Fadillah .
Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini FKIP UNTAN Pontianak

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGENALAN SAINS SEDERHANA MELALUI METODE DEMONSTRASI DI TK KRISTEN MARANATHA PONTIANAK UTARA Damayanti, .; ., Fadillah; Yuniarni, Desni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2016): Februari 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.543 KB)

Abstract

  Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pengenalan sains sederhana melalui metode demonstrasi di TK Kristen Maranatha Pontianak Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan langkah-langkah yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup berarti pada kemampuan pengenalan sains sederhana dengan menggunakan metode demonstrasi pada hasil penelitian. Peningkatan ini dilihat dari hasil belajar anak diantaranya kemampuan anak mengamati benda yang terapung dan tenggelam sebanyak 10 anak (50%) Berkembang Sesuai Harapan, sedangkan kemampuan anak menyebutkan benda yang terapung dan tenggelam sebanyak 14 anak (70%) Berkembang Sesuai Harapan, kemudian kemampuan anak mengelompokkan benda yang dapat terapung dan tenggelam sebanyak 18 anak (90%) Berkembang Sesuai Harapan. Dengan demikian pembelajaran melalui metode demonstrasi mampu meningkatkan kemampuan pengenalan sains sederhana di TK Kristen Maranatha Pontianak Utara.   Kata kunci: Pengenalan Sains Sederhana, Metode Demonstrasi Abstract: The purpose of this research is to improve the ability of simple scientific recognition through demonstration method in kindergarten Maranatha North Pontianak. This research uses descriptive method of research is a form of class action (PTK) with the steps: planning, action, observation and reflection. While the data collection tool used in this study are guidelines for observation, interviews, and documentation. This increase is seen from the results of children's learning including the child's ability to observe objects floating and sinking as many as 10 children (50%) Developing accordance Hope, while the ability of the child mentioned objects floating and sinking as many as 14 children (70%) Developing accordance Hope, and then the ability of children grouping objects that could float and sink as many as 18 children (90%) Developing accordance Hope. Thus, learning through demonstration method is able to improve the introduction of simple science in kindergarten Maranatha North Pontianak.   Keywords: Simple Introduction Science, Method Demonstration
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN MELALUI MEDIA VISUAL DARI BAHAN BEKAS PADA ANAK USIA TK Rose, Rosalina; ., Fadillah; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 12 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.054 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) perencanaan penggunaan media bahan bekas dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan pada anak usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-kanak Kristen Immanuel Pontianak, 2) pelaksanaan penggunaan media bahan bekas dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan pada anak usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-kanak Kristen Immanuel Pontianak dan 3) hasil penggunaan media bahan bekas  dalam peningkatan kemampuan mengenal bilangan pada anak usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-kanak Kristen Immanuel Pontianak. Adapun bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Analisis data yang digunakan berupa observasi, IPKG I, IPKG 2 dan wawancara. Langkah-langkah penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan, 3). Pengamatan atau Observasi dan 4). Refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah observasi/pengamatan dan wawancara/percakapan, sesuai dengan teknik pengumpul data yang digunakakan, maka alat pengumpulnya adalah format observasi dan panduan wawancara. Hasil peneltian menunjukkan kemampuan mengenal bilangan berkembang cukup baik pada siklus I memperoleh rata-rata sebesar 68,75% dan meningkat pada siklus II menjadi 90,41. Hal ini berarti motorik halus anak mengalami peningkatan sangat baik.   Kata Kunci: Mengenal Bilangan, Media Bahan Bekas   Abstract: The aim of this study was to determine: 1) planning of media use of scrap materials in improving the ability to know the number of children aged 5-6 years in kindergarten Immanuel Christian Pontianak, 2) the implementation of media use of scrap materials in improving the ability to know the numbers in 5-6 year old children in kindergarten Immanuel Christian Pontianak and 3) the results of the use of scrap materials media in improving the ability to know the number of children aged 5-6 years in kindergarten Immanuel Christian Pontianak. The form of this research is a class act. Analysis of the data used in the form of observation, IPKG I, IPKG 2 and interviews. The steps of this study are as follows: 1). Planning, 2). Implementation, 3). Observations or observation and 4). Reflection. The data analysis technique used is the observation / observation and interviews / conversations, according to the data collecting techniques be adopted, then the tool is a format pengumpulnya observation and interview guides. Research findings show the ability to know the number developing quite well in the first cycle to obtain an average of 68.75% and increased in the second cycle into 90.41. This means increased fine motor children very well. Keywords: Know Your Numbers, Media Materials Used      
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK MENUMBUHKAN RASA CINTA TERHAHAP HEWAN MELALUI PEMBELAJARAN IPA DI SD NEGERI 59 SUNGAI RAYA Pargiyati, .; ., Aunurrahman; ., Fadillah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.255 KB)

