Halida .
School of Parmacy, Intitut Teknologi Bandung, Jl. Ganeca 10 Bandung, 40132

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI STRATEGI ICEBREAKER PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Ratnasari, Erma; Ali, Muhamad; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 12 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Teknik observasi dan teknik wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak kelompok A. Berdasarkan hasil penelitian peningkatan motivasi belajar anak melalui strategi Icebreaker digambarkan sebagai berikut: 1) Perencanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 56,25% dan meningkat pada siklus II menjadi 76,15%. 2) Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar melalui strategi Icebreaker pada siklus I sebesar 58,03% dan meningkat pada siklus II menjadi 78,56%. 3) Untuk aspek  memusatkan perhatian dalam proses pembelajaran pada siklus I, anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 8,33% dan pada siklus II menjadi 75%. Untuk aspek anak dapat bertanggung jawab akan tugasnya dengan penilaian berkembang sesuai harapan (BSH) pada siklus I sebesar 12,5% dan pada siklus II menjadi 83,33%. Untuk aspek anak dapat  mencari dan memecahkan masalah dengan penilaian berkembang sesuai harapan (BSH) pada siklus I 4,16% dan pada siklus II menjadi 75%. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Strategi Icebreaker. Abstract:The method used is descriptive method. With the approach of a Class Action Research. Observation techniques and interview techniques. Subjects in this study were teachers and children in group A. Based on the research results increase motivation to learn the child through Icebreaker strategy is described as follows: 1) Planning learning in the first cycle of 56.25% and increased in the second cycle into 76.15%. 2) Implementation of learning to improve learning motivation through Icebreaker strategy in the first cycle of 58.03% and increased in the second cycle into 78.56%. 3) To focus on aspects of the learning process in the first cycle, a child growing expectations (BSH) as much as 8.33% and the second cycle to 75%. For the aspects of the child can be responsible for duties with ratings growing expectations (BSH) in the first cycle was 12.5% ??and in the second cycle to 83.33%. For the aspects of the child can find and solve problems with ratings growing expectations (BSH) 4.16% in the first cycle and the second cycle to 75%. Keyword: Motivation, Strategy Icebreaker.
PENINGKATAN PERKEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI GERAK IRAMA DI TK ABC123 PONTIANAK SELATAN Firdayanti, .; ., M. Syukri; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 5 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas.  Siklus Tindakan Kelas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.  Pengumpulan data dengan menggunakan pedoman observasi, panduan wawancara dan dokumentasi.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan hasil analisis data maka secara umum dapat disimpulkan bahwa peningkatan perkembangan keterampilan motorik kasar dapat dilakukan melalui gerak irama pada anak kelompok B usia 5-6 tahun di TK abc123 Pontianak Selatan.  Secara khusus dapat disimpulkan sebagai berikut: (1). Perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan keterampilan motorik kasar anak melalui gerak irama dikategorikan sangat baik; (2). Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan keterampilan motorik kasar anak melalui gerak irama dikategorikan sangat baik.  Ini berarti pelaksanaan pembelajaran peningkatan perkembangan keterampilan motorik kasar telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah dibuat; (3).  Hasil peningkatan perkembangan keterampilan motorik kasar anak melalui gerak irama dapat dikatakan baik, karena setiap aspek keterampilan motorik kasar mengalami peningkatan dengan kategori sangat tinggi.   Kata Kunci: Keterampilan Motorik Kasar, Gerak Irama Abstract: The method used is descriptive method with the form of classroom action research. Class Action Cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. The collection of data by using the guidelines observation, interview and documentation. Based on the research that has been done and the results of data analysis in general it can be concluded that the increased development of gross motor skills can be done through a motion rhythm in group B children aged 5-6 years in kindergarten abc123 South Pontianak. In particular can be summarized as follows: (1). Learning plan to improve the development of gross motor skills of children through movement rhythm very well categorized; (2). Implementation of learning to enhance the development of gross motor skills of children through movement rhythm very well categorized. This means an increase in the implementation of learning gross motor skills development has been carried out in accordance with lesson plans that have been made; (3). The resulting increase in the development of gross motor skills of children through movement rhythm can be good, because every aspect of gross motor skills increase with very high category. Keywords: Rough Motor Skills, Motion Rhythm
METODE BERMAIN PERAN DALAM MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI (4-5 TAHUN) ., Halida
