomis pada Permintaan Deterministik Dinamis Menggunakan Metode Heuristik Silver-Meal di PT. XYZ ., Basuki
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 7 No 2 (2015): JCWE Edisi Nopember 2015
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.3 KB)

Abstract

PT. XYZ adalah salah satu perusahaan otomotif yang bahan bakunya dipesan dari perusahaan lokal dalam negeri maupun impor dari luar negeri. Penelitian ini memfokuskan pada komponen yang diimpor dari luar negeri dalam bentuk CKD (Completely Knock Down). Berdasarkan data pada bulan Desember 2014 dan Januari 2015, bahwa penjualan PT. XYZ tidak selalu tetap/konstan, tetapi mengalami perubahan yang berfluktuasi dari periode waktu satu ke periode waktu yang lain. Permasalahan yang dijumpai pada fenomena permintaan yang dinamis ini adalah terkait dengan penentuan operating stock dan bagaimana cara mendapatkan solusinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan ukuran lot pemesanan yang ekonomis dan kapan harus dilakukan pemesanan. Metode Silver-Meal digunakan untuk optimasi pemesanan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ukuran lot pemesanan yang ekonomis sama dengan jumlah permintaan dan pemesanan yang dilakukan rutin sesuai dengan lead time.
Analisa Penerapan Warehouse Management System terhadap Pelayanan Suplai Komponen Menggunakan Six Sigma ., Basuki
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 10 No 3 (2018): JCWE Edisi Desember 2018
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.556 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di bagian logistik PT XYZ yang merupakan sebuah perusahaan produsen otomotif yang memproduksi kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Sekitar 1.000 item komponen diperlukan untuk memproduksi sebuah kendaraan roda empat. Jika salah satunya kurang atau tidak tersedia, maka unit produksi tersebut tidak akan lulus uji, sehingga kelengkapan komponen menjadi sebuah poin penting. Bagian logistik inilah yang akan menjamin ketersediaan komponen tersebut. Secara ideal, komponen tidak boleh terlambat,&nbsp; namun secara aktual, masih sering terjadi kekurangan komponen, sehingga unit produksi harus menunggu ketersediaan komponen tersebut. Manajemen PT XYZ melihat kondisi ini harus segera diatasi dengan menerapkan Warehouse Management System (WMS). Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa implementasi WMS untuk mengetahui efektivitasnya. Objek penelitian ini adalah child part yang dipesan secara terurai (part by part). Analisa yang dilakukan adalah mengukur kekurangan komponen sebelum dan sesudah implementasi WMS dengan menggunakan six sigma (6-Sigma). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai sigma sebelum implementasi adalah sebesar 3,07-Sigma dan setelah 6 bulan implementasi, nilai sigma menjadi 3,97-Sigma. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi WMS cukup ekektif untuk menurunkan kemungkinan terjadinya kekurangan komponen.
Pengendalian Persediaan Suku Cadang (Spare Part) Dengan Klasifikasi ABC Berdasarkan Nilai Investasi di Bagian Power Maintenance PT. X ., Basuki
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 6 No 2 (2014): JCWE Edisi Nopember 2014
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.652 KB)

Abstract

PT. X adalah sebuah perusahaan otomotif yang banyak mengelola persediaan dari bahan baku, barang dalam proses, barang jadi dan suku cadang. Pengendalian persediaan bahan baku, baeang dalam proses dan barang jadi dilakukan secara komputerisasi. Sedangkan pengendalian suku cadang masih dilakukan secara manual dan sering mengalami kesulitan penyediannya karena belum ada sistem pengontrolan yang baku dan tingkat pemakaian yang tidak pasti. Pengendalian persediaan suku cadang menjadi tanggung jawab bagian Maintenance. Berdasrkan kondisi ini, maka penelitian dilakukan di bagian Maintenance dengan meneliti 124 item suku cadang yang digunakan pada bulan Februari sampai September 2014. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi ABC dan diagram pareto untuk memperjelas klasifikasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengelompokkan persediaan menjadi kelas A, B dan C berdasarkan nilai investasinya. Setelah didapatkan kelas masing-masing sehingga pengendalian persediaan dapat diprioritaskan berdasarkan kelas tersebut, dengan urutan prioritas adalah kelas A, kemudian kelas B dan terakhir kelas C. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dari124 item suku cadang (spare part) dengan nilai investasi sebanyak Rp 1.066.993.775 didapatkan hasil pengelompokan : (1) Kelas A : Jumlah item sebanyak 15 atau sebesar 12%, jumlah suku cadang sebanyak 419 pcs atau sebesar 19,7% dan nilai investasi yang dikeluarkan sebanyak Rp 854.581.275 atau sebesar 80,09%. (2) Kelas B : Jumlah item sebanyak 31 item atau sebesar 25%, jumlah suku cadang sebanyak 601 pcs atau sebesar 28,3%, jumlah suku cadang sebanyak 601 pcs atau sebesar 28,3% dan nilai investasi sebanyak Rp 159.044.700 atau sebesar 14,91%. (3) Kelas C : Jumlah item sebanyak 78 item dari 124 item atau sebesar 63%, jumlah suku cadang sebanyak 1.105 pcs atau sebesar 52% dan nilai investasi yang dikeluarkan untuk Rp 53.367.800 atau sebesar 5.0%.