Abstract

Abstrak :  Tujuan penelitian ini adalah   menemukan preskripsi tugas belajar pengembangan media komik untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap hewan, mendeskripsikan scenario pembelajaran dalam media komik agar pebelajar bisa memilah antara dzolim dan cinta, memerikan perilaku pebelajar sebagai manifestasi rasa cinta pebelajar dalam memperlakukan hewan di sekitarnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembang produk. Subjek uji coba adalah pebelajar kelas IV SD Negeri 59 Sungai Raya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data merupakan model interaktif Miles & Huberman dengan langkah-langkah pengumpulan data, penyajian data analisis data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengembangan media dimulai dari penyusunan pola dasar desain berupa preskripsi tugas belajar, merancang storybroad dan dilanjutkan dengan pengembangan media pembelajaran yang divalidasi oleh para ahli. Tingkat kelayakan dari ahli materi dan ahli media 95, 8 % dengan kategori sangat baik, evaluasi oleh Guru IPA Kelas IV 96, 42 % dengan kategori sangat baik. Sehingga disimpulkan media yang dikembangkan telah layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata Kunci  : Media, Komik, Rasa Cinta, Hewan Abstract : The aim of this study is to find the prescription task of studying the development of the comic medium to foster a love of animals, learning scenario described in the comics medium so that learners can pick between dzolim and love, describing the behavior of the learners as a manifestation of love learners in treating animals in the vicinity. This research is a product developer. Subject trials is a fourth grade learners Negeri 59 Sungai Raya. Data obtained through observation, interviews and documentation study. Data analysis is the interactive model of Miles & Huberman with steps of data collection, data presentation data analysis, conclusion and verification. Media development starts from the preparation of basic design patterns in the form of prescriptive learning task, designing storybroad and continued with the development of instructional media were validated by experts. The feasibility of subject matter experts and media experts 95, 8% with very good category, the evaluation by the Science Teachers Class IV 96, 42% with very good category. Thus concluded the media developed already fit for use as a medium of learning. Keywords: Media, Comics, Sense of Love, Animals
PENINGKATAN MOTORIK KASAR MELALUI PEMBELAJARAN KEGIATAN TARI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD Dewi, Siti Ara; ., Fadillah; ., Sutarmanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2016): Februari 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.388 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan motorik kasar melalui pembelajaran kegiatan tari pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Taman Pena Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa PAUD Taman Pena yang berjumlah 10 orang. Lokasi yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah PAUD Taman Pena Kabupaten Kubu Raya. Perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatan motorik kasar melalui pembelajaran kegiatan tari pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Taman Pena Kabupaten Kubu Raya dapat dikategorikan baik. Berdasarkan analisis perbandingan data pada siklus 1 dan siklus 2 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan motorik kasar melalui pembelajaran kegiatan tari di PAUD Taman Pena Kabupaten Kubu Raya, sehingga peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan tersebut diperoleh karena perilaku anak yang sangat baik dalam tarian dengan  pembelajaran kegiatan tari.   Kata Kunci: peningkatan, motorik kasar, kegiatan tari Abstract: This research aims to improve gross motor activities through dance activity in children aged 5-6 years in early childhood education programs of Taman Pena, Kubu Raya district. The research method used is descriptive method. The research subjects were students in early childhood education programs of Taman Pena which amounts to 10 students. A site used as a place of research is early childhood education programs of Taman Pena, Kubu Raya district.  Lesson planning and implementation of learning to improve gross motor skillsthrough teaching dance to children aged 5-6 years in early childhood education programs of Taman Pena Kubu Raya dictrict can be categorized as either. Based on a comparative analysis of cycle 1 and cycle 2 can be seen that an increase in gross motor skills through learning dance activity in early childhood education programs of Taman Pena Kubu Raya district, so the researchers concluded that the increase is obtained due to the excellent behavior of children with learning activities in the dance. Keywords: enchancement, rough motoric, dance activity
INTEGRASI MODEL ELABORATIF DENGAN TEKNIK TEKA-TEKI SILANG BERBASIS AUDI VISUAL UNTUK PEROLEHAN BELAJAR KONSEP SEL Sudari, .; ., Fadillah; Syukri, Muhammad
