Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MEREMEDIASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI GETARAN DI SMP Rezkizohana, .; Maria S, Haratua Tiur; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 12 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat efektivitas model pembelajaran generatif berbantuan eksperimen dalam meremediasi miskonsepsi siswa pada materi getaran  di kelas VIII SMP Negeri 10 Pontianak. Metode penelitian adalah quasi eksperimental design dengan rancangan nonequivalent control group design yang dimodifikasi. Sampel penelitian ini adalah kelas IXE sebagai kelas eksperimen I dan kelas IXF sebagai kelas eksperimen II. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang disusun menggunakan metode Certainty of Response Index (CRI) termodifikasi  berjumlah 18 soal. Berdasarkan uji kesamaan dua proporsi juga diperoleh hasil Zhitung (0,09) ? Ztabel (1,96) yang menunjukan tidak ada perbedaan antara model pembelajaran generatif berbantuan eksperimen nyata dan model pembelajaran generatif berbantuan eksperimen virtual dalam meremediasi miskonsepsi siswa. Penerapan model pembelajaran generatif berbantuan eksperimen nyata maupun virtual dapat menurunkan jumlah miskonsepsi siswa (ES=1,55). Model pembelajaran generatif berbantuan eksperimen diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif kegiatan remediasi untuk mengatasi miskonsepsi siswa. Kata Kunci: Remediasi, Miskonsepsi, Generatif, Eksperimen, Getaran Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the generative learning model with experiments in remediating students? misconceptions on vibration in class VIII SMP Negeri 10 Pontianak. The research method was quasi experimental design with a modified nonequivalent control group design. The samples were IXE class as an experimental class I and IXF  as an experimental class II. The instrument used was multiple-choice test that were prepared by using the Certainty of Response Index (CRI) modified method with a total of 18 questions. Based on the equality test of two proportions obtained Zcount (0.09) ? Ztable (1.96), which showed no difference between the generative learning model with real experiments and generative learning model with virtual experiments in remediating students? misconceptions. The implementation of generative learning model with both real and virtual experiments can reduce the number of students? misconceptions (ES = 1.55). Generative learning model with experiments is expected to be used as an alternative remediation activities to solve students' misconceptions. Keywords: Remediation, Misconceptions, Generative, Experiment, Vibration
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI NUMBER SENSE PADA MATERI BILANGAN DI SMP NEGERI 8 SINGKAWANG Amin, Islam Al; Jamiah, Yulis; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari number sense pada materi bilangan di kelas VII SMP Negeri 8 Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini berjumlah 33 orang siswa kelas VII B SMP Negeri 8 Singkawang. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk essay dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki number sense kelompok tinggi memperoleh rata-rata skor 69% dengan kategori tinggi. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki number sense kelompok sedang memperoleh rata-rata skor 26% dengan kategori rendah. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki number sense kelompok rendah memperoleh rata-rata skor 22% dengan kategori rendah.   Kata kunci :   Pemecahan Masalah Matematika, Number Sense, Materi  Bilangan Abstract : The purpose of this research is to describe mathematical problem solving ability of students that reviewed by number sense on numbers in 7th grade students of SMP Negeri 8 Singkawang. The method of this research is descriptive with the form of case studies. The research subjects were 33 students of grade VII B SMP Negeri 8 Singkawang. The instrument that used is written test and unstructured interview. The research result shaw that students? mathematical problem solving ability had number sense as high classified get score rate 69% with high category. The students? mathematical problem solving ability had number sense as medium classified get score rate 26 % with low category. The students? mathematical problem solving ability had number sense as low classified get score rate 22 % with low category. Keywords : Mathematical Problem Solving, Number Sense, Numbers
