Articles

PENENTUAN KARAKTERISTIK KAWANAN IKAN PELAGIS DENGAN MENGGUNAKAN DESKRIPTOR AKUSTIK ., Fauziyah; Jaya, Indra
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.96 KB)

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang penentuan karakteristik kawanan ikan pelagis dengan menggunakan deskriptor akustik energetik, morfometrik dan batimetrik pada kawanan ikan pelagis. Perangkat lunak ADA versi 2004 (Acoustic Descriptor Analyzer version 2004) yang telah kami kembangkan sebelumnya digunakan untuk menentukan ciri-ciri (karakteristik) kawanan ikan pelagis dari tiga survei akustik di Perairan Selat Bali. Hasil matrik korelasi menyatakan bahwa kawanan setiap spesies dapat dibedakan berdasarkan deskriptor akustik.Beberapa peubah dari deskriptor akustik energetik, morfometrik dan batimetrik yakni tinggi, panjang, area, perimeter, relative altitude, skewness dan simpangan baku menunjukkan perbedaan yang nyata sebagai faktor penentu dalam pengelompokan spesies kawanan ikan pelagis.Kata kunci: karakteristik kawanan, ikan pelagis, ADA versi 2004, deskriptor akustik.
ANALISIS USAHA BUDIDAYA KEPITING SOKA (SCYLLA SERRATA) DI KABUPATEN PEMALANG JAWA TENGAH Khotimah, Ria Kusnul; ., Isnaini; ., Fauziyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5780

Abstract

Permintaan kepiting soka yang meningkat membawa daya tarik tersendiri terhadap upayamemproduksi kepiting soka melalui usaha budidaya. Usaha budidaya yang ada diKabupaten Pemalang Jawa Tengah yang akan dijadikan pedoman bagi pelaku usahabudidaya yang tertarik pada usaha ini mengatahui analisis finansial usaha budidayakepiting soka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan dan kelayakanusaha budidaya kepiting soka (Scylla serrata). Penelitian ini telah dilaksanaan pada bulanSeptember 2014. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara menggunakankuesioner, jumlah sampel 11 pemilik tambak. Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkanbahwa keuntungan usaha budidaya kepiting soka (Scylla serrata) di Kabupaten PemalangJawa Tengah yaitu Rp 251.487.664 pertahun, nilai R/C sebesar 1,4, nilai PP selama 0,893atau 10 bulan 21 hari dan nilai ROI sebesar 111,98% sedangkan hasil kelayakan investasiyaitu nilai NPV sebesar Rp 437.900.099,64. Net B/C yaitu 2,65 dan nilai IRR di dapat 80%,maka nilai NPV>0, Net B/C?1, dan IRR>discount rate, sehingga usaha budidaya kepiting soka(Scylla serrata) di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah mendapat keuntungan dan layakdilaksanakan. Hasil perhitungan analisis sensitivitas menunjukkan nilai maksimumperubahan yang didapatkan untuk kenaikan harga bahan baku (benih kepiting soka)sebesar 11,26%, penurunan produksi Grade I sebesar 12,12 %, penurunan produksi GradeII sebesar 29,99%.Kata Kunci: Analisis Finansial, Budidaya, Kabupaten Pemalang, Kepiting Soka,Sensitivitas
HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN DI MUARA SUNGAI MUSI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN ., Nurhayati; ., Fauziyah; Bernas, Siti Masreah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3487

Abstract

Muara  Sungai  Musi  Kabupaten  Banyuasin  Sumatera  Selatan  berperan sebagai daerah penangkapan  ikan,  pemukiman  penduduk,  dan  sarana transportasi. Seiring  perjalanan waktu,  aktivitas  ini  menjadi  tekanan  pada keberlangsungan organisme  perairan, khususnya ikan. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  hubungan panjang berat dan  pola  pertumbuhan  ikan. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  dari  624  individu  26 spesies 18 famili ikan diperoleh nilai-nilai koefisien korelasi (R2) berkisar 0,405-0,997. Hal ini menunjukkan  bahwa  pertambahan  berat  sekitar  41%-100%  dapat dijelaskan oleh besarnya  pertambahan  panjang  melalui  hubungan  regresi. Pola pertumbuhan  ikan sebanyak  7,7%  bersifat  isometrik,  53,8%  bersifat allometrik  positif,  dan  38,5%  bersifat allometrik  negatif.  Mayoritas pertambahan  berat  lebih  cepat  daripada  pertambahan panjang.KATA KUNCI: Muara sungai, panjang-berat ikan.
ANALISIS POTENSI LESTARI SUMBERDAYA PERIKANAN TUNA LONGLINE DI KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH Sibagariang, Onolawe Prima; ., Fauziyah; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1314