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 1 (2011): JCK Maret 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode bermain peran pada anak usia dini diperlukan untuk membelajarkan anak berbicara secara benar, baik dari aspek kebahasaan, aspek nonkebahasaan maupun aspek isi dalam menyampaikan ide. Oleh karena itu karena proses pembelajaran tidak hanya bersifat transfer pembicaraan dari guru ke anak, tidak hanya guru yang banyak berbicara menjelaskan sesuatu kepada anak, tidak hanya guru yang banyak melakukan sesuatu, akan tetapi pembelajaran dirancang dan didesain lebih konstruktif, berpusat pada anak (student centered), anak lebih banyak berbuat dan melakukan, dengan banyak terlibatnya anak melakukan aktivitas khususnya dalam bermain peran, maka secara tidak langsung memotivasi anak untuk berbicara, sehingga pembelajaran lebih bermakna (meaningfull), pembelajaran berkesan sampai anak dewasa. Kata Kunci: metode bermain peran, kemampuan berbicara
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERWUDHU MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RADHATUL ATHFAL BABUSSALAM PONTIANAK Gustinawati, .; ., Marmawi; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan umum  penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berwudhu melalui metode demonstrasi pada anak usia 5-6 tahun di RA Babussalam. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dalam 4 kali pertemuan. Setiap siklus meliputi perencanaa, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan analisa data maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut 1) Perencanaan pembelajaran yang tertuang dalam RKH dengan menggunakan metode demonstrasi pada anak usia 5-6 tahun  dalam siklus 1 diperoleh 77%, dan siklus II diperoleh 93%. 2) langkah-langkah dalam pembelajaran melalui metode demonstrasi a) kegiatan awal, b) Kegiatan inti, c) Penutup. Kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berwudhu melalui metode demonstrasi sesuai dengan yang telah dilaksanakan. Pelaksanaan yang dilakukan guru sudah dikategorikan ?sangat baik? karena dilaksanakan secara sistematis , yaitu: Pendahuluan (apersepsi, membagi kelompok), Kegiatan Inti (dilakukan dengan cara yang disenangi anak yaitu dengan alat peraga sesuai kegiatan), Kegiatan penutup (mengevaluasi hasil main, memberi reward dan memotivasi anak). Kata Kunci : Kemampuan Berwudhu, Metode Demonstrasi Abstract: The general objective of this study was to determine the increase berwudhu capabilities through demonstration method in children aged 5-6 years in RA Babussalam. This research is a classroom action research conducted by 2 cycles in 4 meetings. Each cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. Based on data analysis, it can be concluded as follows 1) Planning lessons contained in RKH using demonstration in children aged 5-6 years in cycle 1 was obtained 77%, and the second cycle was obtained 93%. 2) steps in learning through demonstration method a) initial activity, b) core activities, c) Cover. The conclusion that the implementation of learning in enhancing the ability berwudhu through demonstrations in accordance with the method that has been implemented. Implementation of the teachers have been categorized as "very good" because it systematically carried out, namely: Introduction (apersepsi, split the group), Core Activities (done in a way that favored the child is with props appropriate activity), activity cover (evaluating the results of the game, giving reward and motivate children).   Keywords : Ability ablution , Method Demonstration
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGENALAN RASA MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK Mulyantini, Ruth Dwi; ., Fadillah; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pengenalan rasa melalui metode demonstrasi pada anak usia 4-5 tahun di TK Flora Kecamatan Singkawang Barat. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode demonstrasi. Subjek penelitian satu guru dan anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 10 orang. Hasil analisa data menunjukkan bahwa tingkat persentase aktivitas peningkatan kemampuan anak mengenal empat rasa dasar sebesar 40%, kemampuan anak mengelompokkan makanan yang memiliki rasa yang sama sebesar 80%, dan kemampuan anak menunjukkan letak rasa pada bagian gambar indera pengecap (lidah) sebesar 100%. Ketiga indikator menunjukkan kriteria baik karena memiliki rata-rata 73%. Kata Kunci: kemampuan, pengenalan rasa, metode demonstrasi. Abstract: The study was undertaken to describe the escalation ability of the introduction on taste through demonstration method to children ages 4 to 5 years at Flora kindergarten, west Singkawang sub-district. A classroom action research was employed by applying demonstration method. The subject of this study consisted of one theacherand 10 children ages 4 to 5 years. The result of identify four basic tastes was 40%, children's ability to agglomerate foods of similar taste was 80%, and children's ability to show the exact location of the taste picture (tongue) was 100%. Three indicators as mentioned above above indicating good criteria due to its average of 73% Keywords: ability, introduction on taste, demonstration method.