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.383 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media audio visual yang terintegrasi model pembelajaran elaboratif dengan teknik teka-teki silang untuk perolehan belajar konsep sel. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran biologi yang diterapkan secara konvensional di kelas XI Biologi SMA Negeri 1 Sungai Kakap, sehingga pebelajar jenuh dan tidak termotivasi serta kurang aktif dalam belajar. Masalah tersebut mengakibatkan penguasaan pebelajar terhadap materi biologi masih rendah. Penelitian menggunakan jenis pengembangan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pebelajar kelas XI IPA SMAN 1 Sungai Kakap. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media audio visual yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar pebelajar melampaui tingkat ketuntasan minimum dan tuntas 100%. Peneliti merekomendasikan agar guru dalam pembelajaran biologi menggunakan audio visual agar perolehan belajar mencapai ketuntasan.   Kata Kunci: Model Elaboratif, Teknik Teka-Teki Silang, Audio Visual, Sel Abstract: This research is motivated by the learning of biology applied conventionally in class XI Senior High School 1 Sungai Kakap, so the students are bored, unmotivated and less active in learning. The problem resulted the mastery of students in biology subject matter is still low. The purpose of this research is to produce audio-visual media integrated elaborative model with crossword puzzle technique for learning outcome of cells concept. The type or research used here is research and development with qualitative approach. The sources of data in this research were students of class XI Senior High School 1 Sungai Kakap. Collecting data using observation, interview, and documentation. Based on the analyze of data, the results of this research indicate that the audio-visual media are developed can improve student learning outcomes beyond the minimum level of completeness and completed 100%. Researchers recommend for teachers to use of audio-visual media in learning of biology in order to achieve mastery of learning outcomes.   Keywords: Elaborative Model, Crossword Puzzle Technique, Audio-Visual, Cell
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 02 SADANIANG Sumantri, Hery; Usman, Andy; ., Fadillah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 12 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.308 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi guru belum dapat memberikan suatu pembelajaran dengan pemecahan masalah. Salah satu kendalanya adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang ditandai antara lain: 1) Pemecahan masalah tentang pengenalan rumah adat, 2) Merancang rencana penyelesaian masalah tentang perbedaan bahasa daerah Kalimantan Barat, 3) Menganalisis pengenalan lagu Kalimantan Barat. Berdasarkan hasil analisis data, secara umum disimpulkan antara lain: 1) Desain pembelajaran dengan model pembelajaran problem solving dikategorikan ?sangat sesuai?, melalui fase penilaian, fase desain model dan fase produksi model pembelajaran problem solving untuk pembentukan sikap keberagaman budaya. 2) Prototipe penerapan model pembelajaran problem solving dikategorikan ?sangat sesuai?, dalam hal ini kegiatan yang dilakukan: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup model pembelajaran problem solving untuk pembentukan sikap keberagaman budaya. 3) Sikap yang ditunjukkan siswa terhadap keberagaman budaya dikategorikan ?sangat baik?, antara lain: antusiasme siswa dalam menganalisis pengenalan lagu Kalimantan Barat, respon siswa dalam merancang rencana penyelesaian masalah tentang perbedaan bahasa daerah Kalimantan Barat, respon siswa dalam pemecahan masalah tentang pengenalan rumah adat. Kata Kunci : Problem Solving Abstract: This research is motivated teacher can not provide a learning problem solving. One problem is the lack of ability of the students in solving a problem that is characterized among other things: 1) Solving the problem of the introduction of custom homes, 2) Designing problem-solving plan on language differences West Kalimantan, 3) Analyzing the introduction song of West Kalimantan. Based on the analysis of data, the general concluded, among others: 1) design study model of learning with problem solving categorized as "very appropriate", through the assessment phase, design phase and the production phase model of problem solving learning model for the formation of attitudes of cultural diversity. 2) Prototype application of learning models problem solving categorized as "very appropriate", in this case the activities performed: preliminary activities, core activities, activities cover problem solving learning model for the formation of attitudes of cultural diversity. 3) The attitude shown students to the cultural diversity categorized as "very good", among others: the enthusiasm of the students in analyzing the introduction of the song West Kalimantan, student responses in designing the plan of solving the differences of regional languages ??of West Kalimantan, the response of students in solving problems concerning the introduction of home custom. Keywords: Problem Solving
KEJUJURAN SALAH SATU PENDONGKRAK PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH ., Fadillah
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 9, No 3 (2012): Volume 9 Nomor 3 Edisi Agustus 2012
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.208 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v9i3.432