Abstract

Maximum sustainable yield of tuna long line fisheries in Cilacap district was motivated by the large potential of tuna fisheries resources which are owned 26% of the total fish production in Cilacap, or 1225 tons per year. The aim of this research is to calculate maximum sustainable yield (MSY) value from tuna fisheries resources using statistic method. Calculation results obtained using the Schaefer model, maximum sustainable yields (MSY) of 1439.86 tons / year and the optimum effort was 155 units / year. Tuna fisheries resources utilities in Cilacap of 85.12%, Its mean that status of utilization tuna fisheries resources is over fishing. Keywords: Cilacap District, MSY, Schaefer, Tuna fisheries ABSTRAK Analisis potensi lestari perikanan tuna longline di Kabupaten Cilacap dilatarbelakangi oleh besarnya potensi sumberdaya perikanan tuna yang dimiliki yaitu 26 % dari seluruh jumlah produksi ikan di Cilacap atau 1225 ton per tahun. Tujuan penelitian ini untuk menghitung nilai potensi lestari sumberdaya perikanan tuna menggunakan metode statistika sehingga pengembangan perikanan tuna dapat dilakukan secara optimal.  Hasil perhitungan dengan menggunakan model Schaefer didapatkan potensi lestari (MSY) sebesar 1439,86 ton/tahun dan upaya optimumnya adalah 155 unit/tahun. Adapun tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tuna di perairan Cilacap sebesar 85,12 %, dapat dikatakan status pemanfaatannya dalam kondisi tangkap lebih (overfishing) . Kata kunci : Cilacap, MSY, Schaefer, Perikanan tuna
PENGKAJIAN STOK SUMBERDAYA CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN MENGGUNAKAN FAO-ICLARM STOCK ASSESSMENT TOOLS Aristiantin, Yeshi; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; ., Fauziyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v9i1.4225

Abstract

Cakalang adalah salah satu ikan penghasil devisa negara terbesar ketiga dalam bidang perikanan setelah udang dan tuna. Hasil tangkapan Cakalang yang didaratkan di PPS Nizam Zachman mengalami peningkatan yang cukup drastis selama 10 tahun terakhir. Peningkatan tersebutdisebabkan jumlah kapal penangkap ikan (trip penangkapan) yang juga semakin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan trip penangkapan yang cukup besar dikhawatirkan dapat menyebabkan overfishing sehingga perlu diketahui tingkat pemanfaatan dan stoksumberdayanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya tangkapan, tingkat pemanfaatan, potensi lestari maksimum dengan menggunakan metode Schaefer dan laju eksploitasi Cakalang menggunakan FAO-ICLARM Stock Assessment Tools (FISAT). Data yang digunakan adalah data statistik pelabuhan selama 10 tahun terakhir (2004-2013) dan data panjang Cakalang yang diukur selama 7 hari pengukuran. Data panjang ikan kemudian diolah menggunakan FISAT dengan menggunakan tools ELEFAN untuk mendapatkan nilai Lâ?? (panjang) dan k (koefesien). Hasil penelitian dengan menggunakan metode Schaefer didapat upaya penangkapan Cakalang selama 10 tahun terakhir yang didaratkan di PPS Nizam Zachman adalahsebanyak 6.413,4550 Ton/Unit dan nilai potensi lestari atau Maximum Sustainable Yield Cakalang adalah 109.535,302 Ton. Tingkat pemanfaatan maksimum Cakalang yaitu 26,336%. Tingkat pemanfaatan yang masih rendah tersebut mengindikasikan bahwa belum terjadi overfishing. Hasil penelitian dengan menggunakan FISAT didapat nilai Lâ?? yaitu 66,30 cm dan nilai k yaitu 0,370. Nilai laju eksploitasi Cakalang adalah 0,33 yang mengindikasikan penangkapan belumoverfishing. Data tersebut adalah data hanya untuk bulan Juli 2014, hasil akan berbeda tergantungkecukupan data.KATA KUNCI: Cakalang, FISAT, laju eksploitasi, pengkajian stok, PPS Nizam Zachman.
KARAKTERISTIK PASANG SURUT DI ALUR PELAYARAN SUNGAI MUSI MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY Nurisman, Nanda; ., Fauziyah; Surbakti, Heron
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1435