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA MATERI FUNGSI KUADRAT DI SMA Marulitua Sinaga, Gilbert Febrian; Hartoyo, Agung; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 06 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari gaya belajar pada materi fungsi kuadrat di kelas X SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 43 orang siswa. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes tertulis untuk mengungkap kemampuan representasi matematis, angket untuk mengelompokkan siswa berdasarkan gaya belajar, dan wawancara sebagai tindak lanjut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa visual memiliki persentase ketercapain 55,06% dan berada pada kategori sedang. Kemampuan representasi matematis siswa auditori memiliki persentase ketercapain 56,68% dan berada pada kategori sedang. Kemampuan representasi matematis siswa kinestetik memiliki persentase ketercapain 55,71% dan berada pada kategori sedang.   Kata Kunci: Kemampuan Representasi Matematis, Gaya Belajar, Fungsi Kuadrat   Abstract: This research aims to know mathematical representation ability of students with learning style in quadratic function in class X SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak. The method that was use in this research is descriptive method with case study form. There were 43 students participated as the subject in this research. The instrument of data collecting are written test to reveal the student?s mathematical representation ability, questionnaire to categorize the students based on their learning style and interview as the follow-up activity. The result of data analysis showed that the mathematical representation ability of the students with visual learning style have percentage of reach 55,06% and it was categorized as medium. The mathematical representation ability of the students with auditory learning style have percentage of reach 56,68% and it was categorized as medium. The mathematical representation ability of the students with kinesthetic learning style have percentage of reach 55,71% and it was categorized as medium.   Keywords: Mathematical Representation Ability, Learning Style, Quadratic Function  
LITERASI MATEMATIS SISWA PADA KONTEN QUANTITY DI SMP NEGERI 02 PONTIANAK Sari, Nining Arum; Hartoyo, Agung; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 8 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level literasi matematis siswa pada konten Quantity di kelas VII SMP Negeri  Pontianak dan mendeskripsikan kompetensi yang mampu dicapai siswa. Studi kasus dengan subjek sebanyak 6 siswa di kelas VII SMP Negeri Pontianak yang memiliki kemampuan berbeda. Hasil analisis data menunjukan bahwa 2 siswa berkemampuan atas dapat mencapai level 5 literasi matematis (memiliki kompetensi refleksi), 1 siswa berkemampuan tengah dapat mencapai level 4 literasi matematis (memiliki kompetensi koneksi), 1 siswa berkemampuan tengah lainnya hanya dapat mencapai level 1 literasi matematis (memiliki kompetensi reproduksi), 1 siswa berkemampuan bawah dapat mencapai level 3 literasi matematis (memiliki kompetensi koneksi), dan 1 siswa berkemampuan bawah lainnya hanya dapat mencapai level 1 literasi matematis (memiliki kompetensi reproduksi). Hasil ini menyiratkan bahwa ada siswa yang mampu mencapai di atas level 1 literasi matematis. Kata kunci: Literasi Matematis, Level Literasi Matematis, Konten Quantity   Abstract: This research is aim to know level of student?s mathematical literacy on Quantity content in grade VII SMP Negeri Pontianak and describe competency which is student can reach. The case study with 6 subjects in grade VII SMP Negeri Pontianak who has differences capability. The result of data analysis indicated that 2 students who have upper capability can reach level 5 (have reflection competency), 1 student who has middle capability can reach level 4 (have connection competency), 1 other student who has middle capability can reach level 1 (have reproduction competency), 1 student who has lower capability can reach level 3 (have connection competency), and 1 other student who has lower capability can reach level 1 (have reproduction competency). The result indicated that there are students can reach above level 1 mathematical literacy. Keywords: Mathematical Literacy, Level of Mathematical Literacy, Quantity Content
REMEDIASI MISKONSEPSI CERMIN DATAR MENGGUNAKAN LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN LKS CONCEPT CARTOONS DI SMA SYARIF, AHMAD; Djudin, Tomo; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 06 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan model learning cycle 5E berbantuan LKS concept cartoons dalam meremediasi miskonsepsi siswa kelas X MIA SMA Negeri 6 Pontianak pada materi cermin datar. Metode yang digunakan berupaPre Experimental Design dengan rancangan one group pretest-postest design. Instrumen dalam pengumpulan data berbentuk pilihan ganda bertingkat dua atau Two Tier Multiple Choice (TTMC) yang diujikan pada 34 orang siswa yang dipilih secara intact group. Hasil analisis data didapat penurunan rata-rata miskonsepsi siswa sebesar 22,61%. Hasil uji McNemar diperoleh rata-rata ?2Hitung (5,55) ? ?2Tabel (3,84) untuk db = 1 dan ? = 5% maka secara keseluruhan terjadi perubahan konseptual yang signifikan dan harga effect size diperoleh nilai 0,36 (kategori sedang). Maka remediasi menggunakan model learning cycle 5E berbantuan LKS concept cartoons efektif untuk menurunkan jumlah miskonsepsi siswa. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif melaksanakan remediasi miskonsepsi siswa tentang pembentukan bayangan pada cermin datar. Kata kunci: Remediasi, Learning Cycle, Concept Cartoons Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the use of models learning cycle 5E aided LKS concept cartoons in remediate misconceptions MIA class X SMAN 6 Pontianak on the plane mirror. The method used is Pre Experimental Design to design one group pretest - posttest design. Instruments in data collection shaped Two Tier Multiple Choice (TTMC) were tested on 34 students selected at intact group. Results of data analysis obtained an average decline of 22.61 % misconceptions students. McNemar test results obtained ?2average count (5,55) ? ?2Tabel (3,84) for db=1 and ?=5%, overall significant conceptual changes and the value of the effect size obtained values ??of 0.36 (medium category). The result of this study are expected to be an alternative to remediate students misconception about the formation of images by a plane mirror. Keywords: Remediasi, Learning Cycle, Concept Cartoons