Abstract

Kejujuran sebagai suatu nilai , seharusnya tidak lagi dipandang sebagai harga material, yang hanya sebatas kebutuhan hidup saja, tetapi menjadi harga yang immaterial, sehingga telah menjadi esensi hidup yang akan melekat pada diri, yang tidak lekang oleh kondisi dan waktu. Hal ini akan ditunjukkan bahwa seseorang yang telah menghayati nilai kejujuran akan terdorong untuk bersikap dan bertindak jujur kepada orang lain bahkan terhadap dirinya sendiri, karena pada dirinya telah tertanam sistem nilai dan keyakinan sistem, yang mengharuskannya untuk berperilaku jujur. Menyikapi secara kritis, begitu pentingnya menumbuhkembangkan nilai kejujuran, karena merupakan konsekuensi logis dari keberadaan (eksistensi) serta hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk berbudaya, yang dapat dilakukan melalui pendidikan. Membangun karakter melalui pendidikan , tidak hanya pada tataran konsep tetapi mampu dicerna untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan . Dengan demikian akan tumbuh pribadi yang mandiri yang tidak menggantungkan hidup dari pihak atau individu lain. Dan ini perlu dilakukan sejak dini. Jika peserta didik, tak dibangun karakternya, maka yang akan menjadi pemimpin di masa depan nanti, adalah individu-individu yang mudah tunduk pada kepentingan-kepentingan individu atau kelompok lain yang memiliki kepentingan ,yang bisa berakibat negatif dan fatal. Kata kunci : Kejujuran, karakter
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN DISIPLIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Sabila, Dias Khairina; ., Aswandi; ., Fadillah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 5 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.643 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan disiplin pada anak usia 5-6 tahun di TK Pertiwi 1 Pontianak Barat. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah 5 orang guru yang mengajar di kelas B. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peran yang dilakukan guru dalam menanamkan disiplin pada anak cukup baik dimana guru menanamkan jenis disiplin pada kegiatan tertentu, metode yang digunakan beraneka ragam. Guru melaksanakan peran mulai dari kegiatan datang ke sekolah, menyiapkan peralatan yang mendukung kegiatan disiplin, memotivasi anak, serta memberikan sikap keteladanan bagi anak.   Kata Kunci : Peran Guru, Disiplin AUD     Abstract: The purpose of this research is to describe role of teacher in imparting discipline on children aged 5-6 years in Kindergarten Pertiwi 1 Pontianak West. A method of this research is descriptive by adopting both qualitative. Sample of this study is the five people who of the teachers in the class B. Results of the analysis of the data indicate that the role of which is done teachers in imparting discipline on child good enough where teachers imparting kind of discipline in a particular activity, methods used variegated. Teachers carry out the role of starting from activities came to school, preparing equipment that support the activities of discipline, motivate child, as well as giving his exemplary attitude for children.   Keywords : The roles of the teacher, discipline early childhood
MODEL PEMBINAAN NILAI KEJUJURAN MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL PESERTA DIDIK ., Fadillah
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 1 (2011): JCK Maret 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.859 KB)