Abstract

Research the characteristics using data on 5 (five) stations tidal observations, namely: Boombaru, Lais River, Jaran Strait, Upang and Tanjung Buyut. Tidal data were obtained from observations Pelindo II branch Palembang. The research was conducted at the Computer Laboratory of Marine Science Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Sriwijaya, and starts from March to April 2011. The goal of research is to analyze of the tidal propagation from outside the threshold (Tanjung Buyut) to in the threshold (Boombaru), and knowing the type of tide. The methodology used in research is descriptive comparative time series of oceanographic data, the tidal data from 2000 to 2010. Tidal analyzing used Admiralty method. The average difference longest ebb and flow between stations located in Tanjung Buyut with Boombaru, which is about 4 hours and 30 minutes for the conditions of high and 5 hours and 20 minutes for low tide conditions. Type tides result of Admiralty analysis at all stations are diurnal tide. Key words: Characteristics of Tidal, Musi River, Admiralty, Least Square ABSTRAK Penelitian ini menggunakan data pasang surut di 5 (lima) stasiun pengamatan pasang surut, yaitu: Boombaru, Sungai Lais, Selat Jaran, Upang dan Tanjung Buyut. Data pasang surut tersebut diperoleh dari hasil pengamatan Pelindo II Cabang Palembang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Program Studi Imu Kelautan Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya, dan dimulai dari bulan Maret sampai dengan bulan April tahun 2011. Tujuan dilaksanakannya penelitian adalah menganalisis pola perambatan pasang surut dan mengetahui tipe pasang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komperatif terhadap time series data oseanografi, yaitu data pasang surut mulai dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2010. Adapun dalam menganalisis data pasang surut digunakan metode Admiralty. Adapun rata-rata perbedaan pasang dan surut terlama terdapat diantara stasiun Tanjung Buyut dengan Boombaru, yaitu sekitar 4 jam 30 menit untuk kondisi pasang dan 5 jam 20 menit untuk kondisi surut. Tipe pasang surut yang dihasilkan dari analisis komponen harmonik pasang surut Admiralty di semua stasiun pengamatan bersifat pasang surut tunggal.   Kata Kunci: Karakteristik Pasang Surut, Sungai Musi, Admiralty, Least Square
PENDETEKSIAN SUARA IKAN BADUT (AMPHIPRION OCELLARIS) PADA PERIODE MAKAN SKALA LABORATORIUM Yuniardi, Delas; ., Fauziyah; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2431