PENERAPAN METODE PEMBERIAN TUGAS UNTUK PENGEMBANGAN KECERDASAN SPASIAL ANAK DI TK Fitriani, Rita; ., Fadillah; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 5 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pemberian tugas untuk pengembangan kecerdasan spasial anak usia 5-6 tahun di TK Islamiyah Pontianak Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persiapan guru dalam kegiatan pemberian tugas untuk pengembangan kecerdasan spasial anak adalah guru terlebih dahulu menentukan tema dan tujuan, menyiapkan alat dan bahan seperti media gambar dan balok, dan guru menata lingkungan kelas. Dalam pelaksanaannya guru terlebih dahulu menjelaskan tugas apa yang akan diberikan kepada anak, membagikan tugas tersebut, dan membimbing anak dalam mengerjakan tugas tersebut. Tugas yang diberikan adalah menggambar, mewarnai, melukis, menyusun balok membentuk sesuatu, cerita berantai, mencari jejak, dan menyusun gambar. Untuk perolehan hasil belajarnya sangat lancar karena dalam kegiatan pemberian tugas anak sedikit bertanya dan kecerdasan spasial anak pun berkembang baik, walaupun masih terdapat empat anak yang belum berkembang. Kata Kunci: Metode Pemberian Tugas, Pengembangan, Kecerdasan Spasial   Abstract: This research aims to describe the activities of assignment for the development of spatial intelligence of children aged 5-6 years in TK Islamiyah Pontianak Tenggara. The research method that used is descriptive. The results of this study indicate that the preparation of teachers in activities of assignment for the development of spatial intelligence of the child is the teacher in advance to determine the theme and objectives, equipment and materials such as media images and beams, and teachers organize classroom environment. In the implementation of the teacher first explain what tasks will be given to children, to share the task, and guide children in doing the task. The task given are drawing, coloring, painting, construction of beam forming something, serial story, look for the trail, and compose the image. For the acquisition of study results very smoothly because the activity giving the task a little child asks and spatial intelligence of children is growing well, although there are four children who were not yet developed. Keywords: The Assignment Method, Development, Spatial Intelligence  
PENENTUAN KUANTITATIF ZAT WARNA KARMOSIN,PONCEAU 4R DAN MERAH ALURA YANG DITAMBAHKAN DALAM MINUMAN AGREM (HIBISCUS SABDARIFFA, LINN) [QUANTITATIVE DETERMINATION OF CARMOISINE, PONCEAU 4R AND ALLURA RED COLOURING AGENTS ADDED INTO SOFTDRINK CONTAINING THE Kartadarma, Embit; Nawawi, As?ari; ., Halida
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 18 No. 1 (2007): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.695 KB)

Abstract

The synthetic food-colouring agent is stiil commonly used in soft drink to enhance the colour of the food and to make foods more attractive, particularly for the drink containing natural colour. Addition of colour is legally permitted by  the govermment, however, the product sometime contain the substance more than the permissible maximum dosage, and it  may possibly cause iillhealth to the consumer. Preparation of soft drink containing the aqueous extract of Hibiscus sabdariffa fruits gave less intense colour due to the colour. The quantity of the synthetic food colour in soft drink must be determined quantitatively for food safety and the presence of natural colour in the products may affect the results. Determination of three synthetic colouring agents, carmoisine, ponceau 4R and allura red added into soft drink containing the aqueous extract of hisbicus sabdariffa was carried out. Result showed that the determination of such colouring agents can only be achivied after adjusting the pH up to 4.5 and the recovery of carmoisine, ponceau 4R and allura red were 99.8: 100.2 and 100.0%, with the accuracy of 0.1;0.3 and 0.1% and the precission of 0.1; 0.3 and 0.1% respectively.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI PERMAINAN POHON HITUNG USIA 4-5 TAHUN DI TK Wahyuni. S, Sri; Ali, Muhammad; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 7 (2016): JULI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Siklus Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dengan menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data maka secara umum dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan berhitung anak melalui permainan pohon hitung pada anak usia 4-5 tahun di TK Hang Tuah VI Pontianak. Secara khusus kesimpulanya adalah sebagai berikut: 1) Perencanaan pembelajaran menggunakan permainan pohon hitung pada anak usia 4-5 tahun di TK Hang Tuah VI Pontianak telah direncanakan dengan baik 2) Pelaksanaan pembelajaran menggunakan permainan pohon hitung pada anak usia 4-5 tahun di TK Hang Tuah VI Pontianak telah dilaksanakan dengan baik 3) Kemampuan berhitung pada anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan permainan pohon hitung di TK Hang Tuah VI Pontianak terjadi peningkatan sebesar 37,33%. Kata Kunci : Kemampuan Berhitung, Permainan Pohon Hitung. Abstract: The method used is descriptive method with the form of classroom action research. Class Action Research Cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Collecting data using observation and interview. Based on the research and the data analysis in general it can be concluded that the significant increase in the numeracy skills of children through the game tree count in children aged 4-5 years in kindergarten Hang Tuah VI Pontianak. Specifically kesimpulanya are as follows: 1) Planning of learning using the game tree count in children aged 4-5 years in kindergarten Hang Tuah VI Pontianak been well planned 2) Implementation of learning using the game tree count in children aged 4-5 years in kindergarten Hang Tuah VI Pontianak have been executed better 3) the ability to count in children aged 4-5 years using the game tree count in kindergarten Hang Tuah VI Pontianak an increase of 37.33%. Keywords : Ability Numeracy, Game Trees Count. 