Abstract

Jenjang Sekolah Dasar merupakan satuan pendidikan yang menanamkan dasar-dasar, di mana potensi yang ada membutuhkan arah pengembangan yang sesuai dengan kondisi sosiokultural, keyakinan spritual, potensi intellektual, daya imaginal dan emosional, serta potensi kemanusiaan lainnya yang sangat kompleks.Namun dalam mengemban tugas mulia ini, peserta didik dihadapkan pada persoalan moral yang menjadi krusial saat ini, menerobos ke segenap lapisan masyarakat dan semua bidang kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Terjadi krisis kejujuran pada diri peserta didik, baik krisis nilai maupun krisis perilaku. Nilai kejujuran terkait dengan persoalan etika. Baik belum tentu benar, namun kejujuran hendaknya menjadi yang benar, karenanya penting mengikuti kebenaran di manapun kebenaran itu berada. Dari sudut agama, khususnya Islam, kejujuran merupakan landasan Islam yang menjadi software yang menggerakkan aktivitas manusia. Dengan demikian, kejujuran memang seharusnya dibina. Dalam rangka upaya mendorong kejujuran peserta didik, perlu dipertimbangkan: (a) kepedulian guru terhadap kejujuran peserta didik; (b) kepedulian orang tua terhadap perilaku peserta didik; (c) perjanjian moral peserta didik pada dirinya, dengan memegang kartu kesepakatan; (d) penguasaan materi matematika oleh peserta didik. Kata kunci: kejujuran, moral, kecerdasan moral
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGENALAN RASA MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK Mulyantini, Ruth Dwi; ., Fadillah; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.918 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pengenalan rasa melalui metode demonstrasi pada anak usia 4-5 tahun di TK Flora Kecamatan Singkawang Barat. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode demonstrasi. Subjek penelitian satu guru dan anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 10 orang. Hasil analisa data menunjukkan bahwa tingkat persentase aktivitas peningkatan kemampuan anak mengenal empat rasa dasar sebesar 40%, kemampuan anak mengelompokkan makanan yang memiliki rasa yang sama sebesar 80%, dan kemampuan anak menunjukkan letak rasa pada bagian gambar indera pengecap (lidah) sebesar 100%. Ketiga indikator menunjukkan kriteria baik karena memiliki rata-rata 73%. Kata Kunci: kemampuan, pengenalan rasa, metode demonstrasi. Abstract: The study was undertaken to describe the escalation ability of the introduction on taste through demonstration method to children ages 4 to 5 years at Flora kindergarten, west Singkawang sub-district. A classroom action research was employed by applying demonstration method. The subject of this study consisted of one theacherand 10 children ages 4 to 5 years. The result of identify four basic tastes was 40%, children's ability to agglomerate foods of similar taste was 80%, and children's ability to show the exact location of the taste picture (tongue) was 100%. Three indicators as mentioned above above indicating good criteria due to its average of 73% Keywords: ability, introduction on taste, demonstration method.