Abstract

Penelitian  mengenai  pendeteksian  suara  ikan  badut  (Amphiprion ocellaris) menggunakan  metode  hidroakustik  telah  dilaksanakan  pada  bulan Juni  2011  sampai Januari  2012  di  laboratorium  Inderaja,  Akustik,  dan Instrumentasi  Kelautan  dan laboratorium  Oseanografi  Program  Studi  Ilmu Kelautan.  Tujuan  dari  penelitian  adalah untuk  mendeteksi  karakteristik suara  ikan  badut  skala  laboratorium.  Metode  passive sounding digunakan untuk merekam suara ikan yang dihasilkan saat periode makan yakni sebelum makan,  saat  makan,  dan  sudah  makan  baik  pada  ikan  single, berpasangan,  dan bergerombol  (3-4  ekor).  Hasil  penelitian  menunjukkan Frekuensi  pulsa  ikan  badut  yang terdeteksi  pada  periode  makan  adalah 173  â??  785  Hz.  Rentang  frekuensi  pulsa  paling panjang  dihasilkan  saat setelah  makan  yaitu  205  Hz  â??  785  Hz.  Kisaran  frekuensi  pulsa paling pendek yang dihasilkan saat belum makan yaitu 173 Hz  â??  668 Hz, dan saat makan menghasilkan  kisaran  antara  195  Hz  â??  696  Hz.  Adapun karakteristik  suara  ikan  badut (Amphiprion  ocellaris)  adalah  memiliki rentang  intensitas  (-85)  â??  (-31)  dB.  Rentang intensitas paling panjang dihasilkan saat makan pada 1 ekor ikan.KATA KUNCI: Ikan badut, karakteristik suara, passive sounding, periode pakan. 
RESPON PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA LAMPU PETROMAK TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP DI PERAIRAN SUNGSANG SUMATERA SELATAN ., fauziyah; Saleh, Khairul; ., Hadi; Supriyadi, Freddy
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 2 (2012): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v4i2.1389

Abstract

ABSTRACTThe target fish catches in the stationary lift net fisheries are fish attracted to light. Generally, the auxiliary tool catches used petromax lamp. Waters of Sungsang South Sumatra has a low brightness (muddy) so that the strong intensity of the light entering the water becomes important. The research objective is to analyze the diversity of the fish catch and analyzed the differences in the intensity of the light response of the catch. The research was conducted in May 2012. Experimental Fishing method is using a modified cap petromax the angle 900 (P90), 1050 (P105), 1200 (P120) and controls. Composition of the fish are anchovies (Stolephorus Sp) 72%, squid (Loligo spp) 7% and Ponyfishes (Leiognathus Sp) 21%. Diversity index value> 0.1 means that the selectivity of fishing gear used has a low level of selectivity and the dominance index value> 0.5 means tend to be dominated by a particular species. Treatment of P105 has the best response to the fish catch on Stationary lift net  in the waters of Sungsang South Sumatra. Key words: Stationary lift net, Sungsang estuary, light intensity ABSTRAKTarget ikan hasil tangkapan pada perikanan bagan tancap adalah ikan yang tertarik cahaya sehingga alat bantu penangkapan umumnya menggunakan lampu petromak. Mengingat perairan Sungsang Sumatera Selatan memiliki kecerahan yang rendah (keruh) maka upaya mengoptimalkan intensitas cahaya petromak yang terpancar ke perairan menjadi penting. Tujuan penelitian adalah menganalisis diversitas ikan hasil tangkapan dan menganalisis respon perbedaan intensitas cahaya lampu petromak terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2012. Metodenya adalah Experimental Fishing menggunakan modifikasi tudung petromaks yaitu sudut 900 (P90), 1050 (P105), 1200 (P120) dan kontrol. Komposisi ikan hasil tangkapan bagan tancap yaitu teri (Stolephorus Sp) 72%, cumi (Loligo Spp) 7% dan pepetek (Leiognathus Sp) 21%. Nilai indeks keragaman > 0,1 artinya selektivitas bagan tancap yang digunakan nelayan memiliki tingkat selektivitas rendah dan nilai indek dominasi > 0,5 artinya cenderung didominasi oleh spesies tertentu. Perlakuan P105 memiliki respon terbaik terhadap hasil tangkapan ikan pada unit penangkapan bagan tancap di perairan Sungsang Sumatera Selatan.Kata kunci : Bagan tancap, Perairan Sungsang, Intensitas cahaya
PENDETEKSIAN SUARA IKAN LEPU AYAM (PTEROIS VOLITANS)PADA PERIODE MAKAN DENGAN SKALA LABORATORIUM Susmiarni, Rika Dwi; ., Fauziyah; Surbakti, Heron
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1711