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DI SMP Arifin, .; Yusmin, Edy; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesulitan belajar dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sungai Kakap pada materi bangun ruang sisi lengkung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa siswa tidak mampu: 1) memberikan nama bagian tabung dan unsur-unsur kerucut. 2) mengingat rumus luas dan volume tabung, kerucut, dan bola. 3) menggunakan rumus luas dan volume tabung, kerucut, dan bola untuk menyelesaikan masalah. Hal ini disebabkan karena: a) siswa tidak pernah tertarik dengan bangun ruang sisi lengkung. b) guru tidak menggunakan alat peraga pada saat mengajar materi bangun ruang sisi lengkung. c) metode yang digunakan guru kurang bervariasi, guru hanya menjelaskan materi kemudian memberikan soal latihan. d) siswa tidak memperhatikan penjelasan guru sehingga mengalami kesulitan memahami materi. e) jika menemui kesulitan saat mengerjakan soal, siswa lebih memilih diam tanpa berusaha untuk mencari tahu.   Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Bangun Ruang, Sisi Lengkung Abstract: The purpose of this research is to describe the difficulties in learning and the factors that cause of it to the 9th Grade students  of SMP Negeri 1 Sungai Kakap on material with curved edge. The method used descriptive method.  The data collection technique is using the technique of triangulation. From the results of the research were obtained the information that the students are not be able to: 1) giving the name of tube sections and the elements of the cone. 2) remind the formula for the area and the volume of the tube, cone and the ball. 3) using the formula for the area and volume tubes, cones and balls to resolve the problem. This is because: a) students are never interested with curved edge. b) teachers are not using a props when teaching material with curved edge. c) the method which used by the teacher less varied, the teachers only explain the material and then provide practice questions. d) students do not pay attention to the teacher's explanations so they have difficulty to understanding the material. e) if they have a problems during work on the tasks, students prefer to silence without trying to find out the answers. Keywords: Difficulties in Learning, The Space, Curve Edge.   
PENERAPAN VIRTUAL LABORATORY UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI MAHASISWA TENTANG FLUIDA ., Hamdani
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 7, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v7i3.17181

Abstract

Penelitian ini bertujuan mereduksi miskonsepsi mahasiswa tentang fluida menggunakan virtual laboratorium. Pengumpulan data menggunakan tes diagnostik berupa pilihan ganda dengan alasan terbuka pada satu kelas yang dipilih secara intact group. Hasil penelitian menunjukkan penerapan virtual laboratorium  dapat mereduksi miskonsepsi tentang fluida yang dialami mahasiswa. Kata kunci: Virtual Laboratory, Miskonsepsi, Fluida  Abstrak :This study aims to reduce pre-service physics teachers? misconceptions about fluid using virtual laboratory. To obtain data, diagnostic test (multiple choice) with opened-reasons was given to students that were selected by intact group. The result shows that virtual laboratory can reduce students? misconception. Key words: virtual laboratory; misconceptions; fluid
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERSTRUKTUR PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI Apriana, Ristia; ., Sugiatno; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berstruktur Project Based Learning (PjBL) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam belajar statistika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengadaptasi model pengembangan Plom (1997). Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPA 2 MAN Model Singkawang yang berjumlah 27 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan penilaian validator yaitu dosen fkip matematika, dan dua orang guru matematika, LKS berstruktur project based learning dikategorikan valid. (2) Berdasarkan respon dan keterpakaian LKS berstruktur PjBL dikategorikan praktis untuk digunakan. (3) Berdasarkan aktivitas dan hasil belajar siswa penggunaan LKS berstruktur PjBL dikategorikan efektif bagi siswa. (4) Kemampuan komunikasi matematis tertulis  dan lisan siswa yaitu masing-masing dengan rata-rata 75% dan 81% termasuk kategori baik dan sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKS berstruktur project based learning layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika.   Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa, PjBL, Kemampuan Komunikasi Matematis.   Abstract: This research is aim to produce student worksheet structured Project Based Learning (PjBL) which are valid, practical, and effective to improve mathematical commounication skills of students in learning statistic. The method is that used in this research is a Research and Development (R & D) which adepted the development model Plomp (1997). The subject of this research is XI IPA 2 MAN Model Singkawang which amount about 27 students. The result of data analysis show that: (1) Based on validator appraisal is mathematic lecturer and two mathematic teacher. Student worksheet structured PjBL is categorized as valid. (2) Based on respond and the using od student worksheet structured PjBL is categorized as practical to use. (3) Based on the activity and student learning outcames the use of  structured PjBL is categorized effective for students. (4) Mathematical communication skill written and oral each student is about 75% and 81% categorized good and excellent. So that it can be condude student worksheet structured PjBL is deserved to use in the process of learning mathematics.   Keywords: Student worksheet, PjBL, Mathematical Communication Skill
PENGARUH PENDEKATAN OPEN-ENDED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Novianti, Metia; R, Zubaidah; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Open-Ended terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi tabung dan kerucut di kelas IX SMPN 1 Sungai Raya. Penelitian ini berbentuk eksperimen semu dengan rancangan posttest-only control group design. Teknik yang digunakan adalah teknik pengukuran melalui tes tertulis berbentuk essai. Dari hasil posttest diperoleh skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen sebesar 11,58 dan skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas kontrol sebesar 9,68. Dari hasil perhitungan uji U Mann Whitney, diperoleh  atau , maka terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perhitungan effect size diperoleh sebesar 1,19. Sehingga kontribusi penggunaan pendekatan Open-Ended masuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi tabung dan kerucut di kelas IX SMPN 1 Sungai Raya.   Kata kunci: Pendekatan Open-Ended, Kemampuan Berpikir Kreatif, Tabung dan Kerucut Abstract: This research is aimed to determine the effect of the Open-Ended Approach toward student?s creative thinking ability in cylinder and cone material of ninth grade of SMPN 1 Sungai Raya. The form of this research is quasi experiment with posttest only control group design. The technique that is used in this research is measurement techniques via written tests in the form of essays. From the posttest result, it is known that the creative thinking ability of students? average score in experiment class is 11,58 and the creative thinking ability of students? average score in control class is 9,68. From U Mann Whitney test calculation, it is known that  or , so there are differences in creative thinking ability of students of experiment class and control class. Effect size calculation is 1,19. So the contribution of Open-Ended Approach included in high criteria. Based on these data, we can conclude that the Open-Ended Approach had effect on student?s creative thinking ability in cylinders and cone material of ninth grade of SMPN 1 Sungai Raya.   Keywords: Open-Ended Approach, Creative Thinking Ability, Cylinder and Cone
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PESAWAT SEDERHANA DI SMP ., Nuria; Tandiililing, Edy; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi pesawat sederhana di kelas VIII SMP Negeri 19 Pontianak. Bentuk penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas, terdiri dari dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 34 siswa. Alat pengumpul data berupa lembar observasi dan tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 72,79 dengan ketuntasan 67,65% dan pada siklus II sebesar 75 dengan ketuntasan 73,52%. Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pesawat sederhana.   Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Materi Pesawat Sederhana. Abstract: This research aims to determine the increase of students learning outcomes  by implementing jigsaw cooperative learning in the material of the simple machine in class VIII SMP Negeri 19 Pontianak. This study was a classroom action research, consisting of two cycles with the stages of planning, implementation, observation and reflection. The subject of this research were 34 students. The data collection instruments were in the form of observation sheets and essay test. The result showed the average increase in learning outcomes in the first cycle by 72.79 with mastery of 67.65%  and in the second cycle by 75 with mastery of  73.52%. These results indicated that the jigsaw cooperative learning can improve students learning outcomes in the material of simple machine.   Keywords: Learning Outcome, Jigsaw Cooperative Learning, Simple Machine Material.