ANALISIS PELAKSANAAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY & DISCOVERY DI TK ISLAM SEMESTA KHATULISTIWA PONTIANAK Mulyani, Lili; ., Fadillah; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 10 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran inquiry & discovery di TK Islam Semesta Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Kota Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini berjumlah 2 orang. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran inquiry & discovery dilakukan melalui tiga tahap, yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Ketiga tahapan tersebut dilakukan guru sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran inquiry & discovery menurut teori Mulyasa, namun hasilnya masih belum maksimal, yakni masih ada 5 anak yang belum berkembang kemampuan berpikirnya setelah guru menggunakan kedua strategi tersebut. Menurut peneliti, hal ini dikarenakan fokus guru yang terbagi dua, antara mempersiapkan pembelajaran di kelas dengan mempersiapkan PORSENI TK. Selain itu, kedua strategi tersebut merupakan strategi baru yang digunakan guru sehingga anak-anak masih bingung dalam mengikuti langkah-langkah pembelajaran inquiry & discovery yang lebih menuntut keaktifan anak. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Inkuiri, Discoveri Abstract: This study aimed to analyze the strategy of inquiry and discovery learning in kindergarten Islam Semesta Khatulistiwa Pontianak City District of West Kalimantan Province. The method used is a qualitative research method. The subjects of this research were two people. The research instrument using interviews, observation, and documentation. The results showed that the strategy of inquiry and discovery learning is done through three stages: planning, implementation, and evaluation stages. These three stages are carried out in accordance with the teacher learning steps inquiry and discovery in theory Mulyasa, but results are not maximum, namely there are five children who have not developed the capacity to think after the teacher uses both strategies. According to researchers, this is because the focus of teachers is divided in two, between preparing the classroom learning by preparing PORSENI TK. In addition, both of these strategies is a new strategy used by teachers so that children are still confused in following steps inquiry and discovery learning more demanding activity of children. Key Words: Learning Strategies, Inquiry, Discovery
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN KECERDASAN MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Pangestu, Kartika Handayani; ., Fadillah; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 9 (2016): September 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Pola asuh yang diterapkan di dalam keluarga berpengaruh dalam pembentukan moral seorang anak.Denganberkembangnya kecerdasan moral maka sikap keadilan, empati, rasa hormat dan toleransi pada anak juga akan terbentuk. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan pola asuh ibu dan kecerdasan moral anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan alat pengumpul data berupa pedoman observasi, panduan wawancara, dokumentasi.Pola asuh otoriter seperti anakdapatberbagimakanan, tidakmenolongteman yang terjatuh, mengucapkansalam, bermainbersamateman yang berbeda agama. Anakyang terbiasa dengan pola asuh tipe demokratis,diantaranyaanakmembelatemantanpamemihak, menjengukteman yang sakit,mengucapkansalam, menghargai orang lain. Sedangkan pola asuh tipe permisif, diantaranya anaktidakberbagimakanan, tidakmenjengukteman yang sakit, mengucapkansalam, menghargaiteman yang berbeda agama. Kata kunci: Pola Asuh Ibu, Kecerdasan Moral,  Anak usia 5-6 tahun  Parenting applied in the family influential in the formation of a child's moral. Then, with the development of moral intelligence, the attitudes of justice, empathy, respect and tolerance in children will also be formed. The purpose of this research is to describe the mother's parenting and moral intelligence of children aged 5-6 years. This research uses descriptive method with qualitative terms. The technique used is observation, interview and documentation with the data collection tool in the form of guidelines for observation, interview, documentation. Authoritarian upbringing as the child can share a meal, do not help a friend who had fallen, greetings, play with friends of different faiths. Children who are familiar with the type of democratic parenting, including impartially defend a child, visit a sick friend, greetings, respect for others. While the type of permissive parenting, including children not to share food, do not visit a sick friend, greeting, appreciate friends of different faiths.  Keywords: Mothers Parenting, Moral Intelligence, Children aged 5-6 years