Abstract

Penelitian  mengenai  pendeteksian  karakteristik  menggunakan  metode  hidroakustik  telah dilaksanakan  pada  bulan  Juni  2011  sampai  Januari  2012  di  laboratorium  Inderaja,  Akustik  dan Instrumentasi serta Laboratorium Oseanografi Program Studi Ilmu Kelautan. Tujuan dari penelitian ini  adalah  untuk  mendeteksi  karakteristik  suara  ikan  lepu  ayam  (Pterois  volitans).  Penelitian  ini dilakukan menggunakan metode  passive soundingdengan cara merekam suara yang dihasilkan ikan saat periode makan. Perekaman dilakukan pada ikan jantan, betina, dan berpasangan. Karakteristik dari  ikan  lepu  ayam  (Pterois  volitans) menghasilkan  frekuensi  pulsa  antara  149,5  Hz  â??  765,7  Hz dengan kisaran intensitas (-78,8) dB â?? (-11,6) dB.  Ikan lepu ayam betina memiliki rentang intensitas paling  panjang  (-78,8)  dB  â??  (-11,6)  dB  dibandingkan ikan  jantan  (-71,5)  dB  â??  (-12,4)  dB  dan  saat berpasangan  (-69,4)  dB  â??  (-31,5)  dB.  Ikan  jantan  lebih  aktif  saat  sebelum  dan  setelah  makan, sedangkan  ikan  betina  lebih  aktif  saat  makan,  dan  ikan  berpasangan  aktif  saat  makan  dan  setelah makan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN DAN BIJI BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) ASAL PESISIR BANYUASIN SUMATERA SELATAN DENGAN METODE DPPH Putri, Ika Juniawati; ., Fauziyah; ., Elfita
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 1 (2013): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v5i1.1293

Abstract

ABSTRACTS Nipa (Nypa fruticans) is one of the most widely distributed and useful palm in the mangrove forests of South Sumatera. Nipa has a wide traditional medicinal diversity of use and constitute one of plants can be used as an antioxidant.. The  aims of this research to find the antioxidant activity of  Nypa fruticans   leave and fruit were the endosperm from extracts with increasing solvent polarity of  hexane, ethyl acetate and methanol. The antioxidant activity were measure by free radical scavenging method with DPPH and the control used vitamin C.The result of this research shows leave extract of nipa with increasing solvent polarity has an actives antioxidant  than fruit were the endosperm extract. Antioxidant activity of leave extract has  IC50 value of 52.86±2.849 ppm with heksan solvent , ethyl acetate solvent of 26.81±1.755 ppm and methanol  solvent of 17.76±0.107. Vitamin C as a control has a IC50  value  14.82 ± 0624 ppm. Leaf extract in the polar solvent methanol has a value IC50 close to the standar antioxidant vitamin C  which is a pure compound. This suggests that the nipa palm has potential as a source of antioxidants from the coastal region. Keywords: Nypa fruticans, antioxidant activity, DPPH, South Sumatera ABSTRAKNipah (Nypa fruticans) merupakan tumbuhan palem yang memiliki kelimpahan tinggi  dan peranan penting di kawasan hutan mangrove Sumatera Selatan, Indonesia. Nipah memiliki manfaat sebagai obat tradisional dan  kandungan dari tumbuhan ini salah satunya dapat digunakan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan potensi aktivitas antioksidan dari daun dan biji buah Nipah (Nypa fruticans) dengan menggunakan pelarut kepolaran meningkat yaitu heksan, etil asetat dan metanol. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan peredaman radikal bebas menggunakan metode DPPH dan kontrol digunakan vitamin C.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun nipah  dengan kepolaran meningkat aktif sebagai antioksidan dibandingkan ekstrak biji buah nipah. Aktivitas antioksidan daun nipah memiliki nilai IC50 52.86±2.849 ppm pada pelarut n-heksan, pelarut etil asetat 26.81±1.755 ppm dan pelarut metanol 17.72±0.107. Vitamin C sebagai kontrol memiliki nilai IC50 14.82±0.624 ppm. Ekstrak daun nipah dalam pelarut metanol memiliki nilai IC50 yang mendekati standar antioksidan vitamin C yang merupakan senyawa murni. Hal ini berarti bahwa tumbuhan nipah memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang berasal dari  kawasan pesisir. Kata kunci : Nypa fruticans, aktivitas antioksidan, DPPH, Sumatera Selatan